Khasanah_Nakita

Edisi Tematis

Panduan Memberi ASI Eksklusif

 

01 : ASI Anugerah Sempurna Bagi Ibu dan Bayi
02 : Manfaat ASI: Ibu Sehat, Bayi Kuat
03 : Jangan Lupa, Siapkan Diri Sebelum Menyusui
04 : Pemberian ASI Pertama
05 : ASI Maksimal Berkat Posisi Tepat
06 : Masalah Yang Kerap Dijumpai Saat Menyusui
07 : 5 Langkah Memerah ASI
08 : Penyimpanan dan Pemberian ASI
09 : Ayah, Dukung Ibu Selama Menyusui, Ya!
10 : Pertanyaan Favorit Seputar ASI
11 : Ke Mana Berkonsultasi Tentang ASI?

 

MANFAAT ASI: IBU SEHAT, BAYI KUAT

Dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, sederet manfaat akan didapat oleh bayi maupun sang ibu.

Banyak penelitian telah membuktikan kehebatan ASI. Cairan kehidupan ini ditengarai memiliki kandungan gizi, nutrisi, dan antibodi yang paling lengkap. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan di 6 negara berkembang membuktikan, bayi usia 0-2 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif lebih rentan terkena infeksi pencernaan hingga 400%!

Yang dimaksud dengan ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa dicampur dengan apa pun, termasuk air bening, vitamin dan obat. Bayi yang sakit dan terpaksa harus diberi obat berarti sudah tidak mendapat ASI eksklusif lagi. Namun harap dipahami, pada dasarnya bayi tipis kemungkinan sakit bila 6 bulan pertama dalam kehidupannya mendapat ASI eksklusif secara benar. Sebab zat antibodi yang terkandung dalam ASI sedemikian sempurna sehingga bisa membentengi bayi dari penyakit apa pun.

Satu hal yang harus diyakini terlebih dulu adalah tiap ibu pasti bisa memberikan ASI untuk bayinya. Tuhan Yang Maha Pemurah telah menciptakan mekanisme produksi ASI begitu rupa sehingga semua bayi pada dasarnya bisa memperoleh haknya. Kendala-kendala yang muncul bisa diatasi selama persiapan yang dilakukan dan teknik pemberiannya benar.

MANFAAT ASI BAGI BAYI

Pemberian ASI secara eksklusif (tidak dicampur apa pun selama 6 bulan berturut-turut) memberikan sederet manfaat:

* Kesehatan

Kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI tetap ampuh di segala zaman. Karenanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih sehat dan lebih kuat dibanding yang tidak mendapat ASI. ASI juga mampu mencegah terjadinya kanker linfomamaligna (kanker kelenjar).

ASI juga menghindarkan anak dari busung lapar, seperti yang marak belakangan ini. Sebab komponen gizi ASI paling lengkap, termasuk protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan zat-zat penting lain yang belum terungkap. Apalagi ASI adalah cairan hidup yang mampu diserap dan digunakan tubuh dengan cepat. Manfaat ini tetap diperoleh meski status gizi ibu kurang.

* Kecerdasan

Manfaat berikutnya adalah mencerdaskan anak. Dalam ASI terkandung DHA terbaik, selain laktosa yang berfungsi untuk proses mielinisasi otak. Seperti diketahui, mielinisasi otak adalah salah satu proses pematangan otak agar bisa berfungsi optimal. Saat ibu memberikan ASI, terjadi pula proses stimulasi yang merangsang terbentuknya networking antarjaringan otak hingga menjadi lebih banyak dan terjalin sempurna. Ini terjadi melalui suara, tatapan mata, detak jantung, elusan, pancaran dan rasa ASI.

* Emosi

Saat disusui, bayi berada dalam dekapan ibu. Ini akan merangsang terbentuknya EI (Emotional Intelligence). Selain itu, ASI merupakan wujud curahan kasih sayang ibu pada buah hatinya. Doa dan harapan yang didengungkan di telinga anak selama proses menyusui pun akan mengasah kecerdasan spiritual anak.

MANFAAT MEMBERIKAN ASI UNTUK IBU

Selain bermanfaat untuk bayi, proses pemberian ASI juga bermanfaat bagi ibu. Berikut di antaranya:

* Diet alami

ASI eksklusif adalah diet alami bagi ibu. Dengan memberikan ASI eksklusif, berat badan ibu yang bertambah selama hamil akan segera kembali mendekati berat semula. Naiknya hormon oksitosin selagi menyusui, menyebabkan kontraksi semua otot polos, termasuk otot-otot rahim. Nah, karena ini berlangsung terus-menerus, nilainya kurang lebih sama dengan senam perut. Begitu juga aktivitas bangun malam untuk menyusui si kecil yang haus dan mengganti popok basahnya yang setara dengan olahraga. Belum lagi berbagai kegiatan yang dilakukan di siang hari, seperti, menggendong, memberi makan, mengajak bermain dan sebagainya.

* Mencegah kanker

Jangan salah, ASI bisa mencegah kanker, khususnya kanker payudara. Pada saat menyusui, hormon estrogen mengalami penurunan. Sementara tanpa aktivitas menyusui, kadar hormon estrogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak adanya keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron.

* Mengurangi risiko anemia

Saat memberikan ASI, otomatis risiko perdarahan pascabersalin berkurang. Naiknya kadar hormon oksitosin selama menyusui akan menyebabkan semua otot polos mengalami kontraksi. Kondisi inilah yang mengakibatkan uterus mengecil sekaligus menghentikan perdarahan. Harap diketahui, perdarahan yang berlangsung dalam tenggang waktu lama merupakan salah satu penyebab anemia.

* Manfaat ekonomis

Dengan menyusui, ibu tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli susu/suplemen bagi si kecil. Cukup dengan ASI eksklusif, kebutuhan bayi selama 6 bulan terpenuhi dengan sempurna. Selain tak perlu repot-repot mensterilkan aneka peralatan untuk memberikan susu kepada si kecil.

Gazali Solahuddin. Foto: Ferdi/NAKITA

Narasumber:

Dr. I.G.A.N. Partiwi, Sp.A., MARS

 

ASI TERPAKSA TAK DIBERIKAN SECARA EKSKLUSIF JIKA...

* Ibu terinfeksi HIV, mengidap TBC aktif, dan Hepatitis B aktif.

* Puting ibu terlalu masuk sehingga tak mungkin diisap bayi dan menghambat pemberian ASI. Beberapa kasus puting mendelep masih bisa diatasi. Hanya perlu waktu bagi bayi untuk bereksplorasi dan belajar mengisap pada puting payudara ibu dengan kondisi seperti itu. Toh, bentuk puting seperti apa pun semestinya tidak sampai mengusik refleks isap yang merupakan refleks dasar bayi.

* Si bayi karena berbagai sebab harus mendapat perawatan terpisah dari ibunya dalam jangka waktu lama. Bayi seperti ini tetap dimungkinkan mendapat ASI, meski tentu saja sudah tidak eksklusif lagi. Si bayi pun butuh waktu lebih lama untuk belajar mengisap ASI langsung dari ibunya. Namun seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.