FirstFlag
Tanya Jawab Psikologi

Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI

TAKUT ANAK JADI BANCI

New Page 1

Saya ibu dari 3 orang putra yang masing-masing berusia 10, 8, dan 4 tahun. Begini Bu, anak bungsu saya, kok, sering bertingkah aneh-aneh ya? Misalnya, dia sering mengenakan jilbab saya. Lalu dia berkata "Kalau aku jadi perempuan, cantik, ya, Bu?"

Saya benar-benar khawatir dia akan tumbuh menjadi seorang banci.

Perlu ibu ketahui juga, dia sering cemburu pada anak tetangga, yaitu seorang gadis kecil berusia 4 tahun, yang sering bermain ke rumah. Setiap kali anak tersebut ke rumah, sikapnya langsung berubah jadi galak. Ia akan memukul, mencubit, sehingga tak jarang anak itu pulang dengan menangis.

Saat ditanya kenapa dia berbuat begitu, ia menjawab karena saya terlihat menyayangi anak tetangga tersebut. Saya memang sering gemas melihat anak perempuan, Bu. Jadi secara tak sadar, saya sering berkata "Aduh, kamu lucu. Cantik lagi." Saya memang menginginkan anak perempuan sejak dulu, dan anak tetangga saya itu seperti anak yang saya harap-harapkan sejak lama. Itulah makanya saya sering mengajaknya bermain ke rumah bahkan menginap.

Yang ingin saya tanyakan Bu, ada apa dengan anak saya yang bungsu? Apakah dia mengalami suatu kelainan karena sering menggunakan barang-barang saya? Apakah saat dewasa nanti dia akan menjadi banci? Apakah semua itu karena sikap saya? Apa yang mesti saya perbuat untuk mengatasi hal ini? Bagaimana cara menghilangkan kecemburuannya terhadap anak tetangga tersebut?

Terima kasih sebelum dan sesudahnya atas jawaban yang diberikan.

Cici Kurnia - Parung, Bogor

Wah Bu Cici, masalah anak ada-ada saja ya, seringkali di luar dugaan kita. Mengingat usia putra ibu 4 tahun dan anak tetangga juga sebaya, maka tidak heran bila ia merasa iri pada temannya itu. Mengapa sampai timbul rasa iri? Sangat besar kemungkinannya karena ia melihat Ibu lebih memperhatikan dan kelihatan sangat menyukai anak tersebut. Tidak heran bila akhirnya ia mencoba meniru seperti anak perempuan tersebut untuk merebut hati ibunya. Maklum Bu, anak seusia dia sangat mudah meniru apa pun yang ia lihat, dengar dan alami. Kemampuan berpikirnya masih terbatas, lebih mengandalkan apa yang ia lihat secara kasat mata.

Yang cukup positif adalah putra Ibu dapat menjelaskan apa yang menyebabkan dia menyakiti teman tersebut. Bisa dibayangkan bila si bungsu hanya berdiam diri memendam perasaan kecewa dan marah di dalam hatinya.

Guna menanggulangi rasa cemburu, maka Ibu perlu lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan si putri kecil. Boleh saja memujinya, tetapi hendaknya Ibu jangan sampai lupa diri bahwa ada si bungsu yang juga ingin diperhatikan oleh ibunya. Dia berpikir, "Mengapa ibuku memperhatikan orang lain sedangkan dirinya kurang diperhatikan", atau "Ini ibuku dan dia tidak punya hak untuk disayang oleh ibuku, kan dia punya ibu sendiri!" Saudara kandung saja bisa saling iri kan, Bu? Hal lain yang cukup sensitif ditanggapi anak secara negatif adalah membanding-bandingkannya dengan anak lain. Jadi hati-hatilah, jangan sampai membandingkan mereka berdua, misalnya, "Lihat Dek, si upik lebih cepat makannya dari kamu." Pada dirinya akan timbul rasa dendam dan terkalahkan, karena merasa harga dirinya diinjak-injak!

Mengenai kekhawatiran Ibu kalau-kalau ia jadi banci, sangat bergantung pada keadaan hormonal. Bila gerak-gerik anak agak 'centil', cara berjalan, bergaya dan minatnya sangat khusus tertuju pada hal-hal yang sangat bersifat kewanitaan, maka Ibu perlu waspada. Tetapi bila gerak-geriknya cukup menunjukkan dia seperti anak laki-laki, dan Ibu tidak pernah memperlakukannya sebagai anak perempuan, maka Ibu tidak usah khawatir. Kala ia bertanya, "Kalau jadi perempuan, aku cantik ya, Bu?" maka sebaiknya Ibu menjawab, "Ibu lebih senang kalau kamu bergaya seperti batman," (atau tokoh jagoan lainnya). Jangan sampai Ibu mengatakan, "Kamu anak laki-laki masa mau jadi perempuan?" Jangan sekali-kali memberi label dia sebagai banci, dia belum mengerti mengenai hal itu.

Sekian dulu, bila diperlukan, silakan berkonsultasi lagi.

Tanya Jawab Kesehatan Anak

Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM

BOLAK-BALIK SAKIT TENGGOROKAN

New Page 1

Anak laki-laki saya (1), BB 8,9 kg dan PB 80 cm. Sejak 4 bulan terakhir sakit radang tenggorokan, akibatnya susah sekali makan. Setiap kali sakit, ia saya bawa ke dokter langganan, dan diberi obat, lalu sembuh. Tapi bulan berikutnya anak saya sakit kembali dengan sakit yang sama. Dua bulan lalu dari telinga sebelah kanannya keluar cairan berbau, menurut dokter THT, anak saya terkena infeksi telinga dan radang tenggorokan lagi. Katanya, radang tenggorokan anak saya kemungkinan karena alergi debu, mengingat anak saya setiap tidur selalu pakai kipas angin. Padahal, saya selalu membersihkan kipas angin dan seluruh ruangan setiap hari minimal 2x sehari. Infeksinya sembuh, tapi saat saya kontrol ke dokter THT lagi, dokter mengatakan amandel anak saya bengkak. Pantas anak saya tak mau makan, kalaupun ada makanan yang masuk pasti muntah lagi.

Apa ada kemungkinan anak saya alergi debu? Apa penyebab amandelnya bengkak? Apa mungkin alergi pada suatu jenis makanan? Saat ini saya memberikan bubur instan, nasi tim, mi, serta susu. Apa perlu anak saya melakukan tes darah dan urin, sehubungan dengan sakit-sakitannya itu? Berapa lama susu formula dapat disimpan dan diminum kembali setelah dicairkan? Makanan apa yang sebaiknya saya berikan pada anak saya yang susah makan? Sekian saja, terima kasih atas jawabannya.

Weny -­ Jakarta

Alergi debu pada saluran napas tidak menimbulkan demam. Jika ada demam berarti ada infeksi atau radang yang juga dapat timbul berbarengan dengan alerginya. Biasanya gejala alergi saluran napas akibat debu maupun makanan adalah batuk, pilek atau sesak napas.

Pada anak balita infeksi saluran napas yang terjadi maksimal setiap 2-3 bulan sekali masih dapat ditolerir, sepanjang tidak ada kelainan lainnya. Amandel yang membesar terjadi akibat infeksi yang jika berlangsung kronis akan membuat amandel makin membesar. Infeksi yang terjadi di telinganya kemungkinan besar merupakan komplikasi dari radang tenggorokannya.

Sebaiknya dijaga kebersihannya. Jangan memasukkan barang yang tidak bersih ke dalam mulut. Cuci tangan sebelum makan dan jangan dekat dengan anak yang sakit. Saya kira Ibu coba dulu upaya ini sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Jika belum berhasil, dalam arti masih sering batuk atau demam, perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk darah dan mungkin juga tes Mantoux (untuk memastikan tak ada TBC).

Susu formula sebaiknya dibuat seperlunya saja, untuk sekali minum. Jika masih lebih, boleh disimpan dalam lemari es, tapi jangan lebih dari 4 jam. Jika ia sulit makan, berikanlah makanan yang ia suka dan jangan sekali-kali memaksanya. Buatlah suasana makan menyenangkan baginya.

Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan

Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto

OBAT KEPUTIHAN BERDAMPAK PADA KEHAMILAN?

New Page 1

Saya (25) ibu dua orang putra yang saat ini sedang mengandung anak ketiga usia 7 bulan. Sejak kehamilan bulan ketiga sampai sekarang, saya mengalami keputihan berwarna kuning kehijauan, agak kental, gatal tapi tidak berbau. Pernah konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan diberi obat namanya Diflucan dosis sekali minum diberi 2 kapsul untuk saya dan suami.

Ketika saya mencari keterangan tentang obat tersebut di buku ISO (informasi Spesialite Obat Indonesia) disebutkan agar ibu hamil yang mengonsumsinya supaya berhati-hati. Makanya saya jadi ragu-ragu minum, khawatir kalau berdampak merugikan pada janin. Tolong dijelaskan, apa efek samping yang bisa muncul dari obat ini terhadap kehamilan? Benarkah trimester ketiga merupakan waktu yang aman untuk mengonsumsinya? Atas jawaban Dokter saya ucapkan terima kasih. Oh ya Dok, satu lagi pertanyaan saya. Apa nama obat cacing (kremi) yang aman bagi ibu hamil? Sekali lagi terima kasih.

Dewi Puspa Sari - Banjarmasin

Keputihan yang Ibu alami sudah abnormal dan memerlukan penanganan yang baik dan benar. Lakukan pemeriksaan kuman dari cairan vagina Ibu. Hal ini penting agar pengobatannya menjadi rasional dan Ibu dapat segera sembuh tanpa membahayakan janin. Penyebab keputihan bisa karena bakteri, jamur (kandida albikans), virus, atau parasit.

Obat diflucan merupakan obat antijamur yang berisi fluconazole dan bila diberikan pada wanita hamil atau ibu menyusui harus sangat hati-hati, artinya setelah memperhatikan untung rugi dan keamanan obat tersebut bagi ibu dan janin. Semakin tua usia kehamilan, semakin aman obat itu diberikan. Sayangnya tidak ada penelitian mengenai pemberian fluconazole yang boleh dilakukan pada ibu hamil karena dapat berbahaya atau merugikan. Penelitian yang ada terbatas pada hewan percobaan dan manusia tidak hamil.

Mengenai infeksi cacing kremi (oxyuriasis), juga tidak sembarangan obat dapat diberikan. Hal penting yang harus dilakukan adalah mendiagnosis apakah Iibu memang menderita penyakit cacing tersebut. Setelah diagnosisnya pasti, baru kemudian dapat diberikan obat cacing. Obat yang dapat diberikan misalnya pyrantel pamoate dosis tunggal. Dengan catatan, harus hati-hati sewaktu diberikan kepada wanita hamil. Terima kasih atas pertanyaannya.

KHAWATIR PENIS BAYI

Saya (30), seorang ibu yang baru sebulan lalu melahirkan anak pertama laki-laki. Ia lahir dengan persalinan normal, tapi BB-nya hanya 2 kg dan panjang 48 cm, meski kini sudah mencapai berat 3,2 kg dan panjang 50 cm. Begitu lahir, saya melihat ada kejanggalan pada alat kelaminnya. Sepintas lalu bentuknya bundar dan tidak mengalami kuncup (kulit yang dipotong/"dikupas" saat disunat).

Fungsinya, sih, normal karena memiliki lubang dan ada 2 buah zakar. Saat ereksi sewaktu kencing panjangnya kira-kira 1,5 cm. Melihat kondisi tersebut, apakah anak saya normal? Saya khawatir sekali ada kelainan dengan penisnya saat ia kelak dewasa. Mohon penjelasan Dokter apa yang mesti saya lakukan. Atas bantuan Dokter saya ucapkan banyak terima kasih.

Solihah ­ - Cirebon, Jabar

Apakah bayi yang dilahirkan Ibu sudah genap berumur 9 bulan? Bila ya, bayi Ibu mengalami pertumbuhan janin terhambat atau PJT selama dalam kandungan (intra uterine growth restriction). Bila belum 9 bulan, maka bayi Ibu lahir prematur (sekitar usia 32-34 minggu). Penyebab PJT dapat bermacam-macam, dari kekurangan zat makanan, penyakit menahun pada Ibu, hingga kelainan kromosom pada bayi.

Alat kelamin bayi Ibu kemungkinan terdapat kelainan yang disebut sebagai penis kecil (hipoplasia penis), atau kelainan berupa hipospadia. Sebaiknya Ibu bawa ke dokter spesialis anak di Cirebon atau ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Kelainan tersebut harus secepatnya diketahui jenisnya dan ditangani dokter ahli karena bila salah atau terlambat menanganinya akan berdampak tidak baik pada kehidupannya kelak, terutama kehidupan seksualnya. Selain itu harus dicari juga apakah ada kelainan lain, misalnya klep jantung bocor.

