 |
Tanya Jawab Psikologi
Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI
|
|
|
ANAK KURANG KASIH SAYANG
ANAK KURANG KASIH SAYANG
|
Ibu
pakar yang baik, salah satu murid saya bermasalah, sepertinya di rumah dia
tidak mendapatkan role model
dari orangtuanya mengenai bagaimana mengasihi orang lain. Ayahnya sangat
ringan tangan dan ibunya terlalu penurut pada ayahnya. Akibatnya, si anak
suka melakukan hal-hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Seperti
mencoba menstater bis sekolah, selalu make up story terhadap
teman-teman dan gurunya di sekolah. Yang lebih parah, orangtuanya selalu
mempercayai apa yang dikatakan si anak tanpa melakukan cross check
terlebih dahulu. Sebenarnya saya kasihan pada anak ini, namun bila
orangtuanya tidak berubah, dia juga tidak akan pernah mendapatkan perasaan
aman dan dihargai. Menurut saya, orangtuanya juga harus diterapi.
Bagaimana sebaiknya mereka bersikap dan memberi contoh yang baik bagi anak,
bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih
Inesh - Peserta
seminar nakita tanggal 13 Agustus 2005 di Surabaya
Sebagai seorang guru, tampaknya Anda
merasa kecewa berat sebab orangtua dari murid Anda kurang kooperatif dalam
menangani perilaku anaknya, tidak mendidik anak dengan baik. Sebagai guru,
Anda tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah orangtua anak tersebut,
apalagi bila usia Anda lebih muda dari kedua orangtua tersebut. Mereka
membutuhkan bantuan dari seorang ahli, bisa psikolog yang menangani
masalah perkawinan, atau tokoh agama yang mereka segani. Karena itu saya
akan memberikan beberapa saran sehubungan dengan usaha yang dapat
dilakukan di sekolah. Tujuannya adalah agar di sekolah anak merasa
mendapatkan perhatian yang sewajarnya ia terima, tidak merasa dikucilkan
dan merasa betah di sekolah karena dicintai oleh gurunya serta
teman-temannya. Perilaku guru yang dapat memenuhi kebutuhan akan kasih
sayang pada diri anak akan sangat membekas dalam dirinya untuk waktu yang
lama. Sebaliknya, perlakuan guru yang kasar, tidak menghargai anak, akan
melukai hati anak dan menimbulkan kesan negatif mengenai sekolah (guru).
Anda mengatakan bahwa murid X suka
mengarang-ngarang cerita ke guru atau teman-temannya. Bila ia sedang
"membual", jangan sekali-kali memberikan komentar bahwa ia
berbohong sebab masih wajar bila anak usia balita suka "berbohong".
Pikirannya masih dipenuhi oleh khayalan. Tindakan yang paling tepat untuk
diberikan adalah mengatakan pada anak bahwa cerita yang dia karang adalah
khayalan dia saja, dia ingin sekali mengalami peristiwa seperti yang ia
ceritakan, tetapi itu tidak benar-benar terjadi. Anda tidak usah bertarik
urat leher bila X bersikokoh dengan ceritanya. Anggap saja angin lalu.
Yang dibutuhkan oleh X adalah pengakuan dan penghargaan bahwa apa yang dia
yakini bisa diterima oleh orang lain. Seharusnya cerita yang suka dikarang
atau dilebih-lebihkan oleh anak usia balita akan berkurang dan menghilang
setelah usia 6-7 tahun.
