 |
Tanya Jawab Psikologi
Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI
|
|
|
TAKUT ANAK JADI BANCI
New Page 1
|
Saya
ibu dari 3 orang putra yang masing-masing berusia 10, 8, dan 4 tahun.
Begini Bu, anak bungsu saya, kok, sering bertingkah aneh-aneh ya? Misalnya,
dia sering mengenakan jilbab saya. Lalu dia berkata "Kalau aku jadi
perempuan, cantik, ya, Bu?"
Saya benar-benar
khawatir dia akan tumbuh menjadi seorang banci.
Perlu ibu ketahui
juga, dia sering cemburu pada anak tetangga, yaitu seorang gadis kecil
berusia 4 tahun, yang sering bermain ke rumah. Setiap kali anak tersebut
ke rumah, sikapnya langsung berubah jadi galak. Ia akan memukul, mencubit,
sehingga tak jarang anak itu pulang dengan menangis.
Saat
ditanya kenapa dia berbuat begitu, ia menjawab karena saya terlihat
menyayangi anak tetangga tersebut. Saya memang sering gemas melihat anak
perempuan, Bu. Jadi secara tak sadar, saya sering berkata "Aduh, kamu
lucu. Cantik lagi." Saya memang menginginkan anak perempuan sejak
dulu, dan anak tetangga saya itu seperti anak yang saya
harap-harapkan sejak lama. Itulah makanya saya sering mengajaknya bermain
ke rumah bahkan menginap.
Yang ingin saya
tanyakan Bu, ada apa dengan anak saya yang bungsu? Apakah dia mengalami
suatu kelainan karena sering menggunakan barang-barang saya? Apakah saat
dewasa nanti dia akan menjadi banci? Apakah semua itu karena sikap saya?
Apa yang mesti saya perbuat untuk mengatasi hal ini? Bagaimana cara
menghilangkan kecemburuannya terhadap anak tetangga tersebut?
Terima kasih sebelum
dan sesudahnya atas jawaban yang diberikan.
Cici Kurnia - Parung,
Bogor
Wah Bu Cici, masalah
anak ada-ada saja ya, seringkali di luar dugaan kita. Mengingat usia putra
ibu 4 tahun dan anak tetangga juga sebaya, maka tidak heran bila ia merasa
iri pada temannya itu. Mengapa sampai timbul rasa iri? Sangat besar
kemungkinannya karena ia melihat Ibu lebih memperhatikan dan kelihatan
sangat menyukai
anak tersebut. Tidak heran bila
akhirnya ia mencoba meniru seperti anak perempuan tersebut untuk merebut
hati ibunya. Maklum Bu, anak seusia dia sangat mudah meniru apa pun yang
ia lihat, dengar dan alami. Kemampuan berpikirnya masih terbatas, lebih
mengandalkan apa yang ia lihat secara kasat mata.
Yang cukup positif
adalah putra Ibu dapat menjelaskan apa yang menyebabkan dia menyakiti
teman tersebut. Bisa dibayangkan bila si bungsu hanya berdiam diri
memendam perasaan kecewa dan marah di dalam hatinya.
Guna menanggulangi rasa
cemburu,
maka Ibu perlu lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan si putri kecil.
Boleh saja memujinya, tetapi hendaknya Ibu jangan sampai lupa diri bahwa
ada si bungsu yang juga ingin diperhatikan oleh ibunya. Dia berpikir,
"Mengapa ibuku memperhatikan orang lain sedangkan dirinya kurang
diperhatikan", atau "Ini ibuku dan dia tidak punya hak untuk
disayang oleh ibuku, kan dia punya ibu sendiri!" Saudara kandung saja
bisa saling iri kan, Bu? Hal lain yang cukup sensitif ditanggapi anak
secara negatif adalah membanding-bandingkannya
dengan anak lain. Jadi hati-hatilah, jangan sampai membandingkan mereka
berdua, misalnya, "Lihat Dek, si upik lebih cepat makannya dari kamu."
Pada dirinya akan timbul rasa dendam dan terkalahkan, karena merasa harga
dirinya diinjak-injak!
Mengenai kekhawatiran
Ibu kalau-kalau ia jadi banci, sangat bergantung pada keadaan hormonal.
Bila gerak-gerik anak agak 'centil', cara berjalan, bergaya dan minatnya
sangat khusus tertuju pada hal-hal yang sangat bersifat kewanitaan, maka
Ibu perlu waspada. Tetapi bila gerak-geriknya cukup menunjukkan dia
seperti anak laki-laki, dan Ibu tidak pernah memperlakukannya sebagai anak
perempuan, maka Ibu tidak usah khawatir. Kala ia bertanya, "Kalau
jadi perempuan, aku cantik ya, Bu?" maka sebaiknya Ibu menjawab,
"Ibu lebih senang kalau kamu bergaya seperti batman," (atau
tokoh jagoan lainnya). Jangan sampai Ibu mengatakan, "Kamu anak
laki-laki masa mau jadi perempuan?" Jangan sekali-kali memberi label
dia sebagai banci, dia belum mengerti mengenai hal itu.
Sekian
dulu, bila diperlukan, silakan berkonsultasi lagi. |
|
|
Tanya Jawab Kesehatan Anak
Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM
|
|
|
BOLAK-BALIK SAKIT TENGGOROKAN
New Page 1
|
Anak
laki-laki saya (1), BB 8,9 kg dan PB 80 cm. Sejak 4 bulan terakhir sakit
radang tenggorokan, akibatnya susah sekali makan. Setiap kali sakit, ia
saya bawa ke dokter langganan, dan diberi obat, lalu sembuh. Tapi bulan
berikutnya anak saya sakit kembali dengan sakit yang sama. Dua bulan lalu
dari telinga sebelah kanannya keluar cairan berbau, menurut dokter THT,
anak saya terkena infeksi telinga dan radang tenggorokan lagi. Katanya,
radang tenggorokan anak saya kemungkinan karena alergi debu, mengingat
anak saya setiap tidur selalu pakai kipas angin. Padahal, saya selalu
membersihkan kipas angin dan seluruh ruangan setiap hari minimal 2x sehari.
Infeksinya sembuh, tapi saat saya kontrol ke dokter THT lagi, dokter
mengatakan amandel anak saya bengkak. Pantas anak saya tak mau makan,
kalaupun ada makanan yang masuk pasti muntah lagi.
Apa
ada kemungkinan anak saya alergi debu? Apa penyebab amandelnya bengkak?
Apa mungkin alergi pada suatu jenis makanan? Saat ini saya memberikan
bubur instan, nasi tim, mi, serta susu. Apa perlu anak saya melakukan tes
darah dan urin, sehubungan dengan sakit-sakitannya itu? Berapa lama susu
formula dapat disimpan dan diminum kembali setelah dicairkan? Makanan apa
yang sebaiknya saya berikan pada anak saya yang susah makan? Sekian saja, terima
kasih atas jawabannya.
Weny - Jakarta
Alergi debu pada
saluran napas tidak menimbulkan demam. Jika ada demam berarti ada infeksi
atau radang yang juga dapat timbul berbarengan dengan alerginya. Biasanya
gejala alergi saluran napas akibat debu maupun makanan adalah batuk, pilek
atau sesak napas.
Pada anak balita
infeksi saluran napas yang terjadi maksimal setiap 2-3 bulan sekali masih
dapat ditolerir, sepanjang tidak ada kelainan lainnya. Amandel yang
membesar terjadi akibat infeksi yang jika berlangsung kronis akan membuat
amandel makin membesar. Infeksi yang terjadi di telinganya kemungkinan
besar merupakan komplikasi dari radang tenggorokannya.
Sebaiknya dijaga
kebersihannya. Jangan memasukkan barang yang tidak bersih ke dalam mulut.
Cuci tangan sebelum makan dan jangan dekat dengan anak yang sakit. Saya
kira Ibu coba dulu upaya ini sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Jika belum berhasil,
dalam arti masih sering batuk atau demam, perlu diperiksa lebih lanjut,
termasuk darah dan mungkin juga tes Mantoux (untuk memastikan tak ada TBC).
Susu
formula sebaiknya dibuat seperlunya saja, untuk sekali minum. Jika masih
lebih, boleh disimpan dalam lemari es, tapi jangan lebih dari 4 jam. Jika
ia sulit makan, berikanlah makanan yang ia suka dan jangan sekali-kali
memaksanya. Buatlah suasana makan menyenangkan baginya. |
|
|
Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan
Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto
|
|
|
OBAT KEPUTIHAN BERDAMPAK PADA KEHAMILAN?
New Page 1
|
Saya
(25) ibu dua orang putra yang saat ini sedang mengandung anak ketiga usia
7 bulan. Sejak kehamilan bulan ketiga sampai sekarang, saya mengalami
keputihan berwarna kuning kehijauan, agak kental, gatal tapi tidak berbau.
Pernah konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan diberi obat namanya
Diflucan dosis sekali minum diberi 2 kapsul untuk saya dan suami.
Ketika saya mencari
keterangan tentang obat tersebut di buku ISO (informasi Spesialite Obat
Indonesia) disebutkan agar ibu hamil yang mengonsumsinya supaya
berhati-hati. Makanya saya jadi ragu-ragu minum, khawatir kalau berdampak
merugikan pada janin. Tolong dijelaskan, apa efek samping yang bisa muncul
dari obat ini terhadap kehamilan? Benarkah trimester ketiga merupakan
waktu yang aman untuk mengonsumsinya? Atas jawaban Dokter saya ucapkan
terima kasih. Oh ya Dok, satu lagi pertanyaan saya. Apa nama obat cacing (kremi)
yang aman bagi ibu hamil? Sekali lagi terima kasih.
Dewi Puspa Sari -
Banjarmasin
Keputihan yang Ibu
alami sudah abnormal dan memerlukan penanganan yang baik dan benar.
Lakukan pemeriksaan kuman dari cairan vagina Ibu. Hal ini penting agar
pengobatannya menjadi rasional dan Ibu dapat segera sembuh tanpa
membahayakan janin. Penyebab keputihan bisa karena bakteri, jamur (kandida
albikans), virus, atau parasit.
Obat
diflucan merupakan obat antijamur yang berisi fluconazole
dan bila diberikan pada wanita hamil atau ibu menyusui harus sangat
hati-hati, artinya setelah memperhatikan untung rugi dan keamanan obat
tersebut bagi ibu dan janin. Semakin tua usia kehamilan, semakin aman obat
itu diberikan. Sayangnya tidak ada penelitian mengenai pemberian fluconazole
yang boleh dilakukan pada ibu hamil karena dapat berbahaya atau merugikan.
Penelitian yang ada terbatas pada hewan percobaan dan manusia tidak hamil.
Mengenai infeksi cacing
kremi (oxyuriasis), juga tidak sembarangan obat dapat diberikan.
Hal penting yang harus dilakukan adalah mendiagnosis apakah Iibu memang
menderita penyakit cacing tersebut. Setelah diagnosisnya pasti, baru
kemudian dapat diberikan obat cacing. Obat yang dapat diberikan misalnya pyrantel
pamoate dosis tunggal. Dengan catatan, harus hati-hati sewaktu
diberikan kepada wanita hamil. Terima kasih atas pertanyaannya.
KHAWATIR
PENIS BAYI
Saya
(30), seorang ibu yang baru sebulan lalu melahirkan anak pertama
laki-laki. Ia lahir dengan persalinan normal, tapi BB-nya hanya 2 kg dan
panjang 48 cm, meski kini sudah mencapai berat 3,2 kg dan panjang 50 cm.
Begitu lahir, saya melihat ada kejanggalan pada alat kelaminnya. Sepintas
lalu bentuknya bundar dan tidak mengalami kuncup (kulit yang dipotong/"dikupas"
saat disunat).
Fungsinya, sih,
normal karena memiliki lubang dan ada 2 buah zakar. Saat ereksi sewaktu
kencing panjangnya kira-kira 1,5 cm. Melihat kondisi tersebut, apakah anak
saya normal? Saya khawatir sekali ada kelainan dengan penisnya saat ia
kelak dewasa. Mohon penjelasan Dokter apa yang mesti saya lakukan. Atas
bantuan Dokter saya ucapkan banyak terima kasih.
Solihah - Cirebon,
Jabar
Apakah bayi yang
dilahirkan Ibu sudah genap berumur 9 bulan? Bila ya, bayi Ibu mengalami
pertumbuhan janin terhambat atau PJT selama dalam kandungan (intra
uterine growth restriction). Bila belum 9 bulan, maka bayi Ibu lahir
prematur (sekitar usia 32-34 minggu). Penyebab PJT dapat bermacam-macam,
dari kekurangan zat makanan, penyakit menahun pada Ibu, hingga kelainan
kromosom pada bayi.
Alat kelamin bayi Ibu
kemungkinan terdapat kelainan yang disebut sebagai penis kecil (hipoplasia
penis), atau kelainan berupa hipospadia. Sebaiknya Ibu bawa ke dokter
spesialis anak di Cirebon atau ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Kelainan
tersebut harus secepatnya diketahui jenisnya dan ditangani dokter ahli
karena bila salah atau terlambat menanganinya akan berdampak tidak baik
pada kehidupannya kelak, terutama kehidupan seksualnya. Selain itu harus
dicari juga apakah ada kelainan lain, misalnya klep jantung bocor.
Beberapa
persiapan yang harus Ibu lakukan untuk kehamilan kelak adalah jangan
memakan makanan yang mengandung MSG (vetsin), zat warna dan zat pengawet
berbahaya. Makanlah makanan yang halal, sehat dan seimbang. Periksa
kondisi Ibu dan suami secara lengkap sebelum hamil dan lakukan pemeriksaan
USG vaginal. Bila hamil, segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan untuk
mencari atau mendeteksi sedini mungkin kelainan yang ada. Selain melakukan
pengamatan rutin pertumbuhan janin (biometri) melalui pemeriksaan USG. |
|
|
Tanya Jawab Gizi Anak
DR. Dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A.
Dokter Spesialis Anak - Divisi Nutrisi dan Metabolik
(Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM)
|
|
|
MASAK DENGAN PANCI PRESTO
New Page 3
|
Putra
saya lahir secara sesar, BB 3,25 kg dan TB 51 cm, sekarang usianya 7 bulan
dengan BB 9,3 kg dan TB 76 cm. Saat ini saya memberinya nasi tim dengan
variasi sayuran dan lauk pauk (ikan dan daging ayam/sapi). Yang ingin saya
tanyakan, saya membuat nasi tim dengan panci presto agar cepat matang.
Apakah dengan menggunakan panci presto akan mempengaruhi kandungan gizi/vitaminnya?
Dokter anak saya juga menganjurkan setiap hari mengonsumsi telur kuning
ayam kampung, apakah hal itu tak berbahaya?
Pola
makan anak saya, susu formula 4-5x sehari 150 cc, buah-buahan (pisang,
jeruk, pepaya), nasi tim 2x sehari pagi dan sore. Apakah sudah cukup
memenuhi kebutuhannya? Saya juga buatkan kaldu dari ceker ayam kampung + hati
ayam + potongan daging sapi untuk kuahnya, apakah ini baik? Sekarang ini
putra saya sudah merangkak, gusi bawahnya sudah mau tumbuh gigi, dan sudah
tegak kalau diberdirikan. Saya menantikan jawaban Dokter, terima kasih.
Anne - Bandung
Cara memasak sangat
mempengaruhi kandungan zat gizi pascamemasak. Memasak dengan microwave
dan pressure cooker dikatakan alternatif terbaik dalam mengelola
bahan makanan karena waktunya singkat dan nilai zat gizinya relatif stabil.
Memasak dengan panci presto memang dianjurkan, terutama dalam membuat
makanan bayi, karena waktu yang dibutuhkan 50% lebih cepat, tetapi nilai
gizinya tetap terjaga. Hanya saja perlu diperhatikan lama memasaknya.
Setiap bahan makanan mempunyai waktu masak yang optimal, oleh sebab itu
jangan mencampurkan beberapa jenis bahan makanan dengan waktu masak yang
berbeda jauh, misalnya daging sapi yang memerlukan waktu masak ±20 menit
disatukan dengan brokoli yang hanya memerlukan memasak ±2-3 menit.
Sebagai alternatif dapat menerapkan metode masak interupsi (interupted
cooking method), misalnya untuk memasak daging ayam cincang diperlukan
±300 ml air dan memerlukan waktu ±3 menit, sedangkan memasak bayam
cincang diperlukan 120 ml air dan memerlukan waktu 1 menit. Jadi jika
ingin membuat nasi tim ayam cincang & bayam sebaiknya sayur dimasukkan
±1 menit sebelum waktu memasak untuk daging ayam berakhir.
Untuk usianya yang 7
bulan, sebaiknya jangan hanya diberikan kaldu saja, tetapi berikanlah
daging ayam atau sapi cincang atau parutan hati sebagai sumber protein
hewani yang tinggi zat besi.
BEDA
TAURIN DAN DHA?
Putra
saya (8 bulan), BB lahir 3,3 kg dan PB 50 cm. Sekarang BB 8,5 kg dan TB 74
cm. Pada usia 2 bulan sudah tengkurap, 5 bulan tiarap, 6 bulan merangkak
dan duduk, sekarang sudah belajar berdiri. Hanya saja, ia tak suka minum
ASI, walau dengan sabar saya berikan. Sebagai gantinya saya berikan susu
formula. Dok, apakah dengan memberinya nasi tim saring dengan lauk
bervariasi, seperti hati sapi, ceker ayam, ikan laut, telur, tempe,
sayur-sayuran (wortel, bayam) secara bergantian setiap hari dapat memenuhi
kebutuhan gizinya setelah tidak minum ASI lagi?
Lebih bagus mana,
lauk yang digoreng atau direbus? Karena saya tidak pernah memberinya yang
berbau minyak, melainkan selalu direbus? Apakah boleh pada usianya diberi
kecap saat makan? Apakah beda taurin dengan DHA, karena saya pernah
membaca salah satu artikel antara taurin dan DHA sama-sama nutrisi
jaringan otak (berfungsi meningkatkan perkembangan otak). Hal ini saya
tanyakan karena susu yang mengandung DHA harganya lebih mahal. Terima
kasih.
Suwarjilah -
Cilegon, Banten
DHA adalah salah satu
asam lemak tak jenuh rantai panjang yang dapat diproduksi sendiri oleh
tubuh manusia dari asam linolenat (omega-3) yang banyak diperoleh dari
ikan laut dalam (herring, makarel, salmon, tuna, dan anchovy), minyak ikan,
minyak flaxseed, minyak canola (jarak), dan minyak walnut.
Sesungguhnya
yang esensial (tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga
harus ditambahkan dalam makanan) adalah asam linolenat (omega-3) dan asam
linoleat (omega-6). Kedua asam lemak tak jenuh berantai panjang ini
menggunakan enzim yang sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan
DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Tingginya kadar DHA dalam
darah akan mengurangi pembentukan AA, sehingga pada beberapa kasus
dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis. Oleh sebab itu dalam
mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi asam linoleat : asam
linolenat, antara 5:1 sampai dengan 15:1, dan perbandingan DHA : AA antara
1:1 sampai 1:2. Sumber asam linoleat (omega 6), antara lain minyak jagung,
minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyak wijen, dan
lain-lain. Sedangkan sumber asam linoleat dan linolenat, antara lain
kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai. |
|
|
Ahli Gigi Anak
Drg. Taty Zubaidah Carnain, Sp.KGA
(SubBagian Pedodanti/Kedokteran Gigi Anak SMF Gigi dan Mulut RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo)
|
|
|
GIGI RONTOK
New Page 3
|
Saya
mempunyai anak perempuan (4) yang sekarang sudah duduk di bangku TK A.
Pada waktu berusia 2 tahun, gigi serinya yang berjumlah 4 rontok karena
terbentur jemuran besi ketika ia main panjat-panjatan dan tertancap krayon.
Sebulan yang lalu saya bawa ke dokter gigi dan dianjurkan untuk ke
spesialis gigi bagian saraf. Tapi sebelumnya dokter memberi resep
antibiotik.
Saya belum kembali
pada dokter gigi tersebut karena pesimis anak saya tidak mau menjalani
pengobatan tersebut. Yang ingin saya tanyakan, apakah anak saya memang
harus menjalani perawatan ke bagian saraf gigi untuk mendapatkan/tumbuhnya
gigi susu? Tolong beri gambaran apa yang akan dilakukan dokter gigi bagian
saraf tersebut? Apakah gigi susunya tidak akan tumbuh karena tertutup
patahan gigi yang masih ada di gusinya ? Apakah ada cara lain untuk anak
seusianya mengingat ia juga kesulitan dalam mengunyah makanan?
Puspitasari -
Bekasi, Jabar
Membaca keterangan Ibu
bahwa anak Ibu terjatuh sehingga keempat gigi depannya rontok karena
terbentur besi pada usia 2 tahun, dalam hal ini saya agak kurang jelas
dengan yang dimaksud rontok. Karena ada beberapa kemungkinan yang dapat
terjadi pada gigi yang mengalami trauma akibat terjatuh. Di antaranya,
mahkota gigi yang terkena trauma patah, keseluruhan giginya terlepas dari
atau terdorong masuk ke dalam tulang yang memegang gigi. Karena dokter
menyuruh Ibu pergi ke spesialis gigi bagian saraf gigi (spesialis
endodontik) untuk mendapatkan perawatan, ada kemungkinan yang dimaksud Ibu
dengan gigi rontok adalah gigi yang terkena trauma mengalami patah sampai
mengenai rongga pulpa tempat persarafan dan pembuluh darah gigi.
Berhubung
penderita termasuk anak-anak sebaiknya Ibu pergi ke dokter
spesialis gigi khusus anak. Perlu diketahui, bahwa spesialis kedokteran
gigi anak (pedodontis) adalah dokter gigi yang memang khusus menangani
permasalahan gigi pada anak. Salah satu tugasnya adalah merawat persarafan
gigi anak serta mengelola perilaku anak agar mau menerima perawatan
giginya. Sedangkan spesialis endodontik khusus menangani persarafan gigi
pada orang dewasa. Seperti diketahui bersama, pada orang dewasa kita tidak
perlu mengelola perilakunya karena dapat diberikan penjelasan secara
langsung (komunikasi dua arah). Sedangkan pada anak tidak dapat langsung
karena harus melibatkan orang tua.
Umumnya, gigi yang
terkena trauma dan mengalami patah sampai mengenai rongga pulpa berarti
ada lapisan gigi yang terpapar/terbuka. Ini berarti media yang baik untuk
masuknya kuman. Apabila gigi susu tersebut dibiarkan tanpa perawatan maka
dapat mengalami infeksi yang bisa
meluas mengenai benih gigi tetap yang tepat berada di bawahnya. Padahal
gigi tetap baru akan tumbuh pada usia kurang lebih 7-8 tahun. Jadi, bisa
dikatakan gigi tetap pengganti pada anak Ibu masih cukup lama tumbuhnya.
Mengingat
kejadiannya sudah cukup lama dan dibiarkan tanpa perawatan kemungkinan
gigi tersebut sudah nonvital (persarafannya sudah mati). Jadi apabila
dilakukan perawatan tidak akan sakit. Sebagai gambaran tentang
perawatannya, pertama-tama, gigi tersebut dibersihkan dengan bor kemudian
bagian persarafannya (saluran akar) dibersihkan dengan alat khusus.
Setelah itu diberi obat khusus yang diteteskan di atas kapas yang akan
ditaruh di atas saluran akar yang berfungsi untuk mensterilisasi. Kemudian,
lubang ditutup dengan tambalan sementara. Satu minggu kemudian, kembali
lagi dilakukan pengisian saluran akar dengan bahan khusus yang dapat
diresobsi bersamaan dengan memendeknya akar gigi sulung secara fisiologis.
Setelah itu dilakukan penambalan permanen. |
|
|
Ahli Gizi Ibu
Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.
Dokter Gizi
(SEAMEO-TROPMED-RCCN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
|
|
|
POLA DIET TEPAT
Dok
|
Dok,
pertanyaan saya (32) mungkin agak njlimet. Energi basal tubuh itu apa sih
dan bagaimana menghitungnya? Kegunaannya untuk apa saja? Soalnya dengan
berat 85 kg untuk tinggi 155 cm saya disarankan diet 1.500 kalori. Bahkan
ada dokter yang pernah menyarankan kurang dari jumlah itu bila saya ingin
cepat langsing dalam waktu singkat. Adakah dampak kekurangan energi basal
tubuh ini? Bila kurang, kekurangan tersebut akan tertutupi dari mana? Pola
diet seperti apa yang pas untuk saya? Terima kasih banyak sebelumnya.
Indah - Cirebon,
Jabar
Indah,
yang saat ini sedang dalam kondisi kegemukan, memang pertanyaannya agak
"njlimet", tapi saya senang menjawabnya. Yang dimaksud
dengan energi basal, adalah energi terendah (minimal) yang dibutuhkan oleh
tubuh dalam sehari semalam, yang biasanya digunakan supaya
organ-organ dalam tubuh (jantung, ginjal, hati dan otak) dapat tetap
bekerja/berfungsi secara optimal. Sebaiknya, energi basal itu tetap
tersedia, sehingga fungsi organ vital tubuh kita tidak terganggu.
Untuk menghitung
kebutuhan akan energi basal tersebut, maka seseorang harus dalam keadaan
istirahat total (tidak ada aktivitas sama sekali baik fisik maupun psikis).
Kemudian dalam ruang khusus dapat diukur energi yang dikeluarkan oleh
orang tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk seorang
wanita seumur Ibu, maka energi basalnya kurang lebih adalah 1.500 kalori.
Itulah sebabnya Ibu dianjurkan untuk diet 1.500 kalori.
Pola
diet yang cocok untuk Ibu adalah dengan menu gizi seimbang. Yaitu tetap
mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh (nasi/pengganti,
sayur dan buah serta lauk-pauk). Namun untuk dapat menurunkan BB (sampai
sekitar 60 kg), Ibu dianjurkan juga untuk menggunakan energi
sebanyak-banyaknya (olahraga) supaya energi yang menumpuk sebagai lemak
dalam tubuh Ibu dapat digunakan. |
|
|
Tanya Jawab Problema Rumah Tangga
A. Kasandra Oemarjoedi, Psi
(Director of Psychological Practic PT Kasandra Persona Prawacana)
|
|
|
SUAMI PILIH KASIH
Yang terhormat Bu Kasandra
|
Yang
terhormat Bu Kasandra, saya ibu dari dua anak yang masing-masing berusia
11 dan 7 tahun, si sulung laki-laki dan adiknya perempuan. Dalam segala
hal saya berusaha berlaku adil pada keduanya. Tapi sepertinya suami saya
tidak bisa seperti itu. Dari semula suami saya memang mendambakan anak
laki-laki, dan ketika si sulung lahir, dia terlihat sangat bahagia.
Sepulang dari kantor, secapek apa pun, dia selalu mengajak bermain. Sampai
sekarang, kalau dia sedang tugas ke luar kota pun selalu "jagoannya"
yang dicari. Akibatnya si sulung ini benar-benar jadi anak papa.
Sementara pada si
bungsu yang perempuan, sikap suami tidak demikian. Di mata saya wajarlah
kalau adiknya lebih rewel, karena seringkali kakaknya memang nakal. Kalau
sudah menggoda adiknya dia tidak akan berhenti sampai adiknya menangis.
Kalau si adik minta "perlindungan"
dari papanya, suami malah menyuruhnya mencari saya, "Sana sama Mama
saja."
Dulu saya tidak
begitu memperhatikan perbedaan sikap tersebut. Saya baru kaget waktu
kemarin mereka berdua terima rapor. Ranking si kakak memang (selalu) lebih
bagus daripada adiknya. Ketika saya tanyakan hal itu pada adiknya, dia
malah menangis dan mengatakan saya sudah tidak sayang lagi padanya.
Menurutnya, saya sudah berubah seperti papanya yang hanya sayang pada si
kakak. Saya kaget sekali, Bu, dia bisa bicara seperti itu.
Berhari-hari saya
renungkan dan amati, secara tidak sadar suami memang menunjukkan sikap
pilih kasih. Dia sangat bangga pada anak laki-lakinya, sedangkan pada anak
perempuannya sepertinya biasa-biasa saja. Apakah latar belakang suami saya
yang berasal dari keluarga feodal Jawa yang membuatnya lebih mengutamakan
anak laki-laki? Apalagi anak sulung kami ini memang selalu terlihat "lebih"
dibanding adiknya. Apa yang harus saya lakukan, Bu, untuk mengingatkan
suami? Masih bisakah dia berubah sikap? Atas jawabannya saya ucapkan
terimakasih.
Eny - Bintaro, Tangerang
Ibu Eny Yth,
Beberapa etnis di dunia
memang menunjukkan adanya sikap pilih kasih antara anak laki-laki dan
perempuan. Bahkan ada yang sampai ekstrem, memiliki selusin istri hanya
untuk bisa memiliki anak laki-laki atau tega membunuh anak perempuan yang
dianggapnya tidak menguntungkan. Namun dengan perkembangan zaman, sikap
pilih kasih antara anak laki-laki dan perempuan, lebih tergantung pada
latar belakang perkembangan kepribadian seseorang. Jadi, tidak semata-mata
karena budaya tertentu. Tidak hanya pada budaya Jawa, atau tidak hanya
pada unsur feodal saja.
Memang
ada sebagian orang yang masih meyakini bahwa anak laki-laki lebih berharga
karena dapat melanjutkan keturunan. Dalam kasus Anda, saya tidak bisa
menjawab dengan pasti apakah penyebab pilih kasih suami disebabkan latar
belakang budaya atau karena dinamika perkembangan kepribadiannya.
Mungkin juga sebagai laki-laki akan lebih mudah buat suami bermain dengan
jagoannya daripada harus bermain boneka bersama putrinya. Atau mungkin
karena ia dibesarkan dengan pola seperti itu, dimana ayah dengan anak
laki-laki dan ibu dengan anak perempuan.
Untuk
itu, Anda perlu mengajak suami bicara dengan hati-hati. Utarakan
kepentingan perkembangan kepribadian anak. Ungkapkan juga bahwa ia
memegang peranan penting dalam pertumbuhan putrinya. Ingatkan bahwa
kualitas hubungan ayah dan anak perempuannya sangat erat kaitannya dengan
kualitas hubungan anak perempuan dengan lawan jenisnya kelak setelah yang
bersangkutan dewasa. Kegagalan seseorang dalam membina hubungan dengan
lawan jenis pada beberapa kasus dapat berkembang menjadi hubungan sesama
jenis. Hal semacam ini tentu saja tidak akan menjadi pilihan suami Anda.
Belum lagi masalah konsep diri yang negatif karena merasa tidak disayang
yang dapat berkembang menjadi berbagai alternatif penyimpangan psikologis
di masa dewasa. |
|
|
Tanya Jawab Keuangan Keluarga
Muhamad Ichsan ChFC, MsFin
(Konsultan Perencana Keuangan Keluarga dari Primeplanner)
|
|
|
TABUNGAN UNTUK SELAMATAN DAN PERSALINAN
Pak Ichsan
|
Pak
Ichsan, saat ini istri saya sedang hamil 2 bulan. Dua bulan lagi mertua
minta ada acara selamatan
(4 bulan) selain nanti ada lagi selamatan 7 bulanan. Wah, saya jadi pusing,
Pak, karena selama ini hanya mempersiapkan biaya persalinan saja. Yang
jadi pertanyaan, supaya aman, berapa persen dari penghasilan saya yang
maksimal bisa saya gunakan untuk biaya selamatan tersebut? Seandainya
dananya belum ada, realistiskah bila saya ambil dari tabungan persalinan
dulu? Terima kasih.
Deni - Bandung
Bung Deni di Bandung,
wah pastinya Anda bahagia dengan akan hadirnya anggota baru dalam keluarga.
Bagaimana tidak, seorang bayi dalam keluarga seringkali memberikan
semangat baru. Menurut hemat saya, dengan semangat tersebut ada baiknya
Anda mulai merencanakan keuangan keluarga untuk menyongsong hadirnya buah
hati tercinta.
Banyak sekali kebutuhan
yang akan muncul dengan hadirnya anggota baru dalam keluarga, baik itu
kebutuhan jangka pendek, menengah maupun panjang. Salah satu kebutuhan
jangka pendek yang tidak bisa Anda lewati adalah biaya persalinan.
Keputusan Anda untuk menyiapkan biaya persalinan sudah tepat. Saran saya,
mulailah mencari informasi seputar tempat persalinan atau rumah sakit dan
prakiraan biaya yang dibutuhkan. Satu hal lagi, siapkan juga biaya rutin
bulanan untuk kontrol. Akan meringankan bila sebagian pengeluaran biaya
kontrol dan
rumah sakit ditanggung oleh kantor apalagi bila ditanggung secara penuh.
Untuk itu ada baiknya bila Anda menanyakan perihal ini di kantor tempat
Anda bekerja.
Acara selamatan
seringkali tidak bisa dilepaskan dalam menyongsong kehadiran si kecil.
Dalam hal ini mertua Anda menginginkan untuk merayakan di usia kandungan 4
bulan dan 7 bulan. Biaya untuk kedua acara tersebut tentu tidaklah sedikit,
dari makanan sampai bingkisan untuk undangan yang datang.
Untuk itu ada baiknya bila
Anda membicarakan dengan mertua bahwa saat ini akan sangat sulit bagi
keuangan Anda untuk bisa memenuhi keinginannya tadi. Bila salah satu acara
selamatan mungkin masih bisa Anda alokasikan dananya. Dalam menyampaikan
keberatan Anda seputar hal ini, cobalah bicara dengan tutur kata sopan.
Saya yakin mertua Anda akan memahami dan memakluminya.
Keputusan
untuk menyelenggarakan salah satu acara selamatan baik 4 bulanan ataupun 7
bulanan, hanya menyisakan waktu antara 2 sampai 5 bulan. Waktu ini
sangatlah pendek dan akan sangat sulit untuk dapat mengalokasikan dana
secara regular setiap bulan dari penghasilan Anda guna mengumpulkan dana
yang cukup. Keputusan Anda untuk menggunakan tabungan persalinan yang
selama ini sudah Anda siapkan, menurut hemat saya kurang bijak. Karena
terbatasnya informasi yang saya peroleh, saya asumsikan bahwa Anda masih
memiliki tabungan yang dapat Anda alokasikan untuk kebutuhan selamatan
tadi.
Sebelum
saya menyelesaikan jawaban ini, ada masukan yang ingin saya sampaikan
kepada Anda. Pertama, dengan akan hadirnya anggota baru dalam keluarga
yang akan melengkapi kehidupan Anda dan pasangan Anda, ada baiknya bila
Anda membuat anggaran keuangan keluarga. Karena hadirnya bayi dalam
keluarga akan banyak mengubah komposisi anggaran pengeluaran keluarga.
Kemudian siapkan pos dana darurat yang besarnya antara 3-6 bulan biaya
hidup bulanan yang Anda tempatkan dalam bentuk investasi yang mudah
dicairkan. Semoga jawaban saya dapat membantu Anda mengatasi masalah yang
Anda hadapi. |
|
|
|
|