Dunia Anak: Sekolah Bikin Stres
Tumbuh Kembang 6-12 Tahun/1:Anak "Ketagihan" Diladeni? Salah Orang Tua
Tumbuh Kembang 6-12 Tahun/2:Ketika Anak Mulai "Genit
Dunia Sekolah:Memilih Eskul

 

Dunia Sekolah
MEMILIH ESKUL

Banyak kegiatan ekstrakulikuler yang ditawarkan oleh sekolah. Bagaimana memilih yang pas buat anak kita?

Di sekolah dasar, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan membaca, menulis, menghitung, mengenal dasar-dasar keagamaan, kewarganegaraan, memiliki emosi berupa kepedulian pada orang lain, menerapkan nilai-nilai empati, etika, estetika, dan keterampilan hidup sederhana. "Namun Karena keterbatasan waktu, tidak semua tujuan itu tercapai melalui kegiatan intrakulikuler di dalam kelas," kata Dra. Nurhattati Fuad, M.Pd dari Laboratorium Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.

Untuk itulah perlu diadakan kegiatan ekstrakulikuler, sehingga semua tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan di sekolah akan terwujud. "Jelas, kan, tujuan kegiatan ekstrakulikuler ini adalah mendukung pencapaian kegiatan intrakulikuler," simpul Nurhattati.
Lewat kegiatan ekstrakulikuler, seorang siswa dapat lebih mendalami mata pelajaran atau hobi yang menjadi minatnya. Jika diikuti dengan sungguh-sungguh dan tidak terpaksa, kegiatan itu akan ikut membentuk pengembangan kepribadian anak. "Dalam sebuah kelompok ekstrakulikuler, ia bisa memupuk kemampuan memimpin dan bekerjasama dengan orang lain. Dan yang lebih pasti, anak dapat mengisi waktu senggangnya dengan hal-hal yang produktif. Apalagi, penekanan kurikulum pendidikan sekarang lebih ke arah kepribadian yang utuh menyeluruh."

POIN-POIN MEMILIH EKSTRAKULIKULER

Biarkan anak-anak memilih sendiri kegiatan ekstrakulikuler yang menjadi minatnya. Orang tua hanya membantu memberi gambaran dengan berpegang pada kemampuan tidak akan memupuk salah satu potensi kemampuan di usianya seperti berikut:
*Sosialisasi dengan lingkungan, sehingga ia bisa berteman dengan baik, dan memiliki kepedulian terhadap orang lain karena anak SD cenderung masih 'lengket' pada orang tuanya.
*Membaca, menulis, dan menghitung. Misalnya, kegiatan kepustakaan yang tahu menghargai anak-anak yang bisa menyelesaikan beberapa buku dalam waktu tertentu.
*Menyadari pentingnya kesehatan. Misalnya, kegiatan dokter kecil ataupun Usaha Kesehatan Sekolahnya. Dengan begitu anak bisa belajar tentang perlunya kebersihan lingkungan dan kesehatan diri.
*Melatih disiplin, misalnya Pramuka atau cabang kesenian yang membutuhkan konsentrasi seperti teater atau mengarang.
*Mengembangan fisik, misalnya sepak bola, renang, dan basket. Selain jadi lebih sehat, anak juga menjadi lebih terarah aktivitas fisiknya.
*Mengutamakan dinamika kelompok. Misalnya, kegiatan yang dikemas dengan sistem permainan, sehingga anak tidak menjadi bosan dan jenuh.


Marfuah Panji Astuti.Foto:Dok.nakita


Tips Untuk Orang Tua

Ada beberapa hal yang bisa disarankan jika orang tua harus memilihkan kegiatan ekstrakulikuler bagi anak-anaknya:
1. Orang tua harus mengetahui bakat dan minat anak. Amati ketertarikan anak, lebih banyak ke bidang apa, ajak diskusi anak dan guru mengenai minat anak, atau bisa juga libatkan ahli dengan mengikuti tes potensi untuk anak. Sehingga anak dapat diketahui dengan jelas bakat dan minatnya itu kearah mana. Ada anak yang berbakat verbal, numerik, kinetik (gerak), dan sebagainya.
2. Memilihkan kegiatan yang sesuai dengan potensi yang telah diketahui tadi.
3. Memantau kegiatan yang dilakukan anak. Bermanfaat atau tidak? Misalnya anak yang biasanya hanya mau main playstation setelah ikut kegiatan Pramuka menjadi lebih bisa mendisiplinkan diri. Berarti kegiatan ekstrakulikuler ini ada manfaatnya.
4. Ketika hendak memasukkan anak ke sekolah, orang tua sebaiknya juga menanyakan kegiatan ekstrakulikuler yang diselenggarakan di sekolah itu. Tidak hanya pelajaran intrakulikuler saja yang ditanyakan.
5. Bila jarak rumah dan sekolah jauh, sehingga anak menjadi kelelahan karena harus kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrekulikuler, hal itu sebaiknya juga menjadi pertimbangan orang tua. Jangan samapi kegiatan ekstrakulikuler ini akhirnya akan mengganggu kegiatan intrakulikuler.

Uttiek



Pilih Eskul Atau Les

Seandainya ada pilihan ikut les atau ekstrakulikuler, mana yang harus didahulukan? Idealnya, semua kegitan yang dibutuhkan siswa ini dapat dipenuhi oleh sekolah. Namun, karena keterbatasan dalam banyak hal, maka banyak orang tua 'lari' mencarikan tempat les untuk anak-anaknya. Jika orang tua memilih memberikan les-les tambahan untuk anaknya, di situ sebaiknya juga ada anak-anak lain. Kalau semua dilakukan sendirian, maka akhirnya hanya akan membentuk individu-individu yang egois. Pun, sampai batasan tertentu anak sebaiknya tetap mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Di sinilah dituntut peran sekolah untuk membuat kegiatan ekstrakulikuler itu menjadi semenarik mungkin.

Uttiek