Demikian pula bila X melakukan kegiatan
yang agak luar biasa, seperti menstarter mobil. Menurut hemat saya, X
termasuk anak yang cerdas dan sangat ingin mencoba hal-hal yang baru atau
menantang. Sudah bisa dipastikan bahwa ia tidak mengerti bahaya yang
timbul dari tindakannya menstarter mobil. Justru orang dewasa yang harus
sangat berhati-hati untuk tidak meninggalkan kunci mobil menempel di
tempat untuk menghidupkan mesin mobil. Bila di kemudian hari X melakukan
tindakan yang "luar biasa" hendaknya tidak ditanggapi secara
negatif. Jangan sampai X mendapat label bahwa ia adalah anak nakal, selalu
mencari gara-gara dan berbagai stempel negatif lainnya. Tindakan ini akan
membuat dirinya merasa dikucilkan, tidak dihargai, betul-betul nakal,
merasa harga dirinya direndahkan dan lebih celaka lagi, teman-temannya
juga akan mengucilkan dia. Sangat kasihan bila anak seusianya harus
menanggung beban semacam ini. Bisa dibayangkan, akan jadi apa dia setelah
besar nanti. Sebagai contoh, setelah ia mencoba menstarter mobil, tangani
dengan tenang. Katakan bahwa Anda sebagai guru sangat mengerti akan
keinginannya untuk mencoba bagaimana rasanya bila menjalankan mobil,
tetapi itu bisa dilakukan kalau sudah berusia 17 tahun, setelah SMA (jangan
katakan "kalau sudah besar"). Sekarang baru TK dan usianya baru
4-5 tahun, jadi belum dibolehkan untuk menjalankan mobil, yang dibolehkan
adalah main mobil-mobilan.
Salah satu cara menghargai anak adalah
tidak memarahi anak di depan orang lain (termasuk teman-temannya). Ajaklah
anak berbicara empat mata dan tidak usah dengan nada bicara yang keras
atau emosi marah. Sekali lagi, anak ini belum mengerti dan ia sangat
membutuhkan kasih sayang. Itu saja yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan
sebagai seorang guru, Anda mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Tuhan
untuk dapat menjalankan peran sebagai guru yang bijaksana, welas asih.
Amin. |
|
|
Tanya Jawab Kesehatan Anak
Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM
|
|
|
TIDUR DAN PERKEMBANGAN OTAK ANAK
TIDUR DAN PERKEMBANGAN OTAK ANAK
|
Dokter
yang baik, saya punya anak perempuan berusia 5 bulan lima hari dengan BB
9,3 kg (apakah kegemukan Dok?) Perkembangannya normal, dia gesit dan
lincah. Hanya kenapa ya dia agak susah tidur, terutama tidur siang? Kadang
dia baru bisa tidur jam 19.00 dan jam 3.30 dia sudah terbangun. Kalau
siang hari jarang sekali anak saya
bisa tidur sampai 1 jam.
Biasanya saya memberikan dia
susu formula setiap 3 jam dan malam hari pun dalam keadaan tidur nyenyak
juga saya berikan (saya cuma bisa memberikan dia ASI sampai berusia 2
minggu saja). Padahal siang hari suasana rumah dan kamarnya tidak ramai.
Kamarnya pun sudah kami usahakan bersih dan rapi. Bagaimana ya Dok
mengatasinya? Saya khawatir dengan perkembangan otaknya yang katanya bayi
yang cukup tidur perkembangan otaknya akan berkembang lebih baik. Apa
untuk pemberian susu sebaiknya saya tunda dulu sampai si kecil terbangun?
Helena - Jakarta
Jelas putri Ibu terlalu
gemuk dan penyebabnya tampaknya ada pada cara memberikan susu. Berat badan
yang sangat berlebih adalah buruk. Seorang bayi sehat, tidak perlu
dibangunkan tiap 3 jam untuk diberi susu apalagi jika sedang tidur malam.
Tidak ada aturan demikian dalam dunia medis. Justru hal ini memicunya
menjadi kegemukan dan dapat bermuara pada terjadinya obesitas kelak. Hal
ini juga dapat mengganggu tidurnya.
Untuk bayi yang kegemukan
khususnya, berikan susu hanya kalau dia sedang lapar atau saat diminta.
Cobalah untuk tidak mengganggu tidurnya dengan pemberian makan atau minum.
Jika ia tidur malam, sepanjang malam tak perlu dibangunkan untuk minum,
kecuali jika ia minta. Hal ini tidak akan berakibat negatif dan malah akan
membuat pola tidurnya lebih baik. Pola dan jam tidur setiap anak bisa
berbeda. Sepanjang tumbuh kembangnya masih normal tak perlu dirisaukan. |
|
|
Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan
Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto
|
|
|
MENOLAK PERIKSA DALAM
MENOLAK PERIKSA DALAM
|
Assalamu'alaikum
Dokter, istri saya (23) sangat pemalu dan punya pegangan agama yang kuat.
Beberapa waktu lalu saya (28) dan dia memeriksakan kandungan ke dokter
karena sudah telat haid sekitar 10 hari. Dia kaget saat dokter kandungan (laki-laki)
ingin melakukan pemeriksaan dalam. Setelah mengetahui prosedur pemeriksaan,
yakni memasukkan jemari ke vagina, istri menolak karena malu dan tidak mau
bagian intimnya disentuh orang lain meskipun seorang dokter.
Saya sudah jelaskan kalau itu adalah
tugas dokter. Tetapi dia tetap tidak mau. Sebenarnya, apakah pemeriksaan
dalam harus selalu dilakukan terhadap wanita yang baru hamil? Apakah
caranya harus dengan memasukkan jemari? Adakah cara lain untuk
mengetahuinya? Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan dalam? Sekian
pertanyaan saya dan terima kasih atas jawabannya.
Rama - Solo
Periksa dalam merupakan bagian dari
pemeriksaan yang harus dilakukan saat pertama kali pasien hamil. Dokter
akan mempergunakan alat yang disebut "cocor bebek" untuk membuka
vagina sehingga dinding vagina dan mulut rahim dapat dilihat; kemudian
akan memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk menilai organ kandungan.
Hal ini untuk melihat apakah ada kelainan pada bibir kemaluan, vagina,
atau mulut rahim. Misalnya infeksi jamur, ada sekat vagina, radang mulut
rahim atau kelainan dari organ kandungan bagian dalam (misalnya kista
indung telur atau tumor rahim).
Keyakinan istri Anda, itu merupakan
haknya, tetapi dokter berkewajiban menjelaskan pemeriksaan apa saja yang
diperlukan untuk pengawasan kehamilan. Selain periksa dalam, ada juga yang
menganjurkan dilakukan pemeriksaan Pap's smear dan USG. Pemeriksaan
USG tidak bisa menggantikan periksa dalam, tetapi merupakan penunjang
diagnostik atau pelengkap. Pada kehamilan 3436 minggu juga akan
dilakukan periksa dalam untuk menilai panggul dan penurunan bagian
terbawah janin. Periksa panggul (pelvimetri klinis) dilakukan pada wanita
yang baru pertama kali hamil atau belum pernah melahirkan normal dan saat
ini ingin melahirkan normal. Jadi, istri Anda tidak perlu takut untuk
menjalani periksa dalam, semua demi kepentingan bersama. Terima kasih atas
pertanyaannya. |
|
|
Ahli Gizi Anak
Dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A
|
|
|
ZAT TIMBAL PADA KERANG
ZAT TIMBAL PADA KERANG
|
Anak
saya berusia 14 bulan dengan BB 8,4 kg dan TB 75 cm. Normalkah
perkembangannya? Saya sering memberinya berbagai jenis kerang. Baikkah dan
bagaimana kandungan gizinya? Saya sering mendengar adanya kandungan zat
timbal pada kerang, tidakkah itu berbahaya jika dikonsumsi si kecil? Saya
juga sering memberinya makanan olahan menggunakan telur. Adakah efeknya
jika anak sering mengonsumsi telur?
Dani - Parung, Bogor
BB ideal anak Ibu adalah 10 kg dan TB 76
cm. Kerang dan telur termasuk makanan bergizi dan mengandung protein serta
boleh dikonsumsi. Namun yang perlu diingat adalah cara memasak/mengolahnya
haruslah benar. Jumlah yang dikonsumsi pun tidak boleh berlebihan.
Sebaiknya selingi dengan sumber protein yang lain, misalnya daging ikan,
ayam, sapi, dan sebagainya. Yang juga perlu diperhatikan adakah bakat
alergi pada anak ataupun ayah dan ibunya? Bila ada, sebaiknya lebih
berhati-hati.
Mengenai kandungan timbal pada kerang
bisa dicegah agar tidak termakan dengan mencuci bersih dan membuang bagian
isi perutnya (yang berwarna kehitaman). Sering mengonsumsi telur akan
lebih nyata efek alerginya bila anak berbakat alergi atau ada faktor
alergi orangtuanya.
SULIT
MAKAN DAGING
Putra saya (2 tahun) memiliki BB 17
kg. Sejak usia 1 tahun sampai sekarang sulit makan daging. Dia selalu
muntah jika diberi daging. Ia hanya suka makan sup. Makanan kering macam
kue, tar, kue bermentega juga dimuntahkan. Anehnya, aneka jajanan seperti
bakpao, donat, bolu, tidak dimuntahkannya. Adakah cara lain agar anak suka
makan makanan berdaging? Atau bisakah makanan itu diganti dengan makanan
berprotein tinggi lainnya? Terima kasih.
Yayuk - Banjarmasin
Makanan daging bentuk/teksturnya
berserat-serat dan agak susah dikunyah anak kecil. Beberapa cara bisa
ditempuh untuk menyiasati penyajian bahan daging bagi si kecil. Mulailah
dengan daging yang lebih mudah dikunyah (empuk) yaitu ikan atau ayam.
Potongan kecil sampai blender, rasanya harus lezat, aroma sedap, penyajian
menarik. Bisa juga dengan menambahkannya pada kue atau makanan selingan
lain.
Mungkin Ibu bisa mencobanya dengan
melihat contoh-contoh di buku resep makanan anak. Pemberiannya sebaiknya
bertahap, sedikit dulu dan diulang beberapa hari kemudian. Bila tahap
pertama sudah tercapai baru meningkat pada daging yang lebih keras
misalnya daging sapi. Jangan lupa harus tetap diselingi dengan lauk pauk
atau sumber protein lainnya agar tidak bosan. Sebaiknya fase mencoba
dilakukan 2 kali seminggu saja, bukan setiap hari. Sumber protein antara
lain lauk-pauk hewani dan nabati serta susu. Terima kasih kembali dan
selamat mencoba ya, Bu. |
|
|
Ahli Gigi Anak
Drg. Taty Zubaidah Carnain, Sp.KGA
(SubBagian Pedodanti/Kedokteran Gigi Anak SMF Gigi dan Mulut RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo)
|
|
|
BERKUMUR SETELAH SIKAT GIGI
BERKUMUR SETELAH SIKAT GIGI
|
Halo
Dok, anak perempuan saya berusia 11 tahun. Saya ingin bertanya, apakah
setelah menyikat gigi harus berkumur? Apakah justru fluoride
dalam pasta gigi itu akan terbuang padahal bermanfaat untuk gusi? Kalau
tidak bersih, apakah ada dampaknya?
Lalu, bagaimana tentang
produk kumur-kumur yang mengklaim dapat mematikan kuman di dalam mulut.
Apakah aman untuk anak? Bagaimana kalau tertelan? Demikian Dok. Terima
kasih atas penjelasannya.
Raisa - Denpasar
Memang sebaiknya pasta gigi
yang mengandung fluor sedapat mungkin cukup lama kontak dengan gigi. Maka
sebelum gigi disikat, berkumurlah berkali-kali sampai tak ada lagi kotoran
sisa makanan. Kemudian sikatlah gigi dengan menggunakan pasta gigi dalam
waktu yang cukup lama dengan tujuan memperpanjang waktu kontak antara
fluor dengan gigi. Setelah itu berkumur cukup satu-dua kali.
Mengenai obat kumur umumnya
dikumur selama kurang lebih 1-2 menit di dalam mulut. Oleh karena itu,
obat kumur tidak dianjurkan bagi anak-anak berusia kurang dari 6 tahun
sebab dikhawatirkan tertelan. Apabila sering tertelan dan dalam jumlah
banyak dapat menimbulkan efek seperti keracunan obat pada umumnya yaitu
gangguan pencernaan (sakit perut, diare), muntah, napas dangkal, tremor,
dan rasa lemah. |
|
|
Ahli Gizi Ibu
Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.
Dokter Gizi
(SEAMEO-TROPMED-RCCN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
|
|
|
MAKANAN SEHABIS SESAR
MAKANAN SEHABIS SESAR
|
Dokter
yang baik, saya (30) dengan BB 65 kg dan TB 161 cm. Saya melahirkan secara
sesar satu bulan lalu. Yang ingin ditanyakan, apakah ada makanan yang
harus dipantang bagi ibu yang melahirkan sesar? Bagaimana supaya kondisi
saya lekas pulih? Menu makanan seperti apa yang sebaiknya saya konsumsi?
Perlukah saya mengonsumsi vitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya
tahan tubuh? Demikian Dok. Mohon penjelasannya.
Ita - Sukabumi
Ibu Ita di Sukabumi, saya
dapat memahami keinginan Ibu untuk segera pulih kembali sehingga dapat
merawat bayi mungil Ibu secara optimal. Namun dari data BB dan TB Ibu saat
ini maka keadaan gizi Ibu dalam keadaan gizi lebih, sehingga tentunya
diharapkan dapat segera memulihkan keadaan Ibu.
Tidak ada makanan khusus
yang harus dipantang. Ibu tetap dianjurkan untuk mengonsumsi makanan
lengkap (nasi, lauk-pauk, sayur dan buah serta susu) untuk dapat
menghasilkan ASI yang memadai. Namun apabila Ibu sudah pulih benar,
dianjurkan untuk melakukan aktivitas atau olahraga untuk mengatasi
kelebihan BB yang Ibu alami.
Mengenai konsumsi suplemen
vitamin dan mineral, apabila sudah dapat diperoleh dari makanan lengkap
yang Ibu konsumsi sehari-hari, maka tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen.
Semoga penjelasan ini memuaskan ya! |
|
|
Tanya Jawab Problema Rumah Tangga
A. Kasandra Oemarjoedi, Psi
(Director of Psychological Practic PT Kasandra Persona Prawacana)
|
|
|
SUAMI SULIT MENOLAK PERMINTAAN ADIK-ADIK
SUAMI SULIT MENOLAK PERMINTAAN ADIK
|
Bu
Kasandra, suami saya merupakan anak pertama dalam keluarganya. Ia
mempunyai dua adik perempuan dan satu laki-laki. Sebetulnya, ketiga
adiknya sudah bekerja, tapi belum berkeluarga. Yang saya kesalkan, meski
mereka sudah bekerja, tapi kok masih sering sekali meminta bantuan uang
pada suami. Konyolnya, mereka memintanya saat suami tidak bersama saya
atau suami tidak memberitahukannya pada saya. Sebetulnya saya tak pernah
komplain jika suami memberi uang pada adik-adiknya.
Yang saya kesalkan suami
sepertinya berat jika menolak permintaan adiknya. Misalnya, pernah ketika
sedang jalan-jalan ke suatu pameran, salah seorang adiknya minta motor,
lalu suami saya langsung membelikan saat itu tanpa minta persetujuan saya.
Bisa Ibu bayangkan betapa kaget dan kesalnya saya pada kelakuan
adik-adiknya. Alasan suami toh nanti motor itu dicicil. Padahal saat itu
sebetulnya keluarga kami juga sedang dalam kondisi keuangan yang tidak
berlebih. Masih ada pengeluaran lainnya seperti bayar sekolah, dana si
kecil untuk masuk TK, ditambah pengeluaran rutin lainnya.
Terus terang meski saya pun bekerja
dan berpenghasilan, tapi rasanya keberatan juga bila sikap suami seperti
itu. Bagaimana ya Bu agar suami mau mengerti. Padahal saya sudah sering
kali memberi tahu. Apa perlu saya bicara pada adik-adiknya untuk minta
pengertian mereka?
Rini Sekarindah - Bandung
Sebenarnya, masalah ini sudah kerap
muncul. Pada kasus Ibu, kedudukan suami sebagai anak pertama menjadi lebih
terasa sebagai salah satu alasan untuk memberi bantuan pada keluarganya.
Tetapi, hal ini akan sangat tergantung kepada kesepakatan Anda berdua.
Bicara dengan adik-adiknya tentu tidak bijaksana. Mereka akan menilai Ibu
ingin memonopoli kakak mereka. Akibatnya, bukan tak mungkin Ibu akan
terjebak di dalam konflik lain sementara masalah finansialnya pun belum
tentu selesai.
Sadarilah, bahwa kehadiran suami hingga
menjadi seperti sekarang ini sebagian besar adalah karena keluarganya,
hingga Ibu tak dapat menghapuskan mereka begitu saja. Mungkin bisa di
dunia Barat, namun tampaknya masih sulit diterapkan di negeri kita.
Keinginan Ibu untuk lebih bijaksana mempergunakan dana keluarga masih
dapat diterima, namun untuk mencapai efektivitas yang diinginkan akan
lebih baik bila disampaikan dengan cara positif.
