FirstFlag
"KOK, ADIK MELULU SIH"

Dessy Widyastuty, ibunda M. Gradyano Akbar (5;1) dan M. Fathan Abiyyu Kusuma (2 bulan)

New Page 1

Baru dua bulan ini saya melahirkan anak ke-2. Banyak teman dan saudara yang nengokin si kecil sambil bawa hadiah. Suatu hari pas ulang tahun si kakak, seorang teman datang untuk menjenguk si kecil dengan membawa kado. Si kakak langsung berlari menghampiri teman saya itu, "Makasih Tante yaa... tapi acara tiup lilinnya sudah selesai tuh."

Sontak teman saya kebingungan. Dengan malu saya jelaskan bahwa hari itu si kakak ulang tahun dan dia menyangka kado tersebut untuknya. Teman saya jadi ikut tersenyum melihat tingkah anak saya.

Setelah teman saya pulang, dengan semangat si kakak membuka kado tersebut. "Kok, bajunya kecil sih, Ma? Untuk ade, ya? Kok, ade lagi ade lagi yang dapet kado? Kan yang ulang tahun aku bukan ade," tanyanya. Sambil tersenyum saya jelaskan, "Ade banyak yang kasih kado karena teman-teman Mama dan juga semua saudara pada senang dan bersyukur karena Mama bisa melahirkan ade dengan selamat dan sehat. Kalau adenya sehat, kan, nanti bisa diajak main sama Abang." Alhamdulillah, akhirnya si kakak mau mengerti dan dia jadi tambah sayang sama adiknya.

LEBIH BAIK BAIK PISAH DENGAN SUAMI DARIPADA ANAK

Nathalia, ibunda Muhammad Noval (10 bulan)

LEBIH BAIK BAIK PISAH DENGAN SUAMI DARIPADA ANAK

Tak ada ibu yang tidak sayang pada anaknya, begitu juga dengan saya yang tidak bisa lepas dari si kecil. Orangtua saya yang baru memiliki satu cucu pun sangat sayang pada Noval, sampai-sampai anak saya itu menjadi rebutan antara kami orangtuanya dan kakek-neneknya.

Saking sayangnya pada Noval, orangtua saya yang tingglnya dua jam perjalanan ke rumahku, rela sering-sering bolak-balik hanya untuk melihat dan main dengan Noval. Hingga pada suatu saat, orangtua saya bilang ingin "pinjam" Noval barang sehari. Dengan hati berat saya ijinkan juga.

Tetapi apa yang terjadi? Siangnya Noval dibawa, malamnya saya kelimpungan, ingin bertemu Noval. Akhirnya saat itu juga di tengah malam buta saya dan suami pergi ke rumah orangtua. Setelah bertemu dengan Noval, duh senangnya hati ini dan rasanya tenaaaang sekali. Di situ saya jadi kepikiran, lebih baik pisah dengan suami daripada dengan anak.

Surat Ayah Ibu edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari