|
Seberapa
besar sih kebutuhan bayi akan ASI? Organ pencernaan bayi di hari pertama
setelah kelahiran tentu saja tidak langsung bekerja secara sempurna. Lambung
bayi hanya berkapasitas 5-7 ml per kilogram berat badan untuk sekali menyusu.
Di hari ketiga, daya tampungnya mulai membesar, yakni 20-30 ml. Seminggu
kemudian, naik menjadi 44-60 ml. Sebetulnya tak banyak bukan? Artinya, ibu
dengan ASI yang baru memancar di hari ketiga pun tetap dapat mencukupi
kebutuhan bayinya.
Perlu diketahui ASI keluar untuk pertama
kalinya bisa sesaat setelah melahirkan, beberapa jam kemudian, bahkan ada
yang sehari sampai tiga hari kemudian. Tunggulah saatnya dengan relaks dan
percaya diri. Itulah kuncinya. Ketenangan akan merangsang produksi hormon
oksitosin yang berperan dalam pembuatan dan pengeluaran ASI.
Untuk pertama kali, ASI keluar berupa
cairan bening yang disebut kolostrum. Berikan ASI pertama ini kepada bayi
karena mengandung zat kekebalan yang tinggi. Jangan malah dibuang untuk
menunggu munculnya ASI yang berwarna putih.
Selain itu, ibu dianjurkan untuk sesegera
mungkin berupaya menyusui si bayi. Semakin dini, semakin baik yaitu sesaat
setelah bayi lahir dan belum dibersihkan. Kesegeraan menyusui bayi
merangsang hormon prolaktin yang bersama-sama oksitosin memproduksi ASI
berikutnya.
KEBUTUHAN MENINGKAT
Kebutuhan asupan ASI akan meningkat saat
usia bayi 4 minggu, 8 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan saat mereka mengalami
percepatan pertumbuhan. Siap-siap saja! Kemungkinan bayi akan menjadi sangat
rewel dalam periode itu. Terutama soal makanan.
Nah, di fase rawan ini sering kali orangtua
berpikir untuk menambahkan makanan di luar ASI sebelum waktunya (usia 6
bulan). Yang terlihat, kebutuhan akan ASI jadi lebih tinggi ketimbang
pasokannya. Padahal, cara terbaik untuk mengatasi kerewelan itu adalah
dengan menyusuinya lebih sering meskipun keluarnya sedikit-sedikit. Toh,
produksi ASI akan ikut meningkat sesuai permintaan bayi.
Selain usia, bobot bayi juga memengaruhi
kebutuhan akan ASI. Bayi yang besar biasanya butuh asupan makanan lebih
banyak. Jangan khawatir, produksi ASI akan dapat me-menuhi kebutuhannya yang
tinggi. Satu lagi yang katanya memengaruhi nafsu makan bayi, yaitu jenis
kelamin. Ada yang percaya bayi laki-laki lebih rakus ketimbang bayi
perempuan. Padahal belum tentu, lo. Sebagian bayi laki-laki menyusu dengan
porsi biasa saja dan sebaliknya bayi perempuan menyusu hampir selama 1 jam.
Umumnya bayi menyusu sekitar 20 menit untuk
setiap payudara. Tapi itu bukan patokan baku. Kalaupun sesudah itu si kecil
masih terlihat belum puas, berarti kebutuhannya memang belum tercukupi. Jadi,
ibu harus tetap menyusuinya.
Susui bayi dengan satu payudara hingga
kosong sebelum pindah ke payudara lain. Mengapa? Karena ASI mengandung dua
komponen, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk banyak
mengandung air dan protein, sementara hindmilk banyak mengandung
lemak (di antaranya DHA). Keduanya sangat dibutuhkan oleh bayi.
Asi Umumnya
TIDAK KURANG Karena:
* Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh
seringnya isapan yang dilakukan bayi.
* Produksi ASI sebenarnya disesuaikan
dengan permintaan bayi (demand and supply). Rangsangan produksi ASI
didapat justru dari pengosongan gudang susu. Di bawah areola ibu terdapat 2
buah jaringan, yang satu "pabrik" susu dan yang kedua sebut saja sebagai "gudang"
susu. "Pabrik" akan terangsang untuk memproduksi susu kalau susu di "gudang"
sudah habis." Misalnya, bayi menghabiskan 50 cc susu di "gudang", maka "pabrik"
akan memproduksi lagi 50 cc. Begitu seterusnya.
* Banyaknya volume ASI dipengaruhi oleh
kecukupan cairan ibu. Jika ibu mengonsumsi bahan makanan bergizi lengkap
disertai asupan cairan, baik berupa minuman atau kuah sayuran, alhasil
volume ASI akan mencukupi.
* Kapasitas payudara ibu menyesuaikan
kebutuhan bayinya. Hanya saja, lamanya waktu menyusui berbeda pada setiap
bayi.
* Kalau sampai bayi kekurangan ASI,
biasanya disebabkan cara menyusu yang salah. Idealnya selama menyusu, kepala
dan tubuh bayi lurus dan sejajar. Posisi payudara lebih tinggi dari kepala
bayi. Dagu bayi menempel pada payudara ibu. Semua bagian areola (bagian
gelap di seputar puting) masuk ke dalam mulut bayi.
* Hambatan juga bisa berkaitan dengan
faktor emosional ibu. Asal tahu saja, untuk bisa mengalirkan ASI, ibu
membutuhkan refleks yang disebut let down reflex. Refleks ini sangat
dipengaruhi kondisi emosi ibu. Walaupun produksi susunya bagus, tapi kalau
refleks itu tak bisa dilepaskan, maka susu tidak akan dialirkan dari pabrik
susu (alveoli) ke gudang susu (sinus lacteferous). Agar kondisi emosi
ini baik, ibu yang hendak menyusui harus tenang dan selalu berpikir positif.
* Jika Ibu sabar dan yakin bahwa ASI
mencukupi, maka itulah yang akan terjadi.
Tip
Memperlancar PRODUKSI ASI
Ada faktor yang mendukung agar produksi ASI
jadi lancar, yakni:
* Bangun motivasi menyusui dengan mencari
tahu keunggulan ASI.
* Saat persalinan, pilihlah rumah sakit
yang melaksanakan kebijakan rawat gabung sehingga ibu dan bayi bisa bersama
terus selama 24 jam.
* Siapkan fisik dan mental untuk menyusui.
Rasa bahagia ingin menyentuh dan menyayangi bayi akan membuat hormon
oksitosin bekerja memproduksi ASI dan payudara siap mengeluarkan ASI.
* Kuasai posisi menyusui yang benar.
Kesalahan posisi bisa menyebabkan puting lecet, peradangan pada payudara,
atau bayi hanya mengisap udara karena cairan ASI tidak keluar.
* Tidak memberi makanan atau minum apa pun
selain ASI pada bayi yang baru lahir, kecuali ada indikasi medis. Pemberian
cairan lain justru akan membuat bayi malas menyusui dan payudara ibu
akhirnya kurang dirangsang.
* Mintalah dukungan dari pasangan.
* Cari suasana yang tenang saat menyusui.
Kalau suka, lakukan sambil mendengarkan musik yang relaks.
*Hindari stres.
Bila
MELIBIHI KAPASITAS
Nah, apa jadinya kalau bayi
kemudian mendapatkan ASI lebih dari yang dibutuhkan? Misalnya saja, ibu
selalu mengira tangis bayinya merupakan pertanda minta susu. Tentu saja,
lambungnya tak dapat menampung melebihi kapasitas. Kelebihan cairan itu akan
keluar lagi dengan cara muntah sedikit atau gumoh. Karenanya, perhatikan
dengan saksama apabila bayi sudah menunjukkan tanda kenyang. Muntah atau
gumoh masih dikatakan normal selama berat badan bayi tetap naik sesuai
tahapan usia.
Imbangi DENGAN AKTIVITAS
Pada 4-6 bulan pertama, bayi yang mendapat
ASI biasanya mempunyai berat badan lebih dari yang seharusnya. Namun, tak
perlu khawatir ia akan mengalami kegemukan (obesitas). Imbangi saja dengan
aktivitas alamiahnya seperti menendang di udara, melonjak-lonjak, atau
merangkak yang dapat dilakukan bayi setelah otot-ototnya cukup kuat. Nah,
untuk bisa beraktivitas, bayi jangan selalu digendong. Tanpa aktivitas
memadai, energinya akan tersimpan menjadi lapisan lemak. Alhasil, lama-kelamaan
si kecil bisa mengalami kegemukan.
Untuk mengetahui seberapa banyak kenaikan
berat badan yang baik setiap bulan, lihatlah parameter berupa grafik di buku
kesehatan (Kartu Menuju Sehat) si kecil. Selama trimester pertama,
penambahan BB yang diharapkan berkisar antara 750-1500 gram setiap bulannya.
Sedangkan untuk bulan-bulan berikut, tuntutan terhadap kenaikan BB semakin
sedikit meski tetap menunjukkan peningkatan. Kontrol kenaikan BB inilah yang
menjadi salah satu alasan mengapa hingga usia setahun, bayi harus dipantau
dokter. Perbandingan berat terhadap panjang tubuh bayi sangat penting untuk
mengevaluasi kondisi kesehatan dan gizinya.
Zat
KEKEBALAN ASI
ASI membuat bayi lebih kebal terhadap
penyakit karena ada beberapa kandungan yaitu:
*
Imunoglobulin
Konsentrasinya sangat tinggi pada kolostrum,
dan melindungi bayi dari infeksi telinga, hidung dan tenggorokan.
Imunoglobulin masih ditemukan sampai bayi usia 12 bulan. Penyimpanan ASI di
lemari pendingin dapat membuat aktifitas imunoglobulin berkurang. Komponen
Imunoglobulin di dalam ASI berbeda dengan yang ada dalam serum. Komponen
utama dalam serum adalah IgG dalam jumlah 1.250mg/dL dan IgA hanya 250mg/dL.
Sebaliknya dalam kolostrum IgA hanya 1.740mg/dL dan IgG 100mg/dL. IgA dan
IgG dalam ASI sebagian berasal dari serum sebagian berasal dari kelenjar
payudara. Ada lebih dari 30 jenis imunoglobulin yang telah teridentifikasi
di dalam ASI, 18 di antaranya terdapat dalam serum, sisanya hanya ada dalam
ASI. IgA dalam ASI terutama adalah IgA sekretorik (sIgA) stabil pada PH
rendah dan tahan terhadap enzim proteolitik. Fungsinya dalam usus adalah
memproteksi mukosa usus agar jangan diserang virus dan bakteri.
Imunoglobulin di dalam ASI masih ditemukan setelah 1 tahun. Kadar
imunoglobulin tidak tergantung pada gizi ibu.
*
Laktoferin
Laktoferin dapat mengikat zat besi,
sehingga kuman yang juga memerlukan zat besi untuk hidup dan membelah tak
dapat berkembang. Laktoferin juga tertinggi pada kolostrum tetapi akan tetap
ada sampai bayi usia 12 bulan. Zat besi dalam tubuh bayi mempunyai fungsi
dalam perkembangan otak bayi.
Hilman Hilmansyah.
Ilustrator Pugoeh
Nara Sumber:
dr. I.G.A.N Partiwi Surjadi, Sp.A, MARS,
dari RS
Bunda, Jakarta |