FirstFlag
JACKLYN KEZIA: DEMI ANAK, HANYA TERIMA SATU TAWARAN SYUTING

Pemeran Mbak Yul dalam sinetron Tuyul dan Mbak Yul ini akhirnya memutuskan untuk lebih fokus mengasuh anak. Banyak tawaran sinetron yang masuk, tapi Jacklyn Kezia (26) hanya mau menerima satu. Kini sinetron terbarunya, Saling Memiliki, dimana dia mendapat peran sebagai Jasmine, sedang ditayangkan di televisi.

RAJIN UCAPKAN AMIT
RAJIN UCAPKAN AMIT-AMIT

Misalnya, karena tuntutan skenario Tuyul dan Mbak Yul, Jacklyn terpaksa melakukan adegan perkelahian meskipun sedang mengandung. Untungnya, kegiatan yang terbilang membahayakan kehamilan, seperti menendang, melompat, dan lari-lari, ini tidak mengundang masalah. Karena tidak "ngaruh" inilah akhirnya banyak yang bilang kalau tubuh Jacklyn rada-rada "badak".

"Padahal, kandunganku mengalami plasenta previa, lo. Biasanya, plasenta previa seringkali menimbulkan masalah. Entah perdarahan, sering timbul kontraksi, atau mual berlebihan. Ternyata aku tidak pernah mengalami semuanya. Betul kata temen-temenku kalau tubuhku, tuh, badak, soalnya meski aktivitasku berlebihan, aku tenang-tenang saja," ujarnya.

Tak hanya itu pengalamannya. "Aku, kan, syuting bareng orang-orang yang bertubuh kecil dan besar, padahal aku sedang hamil," terangnya. Jadilah, setiap hari Jacklyn mengumbar kata amit-amit bila setiap kali Ucil, lawan mainnya di sinetron Tuyul dan Mbak Yul, menggodanya.

Sebenarnya, Jacklyn tidak percaya dengan mitos-mitos tersebut. "Kalau keturunannya tinggi-tinggi, kayaknya enggak mungkin ngelahirin anak yang kerdil, deh," tukasnya. Namun karena orang tuanya selalu berpesan, maka kata amit-amitlah yang sering keluar. Selain juga ia tidak boleh membenci orang-orang yang tubuhnya terlalu kecil atau besar.

REQUEST LAGU DI KAMAR OPERASI

Karena sudah tahu bakal dioperasi sesar, sebenarnya Jacklyn sudah menentukan tanggal kelahiran anaknya. Namun, sekitar setengah bulan dari jadwal yang sudah dibuat, tiba-tiba perutnya terasa mulas. "Waktu itu aku lagi ikut bazar Femmy Permatasari, tiba-tiba datang mulas." Namun, berhubung intensitas mulasnya tidak begitu tinggi, Jacklyn mengacuhkan saja. Baru sorenya ia ke dokter. Dari hasil USG ketahuan kalau air ketubannya sudah keruh, sehingga keesokan harinya ia harus masuk kamar operasi untuk sesar

Malam sebelum sesar, Jacklyn tidak bisa tidur karena dihantui rasa sakit luar biasa. Namun, ia yakin bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan kepada ibu yang akan melahirkan "Ternyata keyakinanku benar, aku memiliki kekuatan luar biasa," ucapnya terharu. Salah satu penguat lainnya, ternyata bayangan kamar operasi yang gelap gulita tidak terbukti. "Ruang operasinya begitu nyaman, suster-susternya sangat ramah, dan aku bisa me-request lagu," ujarnya. Jadilah, ketika operasi berlangsung, Jacklyn malah ikut bernyanyi. Tahu-tahu Michael James (2,5) sudah lahir.

Baru ketika pengaruh biusnya hilang, muncullah rasa sakit yang lumayan menyiksa. "Tapi anehnya, ketika suster membawa Michael ke hadapanku, rasa sakit itu hilang. Begitu bayiku dibawa lagi, rasa sakitnya muncul lagi," ujar Jacklyn sambil tertawa geli. "Mungkin ini keajaiban Tuhan, ya, betapa rasa sayang dan bahagia bisa menghapus rasa sakit luar biasa."

MANFAAT MENGAJAR DI TK

Setelah melahirkan, Jacklyn yang sebelumnya sangat sibuk dengan syuting, kini berusaha mengurangi aktivitasnya. "Dalam satu waktu, aku hanya menerima satu tawaran syuting sinetron. Aku tidak mau lebih dari itu. Biar bagaimanapun, anak butuh banyak perhatian dari orang tuanya," ujar istri dari Wicky V. Olindo (30) ini.

Memang, akunya, pengasuhan anak bisa diserahkan kepada babysitter, tapi menurutnya, gaya pendidikan yang diberikan seringkali tidak sesuai dengan yang diinginkan orang tua. "Jadi, babysitter bersifat membantu saja. Seperti membuatkan susu, makanan, memandikan, sedangkan masalah pendidikan tetap tugas orang tuanya."

Sebelum hamil, Jacklyn pernah menjadi guru di TK Montessouri. Pengalaman ini dirasakan sangat berharga untuk merawat dan mengasuh Michael. "Banyak ilmu yang kudapat saat mengajar di TK. Di sana, kan, sistem pendidikannya membuat anak lebih mandiri, tidak tergantung pada orang tua seratus persen. Jadi aku menerapkan semua yang kudapat," jelasnya.

Salah satu contoh, setiap usai bermain, Jacklyn membiasakan anaknya untuk membereskannya sendiri, tidak boleh menyuruh babysitter, apalagi orang tuanya. "Kini setiap kali bermain, Michael akan meletakkan kembali mainannya di tempat semula."

Bukan itu saja, kemandirian Michael pun terlihat menonjol. Kalau hendak buang air kecil misalnya, dia akan membuka celana kemudian berlari menuju toilet dan kencing di sana. Memang, akunya, beberapa kali anaknya tidak bisa menahan kencing, tapi menurutnya itu lumrah karena anaknya masih dalam proses belajar. "Aku begitu surprise karena toilet training ini sudah bisa dilakukan sejak usianya 2 tahun."

Sebenarnya, kemandirian ini sudah diajarkan Jacklyn sejak Michael lahir. Misalnya, ketika bayinya menangis, maka tidak serta merta akan diangkat dan digendong. Ia melihat dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan anak saat itu. Mungkin saja bayinya cuma ingin disusui, diusap-usap, dikipas-kipas, atau yang lainnya. "Sebab, sebenarnya bayi punya rasa 'kediktatoran', dia sudah bisa membuat orang tua mengikuti kemauannya, yakni dengan menangis. Bila kita biasa menggendongnya kala menangis, maka dia akan mengulanginya lagi untuk digendong." Kebiasaan seperti inilah yang menurut Jacklyn akan membuat anak tidak mandiri.

HARUS SATU SUARA

Jacklyn pun lalu menceritakan bahwa kini anaknya sedang sangat aktif, bahkan termasuk superaktif. "Michael tidak pernah bisa diam sedikit pun. Dia selalu jumpalitan, lari ke sana-kemari, melompat-lompat, berteriak-teriak, dan sebagainya." Untuk itu, ia mengaku dirinya cukup kerepotan dengan ulah sang anak, karenanya ia berusaha mencari sistem pendidikan yang tepat. Apalagi selain superaktif, anaknya juga cenderung lebih kreatif.

"Terbukti, daya tangkapnya sangat cepat. Di usia 9 bulan dia sudah bisa menyetel VCD dan mengaturnya di televisi. Dia bisa melakukannya hanya dengan melihat ketika aku melakukannya," ungkap sang ibu.

Untuk merangsang kreativitasnya, Jacklyn memberikan berbagai fasilitas, mulai dari kertas gambar, puzzle, hingga beragam mainan kreatif. Jacklyn pun selalu memperkenalkan beragam warna yang ada di mainan. Dampak positifnya, di usia 1,5 tahun Michael sudah hafal 10 jenis warna.

Bukan hanya merangsang kreativitas anak, ia pun menganggap perlu menerapkan disiplin pada anaknya. Misalnya, mana yang boleh dilakukan anak dan tidak. "Untuk melakukannya dibutuhkan kekompakan suara antara aku dan suami. Bila tidak, anak malah jadi bingung, mana yang sebenarnya boleh dilakukan dan tidak. Jadi, ketika aku larang Michael memainkan alat kosmetik, ayahnya pun harus demikian. Jangan sampai aku bilang tidak boleh, papanya malah mengizinkan, nanti jadi rancu," ujarnya menutup perbincangan.

Irfan Hasuki. Foto: Vitri/nakita

 

Tokoh & Buah Hati edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari