|
Saat menghampiri ibunya yang sedang
menyapu lantai, Andi mendadak bersin-bersin. Dia memegangi hidungnya yang
memerah sambil sesekali terbatuk. Merasa kasihan, sang ibu pun langsung
memberikan segelas air hangat dan menjauhkan Andi dari lokasi menyapu. Ia
tahu kalau Andi alergi tehadap debu, sehingga dengan penanganan sedikit
efek alerginya dapat teratasi.
Seperti Mama Andi tadi, kita pun tak
perlu kelewat cemas kalau si kecil tahu-tahu mengalami batuk atau pilek di
rumah. Bisa kok kita "menangani" batuk pilek si kecil tanpa
harus buru-buru membawanya ke dokter. Toh, penyebab awal batuk pilek
umumnya adalah virus sehingga sebenarnya dapat sembuh sendiri tanpa harus
disertai penanganan dengan mengandalkan obat-obatan. Penyebab lainnya
adalah alergi yang biasanya sudah diidap si anak sebelumnya.
* Apa yang harus dilakukan pertama
kali?
Ketahui dulu latar belakang terjadinya
batuk dan pilek ini. Cermati latar belakang anak apakah dia mengidap
alergi atau tidak. Perhatikan juga apakah sebelumnya dia berdekatan dengan
penderita batuk pilek? Ataukah daya tahan tubuhnya sedang menurun sehingga
penyakit gampang menyerangnya? Ini penting dilakukan agar penanganan dapat
berjalan lebih efektif.
Pilek
& Influenza
* Jika gara-gara
alergi
Kalau benar si kecil mengidap alergi,
kemungkinan besar penyebab pileknya adalah alergen (bahan pemicu alergi).
Alergen bisa berupa debu, makanan, minuman, cuaca, dan sebagainya.
Contohnya bila anak pilek setiap kali minum es, sangat mungkin ia alergi
dingin atau yang sering disebut rinitis alergi. Rinitis alergi alias
radang selaput lendir hidung ini biasanya juga sering muncul di pagi hari
saat anak baru bangun tidur. Gangguan ini umumnya ditandai dengan hidung
yang mampet akibat lendir, bersin-bersin, hidung terasa gatal, dan
warnanya jadi kemerahan karena digosok terus. Bisa dimaklumi karena udara
di pagi hari masih terasa dingin. Begitu juga kalau anak lantas
bersin-bersin setiap kali berdekatan dengan Pussy kucing peliharaannya.
Bisa dipastikan bulu kucinglah yang menjadi faktor pemicu alerginya.
*
Penanganan:
"Obat" yang paling ampuh
tentunya menghindari alergen pemicu pilek tadi. Langkah antisipasi jelas
diperlukan agar anak tak tersiksa oleh keluhan batuk pilek. Bila muncul
setiap kali sesudah minum es, ya hentikan kebiasaan minum es. Kalau
gara-gara debu, sebaik mungkin jauhi tempat-tempat yang berdebu.
Untuk menghilangkan sisa lendir di hidung,
gunakan sapu tangan dari bahan lembut agar tak mengiritasi selaput
lendirnya yang justru akan memperparah pilek. Sedapat mungkin hindari
pemakaian tisu karena "serat-serat" tisu justru bisa menjadi
alergen baru.
Langkah selanjutnya, mintalah anak untuk
banyak beristirahat dan perbanyak porsi minum air putih (air hangat lebih
terasa nyaman). Selain itu batasi aktivitas si kecil agar tidak berlebihan
seperti biasanya sampai gangguan pileknya benar-benar reda.
Toh, pada dasarnya alergi tak gampang
muncul kalau daya tahan tubuh anak terjaga dengan baik. Caranya? Berikan
asupan bergizi seimbang setiap kali waktu makan ditambah aktivitas tubuh
untuk membuatnya tetap bugar. Biasakan anak mengonsumsi buah-buahan dan
sayuran yang memiliki kandungan vitamin C yang baik untuk memperkuat daya
tahan tubuhnya. Selain itu, sering-seringlah (minimal sekali setiap hari)
membersihkan rumah, terutama kamar anak dari debu. Singkirkan
barang-barang yang memungkinkan menjadi sarang debu dan bulu, misalnya
karpet. Bila di rumah ada hewan peliharaan berbulu seperti kucing maupun
anjing, jagalah agar anak tidak melakukan kontak langsung dengan binatang
tersebut.
* Akibat virus
Meski tidak menderita alergi, bukan
berarti anak terbebas dari ancaman flu. Virus penyebab flu ada di
mana-mana dan mudah sekali menular. Itulah mengapa bila anak berdekatan
dengan orang lain yang menderita flu, sangat mungkin ia terserang flu juga,
terlebih jika daya tahan tubuhnya sedang menurun. Flu akibat virus
biasanya diawali dengan keluhan sakit atau gatal di daerah tenggorokan.
Juga kerap disertai naiknya suhu tubuh yang dibarengi dengan keluarnya
lendir berwarna jernih dari hidung yang lama-kelamaan akan mengental/pekat
dan berbau khas.
*
Penanganannya:
- Umumnya
anak pilek memang tidak perlu dibawa ke dokter. Kecuali ia berusia kurang
dari 3 bulan.
-
Berikan makanan bergizi dan perbanyak buah, terutama buah yang mengandung
banyak vitamin C seperti jeruk, jambu biji, dan mangga. Asupan ini akan
meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga tubuh mampu menyembuhkan diri
sendiri. Pada dasarnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkan pilek/selesma,
baik itu antibiotik maupun suplemen vitamin C dan Zinc.
-
Kalau ingusnya terus keluar, itu pertanda sistem kekebalannya sedang
bekerja. Tentu butuh waktu untuk bisa sembuh.
-
Istirahatkan lebih banyak, karena tubuh yang lelah akan sulit bertahan
dari serangan penyakit.
-
Jika pileknya mengganggu, yang pertama bisa dilakukan adalah memberinya
segelas air hangat. Cairan akan mengurangi sumbatan di hidung karena
lendir jadi lebih encer. Berikan minum sedikit-sedikit tapi sering. Untuk
bayi tetap berikan ASI sesuai permintaan supaya daya tahan tubuhnya tetap
baik.
-
Bila hidung tersumbat terus-menerus, bantulah melegakannya dengan
meneteskan NaCl (0,9%) pada hidung. Larutan ini bisa didapat di apotek.
Dengan pipetnya, berikan 2 tetes di setiap lubang hidung 15-20 menit
sebelum menyusu atau makan. Tidak ada efek samping dari air garam steril
ini.
-
Aroma minyak kayu putih atau balsam khusus anak juga dapat melonggarkan
jalan pernapasan anak-anak. Balurkan di dada dan lehernya. Namun
perhatikan benar tingkat kepekaan kulit anak. Jangan sampai malah
teriritasi oleh bahan-bahannya.
-
Pada anak yang sudah lebih besar bisa dilakukan inhalasi tradisional.
Caranya, isi baskom dengan air panas dan beberapa tetes minyak angin.
Dekatkan baskom pada wajah anak dan tutupi kepalanya dengan handuk
sehingga uap hangatnya langsung terhirup. Namun, hati-hati jangan sampai
anak malah celaka terkena air panas tadi.
-
ika disertai demam lebih dari 380 C, beri dia obat penurun
panas yang mengandung parasetamol.
-
Usahakan agar kamar jadi lebih lembap. Caranya, letakkan ceret atau ember
berisi air panas yang dibiarkan terbuka sehingga uapnya menyebar ke
seluruh kamar. Siapkan saputangan di dekatnya untuk mengelap segera
lendirnya yang keluar saat bersin.
KE DOKTER JIKA:
-
Disertai demam yang berlangsung lebih dari 72 jam atau 3 hari.
-
Anak rewel, lesu, lemas, pusing, menggigil (kedinginan).
-
Ingusnya semakin kental berwarna agak kehijauan lebih dari 2 minggu (pertanda
infeksinya ditumpangi bakteri).
-
Sesak napas.
-
Sekitar bibir tampak biru.
-
Jarang buang air kecil atau tidak mau minum.
-
Dahak disertai bercak darah.
Batuk
Lendir yang dihasilkan, baik karena pilek
akibat alergi maupun virus, jika
masuk ke tenggorokan biasanya akan menyebabkan batuk. Batuk ini sebenarnya
merupakan gerakan refleks dari rongga pernapasan terhadap benda asing yang
masuk. Dengan kata lain, ini merupakan salah satu bentuk pertahanan tubuh
untuk melindungi paru-paru dari benda-benda yang mungkin dapat
membahayakan. Selain itu, untuk menghindari pengentalan lendir di dalam
paru-paru.
Dengan demikian jika ada benda asing seperti lendir yang masuk atau
merangsang saluran penarpasan, otomatis akan terjadi batuk untuk
mengeluarkannya. Refleks batuk ini sebetulnya harus dimiliki oleh setiap
individu, termasuk anak.
* Penanganannya:
-
Berikan minuman hangat untuk menyamankan tenggorokan dan memancing lendir
keluar. Biasanya anak yang masih kecil akan muntah untuk mengeluarkan
lendirnya.
-
Hindari pemberian minuman dingin dan makanan yang merangsang batuk,
seperti gorengan, keripik, permen, atau makanan lain yang berlemak.
-
Untuk menyamankan tubuh anak, olesi dada dan lehernya dengan minyak kayu
putih, minyak telon, atau balsam lembut secara merata.
-
Pada saat berbaring, gunakan bantal yang agak tinggi atau ditumpuk.
-
Jauhkan anak dari asap rokok dan pembakaran lain.
-
Usahakan agar kamar jadi lebih lembap. Caranya, letakkan ceret atau ember
berisi air panas yang dibiarkan terbuka sehingga uapnya menyebar ke
seluruh kamar.
KE DOKTER JIKA:
-
Bayi berusia kurang dari 3-6 bulan batuk selama satu jam atau lebih.
Apalagi bila sebelumnya tak ada gejala pilek. Boleh jadi si bayi mengidap
bronkhitis atau infeksi virus pada paru-paru.
-
Batuk pada anak yang lebih besar tak kunjung sembuh lebih dari 3 hari.
Sangat mungkin gangguan ini sudah ditunggangi oleh infeksi bakteri
sehingga perlu penanganan intensif.
-
Batuk disertai demam di malam hari. Kemungkinan ini merupakan gejala awal
dari batuk rejan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri.
-
Anak sulit bernapas, tersengan-sengal, napasnya tampak berat, cuping
hidungnya kembang kempis.
-
Anak terlihat lesu
-
Anak enggan minum.
-
Ada warna kebiruan di bibir, lidah, atau wajah.
-
Batuk disertai bunyi saat menarik napas di sela-sela batuk.
-
Batuknya sampai mengeluarkan darah (kecuali jika anak baru saja mengalami
mimisan, maka darah di batuknya tidak perlu dikhawatirkan).
-
Batuk kronis berulang (BKB). Ciri-cirinya, batuk berlangsung lebih dari 14
hari dan biasanya berulang di bulan berikutnya. Misalnya, anak batuk
selama 14 hari di bulan Januari, kemudian berulang di bulan Februari, dan
Maret secara berturut-turut. Waspadai asma, TBC, atau pertusis (batuk
rejan atau batuk 100 hari).
PERTOLONGAN
PERTAMA DENGAN OBAT TRADISIONAL
* Pilek
- Buatkan
minuman hangat, seperti jeruk peras atau beras kencur.
- Parut
bawang merah kemudian tempelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk)
dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak telon/kayu putih.
- Bawalah
bayi berjemur di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7-8 pagi. Hangatkan
bagian dadanya 1/4 jam, kemudian punggungnya. Untuk anak yang lebih besar,
aktivitas berjemur ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.
* Penurun demam akibat
batuk pilek
- Balurkan
parutan bawang merah yang sudah dibubuhi sedikit minyak telon pada pusar
dan ubun-ubun, juga punggung hingga bagian bokongnya sambil diurut secara
lembut.
- Buatkan
ramuan berupa secangkir air kelapa satu ditambah 1 sendok teh madu, aduk,
lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap
2 jam sekali. Tapi ramuan ini sebaiknya diberikan hanya pada bayi usia 8
bulan ke atas.
- Untuk anak
yang berumur 5 tahun lebih, cobalah ramuan berupa campuran air kunyit dan
madu. Bakarlah 1/2-1 ruas jari kunyit yang sudah bersih, kerik kulitnya
lalu parut. Tuangkan air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian endapkan.
Campur bagian air kunyit tanpa endapan ini dengan kocokan 1 butir kuning
telur dan 1 sendok makan madu, kemudian suapkan pada anak.
* Batuk berlendir
Buat ramuan yang terdiri dari 1 siung
bawang putih yang diparut ditambah masing-masing 1 sendok makan air jahe,
air kunyit, air jeruk nipis, madu dan 3 sendok makan air matang. Kukuslah
campuran bahan-bahan ini lalu minumkan anak 3-4 kali sehari 2 sendok teh.
* Dahak susah keluar
Parut 1 butir bawang merah dan 1 ruas
jahe kemudian peras, ambil airnya. Campur dengan perasan dari 7 butir adas
manis dan parutan 1 ruas kunyit. Kemudian tambahkan 1 sendok makan air
jeruk nipis dan 1/2 gelas air. Lalu kukus dan saring, kemudian berikan ke
anak masing-masing 2 sendok teh 3x sehari.
* Batuk
Ke dalam sebuah cangkir, masukkan perasan
jeruk nipis 1 sendok makan lalu tambahkan madu dan air matang
masing-masing 2 sendok makan. Kukus selama beberapa menit lalu dinginkan
kembali. Setelah suam-suam kuku, minumkan ke anak 5x sehari sebanyak 1-2
sendok teh.
* Batuk 100 hari
Buatlah ramuan umbi bidara upas kira-kira
1/2 jempol yang sudah bersih. Kemudian parut dan seduh dengan air panas,
lalu aduk-aduk. Diamkan sampai suhunya hangat. Saring dan tambahkan
sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari.
Irfan Hasuki. Foto: Dok. nakita
Konsultan
ahli:
dr.
Handi Rohandi, Sp.A.,
dari
RS Fatmawati, Jakarta |