FirstFlag
Tanya Jawab Psikologi

Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI

TIDAK MEMBERIKAN SUSU FORMULA

TIDAK MEMBERIKAN SUSU FORMULA

Ibu Mayke, putri saya, Nabila (2 tahun 9 bulan) sampai saat ini masih BAK dan BAB di celana. Jika sudah selesai baru ia ngomong. Saya sudah berulangkali mengajarinya, bahkan memarahi, tapi tetap saja ia masih BAB dan BAK di celana. Normal tidak, ya, Bu, pada anak seusia ini? Bagaimana caranya supaya anak saya mau ngomong dulu sebelum buang air?

Selain itu, sejak usia 2 tahun, setelah tidak minum ASI lagi, saya mencoba memberikan susu formula tapi ia tidak suka. Saya sering merayu bahkan memaksanya untuk minum susu. Setiap kali ia minta atau ingin sesuatu selalu saya turuti dengan catatan harus minum susu dulu. Saya juga sering merayunya dengan membelikan sesuatu atau mau mengajaknya ke suatu tempat yang ia sukai asalkan ia mau minum susu

Akhirnya dengan sangat terpaksa anak saya mau minum susu, itu pun sangat sedikit. Lama-kelamaan saya merasa kasihan dan akhirnya pemberian susu saya hentikan. Saya takut ini berdampak kurang baik pada aspek psikologisnya meski saya sangat khawatir ia akan kekurangan gizi karena tak minum susu.

Salahkah tindakan yang telah saya lakukan? Apa yang seharus nya saya lakukan sekarang? Saya sangat menantikan jawaban dan saran dari Ibu. Untuk semuanya, saya ucapkan banyak terima kasih.

Eni Martuti - Bandar Lampung

Bu Eni, perihal BAB dan BAK telah beberapa kali saya bahas di tabloid nakita. Silakan buka-buka tabloid nakita yang lama. Tentang kebiasaan minum susu, saya bisa memaklumi bahwa kebanyakan para ibu sangat khawatir bila anaknya tidak mau makan makanan tertentu atau minum susu. Semakin Ibu merasa khawatir, anak akan semakin menolak. Karena itu sangat tepat bila Ibu tidak lagi memaksanya minum susu dengan cara apa pun.

Perlu diketahui, sejak seorang anak makan makanan padat, sudah ada pengganti susu di makanan lain. Misal, protein bisa diperoleh dari ikan, ayam, daging, dan lain-lain. Makanan yang mengandung susu pun dapat Ibu kreasikan sendiri, mulai dengan mempuat agar-agar susu, keju, atau es mambo yang dibuat dari susu dan diberi rasa tertentu. Untuk resep makanan dapat Ibu buka kembali tabloid nakita nomor yang lalu-lalu atau melihat buku resep lainnya. Tidak usah putus asa, Bu.

Semoga Ibu tidak kebingungan lagi. Terima kasih atas pertanyaannya.

Tanya Jawab Kesehatan Anak

Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM

KOK, JADI TAK MAU ASI?

KOK

Saya seorang ibu rumah tangga dan baru memiliki seorang bayi berumur 1,5 bulan yang lahir dengan BB 3,7 kg dan panjang 49 cm. Karena saya akan kembali bekerja setelah cuti 3 bulan nanti, saya memberikan ASI dengan variasi susu formula. Awalnya siang hari saya berikan susu formula dan malam hari sampai pagi saya berikan ASI. Setelah usia tiga minggu saya coba untuk memberikan ASI sepanjang hari mengingat ASI saya banyak sekali, namun 2 hari setelah itu anak saya buang-buang air besar lebih dari 10x dalam sehari dan dia tidak mau minum ASI dan susu formula. Kejadian itu berlangsung saat itu saja karena kami langsung memeriksakannya ke dokter.

Sebelum kejadian itu anak kami tidak bermasalah dengan ASI dan semua berjalan bagus, namun kenapa setelah kejadian tersebut dia tidak suka ASI lagi. Kami juga coba konsultasi ke dokter dan beliau mengatakan bahwa itu gejala alami bayi dan nanti setelah satu minggu akan kembali normal. Tapi setelah tiga minggu tidak mengalami perubahan. Perlu diketahui saya tidak mengalami masalah dengan puting susu saya, semuanya normal. Dok tolong berikan jalan keluar untuk saya.

Mery - via email

Saya kira diarenya bukan karena diberi ASI. Hanya saja, menyusu ASI memang lebih sulit dibanding jika ia minum susu formula dengan botol. Jika menyusu ASI ia harus mengerahkan otot-otot mulutnya lebih keras dibanding menyusu melalui dot. Saat menyusu melalui dot, dengan tekanan ringan bibir saja susu bisa keluar. Kadang akibatnya anak jadi malas menetek dan lebih suka mencari yang mudah yaitu susu formula. Karena itu tidak baik membiasakannya minum susu dengan dot. Dalam kondisi seperti yang Ibu alami ada baiknya ASI coba diberi melalui sendok saja dulu dan perlahan dibiasakan lagi untuk kembali mengisap ASI.

SI KECIL ALAMI PERDARAHAN DI OTAK

Putri kami berumur 1 tahun 4 bulan, tinggi badan 82 cm, berat 10,5 kg. Ia lahir prematur kembar indentik, berat lahir 1,5 kg panjang 38 cm. Saudara kembarnya meninggal saat usia 3 hari sementara ia langsung mengalami koma selama 2 hari kemudian dirawat dalam inkubator selama 1,5 bulan. Saat koma berat badannya turun menjadi 1,24 kg.

Hingga kini dia masih belum mampu tengkurap sendiri, terlebih duduk dan berjalan. Kondisi mata masih belum stabil, dia lebih suka melihat ke samping sedangkan menatap ke depan hanya sebentar Tindakan yang kami lakukan setiap hari sampai saat ini melakukan fisioterapi sejak usia 1 tahun, memberikan gizi cukup, mendengarkan musik klasik dan kegiatan yang memacu motoriknya. Alhamdulillah sekarang banyak kemajuan. Contohnya, bila berjongkok sudah ada refleks untuk berdiri. Sedangkan kalau tubuhnya dalam posisi menunduk, sudah dapat mengangkat badannya. Posisi kaki yang jinjit sekarang juga sudah mulai berkurang, tetapi untuk tengkurap sendiri tanpa dibantu belum bisa.

Oleh dokter fisioterapi kami disarankan untuk rutin memberi latihan gerak dan pijat/massage yang hingga ini terus kami terapkan. Oleh dokter anak ia diberi vitamin dan kalsium. Kami disarankan untuk melakukan serangkaian tes. Yang ingin saya tanyakan :

1. Apakah kondisi tersebut wajar terjadi pada anak kami mengingat kondisi lahirnya?

2. Dengan vitamin dan latihan yang cukup biasanya pada usia berapa anak bisa berjalan?

3. Dengan kondisi seperti anak kami tes apa saja yang harus dijalani?

4. Jika anak kami harus tes MRI, apakah tes tersebut cukup riskan? Karena saya orang awam yang tidak begitu tahu soal tersebut ditambah lagi kekhawatiran dunia kesehatan di Indonesia

Mohon informasinya.Terima kasih.

Sahid & Wiwin - Balikpapan, Kaltim

Kemungkinan putri Bapak dan Ibu menderita asfiksia neonatal atau perdarahan dalam otak. Hal ini mungkin dapat dilihat dari data yang ada di RS tempat ia lahir. Kedua, keadaan ini sering dijumpai pada bayi yang lahir kecil sekitar 1.500 gram ke bawah.

Kondisi sekarang mungkin berkembang menjadi CP (Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak) dengan gejala keterlambatan psikomotor seperti yang Anda sebutkan. Penanganan biasanya bersifat suportif atau penunjang saja seperti fisioterapi, obat peningkat metabolisme otak, maupun vitamin.

Sukar diprediksi kapan ia bisa jalan karena sangat tergantung pada berat ringannya kondisi anak saat ini. Saat ini BB dan TB-nya normal berarti pertumbuhannya tidak terganggu kecuali perkembangannya. Untuk pemeriksaan selanjutnya tergantung pada apa yang sudah dan apa yang belum diperiksa. Tes MRI jika dibutuhkan tidak berbahaya dan boleh saja dikerjakan. Ada baiknya jika Bapak dan Ibu dapat membawanya ke dokter ahli saraf anak yang setahu saya belum ada di kota Bapak. Di Jakarta dapat ditemui di Divisi Saraf Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo di Jl. Diponegoro.

Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan

Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto

SUNGSANG DAN ARI-ARI MENUTUPI JALAN LAHIR

SUNGSANG DAN ARI

Dokter Judi yang baik, saat ini saya (25) sedang mengandung anak pertama dengan usia4 bulan. Pada pemeriksaan terakhir diketahui ternyata janin saya berisiko sungsang dan ari-ari menutup jalan lahir. Terus terang saya bingung memahaminya dan harus bertanya apa ke dokter yang bersangkutan. Mungkin Dokter Judi bisa membantu saya menjelaskannya? Dengan kasus seperti itu, apakah masih memungkinkan kalau saya bisa melahirkan secara normal? Apa yang harus saya lakukan seandainya saya ingin melahirkan secara normal serta makanan apa saja yang seharusnya saya konsumsi? Terima kasih atas jawabannya.

Zulfa - Semarang

Ibu tidak usah bingung, di Semarang banyak dokter yang mau dan mampu menjelaskan permasalahan yang Ibu rasakan. Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter di Subbagian Fetomaternal FK UNDIP/RS DR. Kariadi. Letak janin hingga kehamilan 36 minggu masih dinamis. Artinya normal-normal saja bila terdapat kelainan letak. Ibu tidak perlu khawatir tentang keadaan sungsang pada kehamilan empat bulan. Mengenai ari-ari (plasenta) yang menutupi jalan lahir pada kehamilan 4 bulan boleh-boleh saja terjadi dan yang penting Ibu ketahui, letak itu masih dapat berubah sejalan dengan semakin besarnya rahim. Secara alamiah, mulai kehamilan 28 minggu akan terbentuk segmen bawah rahim dan secara perlahan letak plasenta akan bergeser ke arah atas. Pada kehamilan 36 minggu Ibu harus melakukan pemeriksaan USG, kalau perlu melalui vagina untuk memastikan apakah letak plasenta Ibu masih menutupi jalan lahir atau tidak. Hanya sekitar 3% plasenta yang ada di bawah tetap menutupi jalan lahir pada kehamilan sembilan bulan. Jadi untuk selanjutnya Ibu tenang-tenang saja menjalani kehamilan ini dan untuk sementara waktu jangan mengadakan hubungan intim dengan suami (karena plasenta menutupi jalan lahir). Bila letak ari-ari sudah normal, mintakan ke dokter untuk menilai imbang ukuran janin dan ukuran panggul Ibu melalui pemeriksaan diameter biparietal kepala, lingkaran perut janin, taksiran berat janin (melalui pemeriksaan USG), dan pemeriksaan panggul dalam dengan jari. Bila semua kondisi normal, sekitar 90% Ibu bisa melahirkan normal. Sekitar 10% persalinan memang akan berakhir dengan operasi sesar. Semua makanan yang alami, halal, sehat (mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna) dalam porsi yang wajar dan seimbang sudah baik untuk menjaga kesehatan Ibu dan bayi. Terima kasih atas pertanyaannya.

BINGUNG, OBAT HORMON ATAU MEMBERIKAN ASI

Saya (30) pernah melahirkan lewat operasi sesar. Saat ini putra saya sudah berumur 1 tahun. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan. Semenjak gadis haid saya tidak teratur, kadang tiga bulan berturut-turut teratur, tapi tiga atau empat bulan kemudian tidak datang haid. Saya berkonsultasi rutin pada dokter kandungan saya, agar haid saya bisa normal dan bisa segera mendapat momongan. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap tidak ada kelainan pada saya kecuali kelainan hormon. Lalu saya mengikuti terapi hormon dan dua tahun kemudian saya hamil tapi hanya berlangsung 8 minggu karena kandungan saya gugur spontan. Dua tahun kemudian, saya kembali hamil dan alhamdulillah, Allah memberikan kepercayaan pada saya dan suami untuk memiliki keturunan.

Namun yang membuat saya bingung hingga putra saya berumur 1 tahun, saya belum mendapatkan haid lagi, padahal tidak menggunakan alat kontrasepsi. Kata dokter itu wajar karena saya masih menyusui kemudian saya diberi resep obat gynecocid, tapi risikonya ASI saya akan terhenti. Akhirnya saya memilih tidak meminumnya karena anak saya masih membutuhkan ASI.

