Bonus Pola Asuh : Pola Asuh Efektif, Pola Asuh Penuh Cinta
Bonus Pola Asuh : 4 Tipe Pola Asuh Orang Tua
Bonus Pola Asuh : Resep Komunikasi Efektif
Bonus Pola Asuh : Dampak Negatif Ketidaksiapan Orang Tua
Bonus Pola Asuh : 4 Jurus Penangkal Kelemahan Orang Tua
Bonus Pola Asuh : Orang Tua Tunggal Mesti Menghadirkan Sosok Pengganti
Bonus Pola Asuh : Jika Lingkungan Tidak Mendukung
Bonus Pola Asuh : Pola Asuh Tepat Untuk Semua Tipe Anak
Bonus Pola Asuh : Kuis Gaya Komunikasi Orang Tua


Kuis Gaya Komunikasi Orang Tua

Pertanyaan:

Berikut ini adalah kalimat yang mungkin Anda katakan kepada anak. Apabila Anda merasa pernah atau mungkin mengatakan kalimat semacam ini, berikan tanda silang (x) pada nomor yang sesuai di lembar jawaban.

1. Kamu sudah terlambat pergi ke sekolah, ayo mandi sekarang!

2. Kalo kamu nurut kata Bunda, tidak begini jadinya.

3. Tidak usah membantah, kamu itu masih kecil.

4. Coba kamu seperti Dio, sudah rajin, selalu nurut orang tua lagi.

5. Kamu itu kenapa selalu bikin ribut sih?

6. Sekali lagi kamu ngomong begitu, Ibu kurung kamu di kamar!

7. Anak yang baik itu tidak suka nangis, tidak gampang marah, selalu nurut Ibu dan rajin belajar.

8. Disuntik itu tidak sakit, rasanya seperti digigit nyamuk.

9. Aduh, sakit ya? Memang mejanya yang salah sampai kamu bisa kesandung begitu.

10. Kamu itu banyak omong, tapi tidak pernah mau bertindak.

11. Masakan Ibu enak ya, sampai kamu gak habis-habis makannya.

12. Sebenarnya kamu kan memecahkan gelas ini, kok bilang si Mbak yang mecahin.

13. Keluar kamar mandi, keringkan kakimu di keset!

14. Tuh, kan, apa Ibu bilang, Ibu kan sudah ingatkan berkali-kali.

15. Lo, kamu kan belum pernah ngalami situasi kayak begini, jadi nurut aja apa kata Ibu.

16. Kenapa sih nilaimu itu selalu jelek, tidak seperti kakakmu yang sering juara kelas?

17. Anak nakal memang seperti kamu ini, tidak mau nurut sama orang tua.

18. Kalau Susan nakal, nanti dimarahi Papa lo.

19. Jangan suka meremehkan orang, tidak baik.

20. Nanti banyak cacing di gigi kamu kalau terus-terusan makan permen.

21. Sudahlah, tidak perlu sedih begitu, toh nanti mereka juga lupa sendiri.

22. Tulisan kok kayak cakar ayam, tidak bisa menulis yang lebih bagus?

23. Aduh kamar ini rapi sekali sampai baju-baju bergelantungan di mana-mana.

24. Kenapa nilai kamu jelek? Pasti karena kemarin belajar sambil tidur-tiduran.

Berikut ini adalah kalimat yang mungkin Anda katakan kepada pasangan. Apabila Anda merasa pernah atau mungkin mengatakan kalimat semacam ini, berikan tanda silang (x) pada nomor yang sesuai di lembar jawaban.

1. Mama, ambilin baju Papa, buruan dong!

2. Ayah sih, tidak pernah membereskan lemari, jadi susah deh cari sapu tangannya.

3. Sudahlah, Bu, Bapak lebih tahu untuk urusan yang satu ini.

4. Ayah, kapan dong kita bisa seperti tetangga kita yang kaya itu?

5. Yang namanya Papi itu selalu deh lupa mengunci lemari.

6. Kalau Papa begitu, Mama ngambek nih.

7. Sudahlah, Dik, terus terang saja sama dia, pasti lebih baik.

8. Baju yang Ibu beli itu harganya murah kok Pak, soalnya sedang diskon.

9. Ah itu sih bukan masalah Sayang, nanti bisa kita selesaikan dengan membayar lebih.

10. Ayah, uang belanja cuma segini, jangan minta masakan yang macam-macam.

11. Bapak ganteng banget deh, pakai baju ungu sama celana kuning begitu. Sekalian hidung merahnya dipakai dong Pak, biar kayak badut.

12. Dari awal memang Mami yang selalu keras kepala, jadi jangan salahkan Papi kalau jadinya seperti ini.


Berikut ini adalah kalimat yang mungkin Anda katakan kepada tukang sayur/pembantu. Apabila Anda merasa pernah atau mungkin mengatakan kalimat semacam ini, berikan tanda silang (x) pada nomor yang sesuai di lembar jawaban.

1. Bang, sayurnya dibungkus pakai kertas koran saja ya.

2. Nem, kamu ini bagaimana sih, kok piring bisa sampai pecah?

3. Tugas kamu kan sudah ringan begitu Mbok, masa enggak selesai juga sih?

4. Yu Sri, kalau kerja itu yang teliti, kayak Mbak Yem itu lho....

5. Dasar si Mbok, kerjanya selalu lamban.

6. Mahal amat sih jeruknya Bang, mendingan saya beli di penjual seberang saja.

7. Yem, uang gajimu itu jangan semuanya buat senang-senang, jangan lupa ditabung.

8. Dicuci pakai tangan saja deh Mbak, kan cuma 3 potong seprai, enggak capek kan?

9. Ya sudahlah Yu Nem, yang sudah lewat ya tak usah dipikir lagi.

10. Kamu itu masak apa, asin begini, pengen kawin ya?

11. Bajumu trendi sekali, bisa bikin kamu gampang masuk angin tuh.

12. Inem, saya tahu kok kalau kamu belum mengepel lantainya, makanya lantai belum terlihat mengkilap.

NILAI JAWABAN:

Untuk setiap jawaban YA, berilah tanda silang (X)
1. 13. 25. 37. A
2. 14. 26. 38. B
3. 15. 27. 39. C
4. 16. 28. 40. D
5. 17. 29. 41. E
6. 18. 30. 42. F
7. 19. 31. 43. G
8. 20. 32. 44. H
9. 21. 33. 45. I
10. 22. 34. 46. J
11. 23. 35. 47. K
12 24 36 48 L
Jumlah: Jumlah: Jumlah: Jumlah: Total:

 


ARTI JAWABAN ANDA:

1. Lihat untuk setiap baris. Semakin banyak Anda menjawab YA, maka semakin besar kemungkinan Anda menggunakan gaya komunikasi:
  Gaya Tujuan Pesan yang ditangkap Anak
A Memerintah Menyelesaikan masalah dengan cepat Harus patuh, tidak punya pilihan
B Menyalahkan Memberitahu Orang lain tentang kesalahannya Tidak pernah benar/baik
C Meremehkan Menunjukkan bahwa kita lebih tahu Tidak berharga /tidak mampu
D Membandingkan Memotivasi dengan memberi contoh orang lain saya memang selalu jelek Tidak disayang, pilih kasih
E Mencap Memberi tahu kekurangan supaya orang lain berubah Itulah saya
F Mengancam Supaya orang lain menurut/patuh dengan cepat Cemas, takut
G Menasehati Supaya orang lain tahu mana yang baik dan mana yang buruk Orang tua sok tahu, bawel
H Membohongi Membuat urusan menjadi gampang Orang tua tidak dapat dipercaya
I Menghibur Menghilangkan kesedihan, orang lain jadi senang dari masalah Senang, dimengerti, melarikan diri
J Mengkritik Memperbaiki kesalahan orang lain Saya salah, saya kurang baik
K Menyindir Mengingatkan orang lain supaya tidak melakukan sesuatu dengan cara sebaliknya Menyakiti hati
L Menganalisa Mencari penyebab dan mencegah kesalahan yang sama terulang lagi Orang tua sok pintar

2. Lihat jumlah total, semakin tinggi jawaban Anda, kemungkinan semakin besar jarak antara Anda dengan anak. Hal ini berarti Anda harus mengintrospeksi kedekatan Anda dengan anak, apakah anak telah menangkap pesan yang ingin Anda sampaikan.
0 12 24 36 48

Sumber: Jagadnita Consulting