|
SI PREMATUR MASIH HARUS DIRAWAT
TBayi
prematur harus ditangani dengan baik dan hati-hati karena semua
alat tubuhnya belum sempurna. Itu sebab, meski ibunnya sudah boleh
pulang, si bayi masih harus dirawat di RS.
Setiap
ibu pasti menginginkan dapat melahirkan bayi yang sehat, cukup umur,
dan dengan berat badan di atas 2500 gram. Namun ada kalanya hal
ini tak bisa tercapai. Si buah hati lahir lebih dini atau prematur
dan tak bisa segera dibawa pulang ke rumah alias harus melalui perawatan.
Sebetulnya,
terang dr. Eriyati Indrasanto, SpA dari Kelompok Kerja Perinatologi
RSAB Harapan Kita Jakarta, tujuan utama perawatan bayi prematur
adalah menyelamatkan hidupnya (life saving). Kemudian, bayi
berusaha untuk hidup normal tanpa gejala sisa semisal retardasi
mental, keterlambatan bahasa, kelainan tingkah laku dan sebagainya.
"Jadi, agar si bayi dapat hidup dengan kualitas yang bagus,"
tandasnya. Itulah mengapa, bayi prematur harus ditangani dengan
baik dan hati-hati.
Apalagi,
pada bayi prematur bisa ada kelainan bawaan. Misal, bayi yang lahir
di usia 30 minggu kehamilan. "Organ tubuhnya belum matang dan
belum siap bekerja di luar semisal ginjal. Terutama yang sering
bermasalah adalah organ paru-paru, hingga kadang bayi lahir mengalami
sesak napas." Itu sebab, penanganan bayi prematur juga tergantung
pada kondisinya. Yang jelas, bayi berat lahir rendah dan kurang
bulan atau prematur harus dirawat di RS.
DITARUH
DI INKUBATOR
Begitu
lahir, papar Eri, bayi prematur harus ditaruh di tempat yang keadaannya
seperti di kandungan perut ibunya yang hangat agar suhunya tetap
stabil. Sebab, jika suhu tubuhnya rendah bisa menyebabkan kematian
karena semua metabolismenya terganggu. Maka itu, setelah bayi dibersihkan,
ia akan ditaruh di inkubator untuk mempertahankan suhu tubuh yang
normal, yaitu 36-36,4 derajat Celcius suhu axiela (diukur di ketiak)
dan 36,5-37,5 derajat Celcius suhu rektum (diukur di anus).
Dalam
membersihkan tubuhnya pun tak bisa sembarangan, melainkan harus
dilihat dulu keadaannya. Sebab, organ tubuhnya belum sempurna, sehingga
termoregulator yang mengatur suhunya masih kacau balau. Kadang,
dalam inkubator juga masih ada penguapan, hingga ia harus dibungkus
dengan alumunium foil, kecuali bagian mukanya, agar tak terjadi
banyak penguapan pada bayi.
Soal
berapa lama si bayi ditaruh di inkubator, "Tak bisa disamakan
pada setiap bayi, tergantung kondisinya masing-masing." Biasanya
setelah dilihat suhunya stabil/bayinya tak kedinginan, ia bisa dikeluarkan.
Namun, biasanya sebelum keluar dari inkubator, akan diujicoba, suhu
inkubatornya diturunkan secara bertahap. "Kalau dalam percobaan
itu tubuh bayi bisa menerima, ia baru dikeluarkan. Tapi jika suhu
tubuhnya setelah keluar dari inkubator turun lagi atau tambah dingin,
maka ia pun akan dimasukkan lagi ke inkubator supaya suhunya stabil."
Itulah mengapa, ada bayi prematur yang cepat dikeluarkan dan ada
pula yang sampai berbulan-bulan.
ORANG
TUA TURUT TERLIBAT
Tentu
saja, bilang Eri, selama si kecil dirawat di RS, orang tua harus
terlibat. "Memang, kadang ada orang tua yang tak mengerti apa
yang harus dilakukan ketika bayinya dirawat. Nah, seharusnya tidak
demikian, harus ada komunikasi antara dokter dan orang tua."
Tapi biasanya dokter mengharuskan kedua orang tuanya datang setiap
hari ke RS untuk memegang bayinya. "Bagaimanapun bayi bisa
merasakan sentuhan dan belaian orang tuanya. Dan ini ada baiknya
untuk ikatan emosional si bayi dengan orang tua."
Orang
tua pun harus membelai bayinya yang berada di inkubator dengan memasukkan
tangannya lewat tempat khusus tangan. Ini bila bayi belum tahan
dengan suhu di luar atau masih menggunakan alat-alat bantu. Kalau
tidak, bayinya bisa dikeluarkan dan dipegang langsung serta dibelai
oleh orang tuanya. Asalkan suhu ruangan tak boleh terlalu dingin.
Perlu
diketahui, yang boleh masuk ke ruang bayi hanya kedua orang tuanya.
Tentunya juga si orang tua harus dalam kondisi sehat, misalkan tidak
flu. Ini untuk menghindari bayi terkena infeksi. Orang tua pun harus
menggunakan baju khusus yang disediakan pihak rumah sakit dan membersihkan
tangannya, baik sebelum maupun sesudah memegang bayinya.
Tentang
kapan orang tua datang ke RS, tergantung masing-masing RS, ada waktu-waktunya
untuk berkunjung. "Memang orang tua tak bisa selama 24 jam
menunggui bayinya, karena mereka pun harus istirahat. Bila ibu sudah
mulai menyusui dan bayinya sudah bisa mengisap dengan baik, ibu
bisa datang di saat menyusui dan memberikan ASI-nya secara langsung."
Kalau tidak, karena umumnya bayi prematur belum bisa menelan dan
mengisap dengan baik, maka ibu memberikan ASI-nya dengan dot, sendok,
atau pakai selang yang sudah terpasang, yang dimasukkan ke lambung
(sonde). "Jadi, sebelumnya ibu sudah memompakan ASI-nya. Dokter
ataupun tenaga medis akan membimbingnya."
MELIBATKAN
SELURUH KELUARGA
Sebelum
si bayi pulang, ia sudah ditaruh di luar inkubator atau di ruang
persiapan pulang, sampai ibunya bisa merawatnya, misal, dalam memberi
minum bayinya dan sampai bayinya tahan suhu di luar. Idealnya, bayi
prematur boleh dibawa pulang bila mengisapnya sudah baik atau bisa
minum, berat badannya di atas 2 kg, serta sudah bisa tanpa bantuan
oksigen ataupun inkubator alias sudah bisa di udara luar.
"Tapi
kadangkala karena bayinya memiliki penyakit tertentu, sehingga ia
tak mungkin minum sendiri, sementara si orang tua memiliki keterbatasan
biaya, maka mau tak mau orang tua diajari cara memberi minum bayinya."
Ada yang dengan dot, sendok, dan ada yang bisa mengisap langsung
ASI.
Namun
bila tak ada kelainan berarti, bayi dengan berat badan kurang dari
2000 gram pun sudah bisa dibawa pulang. "Terutama kalau ibunya
telaten dan berani mengurus bayinya. Tapi ada juga yang bayinya
2500 gram masih harus dirawat karena dilihat ibunya tak bisa merawatnya.
Karena itu terkadang orang di rumah yang bisa menjaga bayinya dipanggil
ke rumah sakit semisal nenek, tante atau bahkan babysitter-nya,
untuk ikut belajar bagaimana merawatnya."
Jadi,
tandas Eri, memang dalam merawat bayi prematur ini harus melibatkan
seluruh keluarga. Karena mungkin saja ibu sudah harus kembali bekerja,
maka orang yang ada di rumah harus bisa, misal, memberinya minum
dengan sendok atau selang. Namun pemasangan selang harus dilakukan
oleh tenaga medis. "Tidak boleh dilakukan oleh ibu atau orang
di rumah, karena bisa saja salah masuk atau masuk ke paru-paru dan
menyebabkan kematian." Selang ini harus diganti setiap 2-3
kali sehari. "Jadi, ibu harus membawa anaknya ke rumah sakit
atau puskesmas terdekat untuk ditangani oleh tenaga medis."
BINGUNG
PUTING
Biasanya
bayi prematur yang sudah boleh pulang boleh dimandikan. Hanya saja,
yang harus dijaga oleh orang tua adalah tubuhnya tetap harus dibuat
hangat. Caranya, bisa dengan dibedong atau diberi lampu pijar di
dekatnya. "Tak perlu sampai 24 jam penuh, tapi kalau keadaan
suhu udara dingin saja. Jadi, semacam diinkubator."
Mengenai
pemberian ASI pada bayi prematur harus dilakukan sesering mungkin.
Namun adakalanya bayi mengalami bingung puting. Karena mungkin waktu
di rumah sakit bayi terbiasa dengan menggunakan dot. Nah, untuk
mengatasi kesulitan ini, bayi perlu dikirim ke klinik laktasi. Di
sini ibu akan diajarkan memberikan ASI-nya tidak dengan menggunakan
dot tapi dengan menggunakan sendok. Kemudian diajarkan juga cara
menyusui yang benar.
Jika
setelah pulang, berat badannya turun, si bayi harus dirawat lagi.
Menurut Eri, seringkali yang menyebabkan berat badannya turun karena
hambatan dari si ibu sendiri. Misal, ibu kurang sabar dalam memberinya
makan atau malah ketakutan. "Ada juga karena tak mau menerima
bayi prematur ini. Mungkin karena rendahnya tingkat pendidikan orang
tua."
Setelah
diperbolehkan pulang, bayi harus balik ke dokter, idealnya seminggu
sesudahnya, tergantung situasinya. Sebab, normal-tidaknya bayi prematur
tergantung dari akibat yang mempengaruhinya. Kalau skor Apgar-nya
jelek, ada kelainan bawaan serius, tentu saja kondisinya jadi jelek.
Pada beberapa bayi prematur yang terdapat kelainan bawaan, misal
jantung yang serius, perlu pengobatan yang terus menerus.
Dedeh
Kurniasih
|
|
Ciri-Ciri Bayi Prematur
Dikatakan
bayi prematur bila bayi lahir kurang bulan untuk masa kehamilannya.
"Jadi, bukan dilihat dari berat badannya. Karena bayi
lahir prematur ataupun bukan, bisa saja badannya kecil,"
terang Eri.
Jadi,
lanjutnya, bisa saja bayi bukan prematur beratnya kurang
dari 2500 gram, yaitu bila ibunya sakit jantung, perokok,
dan lain-lain. Padahal seharusnya bayi cukup bulan BB-nya
antara 2500-4000 gram. Sedangkan bayi lahir prematur, misal,
usia kehamilan 30 minggu, kalau berdasarkan kurva pertumbuhan
berat badannya, antara 1000-1750 gram. Walaupun bisa saja
terjadi, bayi prematur 36 minggu dengan berat badan lebih
dari 2500 gram. Biasanya terjadi kalau si ibu menderita
diabetes.
Secara
fisik, terang Eri, bayi prematur dapat diketahui dari kulitnya
yang tipis, daun telinganya bila ditekuk tak mudah kembali.
Garis-garis di telapak kakinya tak penuh. Pada bayi perempuan
bibir luar dari kemaluannya tidak menutupi bibir dalamnya.
Sementara bila lahir cukup bulan, bibir luar kemaluannya
akan menutupi bibir dalam. Lalu pada bayi laki-laki yang
cukup bulan, sudah keluar testis (buah zakar) dan skrotum
(tempat buah zakar)-nya bergaris-garis dalam. Sedangkan
pada bayi prematur, belum ada testis dan skrotumnya licin
serta masih halus.
Dedeh
|
|
Aneka Pemeriksaan Dan Imunisasi
Dalam
masa perawatan di RS, ungkap Eri, biasanya juga sudah
dilakukan pemeriksaan pada penglihatan bayi, mengingat organ
matanya belum matang, yaitu dilakukan sekitar usia kronologis
4-6 minggu.
Bayi
prematur juga direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan
pendengaran pada dokter THT. Sebab, 5 persen bayi prematur
biasanya mengalami gangguan pendengaran, entah di pusat
pendengaran di otak atau pada alat-alat dengarnya. Maka
dari itu bayi-bayi prematur harus selalu kontrol ke klinik
tumbuh kembang. Dengan demikian, semuanya bisa dideteksi
agar bisa distimulasi secara dini.
Akan
halnya pemberian imunisasi, sama saja dengan bayi-bayi lain
yang bukan prematur. Sebab, "Respon imun bayi prematur
sesuai dengan usia kronologisnya, tidak dengan usia koreksi.
Misal, pemberian imunisasi BCG dilakukan di usia bayi 1-2
bulan. Pada bayi prematur pun pemberian dilakukan di usia
kronologisnya 1-2 bulan, dengan dosis dan kontraindikasinya
sama. Jadi, tidak berarti, misalnya, bayi normal dosis BCG
setengah cc, sedangkan bayi prematur dosisnya hanya seperempat
cc." Hanya pada bayi yang masih kecil sekali dengan
massa otot yang tipis sekali, maka imunisasinya diundur
sampai bayi terdapat massa otot yang dapat menyerap vaksin.
Dedeh
|
|
Cara
Menentukan Pertumbuhannya
Untuk
menentukan tumbuh kembang bayi prematur, terang Eri,
diperlukan koreksi umur. Misal, lahirnya 33 minggu padahal
normal seharusnya 37 minggu. Berarti bayi prematur ini masih
kurang 4 minggu. Taruhlah, misal, lahirnya 1 Januari, kalau
sampai 31 Maret usia kronologisnya (sesuai lahir) berarti
3 bulan. Tapi sebenarnya kalau usia koreksinya itu baru
usia 2 bulan (3 bulan dikurangi 4 minggu). Jadi, kalau dilihat
perkembangannya di kurva KMS berat badan dan pertumbuhannya
masih usia bayi 2 bulan.
Dedeh
|
|
DEVLIN
HARUS DIRAWAT SEBULAN
Charles
Bonar Sirait (35), suami Maria Manik (25), ayah Christopher
Matthew Sirait (2) dan Gavriel Devlin Anggi Sirait (2 bulan)
"Devlin lahir di usia kehamilan 7 bulan pada 12 Januari
2002. Obat yang diberikan dokter tak mampu menahan kontraksi
yang begitu kuat. Kontraksi ini mungkin dipengaruhi ketika
beberapa waktu lalu kami pergi ke Puncak selama tiga hari,
di sana Maria jalan turun-naik sambil menggendong anak pertama
kami, Christopher. Tepat Sabtu pagi, 5 hari setelah masuk
rumah sakit, pukul 00.52 WIB Devlin lahir. Karena prematur,
berat badannya pun jauh di bawah normal, hanya 1,73 kg,
sehingga Devlin harus dimasukkan ke inkubator.
Kami
sangat khawatir dengan kelahiran prematur ini, karena bayi
prematur biasanya akan menderita kelainan otak, jantung,
pencernaan, atau salah satu organ tubuh lain. Tetapi, dokter
bilang Devlin tidak apa-apa, semua organ tubuhnya normal,
hanya butuh pematangan di inkubator.
Selama
Devlin dirawat, kami terus memantau perkembangannya. Dia
diberi sinar biru untuk menekan jumlah bilirubinnya, juga
diberi susu khusus dengan meminumkannya melalui selang yang
dimasukkan lewat mulut. Pemberian susu dengan cara khusus
ini karena Devlin tak boleh mengisap dengan cara normal.
Dikhawatirkan berat tubuhnya akan berkurang jika dia terlalu
banyak gerak karena mengisap ASI. Pemberian susunya pun
tak boleh sekaligus, tapi harus melalui tahapan, mulai dari
cc yang kecil, sedang, hingga besar.
Selain
susu khusus, Devlin pun menerima ASI. Karena tak dapat langsung
mengisapnya, maka ASI Maria harus dikeluarkan dengan alat
khusus yang ada di rumah sakit. Baru setelah itu dimasukkan
ke dalam tubuh Devlin melalui selang di mulutnya.
Setiap
selang dua hari kami datang menjenguk Devlin di rumah sakit.
Oleh dokter, kami diminta memegang dan membelai Devlin.
Rasanya bahagia sekali setiap melihat Devlin memberi reaksi
kesenangan dan tertawa saat disentuh.
Kami
pun selalu berdoa untuk keselamatan Devlin. Syukurlah, Tuhan
mengabulkan doa kami. Devlin mengalami pertumbuhan cukup
menggembirakan, berat badannya naik dan kondisi kematangan
tubuhnya meningkat. Itu sebab, Devlin cukup satu bulan saja
dirawat. Selanjutnya dia diperbolehkan pulang dan cukup
dirawat di rumah.
Di
rumah, kami menempatkan Devlin di ruangan yang paling hangat.
Kamarnya harus dapat langsung diterpa matahari pagi dan
tak boleh ber-AC. Dengan kondisi seperti itu, kami berharap
dapat lebih menyehatkan tubuh Devlin. Bukankah matahari
pagi dapat menekan jumlah bilirubin yang bisa menyebabkan
bayi menjadi kuning ?
Saya
pun meminta Maria untuk berhenti bekerja agar bisa lebih
fokus dalam merawat Devlin, juga Christopher tentunya. Apalagi
saat itu Devlin masih membutuhkan ASI. Sebab, perlindungan
dari mana lagi bagi Devlin yang memiliki daya tahan tubuh
lemah kalau bukan dari ASI? Bila pikiran Maria masih terpecah
dikhawatirkan akan mengurangi kualitas ASI-nya. Saya selalu
ingat pesan dokter, Percuma bila istri Bapak tidak merawat
kesehatannya, karena air susunya juga akan tidak sehat.
Sejak
pulang dari rumah sakit hingga saat ini tak terjadi masalah
pada Devlin. Pemberian ASI pun dapat berjalan dengan lancar
yang dilakukan secara manual. Tapi tetap kami masih terus
memeriksakan kesehatan Devlin secara kontinyu agar tetap
terjaga."
Irfan
Hasuki. Foto:Dint's/nakita
|
|