|
PENYIMPANAN
DAN PEMBERIAN ASI
Setelah
diperah, ASI harus disimpan dengan baik agar dapat bertahan lama.
Berikut
trik menyimpan ASI:
- Simpanlah
ASI dalam botol atau gelas yang sudah disterilkan terlebih dahulu,
lalu tutup rapat-rapat.
- Sebaiknya
cantumkan jam dan tanggal ASI diperah.
- ASI
yang berada di suhu ruangan hanya dapat bertahan 6-8 jam.
- ASI
yang disimpan dalam termos es dapat bertahan selama 24 jam.
- ASI
yang disimpan di lemari es dapat bertahan 2 minggu (usahakan tempatnya
terpisah dari bahan makanan lain).
- Jika
dimasukkan dalam freezer, ASI bisa tahan sampai 3 bulan. Akan tetapi
jangan disimpan di bagian pintu freezer karena di bagian inilah
perubahan dan variasi suhu udara paling besar terjadi.
Meski
bisa disimpan lama, ASI dianjurkan segera dikonsumsi dalam waktu
2 hari atau 48 jam saja. Kenapa? Karena jika disimpan di lemari
es selama 2 minggu kemungkinan ada zat antibodi yang mati akibat
udara dingin. Makin lama disimpan tentunya makin banyak zat yang
mati. Jadi sebaiknya jangan lewat dari waktu itu supaya kualitas
atau komposisinya tidak berubah.
CARA
DAN WAKTU PEMBERIAN
Sebelum
diberikan kepada bayi, sebaiknya ASI dihangatkan lebih dulu. Tak
perlu dipanaskan di atas api karena zat-zat yang terkandung di dalamnya
justru akan mati. Jadi, sebatas "dipanaskan" dengan cara
merendam gelas/cangkir tempat menyimpan ASI di dalam mangkuk yang
telah diisi air hangat.
Berikan
ASI perah dengan sendok atau pipet khusus agar si kecil tidak terbiasa
mengisap dot dan jadi sulit menyusu pada payudara ibu. Setelah terbiasa
dengan dot, bayi hanya akan mengisap ujung puting ibu seperti saat
mengedot. Padahal cara menyusu yang benar adalah seluruh aerola
ibu masuk ke mulut sang bayi. Alhasil, biasanya ASI yang keluar
sedikit, di sisi lain puting ibu malah lecet. Jadi, jalan terbaiknya
adalah memberikan ASI perah dengan cara disuapi menggunakan sendok.
Tularkan keterampilan ini pada pengasuh, saudara, nenek/kakek sang
bayi atau siapa pun yang akan mengasuh si kecil selama ditinggal
bekerja.
Lalu
kapan sebaiknya ASI perah diberikan? Ya setiap saat si bayi menginginkannya.
Sentuhlah pipi si kecil dengan jari. Kalau bayi merespons dengan
cara segera membuka mulut dan menoleh ke arah sentuhan tersebut,
berarti dia lapar/haus. Segeralah berikan ASI perahan yang sudah
disiapkan sebelumnya.
Satu
lagi, tak perlu khawatir jika ASI yang berhasil diperah tergolong
sedikit. Toh, sebenarnya bayi secara perlahan akan terbiasa dengan
kondisi seperti itu. Awalnya mungkin si kecil gelisah karena merasa
kurang kenyang, namun 3-4 hari kemudian, bayi akan beradaptasi sambil
menunggu ibu kembali ke rumah.
Hilman
Hilmansyah. Foto: Ferdi/NAKITA
Konsultan
ahli:
dr.
Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI., IBCLC,
Ketua Yayasan Sentra Laktasi Indonesia
|