Hindarilah ekspresi negatif yang sifatnya
mengabaikan keluarga suami. Berikan alasan-alasan tentang rencana-rencana
keuangan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Bila perlu lengkapi
argumentasi dengan bukti-bukti harga yang dapat dipercaya. Misal besarnya
uang pangkal sekolah anak, dan lain-lain. Mintalah Ibu untuk dilibatkan
dalam keputusan suami dalam penggunaan keuangan keluarga. Sekali lagi, Ibu
harus bersikap hati-hati, karena banyak konflik rumah tangga berawal dari
masalah ketidaksepakatan masalah finansial yang berujung pada keretakan
perkawinan. Selamat mencoba. |
|
|
Tanya Jawab Keuangan Keluarga
Muhamad Ichsan ChFC, MsFin
(Konsultan Perencana Keuangan Keluarga dari Primeplanner)
|
|
|
TERPAKSA MENUTUP USAHA
TERPAKSA MENUTUP USAHA
|
Pak
Ichsan, saya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai usaha kecil-kecilan
berupa toko kelontong. Belum lama ini anak bungsu saya yang berusia 8
bulan mendadak panas tinggi dan membutuhkan perawatan khusus. Biaya yang
dibutuhkan tidak sedikit dan tentu saja perawatannya harus lebih intensif.
Saya berniat menjual toko kelontong saya pada seorang teman yang kebetulan
mempunyai usaha sejenis dan dia sudah menyatakan kesediaannya. Tapi saya
masih bingung menentukan harga jualnya. Menurut Bapak, bagaimana cara
menghitung aset ini? Sekadar informasi, barang dagangan saya sekarang ada
di 2 rak ukuran sedang, dengan jumlah sekitar 700-an barang dari berbagai
jenis. Mohon bantuannya dan terima kasih sebelumnya.
Euis - Sumedang, Jabar
Ibu Euis yang baik, turut
prihatin atas penyakit yang menyerang anak Anda. Saya doakan semoga cepat
sembuh. Sebelum saya masuk ke pertanyaan, ingin kiranya saya menayakan
apakah usaha kecil-kecil yang Anda lakukan merupakan satu-satunya sumber
pendapatan bagi keluarga? Kalau ya, tentunya sangat riskan untuk
menjualnya. Tapi kalau ada sumber pendapatan lain yang bisa menjadi
sandaran kebutuhan hidup keluarga, mungkin keputusan untuk menjual usaha
kecil-kecilan berupa toko kelontong bisa saja dilakukan.
Kalau melihat dari
penjelasan Anda, sepertinya barang dagangan yang Anda miliki cukup banyak item-nya.
Apakah untuk menghitung harga satu per satu cukup sulit? Kalau hal ini
bisa dilakukan, tentunya gunakan harga belinya, jangan harga jualnya. Tapi
kalau memang tidak memungkinkan untuk menghitung satu per satu, bisa saja
menggunakan perkiraan harga seluruhnya. Tapi hal ini sangat riskan.
Bisa-bisa terlalu jauh dari harga beli yang sudah Anda keluarkan.
Saran saya, coba hitung
harga beli dari seluruh barang dagangan yang ada saat ini. Kemudian
informasikan hal ini kepada teman Anda yang ingin membelinya. Kalau memang
bisa disepakati, maka harga itu yang dipakai. Tapi biasanya bila membeli
secara gelondongan pasti si pembeli mengharapkan diskon. Hal ini perlu
kiranya juga dipertimbangkan berapa besarnya.
Demikian masukan yang bisa
saya sampaikan, semoga bisa membantu Anda dalam menentukan harga jual
barang-barang dagangan yang Anda miliki. Sebelum saya akhiri ulasan kali
ini, saya ingin memberikan satu saran saja bagi keuangan keluarga, yaitu
alokasikan untuk kebutuhan darurat. Apa maksudnya? Dalam sebuah keuangan
keluarga risiko pasti ada saja yang terjadi, untuk itu perlu kiranya
setiap keluarga memiliki alokasi dana darurat yang besarnya 3-6 bulan
biaya hidup keluarga. Tempatkan dana ini pada instrumen investasi yang
likuid, karena kebutuhannya bisa kapan saja. Salam. |
|
|
|
|