Adakah cara lain untuk bisa mendapatkan haid, Dok? Setelah putra saya berumur 2 tahun, saya merencanakan hamil lagi, karena umur saya sudah tidak muda lagi. Apa yang harus saya lakukan? Apa saya harus melaksanakan terapi hormon lagi? Tapi saya takutnya ini akan makan waktu bertahun-tahun lagi seperti sebelumnya. Apakah saya harus minum gynecocid sekarang dengan konsekuensi anak saya disapih? Saya mohon jawaban dari dokter. Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalam.

Widia - via email

ASI merupakan karunia yang sangat besar bagi umat manusia dari Allah SWT dan Ibu dianjurkan untuk memberikannya kepada anak selama dua tahun. Pada wanita yang menyusui ada hormon prolaktin yang kadarnya tinggi. Hormon ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan proses menyusui. Kadar prolaktin yang tinggi akan menekan fungsi indung telur sehingga kesuburan ibu tertunda pulihnya. Hal ini normal dan tidak apa-apa karena merupakan bagian dari proses alamiah. Bila kualitas menyusui dan ASI Ibu baik, kadangkala sampai dua tahun Ibu tidak haid, tetapi Ibu tetap harus melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk mencari penyebab lain dari tidak haidnya Ibu. Saat ini, Ibu tidak perlu minum gynaecosid untuk memancing haid, teruskan menyusui. Selain itu, sebaiknya Ibu melakukan Pap's smear untuk deteksi dini kelainan mulut rahim (deteksi dini kenker mulut rahim) serta pemeriksaaan USG vaginal untuk melihat keadaan indung telur, rahim, atau rongga panggul. Pada sebagian kecil pasien, haid terganggu akibat adanya kista indung telur atau kerusakan indung telur. Di kota besar Ibu dapat melakukan pemeriksaan USG vaginal untuk menilai kondisi alat kandungan bagian dalam. Terima kasih atas pertanyaannya.

Ahli Gigi Anak

Drg. Taty Zubaidah Carnain, Sp.KGA
(SubBagian Pedodanti/Kedokteran Gigi Anak SMF Gigi dan Mulut RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo)

PILIH-PILIH SIKAT DAN PASTA GIGI

PILIH-PILIH SIKAT DAN PASTA GIGI

Dok, putri saya berusia 16 bulan, gigi atasnya tumbuh empat dan gigi bawahnya tumbuh dua. Kalau dia melihat saya menyikat gigi, dia selalu ikut-ikutan dengan mema

sukkan jarinya seperti orang sikat gigi. Saya ingin melatih anak saya gosok gigi. Pertanyaannya, jenis sikat gigi dan pasta gigi yang benar itu seperti apa? saya takut salah pilih dan bahayanya jika ditelan. Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Ulil - via email

Pilihlah sikat gigi dengan kepala sikat yang ukurannya kecil dan pipih sehingga dapat menjangkau bagian dalam mulut anak yang memang relatif sempit. Bulu sikatnya pun harus lembut tapi kuat. Bulu sikat yang baik, selain mampu memijat bagian gusi guna memperlancar sirkulasi darah sekitar gusi, juga mampu membersihkan kotoran yang ada pada permukaan gigi. Jangan lupa untuk mengganti segera sikat gigi bila bagian ujung bulu sikatnya sudah tampak melebar. Mengenai pasta gigi boleh merek apa saja yang penting pilihlah yang memang khusus untuk anak.

MINUM SUSU HANYA SEDIKIT

MINUM SUSU HANYA SEDIKIT

Putri saya (3,5 bulan) dengan BB 5,5 kg dan PB 60 cm, lahir dengan BB 2,9 kg dan PB 47 cm. Selama ini ia selalu minum susu formula, tapi sudah dua bulan belakangan ia sulit sekali minum susu. Untuk menghabiskan 100 cc susu perlu waktu - sampai 1 jam, itu pun harus berada di ayunan sambil tidur. Sementara kalau sedang tidak tidur paling-paling hanya menghabiskan 30 cc. Kalau dihitung-hitung berarti dalam sehari ia hanya menghabiskan susu sebanyak 600 cc dalam pola pemberian 100 cc setiap 3 jam. Dok, saya takut dia kekurangan gizi. Boleh tidak saat ini saya berikan makanan padat padanya? Sebagai informasi, mengganti merek susu sudah saya lakukan, tapi hasilnya sama saja. Dok, apakah hal ini terjadi karena efek dia pernah terkena diare dan kuning di usia 8 hari? Mohon penjelasan dan terima kasih banyak sebelumnya.

Ressy - Jambi

Berdasarkan data yang Ibu berikan, tampaknya kenaikan BB putri Ibu sampai saat ini masih dalam batas normal. Apakah putri Ibu hanya mengonsumsi PASI atau juga mengonsumsi ASI? Kebutuhan PASI saja untuk BB 5,5 kg minimal 900 ml/24 jam jika mengonsumsi formula standar (20kkal/oz). Atau minimal 750 ml/24 jam jika mengonsumsi formula untuk bayi prematur (24kkal/oz). Sebaiknya Ibu mulai memberikan MP-ASI pada usia 4 bulan dalam bentuk bubur susu dan buah pisang, sambil memantau kenaikan BB-nya secara teratur. Jika tumbuh kembangnya tetap tidak memuaskan sebaiknya berkonsultasi pada dokter spesialis anak setempat.

Ahli Gizi Ibu

Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.
Dokter Gizi
(SEAMEO-TROPMED-RCCN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

PEROKOK PASIF PENGARUHI JANIN

PEROKOK PASIF PENGARUHI JANIN

Dokter yang baik, saya (30) tengah hamil 1 bulan dengan TB 160 cm dan BB 58 kg. BB sebelum hamil 57 kg. Perlu dokter ketahui, lingkungan kerja saya belum dikategorikan bebas asap rokok. Jadi meski beberapa teman sekerja sudah menyadari dampak negatif rokok, tapi tetap ada juga yang masih merokok. Alhasil, saya jadi perokok pasif. Saya sudah coba memberi tahu tapi kadangkala tak berhasil, entah itu lupa atau pura-pura tak mau tahu.

Yang ingin saya tanyakan, apa dampak menjadi perokok pasif? Bagaimana efek terhadap janin? apakah efeknya bisa diantisipasi atau diminimalisasi dengan mengonsumsi menu makanan tertentu? Bagaimana dengan olahraga, seperti jalan pagi hari? Apakah bisa mengatasi dampak asap rokok yang saya isap secara tak sengaja itu? Mohon penjelasan dari Dokter. Terima kasih.

Ruri -­ Serang

Ibu Ruri di Serang, saya dapat memahami kekesalan Ibu menghadapi lingkungan kerja yang tidak bebas asap rokok. Seperti yang Ibu khawatirkan, memang asap rokok (terlebih kalau Ibu sebagai perokok aktif) dapat memengaruhi perkembangan janin dalam rahim karena efek dari zat karbonmonoksida, nikotin dan zat-zat lainnya terhadap fungsi plasenta.

Kalau masih bisa menghindar dari lingkungan yang tidak bebas asap rokok tentunya tidak ada masalah lagi ya Ibu. Namun, apabila Ibu terpaksa secara tidak sengaja mengisap asap rokok tersebut sebaiknya netralkan dengan banyak mengonsumsi zat yang bersifat sebagai antioksidan dari makanan yang kaya akan kandungan vitamin C dan zat besi, seperti pada buah dan sayur segar. Akhir kata, saya ingin menyampaikan bahwa keadaan gizi Ibu saat ini sangat prima untuk kehamilan Ibu dan kenaikan BB sebanyak 1 kg dalam usia kehamilan 1 bulan ini sudah memadai.

Tanya Jawab Problema Rumah Tangga

A. Kasandra Oemarjoedi, Psi
(Director of Psychological Practic PT Kasandra Persona Prawacana)

MANTAN PACAR MASIH SUKA CURHAT

MANTAN PACAR MASIH SUKA CURHAT

Bu Kasandra yang baik, saya istri bekerja (33), punya 3 anak balita. Sebetulnya, selepas kuliah saya sudah tak pernah kontak lagi dengan mantan pacar. Tapi betapa surprised ketika pertengahan tahun lalu mantan pacar mengontak saya lewat HP bahkan email. Entah dari mana ia peroleh kontak tersebut. Setelah itu, dia rajin bercerita mengenai berbagai hal, mungkin karena kami sudah lama tak bertemu muka. Awalnya saya merasa senang dan tak masalah. Lagi pula dia pun sudah sama-sama berkeluarga dan punya seorang anak. Hanya saja makin lama kok seolah saya jadi tempat curhat-nya. Contohnya, tentang pekerjaan atau masalah apa saja tak jarang dia minta pertimbangan, saran atau pendapat saya.

