|
1.
Gatal-gatal yang terjadi di area sekitar perut merupakan efek dari
peregangan kulit. Kulit meregang untuk mengakomodasi pertumbuhan janin.
2.
Bisa juga disebabkan perubahan hormonal yang dialami oleh ibu hamil.
3.
Tidak jarang pula tumbuh jamur pada lipatan-lipatan kulit seperti lipatan
paha. Jamur itulah yang menyebabkan gatal-gatal di sekitar lipatan.
4.
Daya tahan tubuh ibu hamil juga menurun, sehingga risiko mengalami
alergi sangat besar. Alergi inilah yang menyebabkan gatal-gatal pada kulit.
5.
Perasaan gatal dapat juga merupakan gejala suatu penyakit atau
merupakan penyakit tersendiri. Kutu skabies yang menembus lapisan kulit
sering pula menimbulkan gatal pada kulit.
6.
Kulit selama kehamilan biasanya lebih kering, kondisi ini kerap
menyebabkan gatal-gatal pada kulit.
7.
Beberapa waktu setelah melahirkan, keluhan gatal akan hilang karena
regangan kulit perut sudah berkurang. Produksi hormon pun mulai kembali
normal. Kelak, jika ibu hamil lagi, gatal tadi bisa saja muncul lagi.
8.
Gatal semasa hamil juga kerap muncul pada ibu yang berbakat
alergi yang disebut pruritus urticaria. Gejalanya antara lain kulit
akan tampak seperti biduran, bentol-bentol berwarna kemerahan, dari yang
kecil sampai yang besar.
PILIH
OBAT GATAL YANG AMAN
1.
Jika pun ingin memakai obat-obatan, ada baiknya Anda memakai larutan
kalamin. Konsultasikan dengan dokter ahli untuk pengobatan lain.
2.
Bila terkena gatal ringan, cukup atasi dengan salep khusus
antigatal yang aman untuk ibu hamil. Sementara untuk gatal yang hebat,
yang disebabkan meningginya kadar bilirubin dan asam empedu, dokter kadang
sampai perlu memberi obat tambahan. Biasanya yang mengandung bahan
kolestiramin, yang dapat mengikat bilirubin dan asam empedu sehingga
kadarnya dalam darah tidak sampai tinggi. Bila sudah terikat dengan
kolestiramin di usus, diharapkan bilirubin dan asam empedu tak akan
terserap dan terbuang keluar dari tubuh.
3.
Bila gangguan kulit yang timbul sampai menyebabkan infeksi atau
komplikasi, maka pengobatannya akan sulit. Harus ditangani oleh dokter
ahli kebidanan dan kandungan serta dokter kulit.
4.
Obat lain yang mungkin digunakan oleh dokter adalah salep
kortikosteroid dan pil antihistamin tertentu yang aman bagi kehamilan.
Penggunaan dan pemberian obat haruslah hati-hati, karena penggunaan obat
yang tidak tepat bisa menimbulkan kelainan pada janin. Sebagai contoh,
penggunaan kortikosteroid pada awal kehamilan bisa menyebabkan bibir
sumbing pada bayi. Itulah mengapa, konsultasikan ke dokter obat-obatan
yang akan dipakai saat sedang hamil. Harus dilihat dulu perbandingan
antara risiko dan keuntungannya.
5.
Hindarkan penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan kortison,
prednison yang termasuk golongan kortikosteroid karena bisa mengakibatkan
gangguan pada kehamilan dan janin.
TIPS
MENGATASI GATAL
Berikut tips dari dr.
Tina Wardhani Wisesa, Sp.KK. dari Klinik Sakti Medika, Jakarta, yang
aman dan nyaman untuk mengatasi gatal dan pegal selama hamil.
1.
Atasi gatal sesuai dengan penyebabnya, apakah gatal itu
disebabkan alergi, gigitan kutu, atau karena memang dipengaruhi oleh
kondisi kehamilan.
2.
Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat alergi, sebaiknya
hindari faktor pencetusnya. Jika pencetusnya makanan, konsumsilah makanan
yang diketahui memang aman.
3.
Lihat juga kondisi dan situasi rumah, apakah kebersihannya
sudah terjaga. Kondisi rumah yang kotor merupakan tempat yang nyaman bagi
kutu penyebab gatal. Bersihkan juga karpet, sofa, dan tirai dengan vacuum
cleaner secara teratur.
4.
Mandi dengan air hangat akan meringankan gatal-gatal pada kulit.
5.
Hindari memakai pakaian ketat saat hamil, sebab bisa
menimbulkan iritasi kulit, disamping kulit juga jadi mudah berkeringat,
serta mendapat tekanan yang berat. Semua itu bisa menimbulkan gatal-gatal
pada kulit.
6.
Mandilah dua kali sehari dan pastikan semua anggota tubuh tersabuni dengan
benar.
7.
Kulit kering juga bisa menjadi pencetus gatal. Setelah mandi,
pakai krim emolien atau losion, terutama pada bagian perut yang kulitnya
teregang.
8.
Gatal sering menjadi-jadi bila tubuh berkeringat akibat kepanasan.
Oleh sebab itu, hindari udara panas yang berlebihan.
9.
Ibu sering berkeringat saat hamil. Karena itu jangan malas untuk
berganti pakaian.
10.
Jangan menggaruk kulit yang gatal. Tindakan itu akan menyebabkan rasa
gatal tadi menyebar dan menjadi-jadi, sehingga garukan bertambah keras dan
mengakibatkan luka yang meninggalkan bekas kehitaman. Adanya luka juga
mempermudah terjadinya infeksi.
11.
Jika tetap mau digaruk, jangan gunakan bagian kuku, cukup pakai ujung jari
yang tak ada kukunya, dengan cara menekan-nekan. Hindari menggosok terlalu
keras agar kulit tidak luka.
12.
Banyak-banyak mengonsumsi air putih untuk mengganti keluarnya keringat dan
agar kelembapan tubuh tetap terjaga.
13.
Ibu juga sebaiknya rajin membersihkan daerah-daerah lipatan
yang cukup lembap. Bersihkan dengan rutin dan teratur bagian vagina,
ketiak, bawah payudara, dan kuping.
14.
Sebelum tidur, bersihkan kulit dari debu dan sisa-sisa kosmetika.
Saeful
Imam. Foto: Ferdi/nakita |