|
ASI
ANUGERAH SEMPURNA BAGI IBU DAN BAYI
Minggu
pertama bulan Agustus dicanangkan sebagai pekan ASI Sedunia. Untuk
tahun ini, tema yang diangkat adalah "Breastfeeding and
Family Food: Loving and Healthy." Tema ini sepertinya
tepat sekali ditujukan bagi anak-anak di negeri tercinta. Maraknya
kasus busung lapar di berbagai daerah di Indonesia rasanya tidak
akan terjadi seandainya semua orang tua mendapat pencerahan akan
manfaat ASI.
Namun
banyak ibu mengeluh bukannya tidak mau memberikan ASI eksklusif
selama 6 bulan, hanya saja jumlah ASI-nya dirasa tak mencukupi.
Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi bila ibu menguasai teknik
menyusui maupun memerah ASI dengan benar. Bagaimana caranya? Jangan
khawatir, kami akan membagikan kiatnya untuk Anda. Mulai masa persiapan
selama kehamilan, apa yang harus dilakukan bila ASI pertama keluar,
sampai bagaimana posisi menyusui yang benar.
Bagi
ibu bekerja, dilema kembali menghadang setelah waktu cuti tiga bulan
berlalu. Apakah ASI eksklusif akan diteruskan atau cukup sampai
di sini saja? Padahal kembali bekerja bukanlah hambatan untuk memberikan
ASI eksklusif. Dengan teknik memerah yang benar serta penyimpanan
yang tepat, si kecil tetap terpenuhi haknya. Tak kalah pentingnya
adalah peran ayah serta dukungan lingkungan.
Tentu
masih banyak pertanyaan seputar pemberian ASI yang perlu dituntaskan.
Untuk itu, kami mencoba meluruskan mitos dan kesimpangsiuran informasi
mengenai ASI.
Selanjutnya,
pemberian makanan pendamping ASI menjadi tugas penting saat si bayi
telah berusia 6 bulan. Tujuannya mengenalkan rasa dan tekstur makanan
yang lebih padat daripada susu. Bagaimana membuatnya? Ikuti aneka
resep yang kami sajikan di buklet ini.
Nah,
bila Anda ingin memberikan yang terbaik bagi si buah hati, bulatkan
tekad untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Daya tahan
bayi terhadap penyakit jelas lebih tinggi, dan jalinan emosi ibu-anak
akan begitu serasi. Kalau Anda yakin, Anda pasti bisa!
Marfuah
Panji Astuti
|