Beberapa persiapan yang harus Ibu lakukan untuk kehamilan kelak adalah jangan memakan makanan yang mengandung MSG (vetsin), zat warna dan zat pengawet berbahaya. Makanlah makanan yang halal, sehat dan seimbang. Periksa kondisi Ibu dan suami secara lengkap sebelum hamil dan lakukan pemeriksaan USG vaginal. Bila hamil, segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mencari atau mendeteksi sedini mungkin kelainan yang ada. Selain melakukan pengamatan rutin pertumbuhan janin (biometri) melalui pemeriksaan USG.

Tanya Jawab Gizi Anak

DR. Dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A.
Dokter Spesialis Anak - Divisi Nutrisi dan Metabolik
(Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM)

MASAK DENGAN PANCI PRESTO

New Page 3

Putra saya lahir secara sesar, BB 3,25 kg dan TB 51 cm, sekarang usianya 7 bulan dengan BB 9,3 kg dan TB 76 cm. Saat ini saya memberinya nasi tim dengan variasi sayuran dan lauk pauk (ikan dan daging ayam/sapi). Yang ingin saya tanyakan, saya membuat nasi tim dengan panci presto agar cepat matang. Apakah dengan menggunakan panci presto akan mempengaruhi kandungan gizi/vitaminnya? Dokter anak saya juga menganjurkan setiap hari mengonsumsi telur kuning ayam kampung, apakah hal itu tak berbahaya?

Pola makan anak saya, susu formula 4-5x sehari 150 cc, buah-buahan (pisang, jeruk, pepaya), nasi tim 2x sehari pagi dan sore. Apakah sudah cukup memenuhi kebutuhannya? Saya juga buatkan kaldu dari ceker ayam kampung + hati ayam + potongan daging sapi untuk kuahnya, apakah ini baik? Sekarang ini putra saya sudah merangkak, gusi bawahnya sudah mau tumbuh gigi, dan sudah tegak kalau diberdirikan. Saya menantikan jawaban Dokter, terima kasih.

Anne - Bandung

Cara memasak sangat mempengaruhi kandungan zat gizi pascamemasak. Memasak dengan microwave dan pressure cooker dikatakan alternatif terbaik dalam mengelola bahan makanan karena waktunya singkat dan nilai zat gizinya relatif stabil. Memasak dengan panci presto memang dianjurkan, terutama dalam membuat makanan bayi, karena waktu yang dibutuhkan 50% lebih cepat, tetapi nilai gizinya tetap terjaga. Hanya saja perlu diperhatikan lama memasaknya. Setiap bahan makanan mempunyai waktu masak yang optimal, oleh sebab itu jangan mencampurkan beberapa jenis bahan makanan dengan waktu masak yang berbeda jauh, misalnya daging sapi yang memerlukan waktu masak ±20 menit disatukan dengan brokoli yang hanya memerlukan memasak ±2-3 menit. Sebagai alternatif dapat menerapkan metode masak interupsi (interupted cooking method), misalnya untuk memasak daging ayam cincang diperlukan ±300 ml air dan memerlukan waktu ±3 menit, sedangkan memasak bayam cincang diperlukan 120 ml air dan memerlukan waktu 1 menit. Jadi jika ingin membuat nasi tim ayam cincang & bayam sebaiknya sayur dimasukkan ±1 menit sebelum waktu memasak untuk daging ayam berakhir.

Untuk usianya yang 7 bulan, sebaiknya jangan hanya diberikan kaldu saja, tetapi berikanlah daging ayam atau sapi cincang atau parutan hati sebagai sumber protein hewani yang tinggi zat besi.

BEDA TAURIN DAN DHA?

Putra saya (8 bulan), BB lahir 3,3 kg dan PB 50 cm. Sekarang BB 8,5 kg dan TB 74 cm. Pada usia 2 bulan sudah tengkurap, 5 bulan tiarap, 6 bulan merangkak dan duduk, sekarang sudah belajar berdiri. Hanya saja, ia tak suka minum ASI, walau dengan sabar saya berikan. Sebagai gantinya saya berikan susu formula. Dok, apakah dengan memberinya nasi tim saring dengan lauk bervariasi, seperti hati sapi, ceker ayam, ikan laut, telur, tempe, sayur-sayuran (wortel, bayam) secara bergantian setiap hari dapat memenuhi kebutuhan gizinya setelah tidak minum ASI lagi?

Lebih bagus mana, lauk yang digoreng atau direbus? Karena saya tidak pernah memberinya yang berbau minyak, melainkan selalu direbus? Apakah boleh pada usianya diberi kecap saat makan? Apakah beda taurin dengan DHA, karena saya pernah membaca salah satu artikel antara taurin dan DHA sama-sama nutrisi jaringan otak (berfungsi meningkatkan perkembangan otak). Hal ini saya tanyakan karena susu yang mengandung DHA harganya lebih mahal. Terima kasih.

Suwarjilah ­- Cilegon, Banten

DHA adalah salah satu asam lemak tak jenuh rantai panjang yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia dari asam linolenat (omega-3) yang banyak diperoleh dari ikan laut dalam (herring, makarel, salmon, tuna, dan anchovy), minyak ikan, minyak flaxseed, minyak canola (jarak), dan minyak walnut.

Sesungguhnya yang esensial (tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga harus ditambahkan dalam makanan) adalah asam linolenat (omega-3) dan asam linoleat (omega-6). Kedua asam lemak tak jenuh berantai panjang ini menggunakan enzim yang sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Tingginya kadar DHA dalam darah akan mengurangi pembentukan AA, sehingga pada beberapa kasus dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis. Oleh sebab itu dalam mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi asam linoleat : asam linolenat, antara 5:1 sampai dengan 15:1, dan perbandingan DHA : AA antara 1:1 sampai 1:2. Sumber asam linoleat (omega 6), antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyak wijen, dan lain-lain. Sedangkan sumber asam linoleat dan linolenat, antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai.

Ahli Gigi Anak

Drg. Taty Zubaidah Carnain, Sp.KGA
(SubBagian Pedodanti/Kedokteran Gigi Anak SMF Gigi dan Mulut RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo)

GIGI RONTOK

New Page 3

Saya mempunyai anak perempuan (4) yang sekarang sudah duduk di bangku TK A. Pada waktu berusia 2 tahun, gigi serinya yang berjumlah 4 rontok karena terbentur jemuran besi ketika ia main panjat-panjatan dan tertancap krayon. Sebulan yang lalu saya bawa ke dokter gigi dan dianjurkan untuk ke spesialis gigi bagian saraf. Tapi sebelumnya dokter memberi resep antibiotik.

Saya belum kembali pada dokter gigi tersebut karena pesimis anak saya tidak mau menjalani pengobatan tersebut. Yang ingin saya tanyakan, apakah anak saya memang harus menjalani perawatan ke bagian saraf gigi untuk mendapatkan/tumbuhnya gigi susu? Tolong beri gambaran apa yang akan dilakukan dokter gigi bagian saraf tersebut? Apakah gigi susunya tidak akan tumbuh karena tertutup patahan gigi yang masih ada di gusinya ? Apakah ada cara lain untuk anak seusianya mengingat ia juga kesulitan dalam mengunyah makanan?

Puspitasari - ­ Bekasi, Jabar

Membaca keterangan Ibu bahwa anak Ibu terjatuh sehingga keempat gigi depannya rontok karena terbentur besi pada usia 2 tahun, dalam hal ini saya agak kurang jelas dengan yang dimaksud rontok. Karena ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada gigi yang mengalami trauma akibat terjatuh. Di antaranya, mahkota gigi yang terkena trauma patah, keseluruhan giginya terlepas dari atau terdorong masuk ke dalam tulang yang memegang gigi. Karena dokter menyuruh Ibu pergi ke spesialis gigi bagian saraf gigi (spesialis endodontik) untuk mendapatkan perawatan, ada kemungkinan yang dimaksud Ibu dengan gigi rontok adalah gigi yang terkena trauma mengalami patah sampai mengenai rongga pulpa tempat persarafan dan pembuluh darah gigi.

Berhubung penderita termasuk anak-anak sebaiknya Ibu pergi ke dokter spesialis gigi khusus anak. Perlu diketahui, bahwa spesialis kedokteran gigi anak (pedodontis) adalah dokter gigi yang memang khusus menangani permasalahan gigi pada anak. Salah satu tugasnya adalah merawat persarafan gigi anak serta mengelola perilaku anak agar mau menerima perawatan giginya. Sedangkan spesialis endodontik khusus menangani persarafan gigi pada orang dewasa. Seperti diketahui bersama, pada orang dewasa kita tidak perlu mengelola perilakunya karena dapat diberikan penjelasan secara langsung (komunikasi dua arah). Sedangkan pada anak tidak dapat langsung karena harus melibatkan orang tua.

