SUSU FORMULA UNTUK 1-12 TAHUN
Adanya penggolongan susu formula untuk 1-12 tahun diharapkan bisa mengoptimalkan manfaat susu.
Bagi anak-anak yang sudah
mengonsumsi makanan
padat, dimana susu
berfungsi sebagai suplemen atau pelengkap, maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan:
Sesuaikan kandungan gizinya dengan usia anak
Kandungan gizi susu formula anak harus berbeda dari susu formula bayi terutama jumlah kalori dan proteinnya. Semakin tinggi usia anak maka kalori yang dibutuhkannya pun semakin banyak. Selain itu, fungsi pencernaan makan anak untuk mengolah makanan sudah semakin baik. Namun jumlah gizi yang dibutuhkan tetap bisa dihitung berdasar usia anak. Itulah sebabnya dalam kemasan susu formula pasti dicantumkan pula untuk anak usia berapa susu tersebut ditujukan.
Reaksi yang mungkin timbul
Selain faktor alergi, ada pula hal-hal lain yang juga harus dicermati. Di antaranya apakah susu tersebut berdampak pada perkembangan anak seperti yang diharapkan atau tidak. Ketidakcocokan pun mungkin saja terjadi akibat adanya zat-zat tambahan seperti rasa stroberi, cokelat, buah dan lainnya.
Kandungan tambahan pada susu formula
Kandungan susu pada prinsipnya sama. Klasifikasi berdasar usia hanyalah pelengkap.
Sesuaikan dengan selera anak
Beragam rasa susu yang ditawarkan hendaknya tidak membuat orang tua
malah bingung. Agar anak suka, sesuaikan rasanya dengan selera anak. Perhatikan juga apakah anak punya bakat alergi tertentu. Adakalanya susu rasa cokelat menyebabkan anak alergi atau memicu keluhan bagi mereka yang punya bakat asma. Begitu juga anak-anak hiperaktif dengan gangguan pemusatan konsentrasi, bisa-bisa bertambah hiperaktif.
Ganti-ganti susu pada prinsipnya boleh-boleh saja, selama ada alasan yang mendukung. Semisal karena memang tidak cocok atau anak bosan dengan rasa tertentu dan ingin mencoba rasa lain. Yang tidak bijaksana adalah menganggap susu yang lebih mahal pasti lebih baik.
PEMBEDAAN BERDASARKAN USIA
Pada dasarnya, semua susu adalah baik selama bisa mensubstitusi kebutuhan gizi anak, yaitu:
* Mempermudah penyerapan zat gizi guna memenuhi kebutuhan tubuh.
* Tidak mencederai atau bahkan merusak organ tubuh anak, seperti ginjal dan organ pencernaan, akibat terlalu diforsir.
* Memenuhi selera anak yang sudah mengenal rasa, sehingga susu lebih mudah dikonsumsi.
Dengan begitu, jika tidak ada masalah dengan pencernaannya, anak bisa kok mengonsumsi susu untuk orang dewasa. Hanya saja takarannya 3 gelas per hari dan bukan 2 gelas per hari. Mengapa? Karena anak masih membutuhkan ekstra kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Singkatnya dengan minum susu full cream atau susu untuk segala usia, kebutuhan gizinya pun sudah tercukupi.
Anak usia batita sebetulnya juga boleh-boleh saja mengonsumsi susu untuk anak yang berusia lebih selama takarannya mencukupi. Juga, tidak masalah bila ada anak usia 4 tahun mengonsumsi susu untuk anak usia di bawahnya. Perbedaan kandungan susu formula biasanya tak terlalu signifikan meski mungkin kurang memenuhi standar kebutuhannya. Hanya saja hal ini sering dirasa lebih merepotkan karena orang tua harus mengalikan sekian kali dari takaran biasanya sesuai dengan usia dan berat badan anak. Itu pun hasil takarannya belum tentu tepat. Akibatnya, bisa muncul sembelit dan kerja organ pencernaannya makin berat karena kandungan gizinya tidak sesuai dengan kebutuhan.
Jadi, memang lebih bijaksana bila orang tua membeli susu sesuai usia anak, baik untuk anak 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan 6 tahun ke atas. Selain alasan praktis tadi, kandungan gizinya pun pasti sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak sesuai usianya. Susu untuk anak usia 6 tahun ke atas, tentu saja memiliki komposisi zat gizi seperti vitamin, lemak, protein, kalsium, dan karbohidrat jauh lebih tinggi daripada susu untuk anak 3-5 tahun.
Selain itu, susu yang dibedakan berdasarkan kelompok usia telah mempertimbangkan rasa, bentuk, dan kemasan. Meski bukan termasuk hal prinsip, pertimbangan tersebut ternyata mampu memengaruhi selera anak usia ini.
Gazali Solahuddin/Dedeh Kurniasih. Foto: Iman & Dok. nakita
Konsultan Ahli: Dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A(K) dari RSAB Harapan Kita, Jakarta; dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta
Usia |
Kebutuhan |
| Sebelum 1 tahun |
Boleh lebih dari 3 gelas per hari |
| Di atas 1 tahun |
Cukup 3 gelas per hari karena anak butuh cairan dan unsur-unsur protein hewani lainnya. |
| Di atas 5 tahun |
2 gelas per hari |
| Di atas 10 tahun |
1 gelas per hari, tapi kalaupun anak ingin minum 2-3 gelas tak masalah karena pada dasarnya susu baik untuk tubuh. |
Irfan
Narasumber: Prof. DR. Ir. Ali Khomsan, Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor |