Saya wanita berusia 23 tahun. Sejak usia 16 tahun saya merokok dan kadang-kadang meminum minuman beralkohol. Tetapi, sejak menikah pada usia 21 tahun, saya 'berhenti' merokok (bisa dihitung dalam sebulan). Tetapi alkohol kadang-kadang masih saya konsumsi, khususnya jika ada perayaan di kantor.
Sejak menikah, saya tidak ikut KB karena saya ingin cepat hamil dan punya anak. Sekarang saya sedang hamil 7 bulan dan suami meminta saya berhenti bekerja (suami kebetulan satu tempat kerja). Saya mengetahui bahwa saya hamil saat kehamilan berusia 9 minggu. Sebelum itu, saya masih meminum minuman beralkohol. Yang ingin saya tanyakan:
1. Kenapa saya baru hamil setelah 2 tahun menikah? Apakah itu disebabkan banyaknya alkohol dan nikotin yang masuk ke dalam tubuh?
2. Bagaimana dengan kandungan saya, Dok. Apakah sehat dan normal, karena sebelum usia 9 minggu kehamilan saya masih meminum minuman beralkohol? Perlukah saya tes USG atau pemeriksaan lain untuk mengetahui keadaan janin saya?
4. Benarkah kehamilan akan membuat daya seks menurun? Soalnya itu terjadi pada diri saya. Beruntung, suami mau mengerti.
Atas jawaban Dokter saya ucapkan banyak terima kasih.
Dien - Jakarta
Cepat atau lambatnya seorang wanita menjadi hamil tergantung banyak faktor, terutama faktor kesehatan kedua pasangan. Faktor lain yang berperan adalah keteraturan siklus haid, hal ini berkaitan dengan masa subur yang hanya kira-kira satu hari dan terjadinya hampir selalu 14 hari dari siklus haid YANG AKAN DATANG. Kesehatan suami yang perlu diperhatikan adalah hentikan kebiasaan merokok, meminum minuman beralkohol, dan pemakaian zat/obat berbahaya serta menjaga kesehatan buah zakar. Jangan memakai celana dalam ketat atau sering mandi sauna, hindari bekerja di tempat yang suhunya tinggi atau memakai zat kimia berbahaya.
Kesehatan istri memerlukan pemeliharaan yang lebih rumit karena hal ini berkaitan langsung dengan pemeliharaan kesehatan janin selama 9 bulan di dalam kandungan. Misalnya sudah harus menghentikan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dan pemakaian zat/obat berbahaya sebelum dan selama kehamilan. Hindari kemungkinan terpapar dengan infeksi, misalnya jangan mengunjungi kerabat yang menderita penyakit infeksi, lakukan imunisasi sebelum kehamilan (misalnya imunisasi campak Jerman), jangan memelihara atau mengurus hewan peliharaan yang dapat menularkan penyakit (misalnya kucing dapat menularkan penyakit toksoplasma).
Lakukan kebiasaan hidup dan kebiasaan makan yang sehat, makanlah makanan yang alami, halal, dan memenuhi kecukupan gizi yang seimbang (empat sehat lima sempurna) dan hindari vetsin, zat pengawet/zat pewarna berbahaya. Dampak alkohol dan merokok bagi janin adalah tidak baik, bisa terjadi gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin.
Sebaiknya dilakukan pemantauan secara serial dengan USG untuk melihat perkembangan dan pertumbuhan janin Ibu, juga beberapa pemeriksaan laboratorium lainnya. Mengenai daya seks dalam kehamilan, umumnya memang berkurang. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon dan fisik Ibu serta anjuran agar tidak melakukan senggama pada tiga bulan pertama dan tiga bulan terakhir kehamilan.
Sebenarnya bila kondisi Ibu dan janin dalam keadaan baik, maka Ibu dapat melakukan hubungan suami istri seperti biasa. Yang perlu diperhatikan mungkin adalah penyesuaian posisi senggama akibat perut Ibu yang semakin membesar. Tanyakan pada dokter kandungan Ibu, apakah ada hal-hal tertentu yang tidak memperbolehkan Ibu melakukan hubungan suami istri. Demikianlah jawaban singkat dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua.
KEGUGURAN BERULANG
Saya ibu rumah tangga yang sudah 4 kali mengalami keguguran dan setiap kali keguguran selalu di usia kehamilan 3 bulan dan terjadi secara spontan. Keguguran yang ketiga terjadi pada Mei 99 saat kehamilan 12 minggu. Padahal, waktu itu saya cukup istirahat dan rajin kontrol ke dokter. Keguguran dimulai dari adanya perdarahan sedikit, tetapi sekitar 12 jam kemudian, baru terjadi keguguran.
Keguguran terakhir terjadi pada 14 Januari silam saat usia kehamilan 2 bulan 3 minggu. Perlu Dokter ketahui, sebelum kehamilan ke-4, saya diberi obat essenso dan dalfarol, baru kemudian saya hamil. Saat kehamilan berusia 2 bulan satu minggu, saya kontrol lagi ke dokter dan diberi obat Folamil dan Vica Natal. Tetapi, saat usia kehamilan 2 bulan 3 minggu, tepatnya 13 Januari 2000 pukul 03.40, saya mengalami perdarahan, meski hanya sedikit dan hanya berupa bercak merah di celana dalam.
Pukul 14.00 saya ke dokter untuk menanyakan masalah tersebut. Oleh dokter saya diberi obat Natur-E dan Essenso. Sesampai di rumah kira-kira pukul 14.30, kembali terjadi perdarahan walau cuma sedikit.
Pukul 20.00 saya merasa mulas, tetapi saya baru kembali ke klinik pukul 01.00. Oleh bidan klinik saya diberi suntikan dan diberi obat. Pukul 03.00, ketika saya ke WC, keluar segumpal darah agak keputih-putihan seperti berserat. Saat itulah saya baru tahu kalau saya keguguran. Yang ingin saya tanyakan:
1. Mengapa setiap kali keguguran selalu di usia kehamilan 3 bulan, padahal apa-apa yang dilarang dokter sudah saya patuhi. Apa, sih, penyebab keguguran yang saya alami itu, Dok? Mengapa setiap kali setelah keguguran kaki saya sering kram?
2. Bisakah keguguran disebabkan sperma suami yang lemah?
3. Apakah kadar Ph dalam urine mempengaruhi kehamilan dan menyebbabkan keguguran? Perlu Dokter ketahui, saya seringkali merasa nyeri saat buang air kecil, baik saat hamil maupun tidak.
4. Apa obatnya dan dimana saya harus berobat?
5. Kapan saya boleh hamil lagi?
Demikian surat saya dan terima kasih atas jawabannya.
Ny. Deiby - Tondano
Keguguran lebih dari 3 kali secara berturut-turut disebut abortus habitualis, dan hal ini memerlukan penanganan yang serius dan mencakup bidang keahlian lain. Ada beberapa langkah pemeriksaan yang harus dilakukan: 1)Pemeriksaan kesehatan umum Ibu dan suami, misalnya GTT (penapisan terhadap kencing manis), dan laboratorium darah rutin; 2)Pemeriksaan kesehatan khusus suami: analisa sperma (sesuai dengan standar WHO); 3)Pemeriksaan kesehatan khusus istri: analisa hormon (FSH, LH, PRL, E2 dan P4), pemeriksaan infeksi TORCH-KM, pemeriksaan anticardiolipin/antiphospholipid (antibodi), pemeriksaan T3, T4, dan TSH (fungsi kelenjar gondok), pemeriksaan ketidakcocokan golongan darah dan rhesus, USG transvaginal untuk menilai alat kandungan dan perkembangan sel telur, HSG untuk menilai apakah saluran leher rahim dan rongga rahim normal atau tidak (misalnya terjadi inkompetensia serviks atau ada mioma uteri di permukaan rongga rahim), dan analisa genetika/kromosom (suami-istri.); dan 4)Pemeriksaan jaringan janin, misalnya pemeriksaan patologi anatomi, dan analisa kromosom.
Keguguran yang terjadi pada kehamilan 3 bulan umumnya disebabkan kelainan genetik atau kromosom pada janin. Sayangnya pemeriksaan ini sulit dilakukan dan memerlukan biaya yang sangat mahal. Kelainan pada sperma dapat menyebabkan kualitas embrio yang dihasilkan tidak baik, dan bila hal ini terjadi, maka keguguran sulit dihindari. PH urin bisa berubah menjadi abnormal, misalnya bila terjadi infeksi bakteri pada kandung kencing (sistitis bakterialis).
Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebar ke alat-alat di sekitarnya, termasuk ke kandungan yang berisi embrio sehingga terjadi keguguran. Untuk mencari penyebab keguguran Ibu dan bagaimana mengatasinya, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan di Bagian Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran/Rumah Sakit setempat agar dapat dilakukan penanganan bersama spesialis lain yang terkait (ahli penyakit dalam, laboratorium, genetika, radiologi dll).
Bila semuanya normal, Ibu dapat kembali hamil kira-kira tiga bulan pasca kuret. Yang terpenting, ketahui apa penyebabnya dan segera atasi kelainan yang ada. Ibu dapat membaca beberapa tulisan saya sebelum ini mengenai keguguran berulang. Bila masih belum jelas, silakan Ibu berkirim surat kembali. Terima kasih banyak atas pertanyaannya.