Umumnya, gigi yang terkena trauma dan mengalami patah sampai mengenai rongga pulpa berarti ada lapisan gigi yang terpapar/terbuka. Ini berarti media yang baik untuk masuknya kuman. Apabila gigi susu tersebut dibiarkan tanpa perawatan maka dapat mengalami infeksi yang bisa meluas mengenai benih gigi tetap yang tepat berada di bawahnya. Padahal gigi tetap baru akan tumbuh pada usia kurang lebih 7-8 tahun. Jadi, bisa dikatakan gigi tetap pengganti pada anak Ibu masih cukup lama tumbuhnya.

Mengingat kejadiannya sudah cukup lama dan dibiarkan tanpa perawatan kemungkinan gigi tersebut sudah nonvital (persarafannya sudah mati). Jadi apabila dilakukan perawatan tidak akan sakit. Sebagai gambaran tentang perawatannya, pertama-tama, gigi tersebut dibersihkan dengan bor kemudian bagian persarafannya (saluran akar) dibersihkan dengan alat khusus. Setelah itu diberi obat khusus yang diteteskan di atas kapas yang akan ditaruh di atas saluran akar yang berfungsi untuk mensterilisasi. Kemudian, lubang ditutup dengan tambalan sementara. Satu minggu kemudian, kembali lagi dilakukan pengisian saluran akar dengan bahan khusus yang dapat diresobsi bersamaan dengan memendeknya akar gigi sulung secara fisiologis. Setelah itu dilakukan penambalan permanen.

Ahli Gizi Ibu

Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.
Dokter Gizi
(SEAMEO-TROPMED-RCCN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

POLA DIET TEPAT

Dok

Dok, pertanyaan saya (32) mungkin agak njlimet. Energi basal tubuh itu apa sih dan bagaimana menghitungnya? Kegunaannya untuk apa saja? Soalnya dengan berat 85 kg untuk tinggi 155 cm saya disarankan diet 1.500 kalori. Bahkan ada dokter yang pernah menyarankan kurang dari jumlah itu bila saya ingin cepat langsing dalam waktu singkat. Adakah dampak kekurangan energi basal tubuh ini? Bila kurang, kekurangan tersebut akan tertutupi dari mana? Pola diet seperti apa yang pas untuk saya? Terima kasih banyak sebelumnya.

Indah ­ - Cirebon, Jabar

Indah, yang saat ini sedang dalam kondisi kegemukan, memang pertanyaannya agak "njlimet", tapi saya senang menjawabnya. Yang dimaksud dengan energi basal, adalah energi terendah (minimal) yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari semalam, yang biasanya digunakan supaya organ-organ dalam tubuh (jantung, ginjal, hati dan otak) dapat tetap bekerja/berfungsi secara optimal. Sebaiknya, energi basal itu tetap tersedia, sehingga fungsi organ vital tubuh kita tidak terganggu.

Untuk menghitung kebutuhan akan energi basal tersebut, maka seseorang harus dalam keadaan istirahat total (tidak ada aktivitas sama sekali baik fisik maupun psikis). Kemudian dalam ruang khusus dapat diukur energi yang dikeluarkan oleh orang tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk seorang wanita seumur Ibu, maka energi basalnya kurang lebih adalah 1.500 kalori. Itulah sebabnya Ibu dianjurkan untuk diet 1.500 kalori.

Pola diet yang cocok untuk Ibu adalah dengan menu gizi seimbang. Yaitu tetap mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh (nasi/pengganti, sayur dan buah serta lauk-pauk). Namun untuk dapat menurunkan BB (sampai sekitar 60 kg), Ibu dianjurkan juga untuk menggunakan energi sebanyak-banyaknya (olahraga) supaya energi yang menumpuk sebagai lemak dalam tubuh Ibu dapat digunakan.

