Khasanah_Nakita

Edisi Tematis

Panduan Memberi ASI Eksklusif

 

01 : ASI Anugerah Sempurna Bagi Ibu dan Bayi
02 : Manfaat ASI: Ibu Sehat, Bayi Kuat
03 : Jangan Lupa, Siapkan Diri Sebelum Menyusui
04 : Pemberian ASI Pertama
05 : ASI Maksimal Berkat Posisi Tepat
06 : Masalah Yang Kerap Dijumpai Saat Menyusui
07 : 5 Langkah Memerah ASI
08 : Penyimpanan dan Pemberian ASI
09 : Ayah, Dukung Ibu Selama Menyusui, Ya!
10 : Pertanyaan Favorit Seputar ASI
11 : Ke Mana Berkonsultasi Tentang ASI?

 

ASI MAKSIMAL BERKAT POSISI TEPAT

Agar nyaman, sesuaikan posisi menyusui dengan kondisi ibu.

Banyak sedikitnya ASI ternyata berhubungan langsung dengan posisi ibu saat menyusui. Posisi yang tepat akan mendorong keluarnya ASI secara maksimal. Apa pun teknik bersalinnya, ibu dapat menyusui bayi sesegera mungkin. Begitu pula jika melahirkan bayi kembar.

* Persalinan normal/spontan

Ibu yang melahirkan secara spontan bisa lebih leluasa dalam memilih posisi menyusui: sambil duduk atau berbaring menyamping pun tak masalah. Jika posisi duduk yang dipilih, gunakan kursi yang nyaman. Upayakan telapak kaki menginjak lantai. Gunakan dingklik (bangku kecil) sebagai pengganjal bila posisi kaki agak menggantung.

* Persalinan sesar

Football position adalah posisi menyusui yang disarankan untuk ibu yang melahirkan melalui persalinan sesar. Pada posisi ini, tubuh bayi digendong dengan salah satu tangan ibu. Upayakan letak kepala bayi berada tepat di bawah payudara dan membentuk garis lurus dengan badan bayi. Posisi ini aman karena bagian bawah perut ibu yang masih nyeri akibat operasi dapat terlindungi. Posisi ini pun merupakan posisi yang paling nyaman bagi ibu maupun bayinya.

* Bayi kembar

Sama dengan ibu yang melahirkan melalui persalinan sesar, football position juga tepat untuk bayi kembar. Caranya: kedua tangan ibu memeluk masing-masing satu kepala bayi, seperti memegang bola. Letakkan tepat di bawah payudara ibu. Posisi kaki bayi boleh dibiarkan menjuntai keluar. Untuk memudahkan, kedua bayi dapat diletakkan pada satu bidang datar yang memiliki ketinggian kurang lebih sepinggang ibu. Dengan demikian ibu cukup menopang kepala kedua bayi kembarnya saja. Cara lain adalah dengan meletakkan bantal di atas pangkuan ibu. (lihat gambar)

JIKA ASI BERLIMPAH

Untuk ibu yang beruntung memiliki ASI berlimpah dan alirannya deras, ada posisi khusus untuk menghindari agar bayi tidak tersedak. Caranya: ibu tidur telentang lurus sementara bayi diletakkan di atas perut ibu dalam posisi berbaring lurus dengan kepala menghadap ke payudara. (lihat gambar)

PERLEKATAN SAAT MENYUSUI

Selain posisi, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah perlekatan antara bayi dan ibu saat menyusui. Perlekatan ini penting karena menentukan sedikit-banyaknya ASI yang keluar. Kalau sekadar menempel ke payudara ibu, maka hanya puting yang diisap oleh bayi. Akibatnya meski sudah menyedot sekuat tenaga, ASI hanya keluar sedikit mengingat "gudang" ASI tepat berada di bawah areola. Ibu akan merasa nyeri dan puting pun biasanya lecet.

Berikut tahapan untuk mendapat perlekatan yang baik:

- Temukan posisi senyaman mungkin

Bila ingin duduk, pilihlah kursi yang tidak terlalu tinggi. Upayakan telapak kaki menjejak lantai dengan nyaman. Bila ingin berbaring, perhatikan ketinggian posisi bayi. Usahakan bayi yang mendekatkan diri ke ibu dan bukan sebaliknya. Ini bermanfaat supaya ibu merasa nyaman dan tidak cepat lelah. Bila perlu, manfaatkan bantal sebagai penyangga tubuh bayi.

- Perhatikan posisi bayi

* Idealnya, kepala dan tubuh bayi haruslah lurus dan sejajar.

* Posisi payudara lebih tinggi dari kepala bayi. Jangan sampai kepala bayi lebih tinggi karena bayi pasti sulit menekuk kepalanya sedemikian rupa.

* Dagu bayi harus menempel pada payudara ibu.

* Usahakan supaya dada bayi menempel ke dada ibu atau perutnya menempel ke perut ibu.

* Upayakan semua bagian areola masuk ke dalam mulut bayi. Jika ibu memiliki areola yang besar, utamakan bagian bawahnya masuk lebih banyak dibanding bagian atas. Sekilas bibir bayi tampak dower bila perlekatannya baik dan akan terdengar suara bayi menelan susu (lihat gambar). Sebaliknya, perlekatan yang salah membuat ASI tidak keluar maksimal.

* Arahkan puting dan areola ke langit-langit bayi. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti posisi menggunting. Setelah areola masuk seluruhnya ke mulut bayi, jari tangan boleh dilepas.

* Jangan khawatir bayi tak dapat bernapas hanya karena mengisap ASI. Karena kalau tidak bisa bernapas, otomatis bayi akan melepaskan mulutnya dari payudara si ibu kemudian mencari mekanisme senyaman mungkin.

- Lamanya waktu menyusui

Tak perlu khawatir produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi sebab dengan kuasa Tuhan, kapasitas payudara ibu sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Hanya saja, lamanya waktu menyusui berbeda pada setiap bayi, bervariasi antara 15-30 menit. Setelah kenyang, otomatis bayi akan melepaskan isapannya dari payudara ibu. Biarkan saja bayi tertidur meski baru mengisap ASI dari satu payudara. Saat minta disusui kembali, lanjutkan dengan payudara yang satunya. Jadi, jangan buru-buru atau memaksa bayi melepaskan isapannya dari satu payudara hanya agar ia berganti dengan payudara lainnya.

Utami Sri Rahayu. Ilustrasi. Dok. NAKITA

Konsultan ahli:

Dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA.,
Fasilitator Laktasi pada Sentral Laktasi Indonesia