Ari Budi Syswati, ibu dari Arnold (22 bulan)
Seperti anak-anak lainnya, Arnold (22 bulan) kadang sakit batuk dan pilek. Pernah dalam sebulan aku bawa ke dokter sampai tiga kali karena penyakitnya datang bergantian. Untungnya, setiap kali diberi obat, Arnold tak pernah menolak. Obat yang pahit sekalipun.
Saat ini Arnold sudah dapat mengucapkan kata-kata ataupun berbicara meski masih berupa kalimat tak utuh. Tapi kami masih bisa mengerti apa yang diinginkannya. Jadi kalau sedang sakit, bila waktu minum obat tiba, ia akan langsung berbicara, "Ma...oba...oba," maksudnya minta obat.
Biasanya setelah minum obat, Arnold selalu bilang, "Nak." Maksudnya, enak. Begitupun bila ia melihat botol vitamin atau botol madu, langsung minta aku untuk meminumkannya. Arnold akan bilang, "Mam...du...du...."
Suatu hari, saat bercanda dengan papanya, tiba-tiba tanpa sengaja tangannya tergores mainan. Papanya langsung bilang, "Arnold tangannya dikasih obat dulu, yuk, supaya tidak sakit." Arnold pun menurut ketika lukanya diobati dengan krim untuk luka.
Tapi ternyata tak cukup dengan tangannya saja yang diobati. Rupanya Arnold juga berpikir ia harus minum obat. Dengan polosnya, ia menghampiri ayahnya, "Pa...oba...oba," Ayahnya bingung, obat apa yang akan diminumkan sebab saat itu Arnold sehat-sehat saja. Maka, tanpa pikir panjang lagi Arnold diminumkan vitamin dan madu. Dengan wajah lucunya Arnold berkata, "Nak... nak...", setelah minum vitamin dan madu itu. Aku dan ayahnya hanya dapat tersenyum melihat tingkah Arnold.