|
MEMBANGKITKAN MINAT
MENGARANG
PADA ANAK
Ingin si kecil jadi penulis? Gampang, kok! Simak
tip-tip dari
Clara NG, pengarang novel dan buku cerita anak, serta Jose
Rizal Manua, sastrawan, pimpinan dan sutradara Teater Tanah Air.
TIP UNTUK ORANGTUA
1.
Menulis itu diawali
dengan banyak membaca. Jadi, rangsang anak untuk gemar membaca, bisa
buku fiksi anak, komik, atau buku-buku ilmu pengetahuan populer.
Pada beberapa anak agak sulit karena tradisi kita yang kurang dalam
hal membaca. Namun kita bisa mengatasinya dengan menggeletakkan
buku di tempat tidurnya. Meskipun awalnya dicuekin, namun
lama-kelamaan anak akan tertarik untuk membuka dan membacanya.
2.
Seringlah mendongeng untuk anak. Selain
dapat mempererat hubungan antara orangtua dan anak, juga bisa
membangkitkan minat anak untuk menulis. Dongengkan anak dengan
cerita-cerita menarik sehingga anak senang mendengarnya.
3.
Berikan fasilitas berupa buku-buku cerita,
dongeng, atau buku lain. Dari sini anak dapat mengenal beragam
bacaan yang mungkin bisa membangkitkan minatnya.
4.
Secara berkala, seminggu sekali misalnya,
ajak anak ke toko buku. Berikan kebebasan pada anak untuk memilih
buku-buku kesukaannya. Umpama, biarkan anak mengambil 5 buah buku
asal dengan perjanjian dia mau membacanya hingga tuntas.
5.
Ketika anak sudah menunjukkan minatnya,
kita harus memberinya semangat untuk membuat sebuah tulisan. Caranya,
bisa dengan memintanya untuk menuliskan kegiatan sehari-hari di buku
hariannya. Yakinkan anak bahwa ia bisa menulis dan dapat
menyelesaikan tulisannya.
6.
Rangsang fantasi anak. Anak kaya akan
fantasi, semisal pergi ke luar angkasa. Nah, rangsang fantasi ini
dengan memintanya menuliskan di buku. Fantasi lain, seperti menjadi
superhero, berteman dengan robot, dan sebagainya juga harus
dirangsang.
7.
Ajak anak pergi ke tempat-tempat sarat
inspirasi seperti pantai, gunung, atau pameran buku untuk merangsang
indra perasanya. Ingat, penulis butuh kepekaan. Bila kepekaannya
kuat, akan semakin baik untuk dunia tulis-menulis yang mungkin akan
digelutinya.
8.
Berikan latihan. Misal, dimulai dengan
memberikan 15 kata yang harus dirangkai menjadi satu kalimat.
Latihan seperti ini membuat anak semakin mahir merangkai tulisan.
9.
Jangan pernah meremehkan karya anak meskipun
hasil karyanya sangat jelek. Kita harus menghargainya supaya
semangatnya untuk menulis tidak luntur. Bukankah dengan giat
berlatih, maka kemampuan anak akan semakin terasah?
10.
Bila mungkin, bekerja samalah dengan pihak
sekolah untuk memerhatikan pelajaran mengarang dengan lebih baik.
Dengan begitu mungkin saja minat anak terhadap mengarang akan muncul.
TIP UNTUK ANAK
1.
Rajinlah membaca.
Tanpa membaca, sulit untuk membuat tulisan. Jadi, anak harus rajin
membaca, terutama buku-buku yang bisa menunjang kemampuan mengarang
seperti komik, novel anak, atau buku lainnya. Dengan membaca, anak
akan mendapat banyak tambahan kosakata baru sehingga ia mudah
menuangkannya ke dalam tulisan. Bila tak rajin membaca, akan sulit
bagi anak untuk menulis karena miskin kosakata.
2.
Harus punya keyakinan. Untuk mengarang
hanya butuh 1% bakat sedangkan sisanya kerja keras. Jadi setiap
orang punya kemampuan untuk mengarang sehingga anak harus yakin
kalau dia mampu mengarang.
3.
Tak cukup hanya butuh keyakinan, tetapi
juga kesungguhan untuk menyelesaikan tulisan. Dengan
bersungguh-sungguh, biasanya anak baru bisa menyelesaikan tulisannya.
Dalam bahasa lain, menulis butuh kesungguhan dalam menyelesaikannya.
Jika di tengah jalan anak mengalami kebuntuan menemukan jalan cerita,
maka tak boleh patah semangat. Anak harus tetap melanjutkannya
meskipun perlu ditunda hingga beberapa hari.
4.
Sebelum menulis dianjurkan untuk membuat
kerangka tulisan. Kerangka dapat mempermudah anak untuk mengarahkan
dan menyelesaikan tulisannya.
5.
Untuk menghasilkan tulisan yang baik
dibutuhkan latihan. Bisa dengan menulis buku harian atau karya-karya
kecil, yang harus dilakukan berulang-ulang. Jadi, anak tak boleh
bosan berlatih.
6.
Kemampuan berfantasi sangat mendukung kemampuan
seseorang dalam menulis. Untuk itu anak harus memaksimalkan daya
fantasinya, kemudian dituangkan dalam tulisan.
7.
Mungkin saat mengarang, anak mengalami
kesulitan. Nah, mintalah saran kepada orangtua atau guru. Atau,
ketika karangan sudah selesai minta pendapat mereka apakah ada yang
perlu diperbaiki.
8.
Bila mungkin, sangat baik jika anak
bergabung dengan kelompok kesenian seperti seni teater. Di dalam
teater anak diajarkan berbagai kemampuan termasuk menstimulasi
imajinasi supaya berkembang lebih baik. Hal ini sangat baik untuk
kemampuan menulisnya.
9.
Selanjutnya, boleh saja mengirim hasil
tulisan ke media. Bisa dimulai dengan tulisan yang mudah-mudah
dahulu seperti puisi atau pengalaman lucu. Setelah itu cerita pendek
atau tulisan lainnya.
Irfan Hasuki. Foto: Dok. NAKITA |