Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Mengapa Anak Perlu Minum Susu?
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Susu Formula Untuk Bayi
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Susu Formula Untuk 1-12 Tahun
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Komponen Zat Gizi Pada Susu Formula
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Haruskah Pilih Susu Dengan Kandungan Ekstra?
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Aneka Susu Khusus, Untuk Siapa Ya?
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Susu Segar dan Susu Cair, Apa Bedanya?
Edisi Tematis Susu Tepat, Anak Sehat: Kok, Anakku Enggak Suka Susu Sih?

 

KOMPONEN ZAT GIZI PADA SUSU FORMULA

Berikut sejumlah komponen zat gizi yang harus terdapat dalam sebuah produk susu formula.

1. Energi

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi atau tenaga.

2. Protein

Zat gizi ini diperlukan untuk berbagai proses pertumbuhan. Asam amino adalah unsur yang menyusun protein, sedangkan asam amino ensensial merupakan unsur asam amino yang harus dipasok dari luar karena tak tersedia dalam tubuh.

3. Lemak

Sebagai sumber energi dan penghasil asam lemak yang diperlukan pada proses biokimia dalam sel. Susu formula yang memiliki kandungan asam lemak esensial linolenat (Omega-3) dan linoleat (Omega-6) lebih direkomendasikan karena diperlukan untuk menyuplai kebutuhan pertumbuhan sel-sel otak.

4. Vitamin

Berfungsi sebagai zat pengatur dalam berbagai proses biokimia yang berlangsung di setiap sel dan jaringan tubuh.

Vitamin-vitamin yang harus diperhatikan adalah:

* Vitamin B kompleks yang terdiri dari:

- B1 ( tiamin ), berfungsi untuk membantu pengolahan energi. Kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan penyakit beri-beri.

- B2 ( riboflavin ), berfungsi dalam proses pengolahan energi dari protein sekaligus menyuplai nukleotida (unsur yang diperlukan dalam beberapa proses sel-sel tubuh). Kekurangan vitamin ini bisa membuat kulit bersisik, timbul koreng-koreng di sekitar mulut, hidung dan gangguan kulit lainnya.

- B5 ( asam pantotenat ), berperan membantu proses pengolahan energi. Kekurangan asam pantotenat memunculkan keluhan pusing/sakit kepala, sulit tidur/insomnia, kejang-kejang dan mual-mual.

- B6 ( pyridoksin ), berfungsi dalam proses perubahan protein menjadi asam amino dan neurotransmitter (senyawa yang diperlukan sel-sel otak). Kekurangan vitamin ini meng­aki­batkan nafsu makan berkurang, kehi­langan berat badan, muntah-muntah, diare, dan anemia.

- B12 ( sianokobalamin ), antara lain membantu proses pengolahan sel-sel darah merah. Kekurangan viamin ini dapat menyebabkan anemia (kurang darah).

* Niasin ( nikotinamida ), berfungsi untuk proses pengolahan energi maupun menurunkan kadar kolesterol darah. Kekurangan niasin akan menimbulkan penyakit kulit yang disebut pellagra dan dermatitis, ataupun diare dan dimensia (gangguan daya ingat).

* Asam folat ( folic acid ), berfungsi mencegah anemia megaloblastik (sel darah membesar tapi awan pecah atau rusak). Tanda kekurangannya adalah hilang nafsu makan, berat badan turun, pelupa bahkan gampang pingsan.

* Biotin, berfungsi membantu pembentukan asam lemak, asam amino, dan purin. Kekurangan biotin bisa berakibat dermatitis, kulit gatal, rambut mudah rontok.

- Vitamin C, membantu me­ning­katkan daya tahan tubuh terhadap ancaman berbagai penyakit, sekaligus sebagai penawar racun atau antioksidan. Kekurangan vitamin C menyebabkan mulut mudah sariawan dan badan mudah sakit-sakitan.

- Vitamin A, berfungsi mengatur pertumbuhan tulang dan gigi serta penglihatan. Kurang vitamin A berakibat pada ter­ganggunya pertumbuhan tulang, penglihatan dan kecerdasan. Balita Indonesia masih rawan terkena masalah kurang vitamin A.

- Vitamin D, berfungsi membantu proses pertumbuhan tulang. Kurang vitamin D akan mengganggu pertumbuhan tulang. Namun tak perlu khawatir karena vitamin D juga dapat diperoleh dengan berjemur pada waktu pagi sebelum pukul 09.00.

- Vitamin E, diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh untuk melindungi sel-sel dari serangan se­nyawa beracun dan proses repr­o­duk­si. Kurang vitamin E bisa mengakibat­kan kulit cepat menua dan keriput serta terganggunya sel-sel reproduksi.

- Vitamin K, diperlukan dalam proses pembekuan darah dan pem­bentukan tulang. Kurang vitamin K mengakibatkan tulang cepat rapuh. Kalau mengalami luka yang me­nge­luarkan darah, darahnya akan lebih lama membeku.

5. Mineral

Fungsinya juga sebagai zat pengatur dalam berbagai proses biokimia yang berlangsung di setiap sel dan jaringan tubuh.

Mineral-mineral yang perlu diperhatikan ialah:

* Kalsium dan fosfor, diperlukan untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang. Ke ­kurangan mineral ini meng­akibatkan pertumbuhan tulang ter­ganggu. Bila kelak sudah berumur, akan mudah terkena osteo­porosis yakni tulangnya jadi rapuh.

* Yodium (I), diperlukan untuk perkembangan otak dan kelenjar tiroid. Kekurangan yodium berakibat anak menjadi kretin, IQ rendah, terhambat perkembangan mentalnya atau idiot.

* Fe (zat besi), diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan pengolahan energi serta sel-sel otak. Zat besi merupakan salah satu mineral yang sangat penting karena dapat mencegah terjadinya anemia pada bayi.

* Zn (seng), diperlukan untuk pertumbuhan badan dan organ re­pro­duksi serta meningkatkan daya tahan tubuh. Kekurangan seng pada balita akan menghambat pertumbuhan, ke­cerdasan dan terhambatnya per­kembangan organ reproduksi atau alat kelamin.

* Selenium, diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan senyawa beracun. Kekurangan selenium pada bayi membuatnya mudah sakit-sakitan dan mengganggu pertumbuhan tubuhnya.

* Flour (F), diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi. Penting untuk bayi yang sedang tumbuh.

Dedeh Ilustrator: Pugoeh