FirstFlag
"KOK, MASIH MUDA SUDAH PIKUN, SIH?"

"KOK, MASIH MUDA SUDAH PIKUN, SIH?"

Tidak jarang kan kita lupa di mana menaruh benda kesayangan, tak ingat nama seseorang meski wajahnya cukup familiar dan sebagainya. Boleh dibilang lupa memang hal yang wajar dialami setiap individu. Mungkin karena terlalu banyak masukan yang diterima hingga tak terekam semuanya dalam memori ingatan yang bersangkutan. Kendati sering dikait-kaitkan, lupa tak identik dengan pikun yang dikenal dengan istilah demensia karena parameternya memang berbeda.

Pikun didefinisikan sebagai suatu keadaan khas dimana kemampuan intelektual seseorang mengalami penurunan dari kondisi sebelumnya yang normal. Seperti halnya kemampuan berbicara, kemampuan memori untuk mengingat maupun kemampuan nalarnya menurun. Secara mendasar pikun menggambarkan kemunduran secara progresif dalam hal kekuatan mental yang disertai dengan perubahan perilaku.

PENANGANAN DAN PENGOBATAN

Untuk memastikan seseorang terkena demensia atau tidak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

* Riwayat penyakit yang pernah diderita.

* Pemeriksaan fisik dan sistem saraf.

* Pemeriksaan penunjang jika diperlukan, seperti dengan EEG, CT scan otak dan sebagainya.

* Penanganan secara terpadu oleh beberapa ahli, termasuk bantuan psikolog atau psikiater bila dianggap perlu.

Sekali lagi, penanganan demensia tergantung pada penyebabnya, ada yang bisa ditangani dan ada juga yang tidak. Contohnya adalah kasus Alzheimer yang meski sudah diterapi tetap saja akan berakhir pada gangguan demensia berat. Sementara demensia akibat faktor risiko sebetulnya dapat dicegah atau setidaknya diperlambat kejadiannya. Pada perokok dengan berhenti merokok, misalnya. Jika mengidap diabetes atau hipertensi amat dianjurkan untuk teratur mengatur kadar gula darah maupun tekanan darahnya. Dengan kata lain, kendalikan faktor risikonya.

KENALI GEJALA DAN PENYEBAB

Secara umum, demensia memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:

* Kehilangan daya ingat seperti lupa nama orang maupun kejadian.

* Disorientasi mengenai waktu dan tempat seperti lupa taruh barang.

* Kesulitan berkomunikasi seperti berbicara berputar-putar.

* Kehilangan kemampuan praktis semisal saat menyetir mobil tak tahu arah.

* Perubahan kepribadian dan perilaku semisal yang tadinya sudah bisa pakai baju sendiri kini tidak bisa lagi.

Mengenai berat-ringannya keluhan demensia tergantung pada jenis dan penyebabnya, apakah karena faktor genetik atau faktor risiko.

* Yang disebabkan oleh faktor genetik antara lain penyakit Alzheimer yang tergolong sulit ditangani dan belum ada obatnya.

* Sedangkan yang disebabkan oleh faktor risiko di antaranya:

- Demensia vascular karena adanya gangguan pembuluh darah seperti stroke, radang pembuluh darah, dan sebagainya.

- Demensia karena gangguan sistemik/metabolik semisal akibat gangguan hormon/endokrin, kekurangan vitamin B 12, kekurangan asam folat, konsumsi obat-obat penenang di luar kewenangan dokter atau minum minuman beralkohol.

- Demensia karena adanya massa pada otak, entah berupa tumor atau cedera pada kepala yang menyebabkan perdarahan.

- Demensia karena infeksi virus, jamur dan bakteri.

KIAT MEMPERLAMBAT DEMENSIA

Demensia umumnya ditemukan pada wanita maupun pria yang telah berusia 60 tahun ke atas. Bisa dimaklumi karena dengan bertambahnya usia, pembuluh darah pun akan semakin menyempit. Kendati tidak menutup kemungkinan demensia terjadi di usia yang lebih muda, yakni bila yang bersangkutan memiliki beberapa faktor risiko. Namun tak perlu berkecil hati karena meski tidak dapat dicegah, demensia dapat diperlambat dengan beberapa cara berikut:

* Perbanyak aktivitas yang berhubungan dengan fungsi otak, di antaranya membaca.

* Senantiasa konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

* Lakukan kontrol kesehatan mental dan fisik secara teratur.

* Jalani pengobatan sedini mungkin bila ada penyakit.

Sedangkan untuk meningkatkan daya ingat, tak perlu ragu memanfaatkan alat bantu untuk membuat pengaturan yang baik, seperti dengan catatan, buku harian, kalender, daftar maupun latihan mengingat nama-nama yang sering terlupakan.

Dedeh Kurniasih. ilustrator Pugoeh

Konsultan Ahli:

dr. Tuti Suwirno Zacharia, Sp.S dan

dr. T. Bahdar Johan, Sp.PD dari RS Internasional Bintaro

Klinik Ibu edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari