|
5
LANGKAH MEMERAH ASI
Memerah
ASI sebetulnya tak sulit selama dilakukan dengan teknik yang benar.
Niat
memberikan ASI eksklusif saja ternyata tidak cukup. Banyak ibu
menghadapi kendala, seperti keharusan kembali bekerja. Demi memenuhi
hak bayi mendapatkan ASI, ibu harus berupaya lebih. Tinggalkan ASI
di rumah sementara ibu bekerja. Toh, ASI bisa diperah, disimpan,
untuk kemudian diberikan kepada si kecil. Untuk itulah perlunya
keterampilan memerah, terutama bagi ibu yang berhalangan memberikan
ASI-nya secara langsung.
PERSIAPAN
MEMERAH
Inilah
tahapan persiapan memerah ASI:
* Cuci
bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan
relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang
dan nyaman.
* Kompres
payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain
lembut lainnya.
* Mulailah
mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut:
A.
Massage
*
Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan
mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila
payudara besar, gunakan keempat jari.
*
Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara
dengan gerakan spiral ke arah puting susu.
B.
Stroke
*
Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara
lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus,
kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan
menggunakan sisir yang bergigi lebar, "sisirlah" payudara
secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan
ujung jari, lakukan stroke dari dasar payudara ke arah puting susu.
C.
Shake
Dengan
posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut,
biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Teknik
memerah ASI dengan tangan metode massage, stroking, dan shaking
yang disebut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang
Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di
California.
MEMERAH
DENGAN TANGAN
1.
Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta
jari tengah di bawah sekitar 2,5 3,8 cm di belakang puting
susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah
ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam
6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan.
Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang"
ASI berada di bawahnya.
2.
Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi.
Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian
ditekan ke arah dada.
3.
Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari
ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat
di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan
ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit
atau nyeri.
4.
Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang.
Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari
ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
5.
Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI
memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar
dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir
bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Seluruh
prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu
sekitar 20-30 menit, meliputi:
- Massage,
stroke, dan shake.
- Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.
Sebagai
catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah
patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut
dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya
keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru
harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya
segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.
Hilman
Hilmansyah. Ilustrasi Dok. NAKITA
Konsultan
ahli:
dr.
Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI., IBCLC,
Ketua Yayasan Sentra Laktasi Indonesia
|