Tanya Jawab Problema Rumah Tangga

A. Kasandra Oemarjoedi, Psi
(Director of Psychological Practic PT Kasandra Persona Prawacana)

SUAMI PILIH KASIH

Yang terhormat Bu Kasandra

Yang terhormat Bu Kasandra, saya ibu dari dua anak yang masing-masing berusia 11 dan 7 tahun, si sulung laki-laki dan adiknya perempuan. Dalam segala hal saya berusaha berlaku adil pada keduanya. Tapi sepertinya suami saya tidak bisa seperti itu. Dari semula suami saya memang mendambakan anak laki-laki, dan ketika si sulung lahir, dia terlihat sangat bahagia. Sepulang dari kantor, secapek apa pun, dia selalu mengajak bermain. Sampai sekarang, kalau dia sedang tugas ke luar kota pun selalu "jagoannya" yang dicari. Akibatnya si sulung ini benar-benar jadi anak papa.

Sementara pada si bungsu yang perempuan, sikap suami tidak demikian. Di mata saya wajarlah kalau adiknya lebih rewel, karena seringkali kakaknya memang nakal. Kalau sudah menggoda adiknya dia tidak akan berhenti sampai adiknya menangis. Kalau si adik minta "perlindungan" dari papanya, suami malah menyuruhnya mencari saya, "Sana sama Mama saja."

Dulu saya tidak begitu memperhatikan perbedaan sikap tersebut. Saya baru kaget waktu kemarin mereka berdua terima rapor. Ranking si kakak memang (selalu) lebih bagus daripada adiknya. Ketika saya tanyakan hal itu pada adiknya, dia malah menangis dan mengatakan saya sudah tidak sayang lagi padanya. Menurutnya, saya sudah berubah seperti papanya yang hanya sayang pada si kakak. Saya kaget sekali, Bu, dia bisa bicara seperti itu.

Berhari-hari saya renungkan dan amati, secara tidak sadar suami memang menunjukkan sikap pilih kasih. Dia sangat bangga pada anak laki-lakinya, sedangkan pada anak perempuannya sepertinya biasa-biasa saja. Apakah latar belakang suami saya yang berasal dari keluarga feodal Jawa yang membuatnya lebih mengutamakan anak laki-laki? Apalagi anak sulung kami ini memang selalu terlihat "lebih" dibanding adiknya. Apa yang harus saya lakukan, Bu, untuk mengingatkan suami? Masih bisakah dia berubah sikap? Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Eny - Bintaro, Tangerang

Ibu Eny Yth,

Beberapa etnis di dunia memang menunjukkan adanya sikap pilih kasih antara anak laki-laki dan perempuan. Bahkan ada yang sampai ekstrem, memiliki selusin istri hanya untuk bisa memiliki anak laki-laki atau tega membunuh anak perempuan yang dianggapnya tidak menguntungkan. Namun dengan perkembangan zaman, sikap pilih kasih antara anak laki-laki dan perempuan, lebih tergantung pada latar belakang perkembangan kepribadian seseorang. Jadi, tidak semata-mata karena budaya tertentu. Tidak hanya pada budaya Jawa, atau tidak hanya pada unsur feodal saja.

Memang ada sebagian orang yang masih meyakini bahwa anak laki-laki lebih berharga karena dapat melanjutkan keturunan. Dalam kasus Anda, saya tidak bisa menjawab dengan pasti apakah penyebab pilih kasih suami disebabkan latar belakang budaya atau karena dinamika perkembangan kepribadiannya. Mungkin juga sebagai laki-laki akan lebih mudah buat suami bermain dengan jagoannya daripada harus bermain boneka bersama putrinya. Atau mungkin karena ia dibesarkan dengan pola seperti itu, dimana ayah dengan anak laki-laki dan ibu dengan anak perempuan.

Untuk itu, Anda perlu mengajak suami bicara dengan hati-hati. Utarakan kepentingan perkembangan kepribadian anak. Ungkapkan juga bahwa ia memegang peranan penting dalam pertumbuhan putrinya. Ingatkan bahwa kualitas hubungan ayah dan anak perempuannya sangat erat kaitannya dengan kualitas hubungan anak perempuan dengan lawan jenisnya kelak setelah yang bersangkutan dewasa. Kegagalan seseorang dalam membina hubungan dengan lawan jenis pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi hubungan sesama jenis. Hal semacam ini tentu saja tidak akan menjadi pilihan suami Anda. Belum lagi masalah konsep diri yang negatif karena merasa tidak disayang yang dapat berkembang menjadi berbagai alternatif penyimpangan psikologis di masa dewasa.

Tanya Jawab Keuangan Keluarga

Muhamad Ichsan ChFC, MsFin
(Konsultan Perencana Keuangan Keluarga dari Primeplanner)

TABUNGAN UNTUK SELAMATAN DAN PERSALINAN

Pak Ichsan

Pak Ichsan, saat ini istri saya sedang hamil 2 bulan. Dua bulan lagi mertua minta ada acara selamatan (4 bulan) selain nanti ada lagi selamatan 7 bulanan. Wah, saya jadi pusing, Pak, karena selama ini hanya mempersiapkan biaya persalinan saja. Yang jadi pertanyaan, supaya aman, berapa persen dari penghasilan saya yang maksimal bisa saya gunakan untuk biaya selamatan tersebut? Seandainya dananya belum ada, realistiskah bila saya ambil dari tabungan persalinan dulu? Terima kasih.

Deni - Bandung

Bung Deni di Bandung, wah pastinya Anda bahagia dengan akan hadirnya anggota baru dalam keluarga. Bagaimana tidak, seorang bayi dalam keluarga seringkali memberikan semangat baru. Menurut hemat saya, dengan semangat tersebut ada baiknya Anda mulai merencanakan keuangan keluarga untuk menyongsong hadirnya buah hati tercinta.

Banyak sekali kebutuhan yang akan muncul dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga, baik itu kebutuhan jangka pendek, menengah maupun panjang. Salah satu kebutuhan jangka pendek yang tidak bisa Anda lewati adalah biaya persalinan. Keputusan Anda untuk menyiapkan biaya persalinan sudah tepat. Saran saya, mulailah mencari informasi seputar tempat persalinan atau rumah sakit dan prakiraan biaya yang dibutuhkan. Satu hal lagi, siapkan juga biaya rutin bulanan untuk kontrol. Akan meringankan bila sebagian pengeluaran biaya kontrol dan rumah sakit ditanggung oleh kantor apalagi bila ditanggung secara penuh. Untuk itu ada baiknya bila Anda menanyakan perihal ini di kantor tempat Anda bekerja.

Acara selamatan seringkali tidak bisa dilepaskan dalam menyongsong kehadiran si kecil. Dalam hal ini mertua Anda menginginkan untuk merayakan di usia kandungan 4 bulan dan 7 bulan. Biaya untuk kedua acara tersebut tentu tidaklah sedikit, dari makanan sampai bingkisan untuk undangan yang datang.

  Untuk itu ada baiknya bila Anda membicarakan dengan mertua bahwa saat ini akan sangat sulit bagi keuangan Anda untuk bisa memenuhi keinginannya tadi. Bila salah satu acara selamatan mungkin masih bisa Anda alokasikan dananya. Dalam menyampaikan keberatan Anda seputar hal ini, cobalah bicara dengan tutur kata sopan. Saya yakin mertua Anda akan memahami dan memakluminya.

Keputusan untuk menyelenggarakan salah satu acara selamatan baik 4 bulanan ataupun 7 bulanan, hanya menyisakan waktu antara 2 sampai 5 bulan. Waktu ini sangatlah pendek dan akan sangat sulit untuk dapat mengalokasikan dana secara regular setiap bulan dari penghasilan Anda guna mengumpulkan dana yang cukup. Keputusan Anda untuk menggunakan tabungan persalinan yang selama ini sudah Anda siapkan, menurut hemat saya kurang bijak. Karena terbatasnya informasi yang saya peroleh, saya asumsikan bahwa Anda masih memiliki tabungan yang dapat Anda alokasikan untuk kebutuhan selamatan tadi.

Sebelum saya menyelesaikan jawaban ini, ada masukan yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Pertama, dengan akan hadirnya anggota baru dalam keluarga yang akan melengkapi kehidupan Anda dan pasangan Anda, ada baiknya bila Anda membuat anggaran keuangan keluarga. Karena hadirnya bayi dalam keluarga akan banyak mengubah komposisi anggaran pengeluaran keluarga. Kemudian siapkan pos dana darurat yang besarnya antara 3-6 bulan biaya hidup bulanan yang Anda tempatkan dalam bentuk investasi yang mudah dicairkan. Semoga jawaban saya dapat membantu Anda mengatasi masalah yang Anda hadapi.

Konsultasi Ahli edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari