|
PERTANYAAN
FAVORIT SEPUTAR
ASI
Banyak
ilmu yang masih "abu-abu" seputar ASI. Apakah memang demikian
faktanya ataukah sekadar mitos belaka?
*
Jika ibu mengalami kesundulan (hamil lagi
dalam jarak dekat), apakah pemberian ASI harus dihentikan?
Fakta:
Hal ini masih kontroversial. Ada dokter kandungan yang melarang
ibu hamil menyusui karena khawatir terjadi kontraksi rahim yang
bisa menyebabkan keguguran. Namun ada juga yang tidak melarang.
Belum ada penelitian yang betul-betul membuktikan hal tersebut.
Juga tak ada anjuran yang pasti dalam keadaan bagaimana seorang
ibu hamil harus ekstra hati-hati. Kalau memang merasa nyeri perut
dan memiliki riwayat keguguran, bermasalah dengan kandungan, atau
malah pernah mengalami perdarahan, sebaiknya hentikan. Akan tetapi
kalau kehamilannya sehat-sehat saja alias tidak ada masalah, pemberian
ASI bisa diteruskan.
*
Sebelum menyusui, ASI yang keluar pertama harus dibuang dulu?
Fakta:
Tidak perlu. ASI pertama yang keluar adalah kolostrum yang mengandung
banyak zat antibodi untuk kekebalan tubuh. Anggapan ASI yang keluar
pertama adalah basi juga tidak benar karena ASI selalu terlindungi
dalam payudara ibu. Dengan tujuan membunuh kuman, tiap tetes ASI
yang keluar sebelum menyusui boleh saja dioleskan di seputar puting
susu ibu.
*
Benarkah ASI bisa anyep/dingin/basi?
Fakta:
ASI selalu dalam keadaan terlindungi dalam payudara, sehingga tak
mungkin basi atau dingin karena selalu sesuai dengan suhu tubuh,
kecuali kalau ASI sudah dikeluarkan. Dalam suhu ruang ASI bisa bertahan
sekitar 6 jam, dan 2 minggu hari bila ditaruh di kulkas serta 3
bulan di suhu freezer, asalkan tidak sering dibuka-tutup.
*
ASI bisa berubah rasa dan warna?
Fakta:
Rasa ASI memang bisa berubah dan lebih variatif sesuai dengan makanan
yang dikonsumsi ibu. Komposisinya pun tergantung usia anak. Warna
ASI juga bisa berubah sesuai kebutuhan zat gizi yang diperlukan
bayi.
Inilah
urutannya:
-
Kolostrum
ASI
yang pertama keluar adalah kolostrum yang warnanya agak kekuning-kuningan.
Kolostrum banyak mengandung zat antibodi yang bermanfaat bagi tubuh.
-
Mature milk
Setelah
beberapa hari, tubuh ibu memproduksi susu matang (mature milk)
dengan komposisi:
1.
Foremilk
Selama
5 menit pertama ASI yang keluar berwarna kebiru-biruan dan tampak
encer, dinamakan foremilk. Di dalamnya terkandung protein, laktosa
dan nutrisi lainnya.
2.
Hindmilk
Selanjutnya,
ASI yang diproduksi tubuh disebut hindmilk. Warnanya putih
dan mengandung banyak lemak.
*
Benarkah payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman?
Fakta:
Biasanya payudara mana yang disusukan pada bayi tergantung pada
kenyamanan posisi ibu. ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara
kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk
atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Puaskan bayi
pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas,
barulah pindah ke payudara lainnya. Biasanya ASI yang keluar adalah
bagian yang encernya dulu (foremilk), kemudian baru hindmilk.
*
Makanan pedas dan bersantan yang dikonsumsi
ibu bisa membuat bayi mencret?
Fakta:
Tak pernah terjadi bayi mencret hanya gara-gara makanan yang dikonsumsi
ibunya. Meski demikian, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang
terlalu merangsang karena ada juga bayi yang menjadi kembung karenanya.
*
Ibu menyusui sebaiknya tidak minum es karena
membuat bayinya pilek?
Fakta:
Tidak ada hubungannya sama sekali. Suhu ASI dalam payudara tetap
hangat 37 derajat Celsius. Apa pun yang dikonsumsi ibu akan diserap
darah dan nantinya diproduksi menjadi ASI.
*
Apakah obat aman dikonsumsi ibu menyusui yang
sedang sakit?
Fakta:
Rata-rata obat yang diresepkan dokter untuk ibu menyusui kala sakit
aman bagi si bayi. Kalaupun ada yang sampai terbawa melalui ASI,
pengaruhnya tidak signifikan atau membahayakan bayi. Konsumsi obat
juga tidak menyebabkan berkurangnya produksi ASI, kecuali obat-obatan
yang mengandung hormon estrogen seperti pil KB, atau obat jenis
diuretik yang menyebabkan berkurangnya produksi ASI.
*
Jika bayi sakit pilek/batuk maka ibunyalah
yang minum obat?
Fakta:
Tidak benar. Bila bayi yang sakit, maka obatnya pun harus diminum
si bayi dan bukan ibunya. Biasanya obat yang diberikan kepada bayi
hanyalah obat-obatan yang sifatnya mengurangi gejala saja. Kalau
ibunya yang minum obat, meski keluar melalui ASI, jumlahnya sangat
kecil dan tidak bisa dipastikan dosisnya.
*
Semasa menyusui ibu harus makan dua porsi
lebih banyak?
Fakta:
Sebetulnya tidak demikian. Yang terpenting adalah konsumsi menu
seimbang. Kalau merasa lapar silakan makan, tapi jangan dipaksa
kalau sudah kenyang. Yang harus diperhatikan adalah keseimbangan
dan kecukupan gizinya. Sebaiknya ibu pun tidak diet karena komposisi
ASI bisa terganggu selain produksinya juga akan berkurang.
*
Payudara besar identik dengan ASI berlimpah?
Fakta:
Tidak benar. Payudara besar menandakan banyaknya lemak yang menunjang.
Sedangkan banyak sedikitnya produksi ASI tergantung pada gudang
ASI dimana terdapat kelenjar-kelenjar susu yang menghasilkan ASI.
Setiap ibu mempunyai kelenjar yang banyaknya kurang lebih sama.
*
Payudara jadi kendur bila menyusui?
Fakta:
Justru proses menyusui membuat payudara jadi kencang. Karena adanya
kontraksi dari otot-otot dan kelenjar payudara.
*
Menyusui bisa mempercepat rahim mengecil kembali?
Fakta:
Selama menyusui, refleks isap bayi pada puting susu mem-feedback
hormon di otak ibu. Ini menyebabkan kontraksi rahim. Selain mempercepat
mengecilnya rahim, kontraksi juga akan mengeluarkan darah nifas
yang mungkin masih tertinggal usai melahirkan.
*
Bila anak sudah 2 tahun ASI tak bagus lagi?
Fakta:
Memang ada anjuran ASI diberikan sampai anak usia 2 tahun saja.
Produksi ASI sendiri masih tetap baik. Demikian pula dengan komposisi
kandungan gizinya, meskipun telah berubah sesuai usia anak.
*
Bayi dengan ASI eksklusif akan susah diberi
makanan pendamping lainnya?
Fakta:
Justru bayi yang mendapat ASI eksklusif nantinya lebih mudah menerima
variasi rasa makanan pendamping. Karena bayi sudah terbiasa memperoleh
rasa ASI yang variatif.
*
Setelah ibu bekerja produksi ASI akan berkurang?
Fakta:
Tidak selalu. Caranya, sebelum dan sesudah bekerja ibu tetap memberikan
ASI langsung kepada bayinya. Sementara selama ibu bekerja, ASI tetap
dikeluarkan dengan cara diperah tiap 3 jam sekali. Kalau hanya diperah
saja tanpa disusukan langsung, produksinya pun akan berkurang karena
isapan bayi dapat merangsang kerja otak untuk menghasilkan hormon
prolaktin. Bila hanya diperah, rangsang yang ditimbulkannya jelas
berbeda.
*
Bisakah ASI dikeluarkan kembali setelah menyusuinya
terhenti sementara?
Fakta:
Sangat mungkin ibu yang pernah menyusui dan memberhentikan ASI-nya
kemudian ingin menyusui lagi. Caranya dengan proses relaktasi, yaitu
dirangsang melalui isapan bayinya. Butuh waktu beberapa hari untuk
bisa keluar lagi. Lebih mudah bila usia bayi kurang dari 2 bulan
dibanding bayi 6 bulan ke atas. Namun prinsipnya, bila bayi sering
didekatkan, maka suara, tangisan, isapan pada puting susu dan kedekatan
ibu dengan bayinya akan membantu produksi ASI kembali, berapa pun
usia si bayi.
*
Meski ibu malnutrisi komposisi ASI tetap tak
berubah?
Fakta:
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Kalaupun sampai terjadi
malnutrisi, kualitas ASI tetap terjaga dengan mengorbankan sang
ibu. Namun kompensasi ini ada batasnya, misalnya ibu dengan malnutrisi
berkepanjangan sampai titik tertentu bisa membuat komposisi ASI
berubah. Meski demikian tetap lebih baik ASI diberikan daripada
tidak sama sekali.
*
Bayi yang disusui sampai usia 2 tahun akan lebih lekat dengan orang
tuanya?
Fakta:
Berdasarkan banyak pengalaman, ikatan anak dengan ibunya menjadi
lebih kuat. Kecerdasan emosinya pun lebih stabil dan bagus. Nantinya
anak tumbuh menjadi pribadi yang mantap dan penuh percaya diri.
Secara intelektual pun anak mempunyai kemampuan yang baik.
*ASI
bisa menyebabkan obesitas?
Fakta:
Tidak. ASI merupakan cairan hidup. Kandungan yang terdapat di dalamnya
begitu diserap tubuh akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Semua
zat yang dibutuhkan seperti AA/DHA terdapat dalam ASI dan begitu
masuk ke tubuh secara otomatis pula enzim-enzim berharga itu tercipta.
*
Bila mengenai pipi bayi, ASI akan menyebabkan eksim/dermatitis?
Fakta:
ASI relatif aman. Kemungkinan dermatitis pada pipi bayi karena ASI
kecil sekali.
*Bila
ASI terkena alat kelamin bayi laki-laki kelak bisa menyebabkan impoten?
Fakta:
Tak ada hubungannya sama sekali antara ASI sebagai penyebab impotensi
kelak.
*Bayi
yang sakit mata bisa sembuh hanya dengan ditetesi ASI?
Fakta:
Belum ada penelitiannya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
lebih baik segera bawa si kecil ke dokter mata.
*
Dilarang menyusui saat magrib karena takut si bayi "kemasukan"?
Fakta:
Ini jelas-jelas mitos yang tak ada alasannya. Bayi bisa disusui
kapan pun dia membutuhkannya.
*Bolehkah
bayi minum ASI donor?
Fakta:
Meski bukan ASI dari ibunya, pengaruhnya tetap lebih baik buat si
bayi dibanding bila ia mendapat susu formula.
*Bila
bayi kuning, ASI harus dihentikan?
Fakta:
Bayi kuning awal biasanya terjadi di hari kedua atau kesepuluh dalam
kehidupannya. Untuk mencegah agar tak semakin parah, justru sangat
dianjurkan pemberian ASI yang lebih banyak. Jadi, jangan batasi
frekuensinya dan tak perlu memberi tambahan cairan lainnya seperti
air mineral dan sebagainya.
Dedeh
Kurniasih. Ilustrator: Pugoeh
Narasumber:
dr.
Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A.,
Konselor Laktasi dari Klinik Anakku, Cinere, Jakarta
|