» Tumbuh Kembang
Perkembangan Sosial Bayi
Rabu, 7 Agustus 2013

Si kecil semakin ramah dan menggemaskan, itu adalah bagian dari perkembangan sosialnya. Seperti apa perkembangannya dari bulan ke bulan? Berikut gambarannya:

Usia 3-4 Bulan 

Dengan “senjata” tawa, anak usia ini mencoba menunjukkan keramahannya pada orangtua. Ia tahu manakala ia tertawa orangtua akan menunjukkan ekspresi gembira, memeluk dan mengucapkan kata sayang. Ia mulai mengenali wajah ayah, ibu, kakak, si mbak, bahkan hewan peliharaan di rumah. Keramahan juga ditunjukkan dengan menggerak-gerakkan badan manakala merasa senang. Meski kemampuan bicaranya masih terbatas, tapi si kecil sudah mencoba “mengoceh” untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Ia tidak suka kalau ditinggal terlalu lama sendiri, ia mencoba memberitahu melalui tangisannya dan akan berhenti begitu Anda mendekat/meraihnya. Senyum istimewanya akan mengembang saat bertemu orang-orang yang dikenalnya. Senyum itu secara tidak sadar digunakan untuk “mengikat” orang-orang terdekatnya supaya tidak meninggalkannya lagi terlalu lama. Pintar, ya?

Usia 4-5 Bulan

Di usia ini, kemampuan pengamatannya semakin bertambah dengan memaksimalkan fungsi indra pendengaran. Ia mulai bisa membedakan suara orangtua yang bernada senang atau tidak. Contoh, Anda melarangnya melakukan sesuatu, sementara ia masih ingin melakukannya, seketika ia akan menangis. Ia sudah tahu kalau orangtuanya berkata “tidak” meski belum paham maksudnya. Hal ini sekaligus sebagai dasar untuk berlatih disiplin kelak.

Bayi sangat senang mendengar suara yang ramah. Ia sudah paham nada suara ramah artinya orang tersebut sedang menunjukkan rasa sayang padanya, berbeda dengan suara keras seperti dijelaskan di atas. Bahkan karena senangnya mendengar suara ramah, ia akan berusaha “menuruti” keinginan Anda, meski pada saat itu sedang tidak ingin melakukannya. Ia akan “menahan diri” atas apa yang ingin dilakukannya demi suara ramah yang diperdengarkan orangtua.

Bayi yang terbiasa mendengar suara ramah, selain akan tumbuh menjadi bayi yang ramah, ia juga terlatih mengendalikan diri nantinya.

Usia 5-6 Bulan   

Jangan khawatir kalau di usia ini si kecil mulai sering “memukul” atau “menjambak” rambut orang dewasa yang sedang menggendongnya. Ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan keramahannya pada orang-orang dekatnya. Namun karena kemampuan motoriknya belum berkembang sempurna, elusan atau belaian yang ia lakukan mungkin terlalu kuat, akibatnya terasa seperti memukul/menjambak. Seiring dengan berkembanganya kemampuan motorik, nantinya ia bisa melakukan dalam kadar yang pas. Cobalah untuk merespons saat ia coba menyentuh atau bahkan “memukul” wajah Anda. Katakan, “Wah, Adek sayang Mama ya? Mau mengelus Mama ya?” Penguatan itu akan membuatnya yakin bahwa yang dilakukannya sudah tepat. Stimulasi lain yang bisa dilakukan adalah mengajaknya bermain di depan cermin. Sapalah bayangan dirinya yang terpantul dalam cermin. “Eh, ada anak cantik. Siapa tuh? Yuk kita sapa, yuk. Halo...namanya siapa?”

Usia 6-7 Bulan  

Ia mulai menggunakan banyak cara untuk bersikap ramah pada orang-orang yang dikenalnya, segala kemampuan yang sudah dikuasainya akan digunakan untuk itu, mulai dari senyum, tawa, tangis, ocehan, tepukan, cemberut, memainkan gelembung air liur, bahkan dengan batuknya! Orangtua harus pandai-pandai memanfaatkan momen itu untuk terus mengembangkan kemampuan sosialnya. Ajak ia ngobrol meski belum paham, coba respons setiap ocehannya, “Oh, Adek senang ya ada Mama, kenapa? Karena Mama cantik ya? Sama dong dengan Adek,”

Kalau dengan orang dewasa asing si kecil belum ingin bersikap ramah, beda halnya kalau ia bertemu bayi-bayi sepantarannya. Ia merasa aman untuk bersikap ramah pada mereka. Sering kali terlihat mereka berdua/beberapa asyik ngoceh sendiri, meskipun sama-sama tidak paham maksudnya. Bahkan ada yang mencoba saling menepuk sebagai tanda keakraban.

Usia 7-9 Bulan 

Di usia ini hasil “latihan” selama tujuh bulan mulai terlihat. Mulai terlihat apakah anak berkembang menjadi pribadi yang ramah atau sebaliknya, meski landasannya adalah karakter yang merupakan bawaan dari sononya. Namun, apa pun karakter bawaannya, orangtua harus terus mengasah kemampuan ini. Meskipun nantinya ia tetap tumbuh  sebagai anak yang pendiam, tapi kalau pendiam-ramah, asyik kan? Ia juga mulai senang “merecoki” kegiatan orangtuanya, umpama, saat orangtua di depan komputer, ia minta mendekat dan asyik sendiri dengan beberapa barang di situ. Kemampuannya semakin bertambah dengan kesenangannya diajak bermain.

Usia 9-12 Bulan   

Ia menyukai pelukan dan ciuman orang-orang dekatnya, meski kalau diminta membalas, tak selalu mau melakukannya. Saat memeluk/menciumnya selalu katakan, “Sini Mama peluk, Mama kan sayang Adek.” Kalau ingin si kecil memeluk atau mencium Anda, coba pancing dengan mengatakan, “Sayang, sini cium Papa,” sambil buka lebar tangan Anda. Ia akan mengenali ekspresi dan suara itu sebagai permintaan untuk menunjukkan rasa sayang seperti yang biasa dilakukan orangtuanya selama ini.

 

Share |
blog comments powered by Disqus