Sebagai orang yang pernah punya feeling di masa lalu, saya tak ingin jika dia jadi tergantung pada saya. Selain itu, saya pun tak ingin timbul perasaan suka yang dulu pernah ada. Terkadang selain memberi masukan atas apa yang dia curhat-kan, saya juga sarankan agar dia sering mengajak istrinya berdiskusi mengenai masalah mereka. Bukannya saya menolak untuk dijadikan teman curhat, tapi saya ingin dia percayakan masalahnya pada istrinya, bukan pada saya yang cuma sebatas teman. Setelah saya sering katakan begitu, kini dia tak pernah mengontak saya lagi. Saya tak tahu apakah ada hal yang menyinggung perasaannya atau tidak. Tapi apakah cara mengungkapkan keinginan saya itu salah? Bagaimana ya Bu agar tali silaturahmi di antara kami tetap bisa berjalan tanpa harus kehilangan kontak sama sekali? Apa yang perlu saya lakukan?

Ayu - Jakarta

Ibu Ayu, apa yang Ibu lakukan sudah benar. Apabila ternyata ia berhenti menghubungi Ibu, karena Ibu mengingatkannya untuk mengajak istrinya berdiskusi, berarti ia sadar bahwa Ibu sudah memberikan lampu kuning untuk tak mau terlibat lebih jauh lagi. Kesadaran Ibu untuk tak ingin menumbuhkan perasaan suka dan tak ingin jadi tempat bergantungnya, sebenarnya harus dihargai. Tetapi ternyata ia justru tak menghubungi Ibu lagi karena Ibu memberikan format hubungan yang tak sesuai dengan keinginannya. Mungkin ia memang sengaja ingin memiliki hubungan khusus dengan Ibu dan tak ingin melibatkan istrinya. Hal ini justru semakin membuktikan itikadnya yang kurang baik. Kemungkinan lain ia jadi malu karena ternyata Ibu lebih bijak dari perkiraannya. Ia pun menyadari bahwa perbuatannya dapat menjurus kepada hubungan yang lebih serius padahal sebenarnya ia tak ingin terlibat hubungan intim lebih jauh.

Banyak hubungan perselingkuhan berawal dari curhat dan cerita-cerita. Oleh karenanya Ibu tak perlu merasa bersalah. Keinginan Ibu untuk dapat mempertahankan silaturahmi, sebenarnya tak salah. Bahkan Ibu beruntung apabila suami Ibu bukan tipe orang yang pencemburu, dan memang mengizinkan Ibu untuk mempertahankan tali silaturahmi dengan mantan-mantan pacar. Tetapi Ibu juga harus bersikap wajar. Tali silaturahmi yang bagaimana yang layak dipertahankan dan yang mana yang tidak. Hubungan yang tak berlanjut sebaiknya tak perlu dipikirkan dan disesali terlalu dalam. Ibu perlu menentukan batasan-batasan sendiri yang wajar, sesuai kesepakatan antara Ibu dan suami. Bila ada yang tak sesuai dengan batasan tersebut berarti itu masalah mereka, bukan masalah Ibu. Sebaiknya Ibu lebih memusatkan perhatian kepada suami dan keluarga, bagaimana lebih mencintai dan memperhatikan mereka dalam porsi yang lebih banyak lagi.

Tanya Jawab Keuangan Keluarga

Muhamad Ichsan ChFC, MsFin
(Konsultan Perencana Keuangan Keluarga dari Primeplanner)

KELUAR DARI PEKERJAAN

KELUAR DARI PEKERJAAN

Pak. Ichsan yang terhormat. Saat ini suami saya bekerja di luar kota dengan gaji yang bisa dibilang cukup. Namun karena jarak antara rumah kami dengan kantor suami sangat jauh sehingga kira-kira butuh biaya transportasi pulang pergi sekitar Rp500.000/bulan. Belum lagi biaya hidup suami di tempat kerja juga lumayan tinggi.

