|
MERANCANG PESTA AGAR FUN DAN SERU
Acaranya
bagus, ya. Puas, deh!" komentar para tamu seusai pesta. Nah,
bagaimana, sih, menyiapkan pesta ulang tahun anak agar bisa memuaskan
semua pihak?
Kunci
suksesnya pesta adalah persiapan yang matang. Kelihatannya memang
sepele, tapi hal ini justru sangat menentukan kelancaran pesta
ulang tahun. Menurut Hanny Mirawati, pemilik party organizer
Cherry Red, yang paling penting dalam persiapan pesta ialah
dana. Nah, berapa dana yang tersedia? Karena, dari dana tersebut
kita bisa mengatur alokasinya dengan benar; berapa untuk tempat
pesta, makanan utama dan kue, dekorasi, dan sebagainya. "Jangan,
misalnya, makanannya cuma mi doang, tapi mengundang penyanyi terkenal.
Atau anak pakai baju mahal, tapi kue ulang tahunnya enggak ada."
Jadi,
bila dananya cukup, kita bisa bikin pesta ulang tahun di tempat-tempat
mewah semisal hotel atau gedung. Tapi kalau dananya pas-pasan, ya,
ulang tahunnya cukup diadakan di rumah. Tak mungkin, kan, membuat
sesuatu yang enggak pas dengan dananya? Lagi pula, untuk soal tempat
sebenarnya sangat relatif. Toh, anak balita juga belum mengerti.
"Mereka tak peduli di mana, yang penting rame, kuenya
bagus, atau lihat karakter yang lucu," kata Hanny.
JUMLAH
UNDANGAN
Dana
pula yang akan menentukan siapa yang akan diundang dan jumlah undangannya.
"Kalau dananya besar, selain mengundang teman anak, juga bisa
mengundang teman-teman orang tuanya, saudara-saudara, teman adik
atau kakak si anak. Tapi kalau pas-pasan, mungkin yang perlu diundang
cukup teman anak dan saudara terdekat," tutur Hanny.
Tapi,
sebagaimana halnya tempat pesta, banyak-sedikitnya undangan juga
tak berpengaruh pada anak yang berulang tahun. "Anak usia segini,
kan, biasanya lebih menikmati acara atau kue daripada memperhatikan
siapa saja tamunya," ujar Hanny. Kalaupun ada pengaruhnya,
paling si anak jadi bingung melihat banyak sekali tamunya. "Tapi
biasanya hal ini pun jarang terjadi karena orang tua yang mengundang
banyak orang atau mengadakan pesta ulang tahun gede-gedean,
biasanya memang sudah sering mengadakan acara semacam itu. Jadi,
anaknya pun sudah terbiasa dengan suasana pesta," lanjutnya.
Yang pasti, jika undangannya banyak tentu tempatnya pun harus sesuai.
Ini berarti, kembali lagi kepada dana. Iya, kan!
Namun
begitu, seperti disarankan Dewi Hughes, SPd., dari Hughes
Party House, sebaiknya tamu yang diundang sesuai dengan usia
anak yang berulang tahun. "Jangan mentang-mentang ibunya saling
kenal, lantas semua diundang," katanya saat ditemui dalam kesempatan
terpisah. Sebab, bila acaranya dibikin untuk anak usia 3 tahun lantas
ada beberapa tamu berusia 8 tahun dan beberapa tamu berusia 1 tahun,
kan, repot mengatur permainannya. Bisa-bisa si tamu atau tuan rumahnya
malah jadi cepat bosan. Lagi pula, lanjut Hughes, "bila usianya
hampir selevel, mereka bisa menyatu dalam permainan."
Jikapun
akhirnya orang tua mau mengundang juga tamu yang tak seusia dengan
anak yang berulang tahun, saran Hughes, sebaiknya pada saat pesta
tuan rumah mengelompokkan anak-anak tersebut. "Siapa yang usianya
3 tahun? Siapa yang sekolahnya di TK A? Siapa yang di TK B?"
Dengan demikian, permainannya pun bisa dibedakan, sehingga setiap
anak bisa mengikuti permainan dan mendapat hadiah yang merata.
Tentunya,
pada saat menentukan tamu yang akan diundang, anak sebaiknya dilibatkan.
Terlebih bila si anak sudah berusia 3 tahun ke atas. Tanyakan kepadanya,
siapa saja teman-temannya yang akan diundang. Orang tua pun sebaiknya
"minta izin" bila ingin mengundang teman-temannya. Bukankah
si "empunya" pesta adalah anak yang berulang tahun? Dengan
demikian, secara tak langsung orang tua telah mengajari anak untuk
menghargai orang lain.
KARTU
UNDANGAN
Ini
juga menyangkut soal dana, lo. Kendatipun harganya tak terlalu mahal
bila dibanding ongkos sewa gedung, misalnya, namun tetap berpengaruh.
Jangan sampai kita "kebobolan" hanya gara-gara "mengabaikan"
biaya untuk membeli kartu undangan. Biasanya, kan, ada kecenderungan
menganggap sepele hal-hal kecil. Lagi pula, bukankah yang terbaik
adalah pelaksanaan tak menyimpang dari perencanaan walau sekecil
apapun?
Tapi
sebenarnya kartu undangan bisa dibuat sendiri, lo. Bahkan, anak
pun bisa diminta untuk membuatnya sendiri bila ia sudah bisa menulis
atau corat-coret. Bisa juga dilakukan dengan ia yang membuat corat-coret
dan ibu/ayah yang menulis. Memang, ini akan merepotkan tapi efek
psikologisnya besar, lo, buat anak. "Ia akan merasa bangga,"
ujar Hanny. Begitu pula dengan kartu ucapan terima kasihnya bisa
dibuat sendiri.
Tentu
ini bukan suatu keharusan. Bila dananya memang sudah disediakan,
tak ada salahnya membeli kartu undangan. Toh, di pasaran banyak
sekali dijual kartu undangan dalam berbagai bentuk dan gambar menarik.
MAKANAN
YANG PRAKTIS UNTUK ANAK
Urusan
pemilihan menu pun tak terlepas dari tersedianya dana. "Enggak
lucu, kan, kalau pestanya di gedung atau hotel, tapi kue ulang tahunnya
berukuran kecil. Kan, jelas, tak sesuai dengan besarnya ruangan,"
kata Hanny. Lagi pula pihak hotel atau gedung umumnya sudah menyiapkan
menu, termasuk kid's meal (menu anak-anak). Misalnya,
mini burger, mini hot dog, puding, sup, dan sebagainya. "Jadi,
makanannya lebih bervariasi." Pihak hotel atau gedung juga
akan memberi pilihan, semisal menu A untuk dana sekian, paket B
untuk dana sekian.
Lain
halnya bila dana tersedia hanya cukup untuk mengadakan pesta ulang
tahun di rumah, makanannya bisa dipilih yang lebih sederhana semisal
kue-kue kecil atau mi. "Kue ulang tahunnya juga enggak usah
terlalu gede," lanjut Hanny yang menggeluti party organizer
sejak 1990. Yang penting, tegasnya, tuan rumah menyediakan
menu yang praktis dan mudah dikonsumsi anak. Jangan semua kuenya
mengandung krim sehingga anak jadi belepotan saat memakannya. Wah,
repot, dong!
Untuk
lebih mengirit dana, kue atau tumpeng ulang tahun bisa dibuat sendiri.
Biasanya anak akan senang ketika tahu ibunya secara khusus memasakkan
makanan untuk dirinya. Apalagi bila sehari-harinya ibu jarang berlaku
demikian sehingga bisa dijadikan "kado" spesial bagi anak.
Tapi jangan lupa, lo, untuk melibatkan anak dalam pemilihan menu,
minimal untuk kue ulang tahunnya.
WAKTU
YANG TEPAT
Nah,
kalau yang ini jelas tak menyangkut dana. Kita tinggal mengaturnya
dengan jadwal harian anak. Sebaiknya disesuaikan dengan jam main
anak. Bisa di pagi hari sekitar jam 11.00 karena biasanya masih
segar buat anak dan juga pas dengan waktu makan siang. "Atau,
sore hari sekitar jam 4.00 karena anak biasanya sudah bangun dari
tidur siang," ujar Hanny. Mengenai harinya, sebaiknya dipilih
saat sekeluarga libur agar bisa berkumpul, seperti Sabtu dan Minggu.
Lamanya
acara sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi anak. Jangan terlalu
lama, cukup 1-2 jam saja. Kadang, kalau sudah capek anak cenderung
akan menangis. "Bahkan tak jarang, habis acara tiup lilin,
anak sudah diungsikan ke kamar dan tinggal para tamu yang mengikuti
acara selanjutnya," tutur Hanny.
Saat
akan menentukan tema, langkah paling tepat bila orang tua melibatkan
anak. Apalagi, jika ulang tahun direncanakan memakai karakter tokoh
kartun tertentu sebagai temanya. "Anak sebaiknya ditanya suka
karakter apa. Kendati mungkin anak belum bisa menentukan sendiri,
tapi orang tua membantu dengan mencari tahu kesukaannya," ujar
Hanny.
Tapi,
tegas Hanny, bila orang tua yang memilih tema karakter tertentu,
sebaiknya anak dibiasakan dengan karakter tersebut sebelumnya. Semisal,
orang tua memilih tokoh Mickey Mouse sebagai tema pesta.
Nah, beberapa bulan sebelumnya anak
MENENTUKAN
TEMA
diberi
mainan Mickey Mouse. "Supaya ketika ulang tahun, anak
enggak kaget dan takut. Jadi, anak akan merasa enjoy. Memang
sebaiknya jangan menggunakan tema yang serem-serem bagi anak,"
saran Hanny.
Kecuali
itu, penentuan tema juga sangat berpengaruh pada dana yang harus
dikeluarkan. Misalnya, kita akan membuat tema pesta kostum, maka
harus dipikirkan harga kostum tersebut. Kan, yang berulang tahun
harus menggunakan kostum paling pas dibandingkan tamu-tamunya. Biaya
ini akan makin membengkak bila kostum tamu harus dipikul oleh tuan
rumah. Sebaliknya, bila tamu diwajibkan datang dengan kostum tertentu,
kita juga harus memikirkan apakah mereka bersedia datang? Jangan-jangan
karena kostumnya terlalu mahal, mereka membatalkan diri datang sehingga
acara pesta pun tak meriah lagi.
Berikutnya,
pemilihan gift away (oleh-oleh) untuk undangan. "Biasanya
dipilih makanan. Tapi ada juga yang mau menjadikan gift away sebagai
kenang-kenangan untuk undangan." Misalnya, tas kecil, botol
yang diberi nama yang berulang tahun, dan sebagainya. "Nah,
ini ujung-ujungnya terbentur pada dana. Mungkin bila makanan atau
snack, 10 ribu saja, kan, sudah dapat banyak."
Untuk
menyiasatinya, anjur Hanny, "Gift away bisa dibuat dari barang
tak terlalu mahal yang dibuat menjadi sesuatu yang unik." Misalnya,
celengan plastik. Nah, gambari atau tulisi nama anak yang berulang
tahun di celengan tersebut. Bisa juga dengan ditempeli gambar tokoh
yang jadi tema pesta. "Jadi, undangan juga akan merasa sayang
kalau mau membuangnya karena unik dan enggak bisa dibeli di toko.
Sementara makanan, selain sudah biasa, kalau sembarang pilih, bisa-bisa
bikin gigi anak sakit atau malah enggak dimakan."
Nah,
kini Ibu dan Bapak siap membuat pesta si kecil. Jangan lupa, ya,
yang paling penting membuat si kecil dan tamu-tamunya fun.
Hasto Prianggoro/Indah Mulatsih.Foto:Dok.Cherry Red
|
|
Kreasi Sendiri
Menyelenggarakan
pesta anak, terang Hughes, bisa dilakukan dengan
dua cara. Bisa dibikin sendiri atau memakai party organizer.
"Yang memakai party organizer biasanya orang
tua sibuk atau kurang kreatif." Tapi, kalau orang tua
kreatif, acara ultah pun bisa diselenggarakan sendiri, kok.
"Bisa dibuat meriah dan fun. Bukan hanya jadi
ajang acara tukar kado dan potong kue saja sehingga tak
ada kesannya."
Namun,
sebelum menyelenggarakan pesta tentukan tema dulu. "Karena
dengan tema yang jelas akan jelas pula acaranya mau dibawa
ke mana." Cerita bisa dibikin dan kostum serta dekorasinya
bisa dibikin sesuai tema tersebut. Demikian pula hal-hal
lainnya, seperti kue ulang tahun, kartu undangan, dan kartu
ucapan terima kasih.
Tentu
saja komplit-tidaknya pesta dan jenis permainan sangat tergantung
dari dana yang tersedia. "Kalau memang dana yang tersedia
memadai, bisa bikin acara macam-macam dengan hadiah berlimpah."
Namun bisa juga diselenggarakan dengan cara sederhana. Misalnya,
hanya menyewa kostum tokoh-tokoh cerita, pesulap atau pendongeng.
Untuk
itu, perlu kreativitas yang tinggi dari orang tua atau penyelenggara.
"Jadi, jangan sampai menyewa pesulap dan pendongeng,
tapi alur ceritanya enggak nyambung." Jadi, harus dipikirkan
kapan pendongeng dan pesulap bisa masuk ke dalam acara.
"Diskusikan dulu isi dongengannya sehingga bisa klop
dengan tema pesta." Misalnya dibuat, si pangeran ketemu
nenek sihir di hutan. "Eh, ternyata bukan nenek sihir,
lo, tapi pesulap. Yuk, kita ketemu pesulapnya." Lantas,
masuklah pesulap ini. "Jadi ada rangkaian ceritanya
sebelum masuk ke acara sulap atau dongeng. Dengan demikian
anak-anak pun bisa fun."
Indah
|
|
Memakai
Jasa Party Organizer
Yang
paling penting, ujar Hanny, "Pilihlah party organizer
profesional, yang benar-benar berkualitas, enggak asal dapat
komisi." Karena, organizer inilah yang memilihkan
segalanya, dari pembawa acara, kue ulang tahun, dekorasi,
sampai makanan.
Bapak-Ibu
perlu tahu, organizer harus bertanggung jawab atas
berlangsungnya pesta. "Yang ditakutkan, awalnya mereka
ikut sibuk memberi saran dan mencarikan segala keperluan,
baik kue, dekor, dan sebagainya. Tapi, begitu sudah dibayar,
mereka ngilang." Organizer yang berkualitas
justru selalu siap pada saat acara berlangsung, "sehingga
bila ada sesuatu yang enggak sesuai, dia yang bertanggung
jawab, bukan yang punya acara."
Party
organizer yang baik biasanya diketahui dari mulut ke
mulut. Nah, mereka juga menyediakan paket, dari kue, MC,
dekorasi, dan sebagainya. Semua keperluan pesta, mereka
yang menyiapkan.
Karena
itu, Bu-Pak, jangan asal memilih, semisal dari "iklan-iklan"
yang dipasang di pinggir jalan. "Memang enggak semua
jelek, tapi kalau ada apa-apa, kita mau komplain ke siapa?"
Kalau yang sudah punya nama, tentu mereka akan menjaga nama
baik perusahaannya.
Hasto
|
|
Jangan
Mendadak
*
Rencana.
Dibuat
jauh-jauh hari sebelumnya. Catat setiap keperluan, dari
baju, kue, tempat, makanan, acara, dekor, gift, dan
sebagainya.
*
Rajin bertanya.
Jika
belum tahu seluk beluk mengadakan pesta ulang tahun, segeralah
rajin bertanya. Belajar dari pengalaman, baik itu sukses
maupun gagal, orang lain agar Anda bisa membuat yang terbaik.
*
Jaga kesehatan.
Yang tak kalah penting, jaga kesehatan anak beberapa hari
sebelum acara agar pada saat acara berlangsung, anak betul-betul
fresh.
Hasto
|
|