FirstFlag
RAMUAN MUJARAB UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KULIT

Ny. Wilujeng Rahayuningsih ibu dari Salsabila Safira Azalea (3 tahun 9 bulan)

Saya merasa bersyukur dan bahagia ketika dinyatakan hamil anak pertama. Saat itu pula saya tidak ikut suami yang bekerja di suatu tempat yang jauh dari kota, mengingat sarana dan prasarana yang belum memadai untuk mendukung proses kelahiran anak saya. Kami hanya bertemu dua bulan sekali pada waktu suami cuti sepuluh hari, hingga buah hati kami akhirnya lahir. Ia bayi perempuan yang tumbuh sehat dan lincah.

Setelah putri kami berusia 4 bulan, kami tinggal bersama ayahnya di mess keluarga. Kami bersyukur dapat berkumpul bersama, terutama bagi perkembangan si kecil yang sangat memerlukan bimbingan kedua orang tuanya.

Suatu ketika putri kami terkena penyakit kulit (seperti cacar air/herpes) yang membuat kami khawatir, mengingat di daerah tempat suami bekerja ini hanya ada poliklinik kecil dengan obat-obatan yang kurang lengkap. Awalnya penyakit kulit tersebut muncul berupa satu dua bisul. Lama-lama bertambah banyak karena bisul yang pecah menular ke daerah sekitarnya. Meski sudah diberi salep tetap saja bisulnya bermunculan.

Kebetulan ada tetangga kami yang menyarankan agar memberi putri kami ramuan tradisional. Daun petai cina, batang serai dan daun buah ceremai direbus dan ekstraknya diambil untuk memandikan putri kami tanpa menggunakan sabun mandi. Itu dilakukan pagi-sore selama satu minggu.

Alhamdulillah, sejak hari pertama dimandikan, bisulnya tidak bertambah lagi. Hari kedua bisulnya mulai mengering dan hari ketiga sudah sembuh total. Selama satu minggu bisul yang tadinya banyak bermunculan dapat hilang tanpa meninggalkan bekas penyakit.

Ramuan tersebut ternyata juga mujarab sekali untuk mengobati biang keringat dan saya sudah mencobanya beberapa kali pada putri kami. Sekarang putri kami sudah berusia 3 tahun 9 bulan. Jika pada tubuhnya muncul biang keringat kami masih memberinya ramuan di atas. Mengingat di daerah kita adalah daerah tropis yang suhunya rata-rata tinggi atau panas, umumnya balita sering bermasalah dengan biang keringat. Semoga pengalaman saya ini dapat ditiru oleh ibu-ibu, khususnya yang bermasalah seperti putri kami.

KECEROBOHANKU HAMPIR MENCELAKAKAN ANAKKU

Lindawati, Ibu dari M. Haikal Jordani (2,1 tahun)

Kehadiran Haikal di tengah kami menambah kebahagiaan kami. Semua keperluan untuknya sudah kami persiapkan beberapa bulan sebelum kelahirannya, termasuk ayunan. Pada suatu malam ketika Haikal berumur 11 hari saya ingin mencoba ayunannya. Karena malam itu rasanya saya capek sekali, lalu saya ambil ayunannya. Maksud saya, kalau dia berada dalam ayunan mungkin tidak rewel dan tidak sering terbangun dan saya pun dapat tidur tenang.

Supaya nyaman, di dalam ayunan tersebut saya letakkan busa sebesar bantal, agar mudah mengangkat Haikal bila ia menangis. tapi ketika menjelang subuh saya terbangun dan langsung menengok ke dalam ayunan, ternyata Haikal tak ada! Saya langsung panik, "Di mana Haikal?" Saya lihat di samping ayahnya pun tak ada.

Tiba-tiba saya mendengar suara tangisan, tapi terdengar seperti tertahan sesuatu. Ternyata Haikal berada di bawah tempat tidur dalam posisi telengkup dan masih terbungkus kelambu ayunannya. Sambil menangis saya langsung mengangkatnya. Suami saya pun terbangun dan heran melihat saya menangis.

Saya ceritakan kejadiannya dan ia pun menyesalkan atas keteledoran saya. Rupanya Haikal terjatuh disebabkan busa yang saya letakkan di bawahnya itu, karena ia terus bergerak akhirnya terperosot dari ayunan.

Akibat kesoktahuan saya, Haikal hampir saja jadi korban kecerobohan saya. Untunglah, kini dalam usia 2,1 tahun, ia sehat dan lincah.

Surat Ayah Ibu edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari