|
Katanya ASI bisa kurang kalau si bayi
rakus. Bagaimana faktanya? Dr. Rudy Firmansjah B. Rivai, Sp.A
dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita Jakarta
menjelaskannya kepada kita.
1.
ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN
Salah.
Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan
mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena di
hari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalam
tubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.
ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi,
kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada
bayi baru lahir tentu kurang tepat. Di banyak negara tindakan ini sudah
menjadi kebiasaan dengan alasan agar bayi tidak rewel atau sekadar
menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan
dot, selain refleks mengisap bayi jadi tidak terasah, ia juga berisiko
bingung puting.
2.
ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI "RAKUS"
Salah.
ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga
bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggu pertama
sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kg pada
usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi
bayi superrakus sekalipun.
Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu
dari 100 ribu ibu yang mengatakan produksi ASI-nya kurang, ternyata
memiliki cukup ASI. ASI tidak bisa berproduksi secara optimal karena
manajemen laktasi yang kurang baik. Misalnya, tidak tahu posisi menyusui
yang tepat, stres, terpengaruh mitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan
lain-lain.
ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara
kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk
atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada
yang menganggap payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman.
Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih
belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.
3. PAYUDARA
KENDUR GARA-GARA MENYUSUI
Tidak ada
hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannya
dengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu
sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI.
Ukuran payudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui,
ukuran payudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan
membuat payudara sedikit kendur.
Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat
pijat atau senam payudara keindahan bentuk payudara bisa dipertahankan.
Pilih juga bra yang tepat agar bisa membuat bentuk payudara tidak
kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan
kanker payudara. Penelitian membuktikan, risiko terkena kanker mengecil
jika ibu menyusui anaknya.
4.
SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI
Salah.
Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit
mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitian menyebutkan,
menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat. Kala
menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubah menjadi
energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibu tidak
menyusui.
5. UKURAN
PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI
Salah.
Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi
tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudara berukuran
besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.
Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan
terhadap zat kimia beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di
Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih
sedikit daripada dalam tubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada
mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga konsentrasinya
dalam ASI sangat rendah.
7.
BANYAK BERISTIRAHAT
BISA MENAMBAH PRODUKSI ASI
Kurang tepat.
Mitosnya saat istirahat produksi ASI akan berjalan lancar. Ini tidak
sepenuhnya benar. Yang betul makin sering ASI diberikan, makin banyak pula
ASI dihasilkan. Produksi ASI meningkat seiring dengan gerakan mengisap.
Sebaliknya, jika dihentikan maka lambat laun produksi ASI pun berkurang.
Itulah mengapa, berikan ASI atau pompalah secara teratur. Jangan lupa
untuk merawat dan memijat payudara agar produksi ASI tetap lancar.
8.
TIDUR BAYI LEBIH
LELAP JIKA MINUM SUSU FORMULA
Tidak tepat.
Memang, bayi-bayi yang diberikan susu formula cenderung tidur lama.
Penyebabnya, susu formula umumnya tidak dapat dicerna dengan cepat,
sehingga efek rasa kenyangnya lebih lama dan tidurnya pun terkesan lebih
lama. Tapi kuantitas tidak menjamin kualitas. Jadi, tidak ada perbedaan
kualitas tidur antara bayi peminum ASI dan susu formula.
9. MENYUSUI
TANGKAL KEHAMILAN
Tidak sepenuhnya
salah. Sebuah riset mengemukakan, menyusui bisa menurunkan
kesuburan. Pada ibu yang tidak menyusui, kesuburan biasanya muncul kembali
dalam 4-6 minggu pascapersalinan. Pada ibu menyusui, rentangnya bisa lebih
lama, karena proses ovulasi terhambat.
Saat menyusui produksi hormon prolaktin
meningkat. Hormon ini cukup efektif menghambat ovulasi, menstruasi pun
menjadi tertunda. Itulah mengapa, kala menyusui, tubuh tak mampu
menghasilkan sel telur matang. Walhasil, sperma yang masuk tidak akan
menemukan "pasangan"nya. Kehamilan pun tidak akan terjadi atau
disebut KB alami, yang sering diistilahkan LAM (Lactation Amenorrhoe
Methode).
Meskipun efektivitasnya mencapai 98%,
menyusui tidak menjamin ibu tidak hamil. Karena persyaratan menyusui
sebagai KB alami sangat ketat, di antaranya ASI harus diberikan secara
eksklusif. Frekuensi pemberiannya harus diatur, 10 kali dalam satu hari,
disamping banyak syarat lain yang harus dipenuhi. Risiko kehamilan tetap
besar jika ibu tidak bisa mematuhi syarat-syarat tersebut.
Saeful Imam.
Ilustrator: Pugoeh
MINGGU KE-30 (32 HPHT)
PANCA
INDRA DAPAT MENERIMA RANGSANGAN
Sebagian
gerakan janin merupakan refleks untuk bertahan hidup setelah dilahirkan.
Badan janin
kelihatan makin montok. Ukuran tubuhnya makin proporsional dengan
kepalanya. Kulitnya mulus dan tak keriput lantaran banyak lapisan lemak
yang terbentuk. Kini, panjangnya mencapai 29 cm bila diukur dari puncak
kepala hingga bokong. Secara keseluruhan, panjang janin sekitar 42 cm,
sementara beratnya 1,8 kg.
Otak terus membentuk kerutan yang
memungkinkan volumenya tumbuh maksimal. Organ-organ pengindra janin sudah
dapat menerima rangsangan dan mengolahnya menjadi informasi yang bisa
diolah otak. Dengan kata lain, secara umum janin sudah bisa melihat,
mendengar, merasa, menyentuh dan membau.
Rambut terus bertambah lebat dan panjang.
Pola pertumbuhan rambut dan tingkat kelebatannya sesuai gen yang
diturunkan kedua orangtuanya. Sementara, alis dan bulu mata juga terus
memanjang dan tumbuh banyak. Pupil mata sudah berfungsi. Jika cahaya yang
diterima menyilaukan, secara refleks pupil mengecil. Sebaliknya, bila
gelap pupil membesar. Ini yang disebut refleks pupilari.
Janin makin banyak bernapas, tentu saja
masih menghirup air ketuban yang membantu memperkuat dan mengembangkan
paru-paru janin. janin juga sudah dapat mengeluarkan urin dari kandung
kemihnya. Sementara, organ-organ dalam juga semakin matang. Kuku-kuku jari
kaki janin sudah tumbuh lengkap memenuhi ujung jari-jarinya. Jika janin
berjenis kelamin laki-laki, kedua testikel sekarang sudah berada di dalam
skrotum.
Janin masih sering tidur. Ketika tidur,
dia menunjukkan berbagai aktivitas (tidur aktif/Rapid Eyes Movement)
yaitu ketika bola mata bergerak, anggota tubuh pun bergerak dan detak
jantung lebih cepat. Saat terbangun, dia lebih aktif bergerak, dia juga
menguap, berkedip, dan mengisap. Semua aktivitas itu menyiapkan janin
untuk dapat bertahan hidup setelah dilahirkan. Gerakan bernapas membantu
perkembangan paru-paru dan menyiapkan otot-otot dada untuk mengambil napas
pertama kalinya begitu lahir nanti. Umumnya di minggu ini janin memutar
kepalanya ke bagian bawah rahim sebagai upaya persiapan menjelang
kelahiran.
JADI PELUPA
Puncak rahim yang
sudah berada di tengah-tengah antara pusar dan tulang dada menambah rasa
tak nyaman ibu, terutama pada panggul dan perut. Bila diukur jarak puncak
rahim dari simfisis pubis sekitar 32 cm. Jika diukur dari pusar,
jarak ke puncak rahim kini hampir 12 cm. Pembesaran ukuran janin membuat
rahim menjadi sempit. Lantaran itu, ibu bisa merasakan makin lama gerakan
janin makin berkurang.
Salah satu efek psikologis akibat adanya
perubahan hormonal adalah ibu jadi cenderung pelupa. Ibu jadi sulit
memfokuskan pikiran. Belum lagi kecemasan berlebih akibat memikirkan
kemungkinan tak enak di hari persalinan nanti. Memang semasa hamil,
kondisi ibu sangat rawan konflik intrapsikis atau tak kuasa menanggung
tekanan-tekanan yang datang dari luar atau dari dirinya sendiri yang
kemudian dikubur di alam bawah sadar. Akibatnya, terjadi kendala psikis
yang membuatnya sulit berkonsentrasi dan terkesan pelupa.
Hingga minggu ini, pemeriksaan ke dokter
dilakukan setiap dua minggu sekali. Ini berlanjut sampai ibu mencapai
bulan terakhir kehamilan.
Tali Pusat Bisa Melilit
Janin terus aktif
bergerak dengan menunjukkan denyutan halus, sikutan, tendangan, sampai
gerakan cepat dan meliuk-liuk yang menimbulkan rasa nyeri pada ibu.
Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpul-simpul tali pusat.
Bila sampai membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai
gizi dan oksigen dari ibu akan terhenti atau paling tidak terhambat.
Hilman
Konsultan ahli: dr. H. Inayatullah
Rifai, Sp.OG., dari RS Azra, Bogor |