|
LIMPAHKAN
PERHATIAN
Setiap
anak adalah unik. Itu jugalah yang dirasakan Meisya, saat si mungil, Lyrics
Syabila Mu Saqeena (3 bulan) pertama kali berada di rumah. "Enggak
tahu kenapa, begitu sampai di rumah, dia malah menangis keras."
Beragam cara dicoba Meisya dan kerabat
dekatnya yang saat itu berkumpul dalam rangka menyambut kedatangan si
kecil.
"Mulanya saya khawatir dia
kedinginan, makanya saya memakaikan baju hangat, selimut, dan
pernak-pernik penghangat lainnya."
Toh upayanya tak mampu meredakan tangis.
"Jangan-jangan kepanasan," begitu celetuk salah seorang kerabat
sambil menyalakan AC dan melepas baju tebal dari badan si kecil, namun
tetap saja ia menangis kencang sekali. Disusui, digendong, dinyanyikan,
maupun semua tindakan lain seolah sia-sia. Alhasil, artis cantik kelahiran
Bandung 13 April 1979 ini semalaman menunggui buah hatinya menangis sampai
pagi.
Kebiasaan menangis keras Syabila ternyata
tak hanya berhenti sampai di situ. Hampir setiap minggu sekali, Meisya
terpaksa harus menghadapi jeritan Syabila. Akhirnya, Meisya tak tinggal
diam. Ia lantas membawa buah hatinya ke dokter spesialis anak. "Bahkan
untuk menemukan jawaban tentang kondisi Syabila, kami sempat tiga kali
ganti dokter."
Namun jawabannya tetap tidak membuat
juara ketiga Gadis Sampul ini puas. Semua dokter tadi mengatakan kondisi
Syabila oke-oke saja alias sehat. "Tapi dia memiliki karakter keras
dan sensitif. Ibu harus lebih bersabar dan telaten menghadapinya,"
begitu saran para dokter tadi.
Kepanikan lain juga dialami Meisya di
hari-hari pertama bayi di rumah. Ketika tengah memandikan si kecil,
tepatnya saat membersihkan bagian perutnya, tiba-tiba kain penutup
pusarnya lepas. "Saya jelas kaget dan langsung teriak manggil-manggil
mama. 'Aduh, Ma, penutup pusar Syabila lepas!'"
Kepanikan Meisya justru langsung
direspons sang mama dengan ucapan syukur, "Alhamdulilah, pusarnya
puput." Setelah mendapat penjelasan, Meisya baru tersadar dan
akhirnya cuma bisa tersenyum.
MENGGENDONG
HARUS PAS
Hari
demi hari Meisya mencari cara terbaik mengasuh anaknya yang ternyata
memang senang digendong. "Selagi menggendong dia, misalnya, saya
enggak bisa menggendong sembarangan. Pokoknya, harus sesuai dengan mood-nya.
Ada saat-saat tertentu dia harus digendong. Kadang mendekapnya harus dari
depan, kadang menyamping, tapi di lain waktu badannya harus agak diangkat,
dan sebagainya," tutur wanita yang mengaku menguasai lebih dari 4
cara menggendong anak. "Papanya sering kewalahan saat harus
menggendongnya," imbuh istri Bebi Romeo (31) ini. Namun di
balik semua "perjuangan" sebagai ibu, ada hikmah yang bisa
diambil. "Gara-gara sering menggendong, berat badan saya menyusut 15
kg," celoteh Meisya yang mengaku berat badannya sempat naik hingga 25
kg kala hamil.
Bukan cuma itu. Syabila pun pasti ngambek
jika perhatian sang mama teralih darinya. "Kalau saya mengalihkan
pembicaraan dari dia ke orang lain yang kebetulan ada di samping saya, dia
langsung ngoceh. Bahkan kalau sensitifnya lagi muncul, dia akan nangis
kalau saya menyusuinya sambil melakukan aktivitas lain, seperti nonton
teve. Pokoknya, dia maunya diajak ngobrol terus."
Bagaimana kalau orang lain ingin gantian
menggendong saat Meisya kelelahan, misalnya? "Wah, orang asing atau
yang belum dikenalnya, jangan coba-coba gendong deh. Dia pasti akan
langsung berontak atau menangis. Enggak tahu kenapa dia cuma mau dekat
dengan orangtuanya, khususnya aku."
Soal minum ASI? "Minum susunya kuat
banget. Kalau ASI yang didapatnya sedikit, dia pasti akan menangis
meraung-raung. Kayaknya ASI saja enggak cukup, makanya harus dibarengi
dengan susu formula." Tak heran jika berat badan Syabila cepat sekali
naik. "Di usia 3 bulan, beratnya sudah mencapai 7,5 kilogram menyamai
sepupunya yang sudah berusia 7 bulan."
LEBIH
POSITIF
Ada
beberapa
perubahan yang dirasakan presenter Sketsa di SCTV ini setelah punya
momongan. Salah satunya, sikap egoisnya yang mulai luluh. "Dulu aku
maunya menang sendiri, ingin selalu didahulukan, tidak mau kalah, dan
sangat pencemburu."
Bahkan, di awal pernikahan Meisya pernah
membisiki Bebi, "Aku enggak mau punya anak cepat-cepat karena kamu
pasti bakal nyuekin aku." Bisa dibilang, Meisya menganggap
anak adalah ancaman bagi hidupnya. Namun dengan lahirnya si cantik Syabila,
"Di luar dugaan, sikap keras kepalaku mulai luntur. Sekarang aku
justru banyak manut pada keinginan anak. Padahal dulu aku sering
bersikap masa bodoh pada semua perintah dan kemauan orang lain."
Bukan cuma itu, "Saya harus merawat
dan mendidik Syabila yang terkenal manja. Siang malam tak boleh kenal
lelah."
Lamanya bekerja di luar rumah pun tak
bisa seleluasa dulu lagi. Jika dulu pemilik tinggi badan 162 cm dan berat
48 kg ini bebas menentukan lamanya bekerja, kini harus dibatasi akibat
rasa kangennya ingin cepat-cepat bertemu si kecil. "Syabila itu
ibarat alarm. Malam-malam seusai kerja, hati saya langsung enggak enak.
Maunya segera bertemu dia. Aku sangat senang kalau sudah bisa mendekap,
bercanda, atau melihatnya tersenyum."
Saeful Imam. Foto: Ferdi/NAKITA |