FirstFlag
Tanya Jawab Psikologi

Dra. Mayke Tedjasaputra
Psikolog pada Lembaga Psikologi Terapan-UI

KEKHAWATIRAN SANG TANTE PADA KEPONAKAN

Saya punya keponakan (13 bulan) dari kakak perempuan. Setiap waktu makan tiba, keponakan saya selalu dicecoki nonton TV, terutama iklan. Menurut ibunya, jika tidak begitu, anaknya sulit makan. Memang si anak suka sekali menonton TV. Tapi saya sangat khawatir dengan perkembangan mentalnya, karena TV, kan, hanya menyuguhkan interaksi sepihak dan mungkin bisa membuat anak sulit bersosialisasi. Benar tidak, Bu?

Pernah saya mencoba membawa keponakan saya makan sambil jalan-jalan di luar rumah dan makan bersama anak kecil yang lain. Sepertinya ia senang dan makannya pun menjadi cepat serta lahap. Lalu saya sarankan "metode" ini ke kakak saya. Tapi ia cuek dan malah marah-marah. Mungkin karena kakak saya tak pernah mau keluar rumah dan malas ketemu tetangga. Soalnya suaminya jarang pulang dan kakak saya itu hobi mengurung diri di rumah. Aktivitasnya sehari-hari hanya menonton TV.

Menurut Ibu, bagaimana agar kakak saya mau dinasehati sehingga perangainya tak berakibat buruk buat anaknya. Kasihan keponakan saya. Soalnya ia lucu dan menggemaskan, tapi kelihatannya juga agak pendiam. Terima kasih atas saran Ibu.

Fitri Rahmawati - Bandung

Saudari Fitri,kelihatannya Anda kesal betul terhadap ulah kakak yang "kuper" (kurang pergaulan) dan Anda sebagai adik khawatir akan dampak negatif terhadap keponakan yang sedang lucu-lucunya.

Saya setuju sekali bahwa bila sebagian besar waktu anak dihabiskan di depan TV, apalagi dalam usia sekecil itu ikut menonton film/sinetron untuk orang dewasa, maka lebih banyak dampak negatif yang diterima si anak.

Bukan hanya menjadikan anak pasif dan kurang bersosialisasi, tapi juga dikhawatirkan ia meniru ucapan atau perbuatan negatif yang tertayang dalam film/ sinetron tertentu. Selain itu, kebiasaan menonton TV akan mempengaruhi minat belajar anak saat ia duduk di SD atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tampaknya Anda lebih merasakan masalah bagaimana meng-handle kakak, yang menurut dugaan saya sedang mempunyai masalah dengan suaminya. Nah, mengingat kakak Anda sedang mempunyai masalah, ia perlu ditolong untuk mengatasi masalah tersebut dan bukan diberi saran dengan cara yang kurang bijaksana. Misalnya tanpa memahami apa sebenarnya masalah yang sedang dirasakan kakak Anda, Anda atau anggota keluarga lain menasihati dengan "keras". Tentu saja ia tak mau menerima nasihat Anda.

Barangkali Anda dapat meminta bantuan anggota keluarga yang dekat dengan kakak, mencoba untuk menampung dan mendengarkan masalah kakak. Atau meminta bantuan sesepuh yang dihormati untuk memberi nasihat. Bila dirasakan perlu bisa meminta bantuan orang tersebut untuk membujuk kakak Anda berkonsultasi ke seorang psikolog perkawinan.

Metode yang Anda terapkan yaitu menyuapi anak sambil berjalan dan bermain dengan teman-temannya, menurut hemat saya kurang tepat. Selain makanan bisa terkontaminasi oleh debu atau kotoran lain, anak juga menjadi kurang terlatih untuk mengikuti disiplin makan di meja makan.

Jika ia sulit makan, bisa dilakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Sajikan makanan secara bervariasi, menunya juga diubah dari hari ke hari. Misalnya dengan lauk pauk ikan, kadang telur dan sebagainya. Anak juga sering lebih antusias jika makan satu meja dengan orang-orang dewasa lainnya.

Mudah-mudahan Anda bisa lebih sabar dalam menghadapi kakak yang sedang bermasalah.

ANAK LELAKI, KOK, PENAKUT?

Saya ibu empat anak berumur 7, 6, 5, dan 2 tahun. Anak saya nomor tiga, laki-laki, tampaknya penakut sekali. Ke mana-mana mengekor saya terus. Bila mau masuk kamar atau ke kamar mandi, minta di antar. Siang bolong sekalipun. Saya jadi gemas, anak lelaki, kok, penakut. Padahal ia orangnya cukup periang dan cerewet. Cuma penakutnya itu lo, Bu.

Sekarang ia sering berantem dengan kakak sulungnya, juga lelaki. Mereka saya tempatkan dalam satu kamar. Si kakak ingin lampu yang remang-remang bila tidur. Sebaliknya si adik, jika lampu dimatikan pasti menjerit-jerit.

Saya mohon saran, Bu Mayke.

Cicih Sumayah - Cimahi

Bu Cicih,sejak kapan putra Ibu mulai menampakkan rasa takutnya dan apa yang ia takutkan? Apakah ia takut tempat gelap, takut hantu, sehingga juga takut bila harus berada sendirian? Coba Ibu mengingat-ingat, pernahkah ia menonton film horor yang cukup banyak ditayangkan di TV di siang hari atau juga sering ditakut-takuti oleh seseorang?

Menurut penelitian, mulai usia 3-6 tahun biasanya anak takut pada kegelapan, cemas bila harus berpisah dengan orang tua, berada sendirian, takut pada binatang, takut pada luka yang diderita. Di usia 6 tahun takut pada hantu atau halilintar (Papalia & Aamps, Olds, 1995). Rasa takut ini disebabkan anak-anak usia ini mempunyai fantasi cukup kuat dan belum dapat membedakan antara khayalan mereka dengan realitas yang ada. Biasanya rasa takut ini juga muncul dikarenakan ada rasa cemas anxiety, dan akan lebih dipicu oleh film atau ceritera yang menakutkan.

Untuk mengatasi masalah takut, sebaiknya orang tua mau "menerima" ketakutan anak, menganggap hal ini sesuatu yang wajar terjadi. Berikan dukungan pada anak dengan cara menyuruh anak mengekspresikan perasaan-perasaan negatif yang dialami dan tidak mengolok-olok, menghukum, mengancam, memarahi atau makin menakut-nakutinya.

Hindari untuk mengatakan, "Masa begitu saja takut? Tidak apa-apa, kok." Atau pernyataan-pernyataan lain yang membuat anak merasa dirinya tak berharga. Saat tidur malam, bisa diusahakan ibu atau ayah menemaninya sebentar sambil berceritera dan tetap membiarkan untuk memakai lampu remang-remang. Tapi juga kemukakan bahwa ibu/ayah akan meninggalkannya setelah ia tertidur. Cara lain ialah berbicara pada si kakak agar untuk sementara waktu memberi izin tidur dengan lampu kamar yang terang.

Semoga saran saya cukup dapat memberi solusi pada masalah yang Ibu hadapi.

Tanya Jawab Kesehatan Anak

Dr. Najib Advani SpAK MMed Paed,
Dokter Spesialis Anak Konsultan-Ahli Jantung Anak (Bagian Kesehatan Anak FKUI RSCM) dan Staf Pengajar FKUI-RSCM

BAYI BANYAK KERINGAT

Anak perempuan saya (11 bulan) sering keluar keringat yang cukup banyak. Kadang-kadang mengucur deras seperti habis berolahraga. Keringatnya banyak keluar terutama pada waktu makan, minum dan tidur. Sehingga saya selalu siap dengan lap handuk. Padahal daerah tempat tinggal saya cukup dingin dan orang dewasa yang ada di rumah juga tidak pernah berkeringat sebanyak itu. Pertanyaan selanjutnya, anak saya sering menggaruk-garuk matanya yang sebelah kanan. Tapi tidak terlihat adanya kelainan, seperti belekan dan lain-lain. Perlukah saya ke dokter mata atau hanya diberi salep saja? Salep apa yang aman untuk anak seusianya. Anak saya masih minum ASI ditambah susu formula.

Komariah Sutanto - Depok

Bu Komariah, pengeluaran keringat pada tiap anak berbeda- beda. Ada anak yang sangat banyak berkeringat sehingga di ruang ber-AC yang sejuk pun masih berkeringat. Ada juga yang kurang. Perlu juga diketahui apakah keringat berlebihannya sudah ada sejak dulu (menandakan faktor bawaan) atau timbul belakangan yang menandakan ada sesuatu keadaan atau penyakit yang menimbulkan gejala tersebut. Keringat yang berlebih dapat disebabkan oleh stres, penyakit hipertiroid (fungsi kelenjar gondok yang berlebih), gula darah yang rendah, obesitas (kegemukan) atau reaksi setelah makan terutama makanan yang panas atau pedas. Pada sebagian anak, penyebab keringat berlebih tidak diketahui sebabnya (idiopatik) . Bagaimana berat anak ibu? Jika ia terlalu gemuk mungkin wajar jika banyak berkeringat. Jika ia terlalu kurus perlu diwaspadai kemungkinan adanya penyakit seperti hipertiroid (fungsi kelenjar gondok yang berlebih, penyakit ini relatif jarang) atau penyakit paru seperti TBC (biasanya keringat malam). Mata yang sering digaruk mungkin menandakan adanya iritasi atau alergi. Sebaiknya ibu membawanya ke dokter anak untuk diperiksa lebih lanjut tentang mata dan keringatnya. Tidak ada salahnya jika ibu mau membawanya ke dokter mata untuk diperiksa matanya.

BAYI KELEBIHAN PROTEIN

Dokter, anak saya ( 6 bulan), mempunyai problem, di kepalanya tumbuh bisul dan sebagian di leher. Menurut dokter spesialis anak di kota saya, anak saya kelebihan protein dalam makanannya. Memang, mulai umur 5 bulan, setiap hari, saya memberikan nasi tim dicampur hati ayam, kacang merah, wortel dan tomat. Karena menurut buku-buku yang saya baca, menu ini paling bagus untuk anak-anak seusianya. Tapi terus terang saya tidak tahu takarannya, dan berapa kali sehari saya boleh memberikannya. Akibatnya, sampai sekarang saya tidak berani memberikannya dan saya ganti dengan produk bubuk bayi instan. Benarkah tindakan saya?

Niar Tampubolon - Jakarta

Bu Niar,bisul yang timbul pada anak ibu mungkin saja disebabkan oleh protein tertentu pada makanan seperti telur. Apakah bisul ini sering hilang timbul atau baru sekali terjadi? Jika sering hilang timbul mesti ditelusuri apa penyebabnya misalnya apakah timbul setelah makan sesuatu. Dengan mengetahui penyebabnya dapat dicegah agar tidak timbul lagi.

Tentang nasi tim biasanya diberikan setelah usia sekitar 7 bulan. Sebaiknya ibu tidak memberikan wortel dan tomat setiap hari karena dapat menimbulkan warna kuning pada tubuh karena kelebihan betakaroten yang terdapat pada wortel dan tomat. Pemberian makanan yang sama setiap hari terus menerus juga dapat mengakibatkan timbulnya rasa bosan pada anak. Jadi sebaiknya diseling dengan sayur yang lain. Tentang takarannya, mulailah sedikit misalnya 1-2 sendok makan dan bertahap ditambah sampai kira-kira ia sudah merasa kenyang yang dapat diketahui jika si anak sudah mulai menolak makanan tersebut. Jika ia sudah mulai menolak, hentikanlah pemberian makanan tersebut. Biasanya pada anak seusia dia, dapat diberikan makanan dalam bentuk bubur susu (instan) sekitar 1-2 kali sehari sebanyak 40-50 g bubuk per kali pemberian, di samping buah dan biskuit.

Tanya Jawab Kebidanan dan Kandungan

Dr. Judi Januadi Endjun SpOG
Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan
Rumah Sakit Gatot Subroto

SEDANG HAMIL TERSERANG MALARIA

Saya (27 tahun) menikah 2 tahun lalu, sedang hamil 3 bulan (haid terakhir bulan Januari 1999). Ini kehamilan pertama saya. Pada awal kehamilan, saya sering pusing-pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah saya rendah dan setelah tes darah (di puskesmas) ternyata DDR saya positif. Terdapat bibit malaria vivac (3/200) yang mengakibatkan pusing-pusing tersebut. Saya lalu mengkonsultasikan hasil tes tersebut ke dokter spesialis kandungan. Beliau memberikan saya obat malaria. Setelah minum obat tersebut, pusingnya hilang.

Apa sebenarnya DDR itu, dokter? Apakah angka yang disebutkan di atas masih wajar? Bagaimana efeknya terhadap bayi yang saya kandung? Bagaimana dengan efek obat malaria terhadap janin saya mengingat janinnya baru berusia 3 bulan? Suami saya golongan darahnya AB sedangkan saya O. Katanya kehamilan saya berisiko? Benarkah dokter? Apa yang harus saya lakukan untuk mengantisipasi "risiko" tersebut? Atas saran perawat di puskesmas, saya minum susu khusus untuk ibu hamil. Kadang-kadang saya tambah dengan 2 sendok teh gula pasir. Baikkah bagi bayi saya?

Nia Surniasih - Pangkalan Bun

Bu Nia,penyakit malaria memang masih banyak terdapat di dunia, terutama di Afrika dan Asia. Penyebabnya adalah suatu parasit yang disebut Plasmodium, dan dikenal ada 4 spesies yaitu P. vivax, P. ovale, P. malariae, dan P. falciparum. Diagnosis infeksi malaria dapat ditegakkan melalui pemeriksaan apus darah tebal dan darah tepi untuk melihat parasit malaria yang menyerang sel darah merah. Dampak infeksi malaria pada wanita hamil lebih berat dibanding wanita tidak hamil. Pada wanita hamil dapat terjadi anemia (kekurangan hemoglobin), keguguran (abortus), persalinan preterm (37 minggu), dan bahkan kematian mudigah/janin. Janin yang dikandung dapat tertular/terkena infeksi malaria, tetapi angka kejadiannya sangat jarang, diperkirakan kurang dari 7% (Hulbert, 1992). Pengobatan bagi wanita hamil dapat dilakukan dengan memakai obat chloroquine. Pada kasus-kasus yang sudah kebal (resistan) terhadap chloroquine, dapat diberikan obat mefloquine.

Suatu hal yang juga penting adalah melakukan pencegahan, terutama bila melakukan perjalanan ke daerah yang banyak penderita malaria (daerah endemis). Upaya pencegahan dapat berupa menghilangkan sarang-sarang tempat nyamuk Anopheles berkembang biak, memasang kelambu, memakai baju yang menutupi hampir seluruh tubuh, memakai insect repellent, (misalnya DEET : N,N-diethyl meta-toluamide), menyemprot nyamuk dan sarang-sarang perkembangbiakannya, dan obat chloroquine . Pengobatan pencegahan ini dimulai sedini-dininya dan diteruskan sampai dengan 6 minggu pasca persalinan. Wanita hamil yang terkena malaria dapat menyusui bila keadaan umumnya baik (memungkinkan menyusui). Jumlah obat antimalaria yang sampai ke dalam ASI sangat sedikit, sehingga tidak membahayakan bayi dan juga tidak dapat memberikan perlindungan bagi bayi tersebut. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir tersebut juga harus diberikan pengobatan atau pencegahan terhadap infeksi malaria. Sebaiknya ibu segera menemui dokter kandungan di daerah ibu tinggal untuk mendapatkan penanganan yang baik.

Mengenai golongan darah yang tidak sama antara ibu dengan suami, secara teoritis mungkin terjadi reaksi ketidakcocokan darah antara ibu dengan janin ibu yang mengikuti golongan darah ayahnya. Untuk mengetahui apakah golongan darah anak ibu dapat dilakukan pemeriksaan golongan darah secara langsung dengan kordosentesis (mengambil darah tali pusat dengan bimbingan USG). Prosedur ini sulit, berisiko bagi ibu dan janin, serta memerlukan keahlian tersendiri.

Cara lain (cara tidak langsung) adalah melakukan pemeriksaan darah ibu untuk melihat apakah di dalam tubuh ibu telah terbentuk zat anti (imunoglobulin) terhadap golongan darah anak, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 28 minggu. Pemeriksaan ini juga rumit dan harus dilakukan di laboratorium yang besar (khusus), misalnya di PMI Jakarta. Mengingat kejadian tersebut jarang, saya berpendapat sebaiknya ibu tidak usah terlalu khawatir. Jalani saja kehamilan ini seperti layaknya orang normal, makanlah makanan yang bersih, alami, dan mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna. Perbanyak berdoa dan berserah diri kepada Tuhan YME dan lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Saya ikut berdoa agar ibu dan bayi ibu selalu dalam keadaan baik dan sehat. Salam saya untuk seluruh keluarga dan dokter ibu di Kalimantan Selatan.

PENGARUH HUBUNGAN INTIM SAAT HAMIL

Dokter, saya berusia 23 tahun . Sekarang saya sedang mengandung 1 bulan. Suami sedang bekerja di Malaysia. Banyak orang mengatakan, sewaktu hamil kalau tidak melakukan hubungan suami istri bayinya akan menjadi kurang subur dan sehat sebab benih yang dikandung hanya sedikit. Benarkah ini dokter?

Siti Indasah - Lamongan

Bu Siti, hubungan suami istri dalam masa kehamilan tidak dilarang selama keadaan ibu memungkinkan dan keadaan bayinya sehat. Memang ada yang menganjurkan tidak melakukan senggama pada kehamilan 3 bulan pertama karena ditakutkan dapat terjadi keguguran. Juga tidak dianjurkan melakukan senggama pada 3 bulan terakhir kehamilan karena ditakutkan terjadi persalinan prematur atau ketuban pecah sebelum waktunya.

Mengenai pendapat bahwa bila wanita hamil tidak melakukan senggama maka bayinya menjadi kurang subur dan sehat karena benih yang dikandungnya hanya sedikit adalah tidak benar. Setelah terjadi pembuahan, secara teoritis tidak akan ada lagi sperma yang dapat membuahi sel telur tersebut, apalagi bila hasil pembuahan tersebut telah menjadi seorang bayi.

Konsultasi Ahli edisi:  

buku tamu grup diskusi halaman utama mailing list newsletter halaman muka
Tabloid Nova         Intisari