|
SEBELUM 40 HARI, KUKU
BAYI TAK BOLEH DIGUNTING
Begitu
kan, kata orang-orang tua dulu? Padahal. boleh kok!
Namun,
tak sedikit dari kita yang "patuh" pada pantangan/larangan
tersebut. Hingga, selama 40 hari itu, si kecil dipakaikan sarung
tangan terus-menerus. Menurut dr. B. Wirastari Marnoto, SpA dari
Kelompok Kerja Perinatologi RSAB Harapan Kita, Jakarta, boleh saja
bayi dipakaikan sarung tangan, tapi jangan lupa untuk selalu membersihkan
jari-jari tangannya. "Jangan terus-menerus menggunakan sarung
tangan tanpa sering membersihkannya."
Meski
begitu, akan lebih baik jika pemakaian sarung tangan tak dilakukan
terus-menerus. Jangan lupa, bayi belajar mengenal lingkungannya
lewat pancaindra, salah satunya indra peraba. Lagi pula, sebenarnya
enggak ada larangan, kok, untuk menggunting kuku bayi sebelum 40
hari. Asalkan dengan hati-hati. Sebab, jelas Tari, bila tak digunting
dikhawatirkan kuku-kukunya akan mencakar bagian tubuhnya dan menyebabkan
luka. "Pantangan atau larangan itu mungkin karena kuku-kuku
bayi masih tipis dan takut kulit jari-jari tangannya pun ikut tergunting,"
tuturnya.
TAK
BOLEH BEPERGIAN
Orang-orang
tua dulu pun melarang kita mengajak bayi bepergian sebelum 40 hari.
Namun di jaman kini, pantangan yang satu ini tampaknya sudah dilanggar
banyak orang. Lihat saja di mal-mal, misal, tak sedikit orang tua
yang membawa bayinya yang masih merah.
Memang,
ungkap Tari, mengajak bayi bepergian sebelum 40 hari bukanlah pantangan/larangan.
"Namun, orang tua harus tahu bahwa bayinya masih beradaptasi
dengan lingkungan. Jadi, bisa saja si bayi kedinginan." Risiko
lain, bisa juga si bayi ketularan penyakit dari orang lain, semisal
TBC, karena daya tahan tubuhnya masih rentan.
Saran
Tari, kalau ingin membawa bayi, harus dengan tujuan tertentu yang
memang penting dan tak terlalu jauh. Misal, membawanya imunisasi.
Untuk menghindari si bayi dari cuaca luar, bisa dengan memakaikan
bedong tapi jangan terlalu ketat, sarung tangan dan kaki, serta
topi. Selain itu, kalau mungkin hindari dari naik kendaraan yang
berjejal-jejal semisal bus.
Kalau,
misal, si bayi baru berusia 2 minggu dan mau pulang kampung, menurut
Tari, boleh saja. "Kalau naik pesawat terbang, tak masalah.
Apalagi jika pesawatnya besar, tekanan di dalam kabin cukup baik.
Yang penting, ketika take off maupun landing, usahakan
si bayi disusui agar ia menelan. Dengan demikian, tekanan di dalam
dan di luar telinga sama."
Selain
faktor kendaraan, Tari pun mengingatkan untuk mempertimbangkan lama
perjalanan. "Kalau hanya satu jam, lain dengan kalau sehari."
Orang tua pun harus tahu risiko yang mungkin dihadapi. "Bagaimana
kalau tiba-tiba bayinya tersedak atau diare? Hal-hal seperti ini
harus dipertimbangkan." Itu
sebab, Tari lebih setuju, bepergian dengan tujuan jauh sebaiknya
tak dilakukan sebelum usia bayi mencapai 3 bulan.
CUKUR
RAMBUT & MANDI
Pantangan
lain, bayi tak boleh dicukur rambutnya ataupun dimandikan sebelum
40 hari. Soal cukur rambut, bilang Tari, karena rambut melindungi
kepala dan memberikan rasa hangat, jadi, kalau rambutnya dihilangkan
si bayi akan merasa dingin dan membuatnya mudah sakit.
Tapi,
sebenarnya mencukur rambut boleh saja agar lebih bersih kepalanya.
Untuk melindungi dari udara, kita bisa memakaikan topi di kepalanya
supaya hangat.
Sementara
mandi, dengan tegas Tari mengatakan, itu bukan pantangan. Justru
bayi harus mandi dan bersih badannya. "Biasanya, sampai usia
2 minggu, mandinya sehari sekali. Setelah itu, pagi dan sore dengan
menggunakan air hangat. Selama mandi pusarnya tetap kena air. Nanti
dibersihkan pakai antiseptik dan alkohol."
Menurut
Tari, tak benar bila ada anggapan, bayi akan masuk angin jika dimandikan.
"Tentunya memandikan bayi, kan, tidak di tempat yang banyak
berangin. Lagi pula bayi cuma dilap, disabuni, dilap lagi, baru
dimasukkan ke dalam bak mandi. Jadi, cepat memandikannya."
Justru
kalau selama 40 hari tak dimandikan, terangnya, akan menimbulkan
penyakit. Bukankah kotoran akan menempel di kulit bayi? Akibatnya
bayi bisa kena penyakit kulit atau infeksi lain. Bisa juga pusar
bayi yang masih banyak lemak itu jadi tempat yang bagus untuk bersarang
kuman hingga menyebabkan infeksi.
MASA
PENYESUAIAN
Masih
banyak lagi pantangan/larangan lain yang berlaku turun-temurun;
ada yang masih "dipatuhi", ada pula yang sudah dilanggar.
Yang jelas, bilang Tari, sebelum kita mematuhi atau melanggarnya,
perlu diketahui juga bahwa bayi baru lahir sedang dalam masa penyesuaian.
"Bayi mengalami transisi dari kandungan ke dunia luar. Hingga,
ia rentan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Misal, cuaca.
Ketika di kandungan, suhu dalam perut ibu selalu stabil berkisar
36,5 derajat Celcius. Sedangkan begitu keluar dari kandungan bayi
terpengaruh dengan suhu di luar, hingga ia perlu mengatasi masalah
suhu tersebut."
Menurut
Tari, masa transisi utama bayi berkaitan dengan kerja jantung. Sewaktu
di kandungan, aliran darah tidak ke paru-paru karena paru-paru belum
berfungsi sempurna. Tapi, aliran darahnya kembali lagi ke jantung
dan beredar ke seluruh tubuh. Jadi, kalau darah dengan kadar oksigennya
rendah, dibawa ke plasenta melalui tali pusat dan di plasentalah
terjadi pertukaran gas. Padahal, harusnya darah kotor tersebut naik
ke paru-paru, lalu terjadi pertukaran gas dan darah bersih masuk
ke jantung, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Penyesuaian perubahan
peredaran darah ini terjadi pada detik-detik pertama kelahiran bayi
dan akan selesai dalam waktu 24 jam.,
Kemudian,
bayi juga perlu waktu penyesuaian lain seperti bernapas, minum atau
menyusui. Waktu lahir ia menarik napas dan paru-parunya mengembang,
hingga ia jadi menangis. "Nah, rata-rata perubahan-perubahan
yang terjadi pada bayi itu, mungkin perlu waktu lebih lama lagi.
Jadi, dalam waktu 40 hari itu sebenarnya bayi bukan rentan terhadap
infeksi, tapi lebih beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang
dihadapinya dengan kehidupan di luar dunianya. Jika adaptasinya
tak bagus, mungkin akan berpengaruh pula terhadap daya tahan tubuhnya.
Mungkin saja bisa terjadi infeksi dan sebagainya," terang Tari.
Itulah
mengapa, lanjutnya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan orang
tua, apakah itu berupa pantangan ataupun hal-hal yang mesti diperhatikan
sebelum bayi usia 40 hari.
Dedeh Kurniasih
|