InsyaAllah satu atau dua bulan yang akan datang suami berencana mengundurkan diri dari kantor tersebut dan mencari pekerjaan baru di daerah tempat tinggal kami agar pengeluaran bisa diminimalkan. Namun sekarang muncul keragu-raguan dalam diri kami Pak, seandainya suami tidak segera mendapat pekerjaan baru, pasti kondisi finansial keluarga kami akan terganggu. Apalagi setiap bulan kami masih harus mengeluarkan biaya kontrak rumah.

Terus terang kalau hanya mengandalkan gaji saya tidak mungkin cukup, Pak. Soalnya, saya juga menjadi tulang punggung keluarga saya sendiri. Mohon saran yang terbaik bagi kami agar tidak stres Pak. Sekadar catatan suami saya tidak mau lagi bekerja di kantor tersebut mengingat lokasi kota itu sangat tidak nyaman dari sisi religiusnya. Apakah tepat keputusannya untuk keluar dari kantor, dan langkah apa saja yang harus kami lakukan? Terima kasih atas sarannya.

Lila - by email

Ibu Lila yang sedang bingung, keputusan untuk berhenti atau pindah kerja memang membutuhkan pemikiran yang matang, terutama masalah finansial. Nah, sekarang Anda dan suami dihadapkan pada pilihan tersebut, apakah suami akan berhenti bekerja/pindah atau tidak?

Dari uraian yang Anda sampaikan, jelas bahwa suami Anda sudah tidak nyaman lagi bekerja di perusahaan tersebut karena hal-hal tertentu. Nah, yang menjadi kendala adalah masalah keuangan, bagaimana langkah sebaiknya yang harus diambil. Menurut hemat saya, hal pertama yang sebaiknya dilakukan oleh suami Anda adalah mencoba mencari pekerjaan terlebih dulu di sekitar rumah atau di daerah yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Begitu keputusan berhenti Anda ambil dampak terbesar adalah dari segi keuangan. Penghasilan suami yang tadinya regular setiap bulan sekarang terhenti. Jadi perlu kiranya suami Anda mencari pekerjaan dulu sebelum keputusan berhenti itu diambil. Apalagi dari penjelasan Anda, disebutkan bahwa penghasilan Anda tidak mencukupi untuk semua kebutuhan keluarga karena Anda pun menjadi tulang punggung bagi kehidupan keluarga sendiri.

Nah, bagaimana kalau suami sudah tidak ingin lagi bekerja di sana? Persoalan ini membutuhkan pemikiran yang matang. Kalaupun sudah tidak kerasaan lagi, usahakan untuk menyiapkan apa yang biasa saya sebut simpanan dana darurat. Simpanan ini sangat bermanfaat dalam kondisi mendesak seperti yang Anda hadapai sekarang, dimana suami sudah tidak betah lagi bekerja dan belum mendapatkan pekerjaan lain sebagai pengganti. Sementara waktu, kebutuhan keluarga terus berjalan.

Setiap keluarga sebaiknya memiliki simpanan ini dan besarnya berkisar antara 3-6 bulan biaya hidup. Kalau Anda sudah memiliki simpanan ini, misalkan untuk jangka waktu 6 bulan sebaiknya tingkatkan, paling tidak 12 bulan biaya hidup. Karena kita tidak mengetahui kapan suami Anda bisa mendapatkan pekerjaan.

Dari penjelasan singkat ini dapat disimpulkan, tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah mencari pekerjaan terlebih dulu sebelum berhenti. Tapi kalau suami sudah tidak betah lagi, siapkan dulu simpanan dana darurat sebesar 12 bulan biaya hidup sebelum berhenti bekerja. Dengan begitu Anda dan keluarga bisa bertahan hidup selama 12 bulan sebelum suami mendapatkan pekerjaan. Setelah suami Anda mendapatkan pekerjaan, mulailah menabung untuk simpanan dana darurat terlebih dahulu yang besarnya sekitar 3-6 bulan biaya hidup. Demikian penjelsan yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Konsultasi Ahli edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari