FirstFlag

BISKUIT UNTUK BANGUN TIDUR

Wanita yang tengah hamil muda seringkali bermasalah dengan rasa mual di pagi hari. Untuk mengatasinya, cobalah makan makanan kecil seperti biskuit tawar. Setelah itu Anda bisa sarapan dengan menu lain seperti bubur ayam atau roti. Makanlah dengan porsi yang tidak berlebih agar mual tak timbul kembali.

Nah, jika sepanjang hari Anda masih tetap merasa mual, sebaiknya makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Sehingga Anda bisa mengatasi mual dengan tetap menjaga asupan gizi bagi calon bayi Anda.

CARA BERPAKAIAN YANG MENYENANGKAN BAYI

Sangat wajar bila bayi mendadak rewel bila dilepas dan dipakaikan baju. Nah, agar saat berpakaian jadi lebih menyenangkan bagi bayi Anda, lakukan beberapa hal berikut:

* Siapkan pakaian yang akan dikenakan.

* Pilih yang mudah dipakaikan. Semisal, jangan yang terlalu sulit melewati bagian kepala atau tangannya.

* Letakkan pakaian tersebut di meja bayi atau tempat tidur.

* Bila bayi Anda akan dipakaikan baju lengan panjang atau celana panjang, maka gulungkan baju tersebut pada bagian kaki dan tangannya. Setelah tangan dan kaki bayi dimasukkan, gulungan baju tersebut dikembalikan ke posisi semula.

* Bila akan memakai blus atau celana berkancing sebaiknya letak kancing atau risluiting di bagian depan agar mudah memakaikannya. Pegang lengan bayi dan masukkan ke dalam lengan blus, setelah itu miringkan badan ke arah sebaliknya dan masukkan lengan sebelahnya. Lalu kancingkan bagian depannya.

MENGAJARKAN MUSIK

Anda perlu tahu, pada usia 0-6 tahun perkembangan pendengaran pada anak memiliki kemajuan yang sangat pesat dan peka. Karena itu segala bentuk informasi sebaiknya disampaikan melalui pendengaran. Seperti memperdengarkan segala jenis bunyi, dari melodi sampai harmoni.

MENGURANGI RESIKO KANKER PAYUDARA

Anda perlu tahu, diet rendah lemak dapat mengurangi kepadatan jaringan payudara. Sehingga risiko kanker payudara bisa dikurangi. Hal ini dibuktikan penelitian pada 800 wanita yang dilakukan Norman F. Boyd, M.D, dari Institut Kanker Ontario, Toronto. "Wanita dengan jaringan padat pada payudaranya 60 sampai 75 persen lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak memiliki jaringan kepadatan pada payudara."

Diet rendah lemak ini dilakukan dengan cara mengurangi pemasukkan lemak sekitar 21 persen dari total kalori (kini patokannya tak lebih dari 30 persen) selama dua tahun.

PERKEMBANGAN MENTAL ANAK

Berbicara mengenai perkembangan mental anak berkaitan dengan berbagai hal, baik fisik, mental, emosi, intelektual dan sebagainya. "Perkembangan mental di sini terutama berkaitan dengan perkembangan otak," jelas Tari Sandjojo, Psi., dalam Ibu Bayi & Balita yang kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana Film yang ditayangkan ANTeve setiap Sabtu jam 07.30.

Menurut Tari, yang terpenting dalam mengembangkan otak anak adalah banyaknya stimulus atau rangsangan yang diberikan kepada otak melalui panca indra; penglihatan, pendengaran, dan segala sesuatu yang dirasakannya. "Semakin banyak rangsangan, maka makin banyak pula rekaman pengetahuan yang disimpan dalam otaknya." Semisal anak yang bisa mengatakan bunga berwarna kuning; anak dapat mengatakan hal itu bila sebelumnya pernah mendapat rekaman bahwa benda tersebut namanya bunga dan warna itu adalah kuning.

Berbagai pengalaman yang dilalui anak pun akan memperkaya memori yang akan menstimulasi perkembangan otaknya. Karena itu beri anak sebanyak mungkin waktu dan kesempatan belajar segala hal. Beri juga kesempatan berinteraksi dengan orang lain. "Satu hal inilah yang sering diabaikan orang tua." Orang tua cenderung hanya memfokuskan pada masalah intelektual. Sehingga melupakan hal-hal yang berkaitan dengan emosional.

"Tentu saja pada setiap tahapan, ada satu masa dimana anak mengalami perubahan emosi." Misalnya pada saat anak sudah mulai bisa berjalan, dia merasa bisa melakukan segalanya tapi sebenarnya kemampuan fisiknya belum optimal. Terkadang dia mencoba menuju suatu objek tertentu tapi tak berhasil, maka ini membuatnya frustrasi. Masa-masa seperti ini jelas tak menyenangkan, baik bagi anak maupun orang tuanya, karena sering mengakibatkan munculnya "konflik".

Orang tua pun kerap terjebak pada tahap perkembangan tertentu, misalnya membandingkan kemampuan anaknya dengan anak lain. Padahal percepatan belajar jelas berbeda satu sama lain. "Khawatir boleh saja, sehingga orang tua bisa mengantisipasi dan memperlakukan anak dengan cara tertentu." Tapi, tentu jangan khawatir secara berlebihan.

 

Dedeh Kurniasih, dari berbagai sumber

Tips edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari