FirstFlag
MEISYA SIREGAR: SABAR MERAWAT SYABILA

Tidak mudah merawat bayi sensitif dan berwatak keras. Artis bernama lengkap Meisya Najelina Siregar (26) telah membuktikannya, dan ia menjalaninya dengan sabar.

MEISYA SIREGAR: SABAR MERAWAT SYABILA

LIMPAHKAN PERHATIAN

Setiap anak adalah unik. Itu jugalah yang dirasakan Meisya, saat si mungil, Lyrics Syabila Mu Saqeena (3 bulan) pertama kali berada di rumah. "Enggak tahu kenapa, begitu sampai di rumah, dia malah menangis keras."

Beragam cara dicoba Meisya dan kerabat dekatnya yang saat itu berkumpul dalam rangka menyambut kedatangan si kecil.

"Mulanya saya khawatir dia kedinginan, makanya saya memakaikan baju hangat, selimut, dan pernak-pernik penghangat lainnya."

Toh upayanya tak mampu meredakan tangis. "Jangan-jangan kepanasan," begitu celetuk salah seorang kerabat sambil menyalakan AC dan melepas baju tebal dari badan si kecil, namun tetap saja ia menangis kencang sekali. Disusui, digendong, dinyanyikan, maupun semua tindakan lain seolah sia-sia. Alhasil, artis cantik kelahiran Bandung 13 April 1979 ini semalaman menunggui buah hatinya menangis sampai pagi.

Kebiasaan menangis keras Syabila ternyata tak hanya berhenti sampai di situ. Hampir setiap minggu sekali, Meisya terpaksa harus menghadapi jeritan Syabila. Akhirnya, Meisya tak tinggal diam. Ia lantas membawa buah hatinya ke dokter spesialis anak. "Bahkan untuk menemukan jawaban tentang kondisi Syabila, kami sempat tiga kali ganti dokter."

Namun jawabannya tetap tidak membuat juara ketiga Gadis Sampul ini puas. Semua dokter tadi mengatakan kondisi Syabila oke-oke saja alias sehat. "Tapi dia memiliki karakter keras dan sensitif. Ibu harus lebih bersabar dan telaten menghadapinya," begitu saran para dokter tadi.

Kepanikan lain juga dialami Meisya di hari-hari pertama bayi di rumah. Ketika tengah memandikan si kecil, tepatnya saat membersihkan bagian perutnya, tiba-tiba kain penutup pusarnya lepas. "Saya jelas kaget dan langsung teriak manggil-manggil mama. 'Aduh, Ma, penutup pusar Syabila lepas!'"

Kepanikan Meisya justru langsung direspons sang mama dengan ucapan syukur, "Alhamdulilah, pusarnya puput." Setelah mendapat penjelasan, Meisya baru tersadar dan akhirnya cuma bisa tersenyum.

MENGGENDONG HARUS PAS

Hari demi hari Meisya mencari cara terbaik mengasuh anaknya yang ternyata memang senang digendong. "Selagi menggendong dia, misalnya, saya enggak bisa menggendong sembarangan. Pokoknya, harus sesuai dengan mood-nya. Ada saat-saat tertentu dia harus digendong. Kadang mendekapnya harus dari depan, kadang menyamping, tapi di lain waktu badannya harus agak diangkat, dan sebagainya," tutur wanita yang mengaku menguasai lebih dari 4 cara menggendong anak. "Papanya sering kewalahan saat harus menggendongnya," imbuh istri Bebi Romeo (31) ini. Namun di balik semua "perjuangan" sebagai ibu, ada hikmah yang bisa diambil. "Gara-gara sering menggendong, berat badan saya menyusut 15 kg," celoteh Meisya yang mengaku berat badannya sempat naik hingga 25 kg kala hamil.

Bukan cuma itu. Syabila pun pasti ngambek jika perhatian sang mama teralih darinya. "Kalau saya mengalihkan pembicaraan dari dia ke orang lain yang kebetulan ada di samping saya, dia langsung ngoceh. Bahkan kalau sensitifnya lagi muncul, dia akan nangis kalau saya menyusuinya sambil melakukan aktivitas lain, seperti nonton teve. Pokoknya, dia maunya diajak ngobrol terus."

Bagaimana kalau orang lain ingin gantian menggendong saat Meisya kelelahan, misalnya? "Wah, orang asing atau yang belum dikenalnya, jangan coba-coba gendong deh. Dia pasti akan langsung berontak atau menangis. Enggak tahu kenapa dia cuma mau dekat dengan orangtuanya, khususnya aku."

Soal minum ASI? "Minum susunya kuat banget. Kalau ASI yang didapatnya sedikit, dia pasti akan menangis meraung-raung. Kayaknya ASI saja enggak cukup, makanya harus dibarengi dengan susu formula." Tak heran jika berat badan Syabila cepat sekali naik. "Di usia 3 bulan, beratnya sudah mencapai 7,5 kilogram menyamai sepupunya yang sudah berusia 7 bulan."

LEBIH POSITIF

Ada beberapa perubahan yang dirasakan presenter Sketsa di SCTV ini setelah punya momongan. Salah satunya, sikap egoisnya yang mulai luluh. "Dulu aku maunya menang sendiri, ingin selalu didahulukan, tidak mau kalah, dan sangat pencemburu."

Bahkan, di awal pernikahan Meisya pernah membisiki Bebi, "Aku enggak mau punya anak cepat-cepat karena kamu pasti bakal nyuekin aku." Bisa dibilang, Meisya menganggap anak adalah ancaman bagi hidupnya. Namun dengan lahirnya si cantik Syabila, "Di luar dugaan, sikap keras kepalaku mulai luntur. Sekarang aku justru banyak manut pada keinginan anak. Padahal dulu aku sering bersikap masa bodoh pada semua perintah dan kemauan orang lain."

Bukan cuma itu, "Saya harus merawat dan mendidik Syabila yang terkenal manja. Siang malam tak boleh kenal lelah."

Lamanya bekerja di luar rumah pun tak bisa seleluasa dulu lagi. Jika dulu pemilik tinggi badan 162 cm dan berat 48 kg ini bebas menentukan lamanya bekerja, kini harus dibatasi akibat rasa kangennya ingin cepat-cepat bertemu si kecil. "Syabila itu ibarat alarm. Malam-malam seusai kerja, hati saya langsung enggak enak. Maunya segera bertemu dia. Aku sangat senang kalau sudah bisa mendekap, bercanda, atau melihatnya tersenyum."

Saeful Imam. Foto: Ferdi/NAKITA

 

Tokoh & Buah Hati edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari