FirstFlag
Tanya Jawab Psikologi

Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI

ANAK KURANG KASIH SAYANG

ANAK KURANG KASIH SAYANG

Ibu pakar yang baik, salah satu murid saya bermasalah, sepertinya di rumah dia tidak mendapatkan role model dari orangtuanya mengenai bagaimana mengasihi orang lain. Ayahnya sangat ringan tangan dan ibunya terlalu penurut pada ayahnya. Akibatnya, si anak suka melakukan hal-hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Seperti mencoba menstater bis sekolah, selalu make up story terhadap teman-teman dan gurunya di sekolah. Yang lebih parah, orangtuanya selalu mempercayai apa yang dikatakan si anak tanpa melakukan cross check terlebih dahulu. Sebenarnya saya kasihan pada anak ini, namun bila orangtuanya tidak berubah, dia juga tidak akan pernah mendapatkan perasaan aman dan dihargai. Menurut saya, orangtuanya juga harus diterapi. Bagaimana sebaiknya mereka bersikap dan memberi contoh yang baik bagi anak, bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih

Inesh - Peserta seminar nakita tanggal 13 Agustus 2005 di Surabaya

Sebagai seorang guru, tampaknya Anda merasa kecewa berat sebab orangtua dari murid Anda kurang kooperatif dalam menangani perilaku anaknya, tidak mendidik anak dengan baik. Sebagai guru, Anda tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah orangtua anak tersebut, apalagi bila usia Anda lebih muda dari kedua orangtua tersebut. Mereka membutuhkan bantuan dari seorang ahli, bisa psikolog yang menangani masalah perkawinan, atau tokoh agama yang mereka segani. Karena itu saya akan memberikan beberapa saran sehubungan dengan usaha yang dapat dilakukan di sekolah. Tujuannya adalah agar di sekolah anak merasa mendapatkan perhatian yang sewajarnya ia terima, tidak merasa dikucilkan dan merasa betah di sekolah karena dicintai oleh gurunya serta teman-temannya. Perilaku guru yang dapat memenuhi kebutuhan akan kasih sayang pada diri anak akan sangat membekas dalam dirinya untuk waktu yang lama. Sebaliknya, perlakuan guru yang kasar, tidak menghargai anak, akan melukai hati anak dan menimbulkan kesan negatif mengenai sekolah (guru).

Anda mengatakan bahwa murid X suka mengarang-ngarang cerita ke guru atau teman-temannya. Bila ia sedang "membual", jangan sekali-kali memberikan komentar bahwa ia berbohong sebab masih wajar bila anak usia balita suka "berbohong". Pikirannya masih dipenuhi oleh khayalan. Tindakan yang paling tepat untuk diberikan adalah mengatakan pada anak bahwa cerita yang dia karang adalah khayalan dia saja, dia ingin sekali mengalami peristiwa seperti yang ia ceritakan, tetapi itu tidak benar-benar terjadi. Anda tidak usah bertarik urat leher bila X bersikokoh dengan ceritanya. Anggap saja angin lalu. Yang dibutuhkan oleh X adalah pengakuan dan penghargaan bahwa apa yang dia yakini bisa diterima oleh orang lain. Seharusnya cerita yang suka dikarang atau dilebih-lebihkan oleh anak usia balita akan berkurang dan menghilang setelah usia 6-7 tahun.

Demikian pula bila X melakukan kegiatan yang agak luar biasa, seperti menstarter mobil. Menurut hemat saya, X termasuk anak yang cerdas dan sangat ingin mencoba hal-hal yang baru atau menantang. Sudah bisa dipastikan bahwa ia tidak mengerti bahaya yang timbul dari tindakannya menstarter mobil. Justru orang dewasa yang harus sangat berhati-hati untuk tidak meninggalkan kunci mobil menempel di tempat untuk menghidupkan mesin mobil. Bila di kemudian hari X melakukan tindakan yang "luar biasa" hendaknya tidak ditanggapi secara negatif. Jangan sampai X mendapat label bahwa ia adalah anak nakal, selalu mencari gara-gara dan berbagai stempel negatif lainnya. Tindakan ini akan membuat dirinya merasa dikucilkan, tidak dihargai, betul-betul nakal, merasa harga dirinya direndahkan dan lebih celaka lagi, teman-temannya juga akan mengucilkan dia. Sangat kasihan bila anak seusianya harus menanggung beban semacam ini. Bisa dibayangkan, akan jadi apa dia setelah besar nanti. Sebagai contoh, setelah ia mencoba menstarter mobil, tangani dengan tenang. Katakan bahwa Anda sebagai guru sangat mengerti akan keinginannya untuk mencoba bagaimana rasanya bila menjalankan mobil, tetapi itu bisa dilakukan kalau sudah berusia 17 tahun, setelah SMA (jangan katakan "kalau sudah besar"). Sekarang baru TK dan usianya baru 4-5 tahun, jadi belum dibolehkan untuk menjalankan mobil, yang dibolehkan adalah main mobil-mobilan.

Salah satu cara menghargai anak adalah tidak memarahi anak di depan orang lain (termasuk teman-temannya). Ajaklah anak berbicara empat mata dan tidak usah dengan nada bicara yang keras atau emosi marah. Sekali lagi, anak ini belum mengerti dan ia sangat membutuhkan kasih sayang. Itu saja yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan sebagai seorang guru, Anda mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Tuhan untuk dapat menjalankan peran sebagai guru yang bijaksana, welas asih. Amin.

Tanya Jawab Kesehatan Anak

Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM

TIDUR DAN PERKEMBANGAN OTAK ANAK

TIDUR DAN PERKEMBANGAN OTAK ANAK

Dokter yang baik, saya punya anak perempuan berusia 5 bulan lima hari dengan BB 9,3 kg (apakah kegemukan Dok?) Perkembangannya normal, dia gesit dan lincah. Hanya kenapa ya dia agak susah tidur, terutama tidur siang? Kadang dia baru bisa tidur jam 19.00 dan jam 3.30 dia sudah terbangun. Kalau siang hari jarang sekali anak saya
bisa tidur sampai 1 jam.

Biasanya saya memberikan dia susu formula setiap 3 jam dan malam hari pun dalam keadaan tidur nyenyak juga saya berikan (saya cuma bisa memberikan dia ASI sampai berusia 2 minggu saja). Padahal siang hari suasana rumah dan kamarnya tidak ramai. Kamarnya pun sudah kami usahakan bersih dan rapi. Bagaimana ya Dok mengatasinya? Saya khawatir dengan perkembangan otaknya yang katanya bayi yang cukup tidur perkembangan otaknya akan berkembang lebih baik. Apa untuk pemberian susu sebaiknya saya tunda dulu sampai si kecil terbangun?

Helena ­- Jakarta

Jelas putri Ibu terlalu gemuk dan penyebabnya tampaknya ada pada cara memberikan susu. Berat badan yang sangat berlebih adalah buruk. Seorang bayi sehat, tidak perlu dibangunkan tiap 3 jam untuk diberi susu apalagi jika sedang tidur malam. Tidak ada aturan demikian dalam dunia medis. Justru hal ini memicunya menjadi kegemukan dan dapat bermuara pada terjadinya obesitas kelak. Hal ini juga dapat mengganggu tidurnya.

Untuk bayi yang kegemukan khususnya, berikan susu hanya kalau dia sedang lapar atau saat diminta. Cobalah untuk tidak mengganggu tidurnya dengan pemberian makan atau minum. Jika ia tidur malam, sepanjang malam tak perlu dibangunkan untuk minum, kecuali jika ia minta. Hal ini tidak akan berakibat negatif dan malah akan membuat pola tidurnya lebih baik. Pola dan jam tidur setiap anak bisa berbeda. Sepanjang tumbuh kembangnya masih normal tak perlu dirisaukan.

Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan

Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto

MENOLAK PERIKSA DALAM

MENOLAK PERIKSA DALAM

Assalamu'alaikum Dokter, istri saya (23) sangat pemalu dan punya pegangan agama yang kuat. Beberapa waktu lalu saya (28) dan dia memeriksakan kandungan ke dokter karena sudah telat haid sekitar 10 hari. Dia kaget saat dokter kandungan (laki-laki) ingin melakukan pemeriksaan dalam. Setelah mengetahui prosedur pemeriksaan, yakni memasukkan jemari ke vagina, istri menolak karena malu dan tidak mau bagian intimnya disentuh orang lain meskipun seorang dokter.

Saya sudah jelaskan kalau itu adalah tugas dokter. Tetapi dia tetap tidak mau. Sebenarnya, apakah pemeriksaan dalam harus selalu dilakukan terhadap wanita yang baru hamil? Apakah caranya harus dengan memasukkan jemari? Adakah cara lain untuk mengetahuinya? Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan dalam? Sekian pertanyaan saya dan terima kasih atas jawabannya.

Rama ­- Solo

Periksa dalam merupakan bagian dari pemeriksaan yang harus dilakukan saat pertama kali pasien hamil. Dokter akan mempergunakan alat yang disebut "cocor bebek" untuk membuka vagina sehingga dinding vagina dan mulut rahim dapat dilihat; kemudian akan memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk menilai organ kandungan. Hal ini untuk melihat apakah ada kelainan pada bibir kemaluan, vagina, atau mulut rahim. Misalnya infeksi jamur, ada sekat vagina, radang mulut rahim atau kelainan dari organ kandungan bagian dalam (misalnya kista indung telur atau tumor rahim).

Keyakinan istri Anda, itu merupakan haknya, tetapi dokter berkewajiban menjelaskan pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk pengawasan kehamilan. Selain periksa dalam, ada juga yang menganjurkan dilakukan pemeriksaan Pap's smear dan USG. Pemeriksaan USG tidak bisa menggantikan periksa dalam, tetapi merupakan penunjang diagnostik atau pelengkap. Pada kehamilan 34­36 minggu juga akan dilakukan periksa dalam untuk menilai panggul dan penurunan bagian terbawah janin. Periksa panggul (pelvimetri klinis) dilakukan pada wanita yang baru pertama kali hamil atau belum pernah melahirkan normal dan saat ini ingin melahirkan normal. Jadi, istri Anda tidak perlu takut untuk menjalani periksa dalam, semua demi kepentingan bersama. Terima kasih atas pertanyaannya.

Ahli Gizi Anak

Dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A

ZAT TIMBAL PADA KERANG

ZAT TIMBAL PADA KERANG

Anak saya berusia 14 bulan dengan BB 8,4 kg dan TB 75 cm. Normalkah perkembangannya? Saya sering memberinya berbagai jenis kerang. Baikkah dan bagaimana kandungan gizinya? Saya sering mendengar adanya kandungan zat timbal pada kerang, tidakkah itu berbahaya jika dikonsumsi si kecil? Saya juga sering memberinya makanan olahan menggunakan telur. Adakah efeknya jika anak sering mengonsumsi telur?

Dani ­- Parung, Bogor

BB ideal anak Ibu adalah 10 kg dan TB 76 cm. Kerang dan telur termasuk makanan bergizi dan mengandung protein serta boleh dikonsumsi. Namun yang perlu diingat adalah cara memasak/mengolahnya haruslah benar. Jumlah yang dikonsumsi pun tidak boleh berlebihan. Sebaiknya selingi dengan sumber protein yang lain, misalnya daging ikan, ayam, sapi, dan sebagainya. Yang juga perlu diperhatikan adakah bakat alergi pada anak ataupun ayah dan ibunya? Bila ada, sebaiknya lebih berhati-hati.

Mengenai kandungan timbal pada kerang bisa dicegah agar tidak termakan dengan mencuci bersih dan membuang bagian isi perutnya (yang berwarna kehitaman). Sering mengonsumsi telur akan lebih nyata efek alerginya bila anak berbakat alergi atau ada faktor alergi orangtuanya.

SULIT MAKAN DAGING

Putra saya (2 tahun) memiliki BB 17 kg. Sejak usia 1 tahun sampai sekarang sulit makan daging. Dia selalu muntah jika diberi daging. Ia hanya suka makan sup. Makanan kering macam kue, tar, kue bermentega juga dimuntahkan. Anehnya, aneka jajanan seperti bakpao, donat, bolu, tidak dimuntahkannya. Adakah cara lain agar anak suka makan makanan berdaging? Atau bisakah makanan itu diganti dengan makanan berprotein tinggi lainnya? Terima kasih.

Yayuk - Banjarmasin

Makanan daging bentuk/teksturnya berserat-serat dan agak susah dikunyah anak kecil. Beberapa cara bisa ditempuh untuk menyiasati penyajian bahan daging bagi si kecil. Mulailah dengan daging yang lebih mudah dikunyah (empuk) yaitu ikan atau ayam. Potongan kecil sampai blender, rasanya harus lezat, aroma sedap, penyajian menarik. Bisa juga dengan menambahkannya pada kue atau makanan selingan lain.

Mungkin Ibu bisa mencobanya dengan melihat contoh-contoh di buku resep makanan anak. Pemberiannya sebaiknya bertahap, sedikit dulu dan diulang beberapa hari kemudian. Bila tahap pertama sudah tercapai baru meningkat pada daging yang lebih keras misalnya daging sapi. Jangan lupa harus tetap diselingi dengan lauk pauk atau sumber protein lainnya agar tidak bosan. Sebaiknya fase mencoba dilakukan 2 kali seminggu saja, bukan setiap hari. Sumber protein antara lain lauk-pauk hewani dan nabati serta susu. Terima kasih kembali dan selamat mencoba ya, Bu.

Ahli Gigi Anak

Drg. Taty Zubaidah Carnain, Sp.KGA
(SubBagian Pedodanti/Kedokteran Gigi Anak SMF Gigi dan Mulut RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo)

BERKUMUR SETELAH SIKAT GIGI

BERKUMUR SETELAH SIKAT GIGI

Halo Dok, anak perempuan saya berusia 11 tahun. Saya ingin bertanya, apakah setelah menyikat gigi harus berkumur? Apakah justru fluoride dalam pasta gigi itu akan terbuang padahal bermanfaat untuk gusi? Kalau tidak bersih, apakah ada dampaknya?

Lalu, bagaimana tentang produk kumur-kumur yang mengklaim dapat mematikan kuman di dalam mulut. Apakah aman untuk anak? Bagaimana kalau tertelan? Demikian Dok. Terima kasih atas penjelasannya.

Raisa -­ Denpasar

Memang sebaiknya pasta gigi yang mengandung fluor sedapat mungkin cukup lama kontak dengan gigi. Maka sebelum gigi disikat, berkumurlah berkali-kali sampai tak ada lagi kotoran sisa makanan. Kemudian sikatlah gigi dengan menggunakan pasta gigi dalam waktu yang cukup lama dengan tujuan memperpanjang waktu kontak antara fluor dengan gigi. Setelah itu berkumur cukup satu-dua kali.

Mengenai obat kumur umumnya dikumur selama kurang lebih 1-2 menit di dalam mulut. Oleh karena itu, obat kumur tidak dianjurkan bagi anak-anak berusia kurang dari 6 tahun sebab dikhawatirkan tertelan. Apabila sering tertelan dan dalam jumlah banyak dapat menimbulkan efek seperti keracunan obat pada umumnya yaitu gangguan pencernaan (sakit perut, diare), muntah, napas dangkal, tremor, dan rasa lemah.

Ahli Gizi Ibu

Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.
Dokter Gizi
(SEAMEO-TROPMED-RCCN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

MAKANAN SEHABIS SESAR

MAKANAN SEHABIS SESAR

Dokter yang baik, saya (30) dengan BB 65 kg dan TB 161 cm. Saya melahirkan secara sesar satu bulan lalu. Yang ingin ditanyakan, apakah ada makanan yang harus dipantang bagi ibu yang melahirkan sesar? Bagaimana supaya kondisi saya lekas pulih? Menu makanan seperti apa yang sebaiknya saya konsumsi? Perlukah saya mengonsumsi vitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh? Demikian Dok. Mohon penjelasannya.

Ita ­- Sukabumi

Ibu Ita di Sukabumi, saya dapat memahami keinginan Ibu untuk segera pulih kembali sehingga dapat merawat bayi mungil Ibu secara optimal. Namun dari data BB dan TB Ibu saat ini maka keadaan gizi Ibu dalam keadaan gizi lebih, sehingga tentunya diharapkan dapat segera memulihkan keadaan Ibu.

Tidak ada makanan khusus yang harus dipantang. Ibu tetap dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lengkap (nasi, lauk-pauk, sayur dan buah serta susu) untuk dapat menghasilkan ASI yang memadai. Namun apabila Ibu sudah pulih benar, dianjurkan untuk melakukan aktivitas atau olahraga untuk mengatasi kelebihan BB yang Ibu alami.

Mengenai konsumsi suplemen vitamin dan mineral, apabila sudah dapat diperoleh dari makanan lengkap yang Ibu konsumsi sehari-hari, maka tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen. Semoga penjelasan ini memuaskan ya!

Tanya Jawab Problema Rumah Tangga

A. Kasandra Oemarjoedi, Psi
(Director of Psychological Practic PT Kasandra Persona Prawacana)

SUAMI SULIT MENOLAK PERMINTAAN ADIK-ADIK

SUAMI SULIT MENOLAK PERMINTAAN ADIK

Bu Kasandra, suami saya merupakan anak pertama dalam keluarganya. Ia mempunyai dua adik perempuan dan satu laki-laki. Sebetulnya, ketiga adiknya sudah bekerja, tapi belum berkeluarga. Yang saya kesalkan, meski mereka sudah bekerja, tapi kok masih sering sekali meminta bantuan uang pada suami. Konyolnya, mereka memintanya saat suami tidak bersama saya atau suami tidak memberitahukannya pada saya. Sebetulnya saya tak pernah komplain jika suami memberi uang pada adik-adiknya.

Yang saya kesalkan suami sepertinya berat jika menolak permintaan adiknya. Misalnya, pernah ketika sedang jalan-jalan ke suatu pameran, salah seorang adiknya minta motor, lalu suami saya langsung membelikan saat itu tanpa minta persetujuan saya. Bisa Ibu bayangkan betapa kaget dan kesalnya saya pada kelakuan adik-adiknya. Alasan suami toh nanti motor itu dicicil. Padahal saat itu sebetulnya keluarga kami juga sedang dalam kondisi keuangan yang tidak berlebih. Masih ada pengeluaran lainnya seperti bayar sekolah, dana si kecil untuk masuk TK, ditambah pengeluaran rutin lainnya.

Terus terang meski saya pun bekerja dan berpenghasilan, tapi rasanya keberatan juga bila sikap suami seperti itu. Bagaimana ya Bu agar suami mau mengerti. Padahal saya sudah sering kali memberi tahu. Apa perlu saya bicara pada adik-adiknya untuk minta pengertian mereka?

Rini Sekarindah - Bandung

Sebenarnya, masalah ini sudah kerap muncul. Pada kasus Ibu, kedudukan suami sebagai anak pertama menjadi lebih terasa sebagai salah satu alasan untuk memberi bantuan pada keluarganya. Tetapi, hal ini akan sangat tergantung kepada kesepakatan Anda berdua. Bicara dengan adik-adiknya tentu tidak bijaksana. Mereka akan menilai Ibu ingin memonopoli kakak mereka. Akibatnya, bukan tak mungkin Ibu akan terjebak di dalam konflik lain sementara masalah finansialnya pun belum tentu selesai.

Sadarilah, bahwa kehadiran suami hingga menjadi seperti sekarang ini sebagian besar adalah karena keluarganya, hingga Ibu tak dapat menghapuskan mereka begitu saja. Mungkin bisa di dunia Barat, namun tampaknya masih sulit diterapkan di negeri kita. Keinginan Ibu untuk lebih bijaksana mempergunakan dana keluarga masih dapat diterima, namun untuk mencapai efektivitas yang diinginkan akan lebih baik bila disampaikan dengan cara positif.

Hindarilah ekspresi negatif yang sifatnya mengabaikan keluarga suami. Berikan alasan-alasan tentang rencana-rencana keuangan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Bila perlu lengkapi argumentasi dengan bukti-bukti harga yang dapat dipercaya. Misal besarnya uang pangkal sekolah anak, dan lain-lain. Mintalah Ibu untuk dilibatkan dalam keputusan suami dalam penggunaan keuangan keluarga. Sekali lagi, Ibu harus bersikap hati-hati, karena banyak konflik rumah tangga berawal dari masalah ketidaksepakatan masalah finansial yang berujung pada keretakan perkawinan. Selamat mencoba.

Tanya Jawab Keuangan Keluarga

Muhamad Ichsan ChFC, MsFin
(Konsultan Perencana Keuangan Keluarga dari Primeplanner)

TERPAKSA MENUTUP USAHA

TERPAKSA MENUTUP USAHA

Pak Ichsan, saya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai usaha kecil-kecilan berupa toko kelontong. Belum lama ini anak bungsu saya yang berusia 8 bulan mendadak panas tinggi dan membutuhkan perawatan khusus. Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit dan tentu saja perawatannya harus lebih intensif. Saya berniat menjual toko kelontong saya pada seorang teman yang kebetulan mempunyai usaha sejenis dan dia sudah menyatakan kesediaannya. Tapi saya masih bingung menentukan harga jualnya. Menurut Bapak, bagaimana cara menghitung aset ini? Sekadar informasi, barang dagangan saya sekarang ada di 2 rak ukuran sedang, dengan jumlah sekitar 700-an barang dari berbagai jenis. Mohon bantuannya dan terima kasih sebelumnya.

Euis - Sumedang, Jabar

Ibu Euis yang baik, turut prihatin atas penyakit yang menyerang anak Anda. Saya doakan semoga cepat sembuh. Sebelum saya masuk ke pertanyaan, ingin kiranya saya menayakan apakah usaha kecil-kecil yang Anda lakukan merupakan satu-satunya sumber pendapatan bagi keluarga? Kalau ya, tentunya sangat riskan untuk menjualnya. Tapi kalau ada sumber pendapatan lain yang bisa menjadi sandaran kebutuhan hidup keluarga, mungkin keputusan untuk menjual usaha kecil-kecilan berupa toko kelontong bisa saja dilakukan.

Kalau melihat dari penjelasan Anda, sepertinya barang dagangan yang Anda miliki cukup banyak item-nya. Apakah untuk menghitung harga satu per satu cukup sulit? Kalau hal ini bisa dilakukan, tentunya gunakan harga belinya, jangan harga jualnya. Tapi kalau memang tidak memungkinkan untuk menghitung satu per satu, bisa saja menggunakan perkiraan harga seluruhnya. Tapi hal ini sangat riskan. Bisa-bisa terlalu jauh dari harga beli yang sudah Anda keluarkan.

Saran saya, coba hitung harga beli dari seluruh barang dagangan yang ada saat ini. Kemudian informasikan hal ini kepada teman Anda yang ingin membelinya. Kalau memang bisa disepakati, maka harga itu yang dipakai. Tapi biasanya bila membeli secara gelondongan pasti si pembeli mengharapkan diskon. Hal ini perlu kiranya juga dipertimbangkan berapa besarnya.

Demikian masukan yang bisa saya sampaikan, semoga bisa membantu Anda dalam menentukan harga jual barang-barang dagangan yang Anda miliki. Sebelum saya akhiri ulasan kali ini, saya ingin memberikan satu saran saja bagi keuangan keluarga, yaitu alokasikan untuk kebutuhan darurat. Apa maksudnya? Dalam sebuah keuangan keluarga risiko pasti ada saja yang terjadi, untuk itu perlu kiranya setiap keluarga memiliki alokasi dana darurat yang besarnya 3-6 bulan biaya hidup keluarga. Tempatkan dana ini pada instrumen investasi yang likuid, karena kebutuhannya bisa kapan saja. Salam.

Konsultasi Ahli edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari