Topik Utama

Ramai-Ramai Jadi Penulis Cilik

Yuk, Publikasikan!

Membangkitkan MInat Mengarang Pada Anak

Klub Penulis

RAMAI-RAMAI

JADI PENULIS CILIK

Inilah buah dari tingginya minat baca pada anak.

Kini makin banyak bermunculan penulis cilik. Sebut saja, Abdurahman Faiz, Sri Izzati, Ali Riza, Qurrota Aini, Ramya Sukardi, dan lainnya. Setidaknya hal itu terlihat dari hasil-hasil karya mereka yang diterbitkan, bukan hanya di media, tetapi juga dalam bentuk buku.

Tentu sangat menyenangkan melihat banyaknya penulis cilik yang bermunculan. Namun, para penulis cilik ini masih dalam proses mengembangkan kemampuannya, yang bisa juga tak berlanjut terus.

Satu hal yang pasti, fenomena menjamurnya penulis cilik ini adalah buah dari tingginya minat baca pada anak. Melalui membaca, imajinasi anak-anak pun berkembang. Pada sebagian anak, ada upaya untuk mencoba menuangkan imajinasi tersebut dalam bentuk tulisan. Tambahan lagi bila orangtua atau lingkungan terdekatnya memberikan kesempatan untuk menulis dan menerbitkannya, jadilah sebuah karya yang dapat dinikmati oleh umum.

KARYA ANAK

Karya yang dihasilkan oleh anak atau penulis cilik ini hendaknya disebut sebagai karya anak. Namun, patut dicermati bahwa karya anak itu tidaklah selalu dapat dikelompokkan ke dalam buku cerita anak. Hendaknya dibedakan pengertian karya anak dan buku cerita anak. Karya anak adalah buku yang ditulis oleh pengarang berusia anak-anak dan diterbitkan atau dipublikasikan untuk umum. Yang temanya memang mengusung tentang dunia anak.

Sedangkan yang dimaksud dengan buku cerita anak adalah sebuah cerita yang sudah melalui proses pengendapan dan dituangkan dalam sudut pandang anak-anak serta diterjemahkan dalam bahasa anak-anak. Karenanya, pengarangnya adalah orang dewasa, bukan anak-anak. Ada pesan moral yang disampaikan serta memiliki kualitas penulisan yang baik.

Untuk itu, sebaiknya editor atau penyunting bahasa yang menggarap karya anak, tak terlalu banyak memberikan sentuhan. Biarkan karya itu seutuhnya sesuai dengan kreasinya. Jangan pula memberikan penilaian pada hasil karya anak, karena pengarang cilik masih berkembang. Langkah terbaik adalah memberikan fasilitas agar kemampuannya dalam bidang tulis-menulis dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Karena, mengarang itu tidak mengenal batasan usia. Siapa tahu kelak, pengarang cilik ini dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya hingga menjadi pengarang buku cerita anak yang sesungguhnya, yang berkualitas dan menjadi sebuah karya sastra.

Bagi orangtua yang ingin mengembangkan minat mengarang pada anak agar menjadi penulis yang berkualitas, sebaiknya mulai menyodorkan buku-buku yang baik, termasuk karya sastra untuk anak, sehingga dapat memperkaya wawasan si anak. Sebaiknya orangtua juga jangan memaksa anak untuk menulis agar bisa diterbitkan karyanya. Apalagi bila sekadar untuk memenuhi ambisi orangtua semata. Tugas orangtua adalah memberi semangat dan fasilitas yang mendukung, sebab setiap anak memiliki bakat masing-masing.

Utami Sri Rahayu

Narasumber:

DR Murti Bunanta SS., MA,

dari Kelompok Pencinta Bacaan Anak