|
MENGHADAPI
RASA NYERI
Kurangi
nyeri dengan teknik-teknik tertentu.
Rasa
nyeri saat persalinan merupakan hal yang normal terjadi. Penyebabnya
meliputi faktor fisiologis dan psikis.
Faktor
fisiologis yang dimaksud adalah kontraksi. Gerakan otot ini menimbulkan
rasa nyeri karena saat itu otot-otot rahim memanjang dan kemudian
memendek. Leher rahim juga akan menjadi lunak, menipis, dan mendatar,
kemudian tertarik. Saat itulah kepala janin menekan mulut rahim
dan membukanya. Jadi, kontraksi merupakan bagian dari upaya membuka
jalan lahir.
Intensitas
rasa nyeri -dari pembukaan satu sampai pembukaan sepuluh- akan bertambah
tinggi dan makin sering sebanding dengan kekuatan kontraksi dan
tekanan bayi terhadap struktur panggul, diikuti regangan, bahkan
perobekan jalan lahir bagian bawah.
Ancar-ancarnya
sebagai berikut:
*
Dari tak ada pembukaan sampai pada pembukaan 2 cm, rasa sakit yang
muncul rata-rata dua kali dalam sepuluh menit. Proses ini bisa berlangsung
sekitar 8 jam.
*
Rasa sakit pada pembukaan 3 cm sampai selanjutnya rata-rata 3 kali
dalam 10 menit. Proses pembukaannya sendiri rata-rata 0,5-1 cm per
jam.
*
Makin lama, frekuensi nyeri makin sering dan makin bertambah kuat
sampai mendekati proses persalinan.
Seperti
dikatakan tadi, rasa nyeri juga dipengaruhi faktor psikis. Rasa
takut dan cemas yang berlebihan akan memperparah rasa nyeri ini.
Itulah mengapa setiap ibu punya versi sendiri-sendiri tentang nyeri
saat melahirkan. Penjelasannya, karena ambang batas rangsang nyeri
setiap orang berlainan dan subjektif sekali. Ada ibu yang tak merasa
sakit kecuali perutnya terasa "kencang-kencang". Sebaliknya,
ada yang merasa tak tahan mengalami rasa nyeri sampai menjerit-jerit
kesakitan, memaki suster, atau mencengkeram dan memukul suami yang
ikut mendampingi.
Beragam
respons itu merupakan suatu mekanisme proyeksi dari rasa sakit yang
dirasakan. Namun, jika reaksi ibu jadi tidak terkontrol dan tenaganya
dilampiaskan pada hal-hal negatif, seperti marah-marah, menjerit-jerit
dan lainnya, maka energi ibu akan terbuang percuma. Rasa nyeri yang
dirasakan juga bukannya hilang tapi malah menjadi-jadi. Yang justru
paling diperlukan saat merasa nyeri adalah ketenangan diri. Apalagi
pada prinsipnya, rasa nyeri akan segera berkurang jika proses persalinan
dapat berlangsung dengan cepat.
Sebagai
informasi, untuk kehamilan pertama biasanya proses persalinan berlangsung
17 jam sampai 24 jam. Secara teori, kehamilan kedua dan seterusnya
akan berlangsung lebih cepat. Proses persalinan dapat dipercepat
jika ibu mengikuti senam hamil sejak usia kehamilan 28 minggu. Senam
hamil ini akan membantu proses persalinan menjadi lebih baik. Dengan
demikian, rasa nyeri pun akan segera berlalu.
RUANG
BERSALIN NYAMAN, IBU TENANG
Saat
ini sudah ada beberapa rumah sakit yang menyediakan ruang bersalin
privat. Di sini, ibu diberi fasilitas khusus seperti alunan musik
lembut atau televisi. Anda juga bisa terhindar dari mendengar keluh
kesah dan jerit kesakitan ibu lain di ruang sebelah yang mengakibatkan
stres dan rasa nyeri makin terasa.
Namun,
ruang bersalin pribadi seperti ini tidak mutlak kok. Olahnapas,
pendampingan keluarga, dan usapan lembut cukup membantu mengurangi
rasa nyeri. Kalaupun ibu perlu mendengarkan musik dan mengalihkan
perhatian dari rasa nyeri, bawa saja walkman/discman dan
bacaan dari rumah.
TEKNIK
MENGURANGI RASA NYERI
Rasa
nyeri menjelang persalinan dapat dikurangi dengan berbagai cara,
antara lain:
· Napas panjang
Saat
nyeri timbul, tarik napas panjang lewat hidung. Bisa sambil dihitung
hingga hitungan ke-10. Kemudian keluarkan atau tiupkan udara secara
perlahan-lahan lewat mulut. Lakukan tiap kali nyeri timbul. Hal
yang perlu diperhatikan, jangan mengejan. Kenapa? Karena rasa nyeri
yang timbul akan lebih hebat, di sisi lain memang belum waktunya
untuk mengejan. Hendaknya perhatikan instruksi tenaga medis saat
persalinan. Keseluruhan teknik ini bisa dipelajari dalam kursus
senam hamil.
·
Dampingi keluarga terdekat
Sasarannya
lebih pada mengurangi masalah psikis ibu melahirkan, seperti munculnya
kecemasan dan ketakutan berlebih (penjelasan lebih lengkap, lihat
artikel "Lebih Percaya Diri Berkat Pendamping". hlm. p)
·
Usapan pada perut
Dalam
posisi berbaring santai, usap-usaplah bagian perut secara lembut.
Akan lebih baik jika pendamping, seperti suami, turut membantu melakukan
usapan tersebut. Relaksasi ini merupakan sugesti untuk memberi ketenangan.
·
Intrathecal Labor Analgesia
(ILA)
Teknik
penanggulangan nyeri persalinan ini berkembang pesat di Amerika
dan Eropa sejak tahun 1997. Di negara ASEAN seperti Singapura, teknik
ini mulai diterapkan tahun 1999, sedangkan di Indonesia baru tahun
2000. Teknik ini diperuntukkan bagi ibu yang tak ingin mengalami
rasa nyeri saat melakukan persalinan normal. Namun untuk itu, dokter
kandungan harus yakin bahwa persalinan akan berlangsung normal tanpa
operasi. Dalam pelaksanaannya, cara ini dilakukan di bawah pengawasan
(dokter) anestetis.
ILA
dilakukan dengan cara menyuntikkan obat bius (anestetik) ke ruang
intratekal tulang belakang atau ruang selaput cairan saraf ibu melalui
sela tulang belakang. Biasanya pemberian anestetik dilakukan setelah
ibu mengalami pembukaan keempat, di mana kepala janin sudah turun
ke dasar panggul. Selain itu, tak ada tanda-tanda infeksi dan kondisi
panggul dapat dilewati oleh bayi.
Dengan
pemberian obat bius, saraf nyeri akan "terblokir" sehingga
rasa nyeri di bagian perut ke bawah akan hilang, sementara motorik
ibu tetap tidak terganggu. Dengan kata lain, ibu tetap dapat merasakan
gejala peregangan ketika bayi hendak keluar, tapi tak merasakan
nyeri. Soal kapan harus mengejan akan diinstruksikan oleh dokter.
Dengan teknik ini, rasa nyeri selama persalinan dapat diatasi dengan
baik. Keuntungan lain, tak ada efek samping bagi ibu maupun bayi.
Konsultan
Ahli: dr. Reino Rambey, Sp.OG., dari RS Haji Jakarta.
Dedeh
Kurniasih
|