Khasanah 053/1 : Jangan Sembarang Memestakan Ulang Tahun
Khasanah 053/2 : Pengalaman Para Selebritis
Khasanah 053/3 : Aneka Pesta Anak
Khasanah 053/4 : Merancang Pesta Agar Fun Dan Seru
Khasanah 053/5 : Menyiapkan Anak Ke Pesta Ulang Tahun
Khasanah 053/6 : Hadiah Buat Yang Berulang Tahun
Khasanah 053/7 : Party Time Studio, Di Balik Sukses Pesta Anak

 

ANEKA PESTA ANAK

Salah satu yang perlu dilakukan dalam persiapan pesta ialah memilih jenis pesta. Tapi jenis pestanya harus disesuaikan dengan usia dan keinginan anak, lo.

Umumnya, anak usia 3-5 tahun sudah bisa diajak untuk memilih jenis pesta yang ia inginkan. Pesta yang disukai biasanya bertema tokoh kartun. Maklumlah, di usia 3-5 tahun anak sedang dalam masa berfantasi.

"Tapi kalau anak tak tahu apa yang akan dipilih, tak ada salahnya bila orang tua yang memilihkan," kata Dewi Hughes, SPd. dari Hughes Party House. Namun sebelumnya orang tua harus lebih dulu mengobrol dengan anak. Tanyakan padanya, apakah ia bersedia atau tidak dengan pilihan orang tua tersebut. "Jangan sampai nanti si anak malah tak suka dengan pestanya. Misalnya, anak takut sama badut, ya, jangan bikin pesta bertema badut."

Selain itu, lanjut Hughes, usia anak juga harus diperhatikan, baik untuk yang berulang tahun maupun tamu yang akan datang. Soalnya, permainan untuk anak usia 1-2 tahun harus berbeda dengan anak usia 3-5 tahun. "Untuk anak usia 1-2 tahun, permainannya harus melibatkan orang tua," jelasnya.

USIA 1-2 TAHUN

Sebenarnya, terang Hughes, pesta ulang tahun untuk anak usia 1-2 tahun belum perlu sekali diselenggarakan per tema. "Di usia ini, anak, kan belum bisa menikmati pesta. Mereka belum mengerti benar apa itu pesta. Malah bisa jadi anak hanya bersembunyi di belakang rok ibunya. Akhirnya, pesta yang diselenggarakan bukan untuk anak tapi untuk para tamunya."

Selain itu, anak usia 1-2 tahun masih sulit diharapkan untuk kooperatif dalam permainan, sehingga acara bisa jadi tidak fun. Lain halnya dengan anak usia 3-5 tahun, "mereka bisa diajak fun dan menikmati pesta," ujar lulusan Jurusan Bahasa Inggris FKIP Unika Atma Jaya, Jakarta ini.

Jadi, pestanya cukup ritual saja dengan iringan doa. Tentu bisa dimasukkan acara permainan karena tetap ada permainan yang bisa dilakukan untuk kelompok usia ini, yakni disesuaikan dengan masa perkembangan anak. Misalnya, lomba merangkak, lomba menangkap balon, lomba menyuapi ibu, lomba mengorek agar-agar, "Anak diminta mengorek agar-agar dengan sendok kecil dan di dalam agar-agar ada hadiahnya. Nah, siapa yang cepat ketemu hadiahnya, dia yang dapat hadiah itu."

Bisa juga dilakukan permainan tebak-tebakan sederhana lewat lagu. Misalnya, "Coba tunjukkan mana hidungmu. Tahu, kan, hidung untuk apa, untuk mencium," sementara si MC memegang perut atau kepala. "Biasanya anak akan meniru si MC memegang perut dan kepala. Tapi bagi anak yang mengerti, dia akan memegang hidung. Seru, kan? Nah, yang betul menunjuk hidung dapat hadiah." Permainan lain ialah lomba pasang kumis atau mata pada karton yang diberi gambar wajah.

USIA 3-5 TAHUN

Ada sejumlah tema yang bisa dipilih untuk pesta anak usia ini, yaitu:

* Pesta Tokoh Kartun.

Yang termasuk pesta tokoh kartun adalah segala jenis tokoh-tokoh dari film kartun. Entah Mickey Mouse, Winnie The Pooh, Tom and Jerry, dan lainnya.

Tentunya, acara, dekorasi, maupun kostum harus sesuai dengan tema. Misalnya, Winnie The Pooh. Dekorasi dibuat seperti rimba dan harus ada yang berperan dan berkostum sebagai beruang, lalu kue tart-nya berbentuk gambar binatang ini atau hanya kepalanya saja. Dalam kartu undangan dan ucapan terima kasihnya juga harus ada gambar beruangnya atau kartunya berbentuk binatang ini. Dengan demikian, temanya akan mengena sekali dengan suasana pestanya.

Tak cuma itu, kemasan permainan pun harus berkaitan dengan tema. Misalnya, si beruang lapar dan kebingungan mencari jar (madu). "Nah, siapa yang mau menolong mencari madu buat si beruang?" Biasanya anak-anak pun akan berlarian mencari madu. Siapa yang paling banyak mendapat madu akan mendapatkan hadiah.

* Pesta Cerita Anak.

Yang masuk dalam kategori pesta ini ialah pesta yang mengambil tema berasal dari cerita anak. Misalnya, Si Kancil, Cinderella, Aladin, pesta bajak laut, pesta indian, dan sebagainya.

Susunan acaranya biasanya akan lebih mudah karena ada ceritanya sehingga kita tinggal menjiplaknya saja. Misalnya, pesta Cinderella. Ceritanya, kan, sudah jelas; ada pangeran, ada pesta dansa, dan ada mencari sepatu. Untuk tema pesta bajak laut bisa dibuat permainan mencari harta karun. Anak-anak pasti akan senang.

Bila memilih pesta indian, tuan rumah bisa menggambari wajah setiap tamu yang datang dengan sedikit coretan, entah coretan biru, kuning, atau merah. Anak-anak juga akan senang, lo, kendati wajahnya dicorat-coret. Apalagi kalau tuan rumah juga sudah menyediakan hiasan rambut berbulu khas indian. Wah, tambah seru, deh.

* Pesta Kostum.

Dalam pesta ini setiap yang hadir bisa memakai berbagai kostum. Entah kostum indian, kostum bajak laut, kostum binatang, superman, spider man, dan sebagainya. Acaranya juga jauh lebih mudah. Mintalah anak untuk fashion show, satu per satu maju memperagakan bajunya dengan berperan seperti kostum yang dikenakannya. Bila mengenakan baju bajak laut, misalnya, ia harus berlagak jadi bajak laut. Anak juga diminta untuk sedikit bercerita tentang apa itu bajak laut.

* Pesta Kreasi Sendiri.

Yang termasuk kategori ini, misalnya, pesta kolam renang, pesta summer camp, pesta badut, zoo party, dan sebagainya. Untuk pesta summer camp, buatlah tenda-tenda dan atribut camping. Lokasinya bisa di halaman belakang rumah. Di dalam rumah pun bisa asal di-setting dengan banyak tumbuhan sehingga berkesan seperti hutan betulan. Tentu permainannya harus disesuaikan seperti saat berkemah dengan pembagian regu-regu, misalnya.

Kelebihan dari pesta kreasi sendiri adalah bisa disesuaikan dengan situasi dan fasilitas yang ada di rumah. Misalnya, ada kolam renang. Nah, mengapa tak dimanfaatkan jadi beach party atau pesta putri duyung. Tapi jangan lupa, lo, tuliskan di kartu undangannya agar membawa baju renang dan baju ganti.

TANPA TEMA

Tentunya, pesta yang bertema akan membutuhkan dana cukup banyak. "Nah, bila dananya terbatas, kita bisa membuat pesta tanpa tema. Toh, bisa tetap meriah asal tahu caranya. Tinggal pilih, mau 'heboh' di suasana atau di acaranya. Bila acaranya tak banyak, maka suasananya yang harus dibuat meriah," tutur Hughes.

Misalnya, pesta taman, dengan round table berukuran kecil dalam jumlah banyak untuk tempat duduk para tamu. Di atas meja taruhlah aneka permen dan makanan kecil kesukaan anak-anak. Dekorasi dirancang dengan aneka balon dan hiasan yang semarak. Jangan lupa musiknya untuk menampilkan suasana pesta. Selanjutnya, anak dibiarkan main sendiri. Tapi tentunya bukan sekadar asal main sendiri. Jadi, tuan rumah harus mengeluarkan berbagai mainan yang dimilikinya. Apakah itu mobil-mobilan, kereta-keretaan, perosotan, ayunan, tangga-tanggaan, kolam renang buatan, dan sebagainya.

"Meskipun main sendiri dengan mainan-mainan tersebut, tapi juga sudah membuat anak senang dan gembira, lo," ujar Hughes. Tapi jangan lupa, pilihlah mainan yang aman untuk anak. Antara lain, tidak tajam, tak bersiku, warnanya tak beracun, dan ukurannya jangan terlalu kecil karena takut tertelan.

PESTA DI PANTI ASUHAN

Selain pesta tema dan tanpa tema, kita juga bisa menyelenggarakan pesta di panti asuhan. "Tapi sebelumnya kita harus melakukan survei pada panti asuhan yang akan dijadikan tempat pesta, apakah panti itu untuk anak-anak normal atau disable," kata Hughes.

Tak jadi soal mau pilih panti asuhan yang mana. Hanya yang perlu diperhatikan, untuk anak-anak disable, bisa saja yang satu senang dengan suara ingar-bingar pesta sementara anak lain tak suka mendengar suara berisik. Jadi, sesuaikan jenis acaranya.

Sebaiknya, anak-anak yang demikian diberi hadiah dan acara pemberian hadiahnya harus individual. Misalnya, pada anak buta, terangkan dulu apa hadiahnya karena ia, kan, tak bisa melihat, "Ini namanya boneka Panda, warnanya hitam dan putih. Binatang ini berasal dari daratan Cina. Coba, deh, rasakan halusnya bulu Panda." Dengan demikian, si anak jadi punya gambaran mainan yang diterimanya. Bisa juga dengan cara menanyai mereka lebih dulu, ingin mainan apa sebelum dibelikan mainan tersebut.

Disarankan untuk tak memberikan hadiah berupa makanan karena umumnya yang mereka butuhkan adalah mainan. Kalaupun ingin memberi makanan, sebaiknya kepada anak-anak di perkampungan orang tak mampu.

Sementara untuk pesta yang berupa entertaiment sebaiknya dilakukan di panti anak-anak normal karena mereka umumnya butuh hiburan. "Jenis pestanya bisa beraneka macam. Pesta kostum pun bisa saja; tinggal kita sediakan atau sewakan kostumnya, lantas sehari sebelumnya kita dekor atau set ruangannya."

Kita juga bisa bikin zoo party, yaitu berkunjung ke kebun binatang. Bukankah anak-anak biasanya senang melihat-lihat binatang? Usai melihat-lihat binatang, istirahat di bawah pohon sambil bernyanyi dan acara permainan seperti tebak-tebakan binatang, lomba lari siapa cepat sampai di kandang macan, mendongeng tentang asal muasal binatang, dan sebagainya. Namun tentunya permainan tersebut harus disesuaikan dengan usia anak.

Selain berkunjung ke kebun binatang, kita juga bisa mengajak mereka ke museum sebagai alternatif. "Jadi, meski pesta di panti namun tak melulu harus di dalam ruangan," tukas Hughes. Nah, Bu-Pak, tinggal pilih mau bikin pesta apa. Tentu atas persetujuan si kecil, lo.

Indah Mulatsih.Foto : Iman Dharma(nakita)


Susunan Acara

Biasanya pesta anak berlangsung sekitar 2 jam. Nah, waktu yang 2 jam itu dibagi dalam 4 session. Setengah jam pertama untuk icebreaking (perkenalan), setengah jam kemudian permainan massal, lalu setengah jam lagi cooling down (acara potong kue dan makan), dan setengah jam berikutnya permainan individu yang bisa dijadikan sebagai penutup.

Acara icebreaking, menurut Hughes, sangat perlu karena umumnya anak masih malu-malu dan bahkan ada yang belum kenal sama sekali. Jadi, untuk langsung bermain bersama biasanya agak susah. Apalagi kalau anak-anak itu berasal dari kelas ekonomi yang berlainan seperti pesta ulang tahun yang diselenggarakan dengan anak-anak panti asuhan. "Jika anak dari ekonomi mampu ini di rumahnya tak pernah diajarkan untuk close dengan anak-anak biasa, awalnya pasti akan susah sekali bergaul. Nah, MC atau si penyelenggara harus pintar menggabungkan mereka agar bisa melakukan permainan bersama-sama."

Salah satu acara icebreaking yang bisa dilakukan ialah permainan menyebutkan nama dalam bahasa Inggris. Tuan rumah (yang berulang tahun) dan para tamunya diminta membentuk lingkaran, lalu tuan rumah diberikan sebuah bola dan diminta menyebutkan namanya dalam bahasa Inggris, misalnya, "My name is Tono." Setelah itu, minta ia melemparkan bola yang dipegangnya kepada anak lain di seberangnya, misalnya Nani, sambil mengatakan, "Tono to Nani."

Selanjutnya, Nani diminta menangkap bola itu dan melemparkannya ke anak lain lagi. "Dengan demikian anak jadi saling kenal. Kosa katanya pun bertambah. Ia jadi tahu bahasa Inggrisnya 'nama saya' yaitu 'my name', misalnya. Jadi, ada manfaat yang dibawa pulang sekembalinya ia dari menghadiri ulang tahun itu," tutur Hughes. Namun begitu, boleh saja, kok, bila permainan ini menggunakan bahasa Indonesia.

Tentu masih banyak lagi permainan yang bisa dilakukan pada acara icebreaking, tergantung kreativitas si penyelenggara. Begitu pula dengan acara permainan massal. Antara lain, permainan mencari madu untuk Winnie The Pooh, mencari harta karun di persembunyian bajak laut, memecahkan balon berpasangan, membuat burger dengan ayah-ibu, dan sebagainya.

"Memecahkan balon berdua dengan temannya tentu akan mendidik anak membentuk kerjasama yang baik," kata Hughes. Demikian juga membuat burger mainan dengan ayah-ibu. "Kita akan tanya, kalau bikin burger apa saja yang diisi? Lantas si anak akan jawab, roti, daging, sayuran, dan ditutup lagi dengan roti. Nah, rotinya di tangan si anak sementara sayuran dan dagingnya ada di ayah dan ibunya yang berada di tempat berbeda dengan jarak tertentu. Anak diminta lari ke ibunya untuk mengisi daging, terus lari lagi ke ayahnya untuk mengisi sayuran, dan kembali lagi ke tempatnya untuk mengambil roti tutupnya. Kan, seru bagi anak, karena ia moving ke sana-kemari."

Bisa juga dengan menyanyikan lagu, "Mari berjalan-jalan, oi, oi, oi, buat lingkaran... dua!" Nah, pada saat disebutkan angka 2, anak harus mencari partner masing-masing dan membentuk lingkaran.Begitu seterusnya. "Dengan permainan ini, selain fun, anak juga diajar berhitung," terang Hughes.

Sedangkan permainan akhir yang berupa individual bisa dengan cara tebak-tebakan, entah menebak lagu atau suara. Perdengarkan beberapa suara seperti suara ambulans, tokek, deru mobil, pesawat, dan sebagainya. Yang menebak dengan benar akan diberi hadiah. Atau, dengan permainan topi yang diisi serpihan kertas dan ada hadiahnya. Lantas anak-anak diajak bernyanyi. Selama bernyanyi, topi tersebut berpindah dari satu kepala ke kepala lain. Pas lagu berhenti/selesai, kita lihat topi tersebut ada di kepala siapa. Nah, anak yang ketiban topi harus memakai topi itu sehingga serpihan kertasnya berhamburan di bajunya. Setelah itu kita suruh si anak untuk melihat, ada hadiahnya tidak.

Lainnya ialah permainan menyebutkan nama-nama buah. Misalnya, anak diminta menyebutkan buah yang berwarna kuning. Jawabannya, kan, bisa bermacam-macam seperti jeruk, nanas, mangga, atau pepaya. Nah, anak yang bisa menyebutkan dengan benar akan diberi hadiah.

Jadi, tukas Hughes, acara pembagian hadiahnya dilakukan dengan permainan. Mengenai jumlah hadiah yang diberikan, tergantung keroyalan orang tua dari anak yang berulang tahun. "Kalau mereka menyediakan banyak hadiah, maka pada setiap permainan bisa diberikan hadiah. Bila tidak, minimal satu hadiah harus ada agar seru." Bila hadiahnya banyak, maka pemberiannya diatur sedemikian rupa sehingga merata diterima ke seluruh anak. Yang sudah mendapat hadiah tak perlu mendapat hadiah lagi.

Indah



Bila Anak Ogah Bergabung

Kadang, ada anak yang belagu dan tak mau bergabung melakukan permainan apapun karena merasa teman-temannya tak selevel. Saran Hughes, cari tahu apa potensinya. "Jangan-jangan ia ingin menunjukkan kelebihannya. Nah, berilah ia kesempatan untuk itu, memintanya nyanyi, main piano, atau memimpin permainan." Dengan demikian ia akan merasa dihargai eksistensinya dan biasanya akan melumerkan keangkuhannya. Lama-lama ia pun akan mau bergabung juga dengan anak lain.

Indah