|
RAMAI-RAMAI
JADI PENULIS
CILIK
Inilah buah dari
tingginya minat baca pada anak.
Kini
makin banyak bermunculan penulis cilik. Sebut saja, Abdurahman Faiz,
Sri Izzati, Ali Riza, Qurrota Aini, Ramya Sukardi, dan lainnya.
Setidaknya hal itu terlihat dari hasil-hasil karya mereka yang
diterbitkan, bukan hanya di media, tetapi juga dalam bentuk buku.
Tentu sangat menyenangkan melihat
banyaknya penulis cilik yang bermunculan. Namun, para penulis cilik
ini masih dalam proses mengembangkan kemampuannya, yang bisa juga
tak berlanjut terus.
Satu hal yang pasti, fenomena
menjamurnya penulis cilik ini adalah buah dari tingginya minat baca
pada anak. Melalui membaca, imajinasi anak-anak pun berkembang. Pada
sebagian anak, ada upaya untuk mencoba menuangkan imajinasi tersebut
dalam bentuk tulisan. Tambahan lagi bila orangtua atau lingkungan
terdekatnya memberikan kesempatan untuk menulis dan menerbitkannya,
jadilah sebuah karya yang dapat dinikmati oleh umum.
KARYA ANAK
Karya yang dihasilkan oleh anak
atau penulis cilik ini hendaknya disebut sebagai karya anak. Namun,
patut dicermati bahwa karya anak itu tidaklah selalu dapat
dikelompokkan ke dalam buku cerita anak. Hendaknya dibedakan
pengertian karya anak dan buku cerita anak. Karya anak adalah buku
yang ditulis oleh pengarang berusia anak-anak dan diterbitkan atau
dipublikasikan untuk umum. Yang temanya memang mengusung tentang
dunia anak.
Sedangkan yang dimaksud dengan buku
cerita anak adalah sebuah cerita yang sudah melalui proses
pengendapan dan dituangkan dalam sudut pandang anak-anak serta
diterjemahkan dalam bahasa anak-anak. Karenanya, pengarangnya adalah
orang dewasa, bukan anak-anak. Ada pesan moral yang disampaikan
serta memiliki kualitas penulisan yang baik.
Untuk itu, sebaiknya editor atau
penyunting bahasa yang menggarap karya anak, tak terlalu banyak
memberikan sentuhan. Biarkan karya itu seutuhnya sesuai dengan
kreasinya. Jangan pula memberikan penilaian pada hasil karya anak,
karena pengarang cilik masih berkembang. Langkah terbaik adalah
memberikan fasilitas agar kemampuannya dalam bidang tulis-menulis
dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Karena, mengarang itu tidak
mengenal batasan usia. Siapa tahu kelak, pengarang cilik ini dapat
mengembangkan kemampuan dan bakatnya hingga menjadi pengarang buku
cerita anak yang sesungguhnya, yang berkualitas dan menjadi sebuah
karya sastra.
Bagi orangtua yang ingin
mengembangkan minat mengarang pada anak agar menjadi penulis yang
berkualitas, sebaiknya mulai menyodorkan buku-buku yang baik,
termasuk karya sastra untuk anak, sehingga dapat memperkaya wawasan
si anak. Sebaiknya orangtua juga jangan memaksa anak untuk menulis
agar bisa diterbitkan karyanya. Apalagi bila sekadar untuk memenuhi
ambisi orangtua semata. Tugas orangtua adalah memberi semangat dan
fasilitas yang mendukung, sebab setiap anak memiliki bakat
masing-masing.
Utami Sri Rahayu
Narasumber:
DR Murti Bunanta SS., MA,
dari Kelompok Pencinta Bacaan Anak
|