FirstFlag
Keberhasilan Program Bayi Tabung Cuma 30 Persen

Bahkan, bisa lebih kecil lagi persentasenya, yaitu 15 persen, bila usia si ibu di atas 38 tahun. Itu sebab, suami-istri yang akan mengikuti program bayi tabung, harus ditunjang pula dengan konseling. Apalagi, program ini tak bisa sekali jalan langsung "tokcer" alias hamil. "Sekurang-kurangnya harus sampai 4 kali mengikuti program dan sekali program biayanya bisa sampai Rp 30 juta," kata dr. Antony Atmadja, SpOG, Msc dari RS Bunda, Jakarta, di acara Ibu Bayi Dan Balita yang ditayangkan ANteve tiap Sabtu pukul 10.30-11.00, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana Film. Meski begitu, lanjutnya, pihak RS akan berusaha seoptimal mungkin agar program tersebut berhasil.

Seperti diketahui, program bayi tabung merupakan salah satu cara alternatif buat suami-istri yang amat mendambakan keturunan, tapi si istri tak kunjung hamil, entah lantaran ada masalah dengan sel telurnya atau pada sperma suami yang tak normal, dan lainnya. Namun demikian, tak ada perbedaan angka risiko antara yang hamil lewat program ini dengan kehamilan alamiah. Artinya, pada program bayi tabung juga bisa terjadi kecacatan janin, keguguran (sedikit lebih tinggi), hamil di luar kandungan, dan lainnya. Selain itu, perkembangan anak secara emosional dan intelektual pun tak berbeda dengan anak yang lahir dari kehamilan alamiah.

Hanya saja, pada program bayi tabung, angka kelahiran kembar lebih tinggi dibanding pada kehamilan alamiah. Soalnya, terang Antony, strategi pada program ini agar si ibu bisa hamil, yaitu dengan mencari telur sebanyak mungkin hingga bisa diperoleh calon bayi sebanyak mungkin. Namun telur yang dimasukkan pada si ibu dibatasi hanya 3-4 telur. Jadi, kemungkinan kembar cukup besar, kan?

 

Tips edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari