» Dokter Anak
Suhu Tubuh Normal
Selasa, 23 April 2013

Anak saya Ridho Ihsan (4 bulan) dengan BB 6 kg. Beberapa minggu ini suhu badannya tidak menentu, kadang hangat kadang dingin. Hangatnya di sekitar telapak tangan, dada, dan punggung atau belakang kepala. Selebihnya suhu badannya biasa saja. Selama ini dia tidak rewel.

Saya pernah konsultasikan pada bidan di tempat saya (karena di sini tidak ada dokter anak), katanya tak apa-apa, cuma pengaruh cuaca saja. Selama ini saya tidak memberikan obat hanya mempersering pemberian ASI dan menjemurnya setiap pagi. Pertanyaan saya; apakah suhu badannya normal? Saya mau imunisasi DPT yang ketiga  tapi jadi ragu karena suhu badannya seperti ini. Saya pernah membaca sebuah artikel tentang anak yang terkena palsi serebral setelah diimunisasi DPT sementara suhu badannya pada saat itu tinggi. Berapa suhu badan bayi yang normal dan suhu badan bayi yang dianggap perlu obat penurun panas? Saya takut Ridho terlalu banyak mengonsumsi obat tapi saya juga takut terlambat penanganannya. Maklum Ridho adalah anak pertama. Sekian dan terima kasih.
Enny Nuraini – e-mail
   

Jawab:

Sayang sekali Ibu tidak menyebutkan berapa suhu tubuh yang sebenarnya melalui pengukuran dengan termometer. Pada keadaan normal, suhu tubuh bayi memang sebenarnya dapat saja teraba hangat, terlebih bila ia tidak mengalami gejala-gejala lain. Secara umum suhu tubuh bayi yang normal berkisar antara 36,5-37,5 derajat Celsius. Suhu ini dapat bervariasi tergantung kepada faktor aktivitas fisik,  suhu lingkungan sekitar,  proses pertumbuhan gigi, dan sebagainya. 

Bila suhu tubuhnya masih termasuk dalam kisaran tersebut dan kondisinya sehat, maka Ibu tidak perlu ragu untuk membawanya untuk diimunisasi. Sedangkan efek samping pemberian DPT yang paling sering adalah demam, nyeri di sekitar lokasi suntikan, yang dapat ditangani dengan mengompres hangat bekas suntikan dan pemberian obat penurun panas seperti parasetamol.  Namun, bila Ibu ragu, sebaiknya memang dibawa berkonsultasi dengan dokter agar lebih mendapat kepastian. Demikian penjelasan saya semoga dapat membantu Ibu. Terima kasih.

Share |
blog comments powered by Disqus