|
MAKAN SAMBIL BERMAIN Maulida Ermawati, ibunda Fauzani Marjana (9 bulan)
Sejak usia 4 bulan, aku sudah memperkenalkan anakku pada makanan semi padat. Saat menyuapinya selalu ia kuposisikan dalam gendongan. Ternyata kian bertambah usianya, makin repot aku dibuatnya. Tenaga benar-benar terkuras karena ia terus bergerak. Karena kewalahan, akhirnya kuminta bantuan ibuku. Aku yang menyuapi, ibuku yang menggendongnya, atau sebaliknya. Toh, tetap saja anakku tak bisa diam dengan selalu membolak-balikkan tubuhnya, memegangi sendok yang mendekati wajahnya, menahan tangan kami atau menutup mulutnya rapat-rapat. Tak heran kalau untuk yang satu ini kami harus menghabiskan waktu 2 jam.
Kuamati dia gemar membolak-balikkan badannya sambil menarik-narik objek bergerak. Aku pun ada akal: tangannya kubuat sibuk dengan mainan yang bisa bergerak dan berbunyi. Ternyata berhasil dan ia jadi mudah disuapi. Cara lain dengan memutarkan mainan di atasnya supaya mulutnya terbuka atau mengajaknya berkumpul dengan anak-anak sebayanya. Kini di usia 8 bulan, saya menemukan cara terbaru yang membuatnya lebih tenang saat makan, yakni naik sepeda roda tiga yang ada mainan di bagian depannya.
|