FirstFlag
YUK, RAWAT GIGI SEJAK BAYI!

Bilasan air putih saja tak cukup membersihkan gigi bayi. Gosoklah walau jumlahnya baru dua dan giginya baru terlihat sebagian.

YUK, RAWAT GIGI SEJAK BAYI!

Gigi bayi biasanya muncul di usia 6 bulan. Namun begitu, masa pertumbuhan gigi ini bervariasi. Yang pertama muncul adalah gigi seri bawah di bagian tengah. Selanjutnya, gigi lainnya pun akan muncul secara berurutan pada bagian atas, samping dan terakhir geraham. Seluruh gigi bayi muncul secara lengkap di rentang usia 2,5-3 tahun.

Kalau antara gigi yang satu dengan lainnya tampak berjarak alias jarang-jarang, ayah dan ibu tak perlu cemas. Ini justru petanda baik tersedianya tempat yang cukup bagi gigi penggantinya yang kelak tumbuh. Soalnya, ukuran gigi pengganti yang akan muncul kala anak berusia 6 tahun biasanya lebih besar ketimbang gigi susu.

PENYEBAB KERUSAKAN

Meski gigi susu bayi tampak terlihat bersih dan putih, kebiasaan menggosoknya harus dilakukan sejak dini. Jika tidak, berpotensi menyebabkan terjadinya kerusakan gigi susu. Agar terhindar dari kerusakan, gigi haruslah memiliki daya tahan yang kuat. Antara lain, gigi harus memiliki struktur email (lapisan pelindung gigi) yang bagus. Hal ini baru bisa diwujudkan kalau gigi selalu bersih dan terbebas dari plak (lapisan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi).

Di usia bayi, kerusakan gigi susu biasanya disebabkan:

* Kebiasaan minum susu sambil tidur

Kebiasaan yang satu ini umumnya dilakukan orangtua semata-mata untuk memudahkan bayi tidur. Juga, boleh jadi karena didorong kekhawatiran kalau tak diberi susu malam nanti si bayi kekurangan gizi. Padahal saat anak tidur malam, tanpa perlu diberi susu pun, bayi tak akan kekurangan gizi asalkan selagi terjaga ia mendapatkan kecukupan nutrisi. Kerusakan gigi akibat kebiasaan ini diistilahkan sebagai nursing bottle caries, yaitu kerusakan gigi karena minum susu.

Kebiasaan tidur dengan keadaan masih mengisap dot membuat sisa-sisa susu tergenang dalam rongga mulut. Nah, kandungan gula/laktosa dalam susu membuatnya mudah melekat pada gigi sekaligus mempercepat terjadinya pembentukan plak. Di tahap selanjutnya, gula akan difermentasi oleh enzim dari bakteri yang ada dalam plak untuk diubah menjadi asam. Asam inilah yang akan melarutkan mineral kalsium dari lapisan email gigi.

Makanya, meski permukaan gigi masih tampak utuh dan sempurna, namun kualitasnya sudah berkurang. Nantinya akan tampak warna putih buram pada tepi-tepi mahkota gigi dekat gusi, daerah yang kontak dengan gigi lain, maupun di daerah dataran kunyah. Ini merupakan tanda awal terjadinya demineralisasi alias menurunnya mineral kalsium dari struktur email yang jika berlarut-larut akan menjadi lubang (caries). Nah, mau tidak mau orangtua harus segera menghentikan kebiasaan minum susu saat tidur.

* Mengemut makanan

Biasa terjadi ketika bayi mulai diberi makanan semi padat dan padat, seperti jus, bubur susu, biskuit, tim, dan makanan padat. Mayoritas bahan makanan ini merupakan zat karbohidrat yang selanjutnya mengalami proses pengolahan menjadi glukosa atau polisakarida. Gugusan gula ini pun dengan mudah akan melekat pada gigi. Anak yang terbiasa makan diemut tentu memerlukan waktu makan yang lebih lama, bahkan sampai berjam-jam. Tentu saja jadi tidak ada kesempatan bagi gigi dalam kondisi bersih.

Untuk membantu mengatasi masalah ini orangtua perlu mengevaluasi kembali. Misalnya, memberi makan di saat si kecil sudah lapar sekali, sehingga ia akan cepat menelan makanannya dan waktu makannya bisa lebih singkat. Atau memperhatikan menunya agar lebih bervariasi dan tidak membosankan.

* Cedera karena jatuh

Pada usia bayi mulai berjalan, sangat mungkin anak terjatuh dan mengalami cedera gigi. Apa pun bentuk kerusakan giginya, kondisi ini harus segera dikonsultasikan pada dokter gigi.

JADWAL PERIKSA

Pemeriksaan gigi pada dokter gigi idealnya dijadwalkan 2 kali dalam setahun. Pemeriksaan awal sudah dapat dimulai saat gigi susu pertama muncul. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengumpulan data riwayat medis anak sejak masa prenatal, perinatal, dan pascanatal. Di ruang praktik dokter gigi anak, akan dilakukan pemeriksaan rongga mulut si kecil. Tentu saja bayi masih harus dipangku orangtuanya.

Aspek penting dari kunjungan ini adalah membicarakan risiko anak mengalami kerusakan gigi. Dari hasil pengamatan, dokter gigi akan menentukan waktu kunjungan berkala nantinya. Pada anak yang berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi, pola pertumbuhan giginya tidak normal, atau keadaan hiegenis mulutnya buruk, biasanya dianjurkan pemeriksaan ulang secara berkala setiap 3 bulan.

TIP MEMBERSIHKAN MULUT DAN GIGI BAYI

* Gigi susu belum tumbuh (usia 0-6 bulan)

Pada bayi baru lahir atau yang belum tumbuh gigi susu, biasanya ditemui bercak warna putih pada jaringan lunak (gusi) dan juga bagian lidahnya. Bercak putih ini umumnya merupakan sisa-sisa susu. Untuk membersihkannya, gunakan potongan kasa steril yang sudah dibasahi air matang. Caranya, balut/bungkus jari telunjuk ibu dengan kasa tersebut lalu bersihkan rongga mulut bayi secara perlahan. Lakukan saat bayi selesai menyusu atau makan dan menjelang tidur malam.

Selain sisa susu, bercak putih semacam itu bisa juga karena jamur. Jika ya, bercak tersebut tidak bisa dibersihkan dengan air, melainkan dengan obat seperti gentian violet.

* Gigi tumbuh sebagian (usia 6-12 bulan)

Jika gigi susu bayi mulai tumbuh sebagian, permukaannya dapat dibersihkan dengan menggunakan kasa steril seperti cara di atas. Jika jumlah gigi susunya mulai bertambah banyak, maka saatnya mulai menyikat gigi bayi. Caranya, gunakan sikat gigi jari. Bisa juga dengan menggunakan sikat gigi bayi yang bentuknya kecil dengan bulu-bulu lembut.

Saat yang tepat untuk membersihkan gigi bayi adalah sebelum tidur dan setelah makan di pagi hari. Tak perlu menggunakan pasta gigi karena yang terpenting adalah gerakan mekanis dari menggosok gigi ini. Lakukan gerakan penyikatan secara hati-hati, jangan sampai mengenai bagian gusi yang belum tumbuh gigi. Kalau sampai terkena, dikhawatirkan bisa membuat gusi terluka.

Arah menggosok gigi sebetulnya tak perlu kelewat dipermasalahkan, asal mengenai seluruh bagian permukaan giginya, dari permukaan depan, belakang, dataran kunyah, batas gigi gusi maupun batas gigi yang berhadapan.

HAL LAIN YANG MESTI DIPERHATIKAN

* Lakukan pembersihan 2 kali sehari, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Saat tidur malam tidak ada lagi aliran ludah yang berfungsi sebagai self cleansing (pembersih alami), sehingga dalam keadaan tidur aktivitas bakteri dalam mulut menjadi tinggi. Itulah mengapa gigi harus betul-betul dalam kondisi bersih sebelum tidur. Ketika bangun pagi, gigi masih relatif bersih, sehingga membersihkan gigi bisa dilakukan sehabis makan pagi. Di siang hari, pembersih alami dari makanan seperti sayur dan buah, aliran ludah, dan juga air minum akan membantu daya tahan gigi. Jadi, tak masalah bila sepanjang siang tak sikat gigi sehabis makan.

* Lakukan pembersihan gigi dalam suasana riang atau bermain. Posisikan bayi dalam gendongan kita atau dibaringkan menghadap kita.

* Diatas usia setahun barulah orangtua bisa mengajarinya dengan memberikan contoh langsung. Tentunya tetap dalam suasana bermain yang menyenangkan.

Dedeh Kurniasih. Foto: Iman & Dok. nakita

Konsultan Ahli:

Prof. Dr. drg. Retno Hayati,

Staf Pengajar FKG UI dan dokter gigi anak di RS Pondok Indah, Jakarta

 

Dunia Bayi edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari