Khasanah 158/ 1 : Perawatan Tubuh Usai Melahirkan
Khasanah 158/ 2 : Pantangan Buat Ibu 40 Hari Pasca Persalinan
Khasanah 158/ 3 : Sebelum 40 hari, Kuku Bayi Tidak Boleh Digunting
Khasanah 158/ 4 : Kisah Selebritis
Khasanah 158/ 5 : Cara Tepat Menyusui
Khasanah 158/ 6 : Belajar Memberikan Susu Dari Botol
Khasanah 158/ 7 : Menu Ibu Menyusui
Khasanah 158/ 8 : Perilaku Bayi Baru Lahir
Khasanah 158/ 9 : Hari-Hari Pertama Yang Melelahkan
Khasanah 158/10 : Si Kecil Tak Boleh Pulang Lantaran Kuning
Khasanah 158/11 : Si Prematur Masih Harus Dirawat
Khasanah 158/12 : Selapanan, Ungkapan Rasa Syukur Dan Mengajar Anak Berbagi

SEBELUM 40 HARI, KUKU BAYI TAK BOLEH DIGUNTING

Begitu kan, kata orang-orang tua dulu? Padahal. boleh kok!

Namun, tak sedikit dari kita yang "patuh" pada pantangan/larangan tersebut. Hingga, selama 40 hari itu, si kecil dipakaikan sarung tangan terus-menerus. Menurut dr. B. Wirastari Marnoto, SpA dari Kelompok Kerja Perinatologi RSAB Harapan Kita, Jakarta, boleh saja bayi dipakaikan sarung tangan, tapi jangan lupa untuk selalu membersihkan jari-jari tangannya. "Jangan terus-menerus menggunakan sarung tangan tanpa sering membersihkannya."

Meski begitu, akan lebih baik jika pemakaian sarung tangan tak dilakukan terus-menerus. Jangan lupa, bayi belajar mengenal lingkungannya lewat pancaindra, salah satunya indra peraba. Lagi pula, sebenarnya enggak ada larangan, kok, untuk menggunting kuku bayi sebelum 40 hari. Asalkan dengan hati-hati. Sebab, jelas Tari, bila tak digunting dikhawatirkan kuku-kukunya akan mencakar bagian tubuhnya dan menyebabkan luka. "Pantangan atau larangan itu mungkin karena kuku-kuku bayi masih tipis dan takut kulit jari-jari tangannya pun ikut tergunting," tuturnya.

TAK BOLEH BEPERGIAN

Orang-orang tua dulu pun melarang kita mengajak bayi bepergian sebelum 40 hari. Namun di jaman kini, pantangan yang satu ini tampaknya sudah dilanggar banyak orang. Lihat saja di mal-mal, misal, tak sedikit orang tua yang membawa bayinya yang masih merah.

Memang, ungkap Tari, mengajak bayi bepergian sebelum 40 hari bukanlah pantangan/larangan. "Namun, orang tua harus tahu bahwa bayinya masih beradaptasi dengan lingkungan. Jadi, bisa saja si bayi kedinginan." Risiko lain, bisa juga si bayi ketularan penyakit dari orang lain, semisal TBC, karena daya tahan tubuhnya masih rentan.

Saran Tari, kalau ingin membawa bayi, harus dengan tujuan tertentu yang memang penting dan tak terlalu jauh. Misal, membawanya imunisasi. Untuk menghindari si bayi dari cuaca luar, bisa dengan memakaikan bedong tapi jangan terlalu ketat, sarung tangan dan kaki, serta topi. Selain itu, kalau mungkin hindari dari naik kendaraan yang berjejal-jejal semisal bus.

Kalau, misal, si bayi baru berusia 2 minggu dan mau pulang kampung, menurut Tari, boleh saja. "Kalau naik pesawat terbang, tak masalah. Apalagi jika pesawatnya besar, tekanan di dalam kabin cukup baik. Yang penting, ketika take off maupun landing, usahakan si bayi disusui agar ia menelan. Dengan demikian, tekanan di dalam dan di luar telinga sama."

Selain faktor kendaraan, Tari pun mengingatkan untuk mempertimbangkan lama perjalanan. "Kalau hanya satu jam, lain dengan kalau sehari." Orang tua pun harus tahu risiko yang mungkin dihadapi. "Bagaimana kalau tiba-tiba bayinya tersedak atau diare? Hal-hal seperti ini harus dipertimbangkan." Itu sebab, Tari lebih setuju, bepergian dengan tujuan jauh sebaiknya tak dilakukan sebelum usia bayi mencapai 3 bulan.

CUKUR RAMBUT & MANDI

Pantangan lain, bayi tak boleh dicukur rambutnya ataupun dimandikan sebelum 40 hari. Soal cukur rambut, bilang Tari, karena rambut melindungi kepala dan memberikan rasa hangat, jadi, kalau rambutnya dihilangkan si bayi akan merasa dingin dan membuatnya mudah sakit.

Tapi, sebenarnya mencukur rambut boleh saja agar lebih bersih kepalanya. Untuk melindungi dari udara, kita bisa memakaikan topi di kepalanya supaya hangat.

Sementara mandi, dengan tegas Tari mengatakan, itu bukan pantangan. Justru bayi harus mandi dan bersih badannya. "Biasanya, sampai usia 2 minggu, mandinya sehari sekali. Setelah itu, pagi dan sore dengan menggunakan air hangat. Selama mandi pusarnya tetap kena air. Nanti dibersihkan pakai antiseptik dan alkohol."

Menurut Tari, tak benar bila ada anggapan, bayi akan masuk angin jika dimandikan. "Tentunya memandikan bayi, kan, tidak di tempat yang banyak berangin. Lagi pula bayi cuma dilap, disabuni, dilap lagi, baru dimasukkan ke dalam bak mandi. Jadi, cepat memandikannya."

Justru kalau selama 40 hari tak dimandikan, terangnya, akan menimbulkan penyakit. Bukankah kotoran akan menempel di kulit bayi? Akibatnya bayi bisa kena penyakit kulit atau infeksi lain. Bisa juga pusar bayi yang masih banyak lemak itu jadi tempat yang bagus untuk bersarang kuman hingga menyebabkan infeksi.

MASA PENYESUAIAN

Masih banyak lagi pantangan/larangan lain yang berlaku turun-temurun; ada yang masih "dipatuhi", ada pula yang sudah dilanggar. Yang jelas, bilang Tari, sebelum kita mematuhi atau melanggarnya, perlu diketahui juga bahwa bayi baru lahir sedang dalam masa penyesuaian. "Bayi mengalami transisi dari kandungan ke dunia luar. Hingga, ia rentan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Misal, cuaca. Ketika di kandungan, suhu dalam perut ibu selalu stabil berkisar 36,5 derajat Celcius. Sedangkan begitu keluar dari kandungan bayi terpengaruh dengan suhu di luar, hingga ia perlu mengatasi masalah suhu tersebut."

Menurut Tari, masa transisi utama bayi berkaitan dengan kerja jantung. Sewaktu di kandungan, aliran darah tidak ke paru-paru karena paru-paru belum berfungsi sempurna. Tapi, aliran darahnya kembali lagi ke jantung dan beredar ke seluruh tubuh. Jadi, kalau darah dengan kadar oksigennya rendah, dibawa ke plasenta melalui tali pusat dan di plasentalah terjadi pertukaran gas. Padahal, harusnya darah kotor tersebut naik ke paru-paru, lalu terjadi pertukaran gas dan darah bersih masuk ke jantung, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Penyesuaian perubahan peredaran darah ini terjadi pada detik-detik pertama kelahiran bayi dan akan selesai dalam waktu 24 jam.,

Kemudian, bayi juga perlu waktu penyesuaian lain seperti bernapas, minum atau menyusui. Waktu lahir ia menarik napas dan paru-parunya mengembang, hingga ia jadi menangis. "Nah, rata-rata perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi itu, mungkin perlu waktu lebih lama lagi. Jadi, dalam waktu 40 hari itu sebenarnya bayi bukan rentan terhadap infeksi, tapi lebih beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang dihadapinya dengan kehidupan di luar dunianya. Jika adaptasinya tak bagus, mungkin akan berpengaruh pula terhadap daya tahan tubuhnya. Mungkin saja bisa terjadi infeksi dan sebagainya," terang Tari.

Itulah mengapa, lanjutnya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan orang tua, apakah itu berupa pantangan ataupun hal-hal yang mesti diperhatikan sebelum bayi usia 40 hari.


Dedeh Kurniasih


Tak Boleh Dikasih Makan


Larangan yang satu ini justru harus betul-betul dipatuhi. Jangan sampai karena bayinya menangis, dianggap masih lapar meski sudah disusui, lalu diberi pisang yang dikerok. "Hal ini masih terjadi dan dilakukan ibu-ibu umumnya di daerah. Padahal, pemberian makanan yang paling cepat pada bayi adalah di usia 4 bulan, sedangkan kalau bayinya mendapatkan ASI eksklusif maka diberikan di usia 6 bulan," terang Tari.

Memberi makanan pada bayi usia di bawah 4 bulan apalagi belum 40 hari, sangat berbahaya. Terlebih, bayi belum pintar menelan. "Ia bisa tersedak. Selain itu, pemberian pisang akan membuat ususnya jadi lengket dan ada kemungkinan bisa berlubang. Akibatnya bisa menimbulkan kematian."

Dedeh