Edisi Tematis

Panduan Memberi ASI Eksklusif

 

01 : ASI Anugerah Sempurna Bagi Ibu dan Bayi
02 : Manfaat ASI: Ibu Sehat, Bayi Kuat
03 : Jangan Lupa, Siapkan Diri Sebelum Menyusui
04 : Pemberian ASI Pertama
05 : ASI Maksimal Berkat Posisi Tepat
06 : Masalah Yang Kerap Dijumpai Saat Menyusui
07 : 5 Langkah Memerah ASI
08 : Penyimpanan dan Pemberian ASI
09 : Ayah, Dukung Ibu Selama Menyusui, Ya!
10 : Pertanyaan Favorit Seputar ASI
11 : Ke Mana Berkonsultasi Tentang ASI?

 

PENYIMPANAN DAN PEMBERIAN ASI

Setelah diperah, ASI harus disimpan dengan baik agar dapat bertahan lama.

Berikut trik menyimpan ASI:

- Simpanlah ASI dalam botol atau gelas yang sudah disterilkan terlebih dahulu, lalu tutup rapat-rapat.

- Sebaiknya cantumkan jam dan tanggal ASI diperah.

- ASI yang berada di suhu ruangan hanya dapat bertahan 6-8 jam.

- ASI yang disimpan dalam termos es dapat bertahan selama 24 jam.

- ASI yang disimpan di lemari es dapat bertahan 2 minggu (usahakan tempatnya terpisah dari bahan makanan lain).

- Jika dimasukkan dalam freezer, ASI bisa tahan sampai 3 bulan. Akan tetapi jangan disimpan di bagian pintu freezer karena di bagian inilah perubahan dan variasi suhu udara paling besar terjadi.

Meski bisa disimpan lama, ASI dianjurkan segera dikonsumsi dalam waktu 2 hari atau 48 jam saja. Kenapa? Karena jika disimpan di lemari es selama 2 minggu kemungkinan ada zat antibodi yang mati akibat udara dingin. Makin lama disimpan tentunya makin banyak zat yang mati. Jadi sebaiknya jangan lewat dari waktu itu supaya kualitas atau komposisinya tidak berubah.

CARA DAN WAKTU PEMBERIAN

Sebelum diberikan kepada bayi, sebaiknya ASI dihangatkan lebih dulu. Tak perlu dipanaskan di atas api karena zat-zat yang terkandung di dalamnya justru akan mati. Jadi, sebatas "dipanaskan" dengan cara merendam gelas/cangkir tempat menyimpan ASI di dalam mangkuk yang telah diisi air hangat.

Berikan ASI perah dengan sendok atau pipet khusus agar si kecil tidak terbiasa mengisap dot dan jadi sulit menyusu pada payudara ibu. Setelah terbiasa dengan dot, bayi hanya akan mengisap ujung puting ibu seperti saat mengedot. Padahal cara menyusu yang benar adalah seluruh aerola ibu masuk ke mulut sang bayi. Alhasil, biasanya ASI yang keluar sedikit, di sisi lain puting ibu malah lecet. Jadi, jalan terbaiknya adalah memberikan ASI perah dengan cara disuapi menggunakan sendok. Tularkan keterampilan ini pada pengasuh, saudara, nenek/kakek sang bayi atau siapa pun yang akan mengasuh si kecil selama ditinggal bekerja.

Lalu kapan sebaiknya ASI perah diberikan? Ya setiap saat si bayi menginginkannya. Sentuhlah pipi si kecil dengan jari. Kalau bayi merespons dengan cara segera membuka mulut dan menoleh ke arah sentuhan tersebut, berarti dia lapar/haus. Segeralah berikan ASI perahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Satu lagi, tak perlu khawatir jika ASI yang berhasil diperah tergolong sedikit. Toh, sebenarnya bayi secara perlahan akan terbiasa dengan kondisi seperti itu. Awalnya mungkin si kecil gelisah karena merasa kurang kenyang, namun 3-4 hari kemudian, bayi akan beradaptasi sambil menunggu ibu kembali ke rumah.

Hilman Hilmansyah. Foto: Ferdi/NAKITA

Konsultan ahli:

dr. Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI., IBCLC,
Ketua Yayasan Sentra Laktasi Indonesia